
Beberapa hela napas berlalu..
Saat orang tersebut berlari melewati area belakang Turnamen, dia berpapasan dengan Gumulryong yang disusul oleh Vasudev.
“Ada apa ini? Kenapa Guru Tuan mengejar pemuda bermata satu itu?” Batinnya sambil terus berlari.
Ketika orang itu melihat Xionan juga ikut menyusul keduanya, dia berhenti berlari, “Eh... Nona Xionan! Kenapa dia juga ikut mengejar mereka?”
Xionan mengenali orang itu, sembari masih terus berlari, Xionan berteriak pelan ke arahnya, “Lujiang! Kenapa kamu di sini?”
“Oh... Aku.. Aku pergi mencari sesuatu. Ada apa ini Nona?” Ucap Lujiang. Lujiang lah yang tadi menyaksikan apa yang dilakukan oleh Yuwenhuai. Sebenarnya, Lujiang bukan sedang mencari sesuatu, dia sedang buang air kecil saat tidak sengaja melihat Yuwenhuai.
Lujiang berbalik dan ikut menyusul mereka, dia berlari di belakang Xionan.
“Orang itu sepertinya berniat buruk pada Fanfan.” Sahut Xionan.
“Tuan!? Bukannya dia ada di Ring Tarung?”
“Sudah jangan banyak tanya. Ayo... hentikan orang itu dulu!” Xionan mendengus.
Saat mereka terus berlari, cuaca tiba-tiba berubah.
*Jedar Jeder*
Langit dipenuhi gemuruh, langit senja tiba-tiba menjadi hitam pekat. Hanya menyisakan cahaya-cahaya kilat dan petir. Seakan langit akan runtuh, akan ada badai yang menerjang.
“GUMULRYONG!!” Teriakan seorang Wanita terdengar berasal dari langit.
Gumulryong, Vasudev dan lainnya berhenti berlari, bersamaan mereka menoleh ke belakang, menengadah ke arah langit.
Di langit itu, di dalam penerangan cahaya kilat dan petir, terlihat seorang wanita tua terbang melayang, matanya memancarkan cahaya amarah dan dendam. Di sekelilingnya, terbang, beberapa kepala, kepala yang terpenggal dari tubuhnya.
“GUMULRYONG!!”
“Keluarlah... Tunjukkan batang hidungmu!” Teriak wanita tua yang terbang melayang itu lagi. Dia mendekat, melayang di atas Area Ring Tarung.
“Ada apa ini?”
“Siapa itu? Gumulryong!? Bukankah dia itu peserta yang lolos babak kedua tadi... Sepertinya dia telah mengusik seorang ahli.”
“Lihat. Lihat. Ahli itu mendekat! Apa itu yang berputar di sekelilingnya?”
__ADS_1
“Itu darah! Itu Kepala! Sial... Kepala siapa yang melayang di sisinya itu?”
“Paman!?” Guxiong terkejut. Dia beranjak dari tempat duduknya, dia mengenali identitas kepala-kepala yang melayang di sekitar wanita tua itu.
Cabang Keluarga Gu dan kerabat terdekat yang hadir di Tunamen Pulau, juga terkejut melihat kepala-kepala itu.
“Iya. Itu. Itu kepala-kepala dari anggota Keluarga Gu. Kenapa? Apa yang sebenarnya telah terjadi? Kenapa dia membunuh mereka?.” Ucap salah seorang kerabat Keluarga Gu yang juga menengadah ke atas.
Saat ini, semua orang melihat ke atas, ke arah Wanita tua. Mereka mengenali identitas kepala-kepala yang melayang di sekitar wanita tua itu.
Setelah beberapa saat, muncul seorang Wanita lain yang terlihat lebih muda daripada Wanita sebelumnya, terbang melayang di sebelah Wanita tua tersebut.
“Senior Qimouzha. Tenanglah. Ketua dan keluargamu yang lain masih di tangannya. Kita tidak bisa gegabah seperti ini.” Ucap Wanita yang lebih muda kepada Wanita tua yang di sekitar tubuhnya melayang kepala-kepala anggota keluarga Gu. Wanita tua itu Qimouzha, Nenek Lengyue.
Qimouzha tidak menjawab, matanya memandangi setiap orang yang ada di Turnamen Pulau, dengan Mental Saint miliknya dia memindai setiap orang di sana.
“Bandit Sialan, Dongkho, Xionghuo, Gumulryong, Keluar-!.” Teriak Qimouzha.
Wanita tua itu berteriak tanpa henti. Hanya Gumulryong yang ada di Pulau itu, sementara Dongkho dan Xionghuo masih berada di Tanah Halimun, di kediaman Keluarga Tian.
*Zyuut* Qimouzha turun dan mendarat di Ring Tarung.
*Zyuut* Wanita yang lebih muda menyusulnya.
“Formasinya masih aktif, dan kedua wanita itu menembusnya dengan mudah.” Gumam seorang penonton, gemetaran melihat amarah Qimouzha.
*Zyuut*
*Zyuut*
Satu demi satu Pasukan Taizongbudui mengepung bagian luar Ring Tarung, mereka tidak bisa memasuki Ring Tarung karena Formasi Tameng Harimau Naga. Lagi pula, mereka tidak menyerang, hanya berjaga. Bersiap-siap seandainya kekacaun terjadi.
“Tianfuzi! Non-aktifkan Formasinya. Beri muka pada kedua Senior!.” Teriak Litaihwang. Dia sebenarnya, tidak takut dengan kedua Wanita yang baru saja menyela Turnamen, terlebih lagi, saat masuk ke Ring Tarung, Wanita yang lebih muda memberi salam padanya.
Litaihwang hanya terkejut. Dia berbisik kepada Ximenbao dan menyuruhnya mengabarkan kejadian ini kepada Yuwenhuai.
Tianfuzi segera mengeluarkan sebuah Token, dia mengalirkan tenaga dalamnya untuk menghilangkan pembatas Formasi.
“Salam Senior Qimouzha. Salam Mahaguru Yuniang. Ada apa ini? Dan ini... Kenapa dengan kepala-kepala ini?.” Tanya Tianfuzi ketika tiba di Ring Tarung.
Wanita yang lebih muda bernama Yuniang, Mahaguru Perguruan Lembah Bunga Kamboja. Dia menyusul Qimouzha dan mencegahnya melakukan pembantaian Keluarga Gu, namun terlambat. Yuniang hanya bisa menyelamatkan generasi yang lebih muda. Para Penatua keluarga itu, semua tewas di tangan Qimouzha.
__ADS_1
Yuniang menoleh ke arah Tianfuzi dan menunjukkan telapak tangannya. Menandakan, agar dia tidak bertanya dan menjauh.
Sementara, Qimouzha masih memindai untuk menemukan keberadaan Gumulryong, Dongkho, dan Xionghuo.
Melihat tanda yang diberikan Yuniang, Tianfuzi mundur beberapa langkah, dia memberi isyarat kepada si Pembawa acara, menunjuk ke arah Tianxian dan Fanjia.
“Kalian turunlah. Bawa juga Tianxian untuk menerima perawatan.” Ucap si pembawa acara Turnamen, dia mundur menjauh dari Ring Tarung.
Fanjia menang, tapi kemenangannya tiba-tiba disela oleh sebuah kejadian menakutkan di hadapannya, sebuah kepala menggelinding dan berhenti tepat di depan kakinya.
Setelah Tianxian dipapah keluar oleh beberapa pasukan Taizongbudui, Fanjia menuruni Ring Tarung dan hendak kembali ke tempat duduknya.
Melihat Fanjia telah keluar, Ling Guo menyeringai. Dua jari tangannya bersinar dengan aliran tenaga dalam, dia mengirimkan pecahan kecil jiwanya masuk ke dalam tubuh Fanjia. Ling Guo mengirimkan benih kehidupan ke tubuh Fanjia.
*Blazh* Tubuh Fanjia mendadak kaku.
Di saat semua orang meributkan kejadian yang dilakukan Qimouzha dan Yuniang. Tubuh Fanjia mengalami transformasi. Benih kehidupan yang ditanam Ling Guo berubah menjadi organ-organ utama penyokong kehidupan. Jantung, Otak, Ginjal, Paru-paru, Perut, dan lainnya, semua perlahan-lahan mulai terbentuk. Memberi kehidupan pada tubuh boneka manusia tanah, Fanjia.
Melihat Fanjia berdiri kaku di bawah Ring Tarung, Shiyuxin mendekatinya, “Fanjia. Kamu kenapa?.” Bisiknya.
Mouhuli, Duan Tianlang, Bianselong, semua menoleh ke arah Fanjia, sesuatu yang aneh terjadi padanya. Mereka mengabaikan rasa penasaran mereka pada apa yang diperbuat kedua Wanita Pendekar Human God tersebut.
***
Di Terowongan bawah tanah. Gofan yang masih duduk bersila, mengolah Seni Racun Darah tiba-tiba saja memuntahkan segumpal besar darah.
“Ya... Erwang. Apa yang kamu ajarkan? Kenapa Gofan justru terluka seperti ini?.” Long Ergou menghentak, memarahi Long Erwang setelah melihat kecelakaan budidaya yang dialami Gofan.
“Aku tidak tahu, seharusnya sedikit lagi, dia sudah bisa menguasai dasar pertama... Dengan racun sangat mematikan itu, seharusnya dia akan langsung ke tahap kedua... Nak.. Kenapa kamu terluka?.” Sahut Erwang panik. Kata-kata Long Ergou membuatnya ragu.
Gofan masih diam, dia mengerang kesakitan. Wajahnya pucat pasi, dan terlihat ekspresi terkejut di kedua matanya. Setelah beberapa hela napas, Gofan hanya menggeleng pelan.
Dalam batinnya, Gofan sedang diguncang keterkejutan, “Mustahil! Siapa yang melakukan ini? Siapa yang memutus aliran Energiku ke boneka manusiaku? Siapa yang mencoba mengambil alihnya?.”
Saat kedua Jiwa di Lentera Jiwa menatap bingung ke arah Gofan. Gofan menutup mata dan mengobati cedera internalnya. Cedera itu diakibatkan oleh Ling Guo. Ketika Siluman Anjing Taring Penyangi itu menanam benih kehidupan di tubuh Fanjia, itu melukai Gofan. Aliran Energinya diputus paksa oleh pecahan jiwa Ling Guo yang mengambil alih tubuh Fanjia.
“Apakah ini hal yang baik? Tubuh bonekaku juga mengandung setetes darah Gajah Nagaku... Jika dia hidup, apa yang akan terjadi?.” Setelah lukanya membaik, Gofan menghentikan budidaya Seni Racun Darah, meski hanya di tahap pertama.
Kemudian, Gofan mengucapkan terima kasih dan mengirimkan kedua Jiwa mantan Jendral itu ke Neraka, dibantu oleh seorang Dewa Kematian yang berada dalam kendali Gofan. Keduanya, Long Erwang dan Long Ergou, diantar menuju Sumur Reinkarnasi untuk memulai kehidupan mereka yang baru.
Karena rasa marah dan gelisah, Gofan memutuskan untuk menghentikan sementara pencarian Harta Berharganya, dia naik ke permukaan dan mencari pelaku yang telah merebut tubuh bonekanya, Fanjia.
__ADS_1
“Aku harus menghentikan proses transformasinya sebelum dia membuat masalah.” Batin Gofan. Dia menerobos keluar dari bawah tanah.
Bersambung...