Pendekar Sembilan Langit

Pendekar Sembilan Langit
Episode 216. Jiwa Naga Iblis


__ADS_3

Hari kedua pelelangan.


Dari awal hingga pertengahan acara, tidak ada yang begitu menarik perhatian Gofan. Hanya di akhir acara, ketika Tang Lang mengeluarkan bangkai tubuh seekor Naga, itu menarik perhatiannya. Bukan hanya Gofan, semua pembudidaya yang hadir juga menginginkan bangkai Naga tersebut. Itu barang langka!.


“Ini Naga Salju. Tapi bukan Naga murni, ini siluman yang sudah menyerap Jiwa Naga, Siluman Naga Salju. Kami menemukan mayatnya di salah satu tempat penerimaan murid baru Aliansi Pendalaman Musim. Jadi, penjualan bangkai ini akan dibagi adil antara Menara kami dan Aliansi Pendalaman Musim... Untuk itu, setiap anggota Sekte Pendalaman Musim dilarang memberikan penawaran!.” ucap Tang Lang dengan nada tegas.


Mendengar itu, Gofan mengingat beberapa hal. Itu terkait tentang dengan pertemuannya dengan Long Erwang dan Long Ergou.


“Saat itu, kedua Jendral Naga itu mengatakan bahwa 'Es' yang menjaga sisa-sisa Jiwa Dewa Naga perlahan menjelma menjadi Siluman Salju. Apa Naga Salju ini adalah Siluman itu?.”batin Gofan...“Haiwa. Apa kamu punya cara untuk membuktikan bahwa siluman ini memiliki sisa-sisa Jiwa dari Dewa Naga?.”


“Untuk memastikannya, Tuan hanya perlu menghubungkan antara bentuk Jiwa milik Tuan dengan bangkai Siluman Naga tersebut. Jika benar, bangkai ini memiliki sisa-sisa Jiwa Dewa Naga, Tuan akan merasakannya.” sahut Haiwa saat dia melayang tak terlihat di sekitar Gofan.


Gofan menutup kedua matanya, dia merasakan bentuk Jiwa di dalam Titik Pusat Jiwa miliknya. Kemudian, dia menarik cahaya dari bentuk Jiwa itu dan membuatnya menjadi benang-benang cahaya Jiwa, kemudian menghubungkannya ke bangkai Naga Salju yang ada di atas panggung lelang.


Tidak ada yang bisa melihat benang-benang cahaya itu, kecuali roh dan pengguna kekuatan Jiwa. Jadi, Gofan tidak terlalu memikirkan dia akan ketahuan.


*Blazh* .... Benang-benang cahaya terhubung-!


Ekspresi wajah Gofan berubah, saat bentuk Jiwanya merasakan sensasi yang menakutkan. Seekor Naga setinggi enam kali tubuhnya muncul dan mengaum padanya... ROOOOAAARRRR!!!,


Dia benar-benar merasakan hubungan antara Jiwanya dengan Jiwa Naga itu, itu benar-benar mengandung sisa Jiwa dari Dewa Naga.


Naga itu ilusi tapi juga nyata pada saat bersamaan. Bentuk Naga itu persis sama dengan bangkai Naga Salju yang ada di panggung lelang. Jantung Gofan langsung berdegup kencang. Naga Salju itu berusaha menelan bentuk Jiwa miliknya... Celaka!!


Bentuk Jiwa Gofan masih sangat lemah jika dibandingkan dengan Jiwa dari Naga Salju itu, terlebih lagi Jiwa Naga Salju itu sudah menyerap sisa-sisa Jiwa Dewa Naga. Belum lagi, Gofan sama sekali belum mengolah jiwanya. Jika bukan berkat Longwang, Longwei ,dan Longyun, Gofan tidak akan pernah memiliki bentuk Jiwa.


Meski demikian bentuk Jiwa Gofan masih bisa menghindar, “Menghindar berkali-kali tidak akan menyelesaikan masalah... Apa yang harus aku lakukan?.”


Saat Gofan memutar otaknya, mencari jalan keluar, akhirnya lautan kesadarannya menanggapi proses tersebut. Gelombang besar kesadaran membanjiri Titik Pusat Jiwa Gofan dan membungkus total bentuk Jiwanya.


Sensasi hangat dengan balutan cahaya biru bisa dirasakan Gofan saat itu, saat bentuk Jiwanya merasakan kekuatan yang meluap-luap, “Benar juga! Dengan begini aku akan menyatukan lautan kesadaran dan bentuk Jiwaku!.”


Dengan gagasan dipikirannya, bentuk Jiwa Gofan segera menyerang balik bentuk Jiwa Naga Salju. Naga Salju, sudah mati, dia tidak memiliki kesadaran. Yang tersisa hanyalah nalurinya untuk bertahan. Jadi, saat bentuk Jiwa Gofan bersama gelombang besar lautan kesadaran menerjang bentuk Jiwa Siluman Naga Salju, Naga itu hanya bisa merapatkan sayapnya dan menahan terjangan serangan Gofan.


BOOM!!! BOOM!!!


Bang! Bang!


Berkali-kali gelombang lautan kesadaran, mengulum bentuk Jiwa Naga Salju, membuatnya muncul dan tenggelam dalam lautan tersebut, tidak mampu membalas.


“Tenggelamlah! dan jadilah bentuk Jiwaku!!!!.” teriak bentuk Jiwa Gofan saat dia menyeret bentuk Jiwa Naga Salju semakin lama semakin dalam.


*Blup*... *Blup*...


Sedikit lagi... Sedikit lagi, bentuk Jiwa Naga Salju akan menyerah, tenaganya untuk bertahan sudah hampir habis terkuras. Tapi... Sebentuk Jiwa lainnya masuk dan mengganggu proses itu... BANG!!!!


Serangan bola api raksasa menguapkan lautan kesadaran Gofan. Semua kejadian itu berlangsung sangat cepat, tapi perlu waktu untuk menggambarkannya.


“Arrggghhhh!!.” teriak Gofan.


Xia Ling, Yun Lao, dan Yun Bei terkejit melihat Gofan yang tiba-tiba berteriak kesakitan sembari memegang kepalanya.


“Fan'er... Fan'er... Kamu kenapa? Ada apa ini?.” tanya ketiganya sembari mencoba menenangkan Gofan.


“Celaka!? Ini serangan Mental... Seseorang mencoba membunuhnya.” ucap Yun Bei setelah berhasil menemukan serangan Mental yang terjadi pada lautan kesadaran Gofan.

__ADS_1


“Aku akan membantunya!.” seru Yun Bei saat dia duduk bersila di belakang Gofan dan menghubungkan kekuatan Mentalnya dengan lautan kesadaran Gofan.


*Zyuuutt*.... Aliran kekuatan Mental mengalir perlahan, dari Yun Bei menuju Gofan... Bang!!! tapi... tiba-tiba sebuah batas penghalang menghalanginya masuk ke dalam lautan kesadaran Gofan.


“Ukh!?.” Yun Bei memuntahkan seteguk darah.


“Tua Bei!?.” teriak Xia Ling dan Yun Lao.


“Kenapa ini? Apa yang terjadi? Kenapa kamu juga terluka?.” tanya Yun Lao.


Yun Bei menggeleng pelan, “Kekuatan Mental bocah ini dilapisi oleh penghalang yang benar-benar kuat, kecuali dia sendiri yang keluar dari sana, kita tidak akan bisa berbuat apa-apa.” desah pelan Yun Bei sembari mengobati lukanya.


Mata Yun Lao memandang Gofan yang masih kesakitan, kemudian dia menotok tiga titik akupuntur di dada Gofan dan memberinya satu buah Pil berwarna putih.


“Pil Penguat Kesadaran?.” tanya Xia Ling.


Yun Lao mengangguk, “Hanya ini yang bisa aku lakukan, mari berharap Mo Fan bisa mengatasinya.”


Yun Lao, Yun Bei dan Xia Ling duduk bersila mengelilingi Gofan, mereka membuat pembatas yang melindungi Gofan dari luar. Mencegah serangan lain yang mungkin muncul.


Tapi, yang mereka lakukan sebenarnya sia-sia. Bahkan Pil Penguat Kesadaran itu ibarat menabur setetes air garam ke dalam lautan, itu percuma. Selain itu, saat ini bentuk Jiwa Gofan sedang berada di dalam bangkai Naga Salju, dia masih bertarung dengan seseorang yang sebelumnya melemparkan serangan bola api raksasa.


“Siapa kamu?.” tanya bentuk Jiwa Gofan.


Sosok itu melayang di atas lautan kesadaran Gofan. Sementara Naga Salju masih muncul dan tenggelam dari dalam lautan kesadaran Gofan.


“Kami sudah mencarimu. Tidak disangka, kamu masih bernyawa setelah jatuh ke dalam Lumpur darah itu.”sahut sosok dengan tanduk di kepalanya, “Kamu mungkin tidak mengenalku, tapi kamu pasti mengingat Tuanku, Raja Iblis... Serahkan obat penawar racunnya dan aku akan membiarkanmu mati dengan cepat!.”


Sosok itu adalah Gu Bai, orang yang telah menjatuhkan Gofan ke dalam Lumpur Pemakaman Dewa. Raja Iblis telah memerintahkannya untuk mencari tahu tentang surutnya lumpur darah di Lumpur Pemakaman Dewa, sebab dia yakin itu ada kaitannya dengan Gofan.


“Tidak punya.” sahut Gofan.


Mata Gu Bai mendelik, dia hampir percaya kata-kata Gofan. Jika tidak ada penawarnya, bukankah kebangkitan Raja Iblis hanya akan menjadi sebuah lelucon? Dia akan hidup sebentar, sebelum mati lagi karena keracunan?!


“Omong kosong! Darahmu mengandung racun dan kamu masih bisa hidup sampai sekarang, itu artinya kamu memiliki cara untuk mengendalikan racun itu! Katakan!.” teriak Gu Bai. Cahaya hitam putih berkedap-kedip di kedua tangannya.


“Aku tidak memintamu untuk percaya. Terserah!.”


“Baik. Kalau begitu aku akan melahap Jiwamu dan mencari tahu jawabannya sendiri... Matilah!!!!” Gu Bai melesat turun, menukin ke arah bentuk Jiwa Gofan.


Serangan Gu Bai sebelumnya, membuat Gofab begitu kesakitan, itu karena Gofan tengah fokus dalam proses menelan Jiwa Naga Salju. Tapi, kini situasinya berbeda, Gofan siap untuk menerima serangan Gu Bai.


BOOMMM!! dua serangan berpalu.


Bola api raksasa dengan asap hitam putih berhasil ditangkis oleh bola air lautan kesadaran.


“Sepertinya kamu yang harus mati disini.” ucap Gofan, saat tangannya menunjuk ke lautan kesadarannya yang membentang memenuhi seluruh tempat mereka berada.


“Naga Salju ini sudah mati. Dia tidak memiliki kesadaran lagi... Semua yang ada di tempat ini adalah Lautan Kesadaran milikku.” imbuh Gofan sebelum dia berteriak kencang mengerahkan seluruh lautan kesadarannya, “HIIYAAAAAAAA!!!!.”


Lautan kesadaran Gofan membentuk tubuh raksasa, itu besar, sangat besar... Bentuknya sangat mirip dengan Gofan. Tubuh lautan kesadaran itu menampar Gu Bai hingga jatuh dan tenggelam ke dalam Lautan Kesadaran.


Bersama-sama dengan bentuk Jiwa Naga Salju, bentuk Jiwa Gu Bai muncul dan tenggelam di dalam lautan yang begitu besar.


*Byuurr* Byuuurrr* Saat Gu Bai muncul, ombak besar menenggelamkannya lagi. Dia tidak bisa mengelak. Seluruh tempat adalah Lautan Kesadaran Gofan dan dia terjebak di dalamnya.

__ADS_1


Setelah ratusan kali muncul dan tenggelam, bentuk Jiwa Naga Salju musnah ditelan lautan kesadaran Gofan, menyatu dengan bentuk Jiwanya.


*DUUUUAAARRRR!!!* balok-balok air meledak dari dalam Lautan kesadaran. Bentuk Jiwa Gofan mengalami perubahan, itu kini menyerupai Naga bersayap dengan cahaya keemasan.


ROOAAAARRRRR!!!


Di luar, di dalam Ruangan Khusus, tubuh Gofan bergetar, cahaya emas memancar dari tubuhnya saat sebuah gambaran Naga muncul dan mengejutkan Yun Lao, Yun Bei dan Xia Ling.


“Jiwa Binatang!?.” teriak kaget ketiganya.


Seseorang yang bermarga 'Mo' jelas bukan seorang dari Klan Binatang Langit, bukan dari Klan Jiang, bukan juga jelmaan Styx... Tapi kenapa bisa membudidayakan Jiwa Binatang? Belum lagi itu Jiwa seekor Naga?!


Ketiganya terdiam, sembari saling tatap. Mereka tidak mengerti apa yang terjadi pada Gofan. Mereka hanya memperkuat pelindung yang mengelilingi Gofan. Takut jika ada pihak lain yang mendeteksi Jiwa Binatang milik Gofan.


“Kita akan menanyainya nanti. Untuk sekarang, kita harus membantunya merahasiakan ini.” ucap Yun Lao. Yun Bei dan Xia Ling mengangguk, tangan keduanya masih menyalurkan energi untuk memperkuat pelindung di sekeliling Gofan.


Di Panggung Lelang...


Tawar menawar masih berlangsung, tentu saja ramai yang menawar, itu bangkai Naga. Meskipun bukan Naga Murni, tapi tetap saja sangat sulit untuk mendapatkan yang seperti itu. Karena itu, proses tawar menawar berlangsung lama.


Berkat keramaian tawar menawar itu, tidak ada yang menyadari bahwa, cahaya emas tipis-tipis sempat menyala-nyala sejenak dari bangkai Naga Salju tersebut.


Di dalam bangkai Naga Salju, Gu Bai sudah hampir kehabisan tenaga, sedikit lagi dia akan ditelan oleh Lautan kesadaran Gofan.


“Aku tidak akan membiarkanmu menelanku!!-.” teriak Gu Bai lantang. Jika Gofan berhasil menelan Jiwanya, maka seluruh rahasia Kaum Iblis akan diketahui Gofan.


Oleh karena itu, Gu Bai memutuskan untuk meledakkan bentuk Jiwanya, dia memutuskan bunuh diri!.


Tubuh Gu Bai mengembung, cahaya merah terang terlihat menyala dari dalam tubuhnya. Kulit luarnya mulai terlihat kaku dan retakan-retakan dengan cahaya kuning menyala dari sana.


Melihat tindakan itu, bentuk Jiwa Gofan tidak bisa tidak bertindak. Gofan membuka mulutnya lebar-lebar saat serangan hawa Es meledak keluar dari sana... Bang!!!


Lautan kesadaran Gofan seketika membeku, semuanya membeku, termasuk Gu Bai yang hampir saja meledak!


Bentuk Jiwa Gofan mengarahkan semua kekuatannya untuk mengangkat keluar bentuk Jiwa Gu Bai yang membeku dan perlahan menghisapnya ke dalam tubuh bentuk Jiwanya. Itu terlihat seperti seekor Naga menelan sebongkah kecil Es batu.


*Glup* suara tertelan.


Beberapa hela napas setelahnya... tubuh bentuk Jiwa Gofan bergetar pelan dan asap ledakan keluar dari hidung dan mulutnya. Dia tersenyum, Gofan berhasil menelan Jiwa Gu Bai. Oleh karena itu, sebuah tanduk muncul di kepala bentuk Jiwa Naganya.


Itu menjadi, Jiwa Naga Iblis!


**


“Fan'er apa yang terjadi? Kenapa kami merasakan hawa dingin seperti es dan bentuk Jiwa Binatang dari dirimu?.” tanya Yun Lao, ketika Gofan telah kembali tersadar.


“Terima kasih Guru. Terima kasih Paman, Bibi. Sebenarnya tadi aku mencoba membuktikan kata-kata Tang Lang. Benarkah ada Jiwa Naga di dalam bangkai itu dan karena itulah semua ini terjadi.” sahut Gofan, sebagian benar, sebagian lainnya tidak.


Ketiga orang tua itu berpikir sejenak dan merasa jawaban Gofan itu masuk akal. Jadi, mereka tidak menanyainya lebih lanjut. Mereka hanya merasa kasihan pada yang membeli bangkai Naga Salju itu, mereka hanya akan mendapatkan daging tanpa nutrisi. Tanpa Jiwa Naga, sebab Gofan sudah menelannya.


“Guru. Paman. Bibi. Mohon rahasiakan ini, aku takut para pembeli itu akan melampiaskan kemarahan mereka padaku.” imbuh Gofan sembari tersenyum malu-malu, menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Ketiganya tertawa melihat wajah malu-malu Gofan, “Tidak masalah...tentu saja kami akan merahasiakan ini... Fan'er. Kamu telah membantu banyak untuk Serikat Dewa Obat, keuntungan penjualan Pil Pengembangan Jiwa melebihi yang kita harapkan, ini akan sangat membantu perkembangan Serikat kita, selain itu sudah banyak Alkimia Master dari Klan dan Keluarga di Kota Xingchen yang menanyakan tentang pembelian resep Pil itu Hahaha... Serikat kita tidak bisa lagi diremehkan!.” ucap Yun Lao sembari terus tertawa, dia bangga dengan muridnya.


Muridnya memberi kemajuan pada Serikat Dewa Obat, juga sangat berbakat dalam budidaya. Muridnya pasti akan menjadi jenius terkenal dalam pengobatan dan budidaya! Kebanggaan bagi Serikat Dewa Obat.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2