
Kembali ke saat dimana Gofan telah berhasil mengangkat seluruh Tongkat Emas Naga Kembar keluar dari dalam tanah. Kekacauan terjadi di Hutan Bambu Kemarau. Badai besar tiba-tiba menghujani hutan yang selalu kering itu.
Gofan, Julala, Xionan, dan para Beruang Bambu tercerai berai, terombang-ambing oleh arus badai yang menghantam Hutan Bambu Kemarau. Sementara Mouhuli, Bailaohu dan Bianselong yang berada di dalam gua, terkubur hidup-hidup di dalam reruntuhan gua. Gua itu runtuh akibat dari gempa dahsyat yang sempat terjadi sesaat sebelum badai datang.
Di dalam ruang dimensi, Yubing dan Nian terhisap masuk ke dalam sebuah lorong hitam berbintang saat kekacauan akibat badai sedang terjadi di luar ruang dimensi.
"Senior! Apa yang terjadi? Dimana ini?"
Tanya Nian heran, ketika mendapati dirinya berada di dalam sebuah lorong hitam yang dipenuhi oleh cahaya mirip bintang.
"Aku tidak tahu, tapi sepertinya ini adalah sebuah Lorong Masa. Mungkin saja ada jalan keluar di ujung lorong ini. Ayo... kita coba ikuti dulu jalur lorong ini, lihat di sana sepertinya ada jalan keluar!!"
Tunjuk Yubing ke arah cahaya yang terlihat sangat terang jauh di ujung lorong.
"Lorong Masa? Jika benar demikian, bukankah kita akan berakhir di masa depan atau masa lalu?"
Tanya Nian kembali.
Setelah mendengar bahwa lorong yang mereka diami sekarang, kemungkinan adalah Lorong Masa. Nian ragu untuk mengikuti saran Yubing.
Lorong Masa adalah semacam portal waktu yang dapat mengantar seseorang ke masa depan atau pun masa lalu. Namun tidak ada yang bisa memastikan mereka akan dibawa kemana oleh lorong berbintang itu.
"Iya. Benar. Tapi entah itu di masa depan atau pun di masa lalu, saat ini hanya cahaya terang di ujung lorong ini, jalan keluar kita satu-satunya"
Ucap Yubing.
Yubing mengasumsikan bahwa cahaya terang yang terlihat jauh di ujung lorong adalah jalan keluar dari lorong berbintang itu.
"Ayo...! Atau kamu mau diam dan menunggu mati di dalam lorong ini?"
Imbuh Yubing sembari bergegas melangkah maju ke arah cahaya terang.
Nian tidak menjawab, wajahnya terlihat murung, dia masih berpikir, bagaimana jika dia pada akhirnya harus kembali ke masa lalu, namun kakinya tak kuasa menolak untuk terus melangkah mengikuti langkah Yubing.
Di lain sisi, Gofan terpental cukup jauh saat sebuah ledakan besar di tengah badai menghantamnya. Gofan terjatuh dan mendarat di sisi utara Hutan Bambu Kemarau.
"I-ini...!? Haiwa, apa yang terjadi? Kenapa badai besar ini datang dan memporak-porandakan hutan?"
Tanya Gofan kepada Tongkat Emas Naga Kembar yang kini berada di genggaman tangannya.
"Ini adalah proses Pembalik Segel, prosesnya tidak akan lama. Gofan, lihatlah ke atas, setelah ini semuanya akan kembali lagi seperti 700 tahun yang lalu!"
Sahut Haiwa yang berada di dalam Tongkat Emas Naga Kembar.
Gofan melihat ke atas ke arah langit, meskipun hujan badai menghalangi pandangannya namun jelas sekali terlihat ada seberkas cahaya putih memancar ke bawah menutupi semua area Hutan Bambu Kemarau.
"Haiwa... Cahaya apa ini? Kenapa cahaya ini seakan menarik seluruh hutan beserta isinya untuk terbang ke langit?"
Setelah melihat cahaya putih di langit, Gofan menyadari bahwa seluruh hutan kini terasa seperti terangkat, ditarik naik oleh cahaya putih untuk terbang menuju ke pusat cahaya putih itu berada.
"Aih... Sudah ku bilang ini proses Pembalik Segel. Cahaya itu adalah Cahaya Surga. Cahaya itu akan mengambil kembali segel kutukan dan memulihkan hutan ini beserta isinya kembali ke wujud asalnya. Segala hal yang seharusnya ada, akan ada, dan segala hal yang seharusnya tidak ada, tidak akan ada"
"Semua yang ada di Hutan Bambu Kemarau adalah hasil dari segel kutukan. Setelah segel kutukan hilang maka semuanya juga akan hilang... Lihat, bambu-bambu itu, mereka akan kembali ke wujud asli mereka"
Ucap Haiwa.
"Benar. Bambu-bambu itu berubah menjadi berbagai jenis pohon... Jadi, maksudmu proses Pembalik Segel adalah proses mengembalikan Hutan Tanpa Malam?"
Gofan melihat semua bilah bambu satu per satu berubah menjadi berbagai jenis pohon dan tanaman.
Tanah yang gersang dan kering tiba-tiba terlihat gembur dan subur bahkan rumput-rumput muncul dan membuat hijau pemandangan.
"Iya... Seperti itulah. Sudah, tunggu saja. Seharusnya kekacauan ini, beberapa saat lagi akan hilang dan hutan ini akan kembali ke wujud aslinya, Hutan Tanpa Malam"
Sahut Haiwa.
Tepat seperti kata Haiwa, setelah puluhan hela napas, kekacauan itu berhenti. Hujan badai menghilang. Langit kembali cerah, hanya saja, cahaya putih masih menutupi seluruh area hutan. Proses Pembalik Segel masih berlangsung.
Saat kekacauan berhenti, Gofan berjalan menyusuri hutan yang masih dalam proses transformasi itu. Gofan berjalan sembarangan tanpa arah tujuan, dia hanya menikmati melihat proses Pembalik Segel terjadi.
Gofan melihat berbagai jenis binatang, makhluk buas, dan siluman bermunculan di sepanjang perjalanannya. Beruang Bambu satu per satu kembali ke wujud asli mereka. Gofan juga melihat beberapa ekor Beruang Bambu berubah menjadi manusia.
__ADS_1
-Apa salah satu orang ini adalah kakak Xionan? Dimana Xionan sekarang?, aku harap dia akan bertemu dengan kakaknya-
Gofan menghampiri salah satu dari tiga orang yang berada paling dekat dengan dirinya.
"Paman, apa paman baik-baik saja?"
Tanya Gofan kepada pria yang terlihat berusia sekitar 50an tahun. Pria ini baru saja kembali ke wujud manusianya, setelah selama ratusan tahun terkutuk sebagai Beruang Bambu.
"Anak muda, apa yang sedang terjadi? Kepalaku pusing sekali... Aku tidak bisa mengingat apa yang telah terjadi"
Pria itu berjalan sempoyongan, terlihat seperti orang mabuk.
"Tidak ada apa-apa. Paman hanya baru saja terbebas dari sebuah kutukan. Paman sebaiknya duduk dulu, mari ku bantu"
Gofan membantu pria itu berjalan menuju ke sebuah pohon besar. Mereka berdua duduk dan bersandar di bawah pohon itu.
"A-apa maksudmu aku baru terbebas dari kutukan?"
Tanya si pria paruh baya itu kepada Gofan.
"Lihatlah paman... Beruang itu berubah wujud menjadi Rusa Tanduk Perak, paman lihat, bukan?"
Gofan menunjuk ke arah salah satu Beruang Bambu yang sedang dalam tranformasi kembali ke wujud asalnya yaitu Rusa Tanduk Perak.
"Tadinya paman juga sama seperti rusa itu, paman dikutuk menjadi makhluk buas bernama Beruang Bambu"
Imbuh Gofan.
Pria paruh baya itu tercengang melihat hal yang ditunjukkan Gofan. Dia juga terkejut melihat hutan bambu yang perlahan-lahan berubah menjadi hutan dengan beragam jenis pohon.
"Anak muda, apa kamu juga baru terbebas dari kutukan?"
Tanya si Pria paruh baya setelah dia selesai tercengang melihat proses Pembalik Segel berlangsung.
"Bisa dikatakan seperti itu"
Gofan kini juga telah terbebas dari kutukan Hutan Bambu Kemarau, setelah proses Pembalik Segel berakhir, Gofan sudah bisa pergi dengan bebas meninggalkan hutan itu.
"Apa itu berarti, sekarang kita sudah benar-benar menjadi manusia kembali? Kita tidak akan sewaktu-waktu berubah menjadi beruang itu lagi bukan?"
Pria paruh baya itu khawatir bahwa dirinya akan kembali lagi menjadi makhluk buas.
"Paman sudah terbebas, artinya paman sudah baik-baik saja"
"Oh ya, namaku Gofan, jika boleh tahu, siapa nama paman dan kenapa paman bisa ada di Hutan Tanpa Malam ini?"
Gofan ingin memastikan identitas pria paruh baya itu.
"Namaku Jangjiwu. Aku ini pedagang. Aku kemari untuk melewati portal dimensi alami. Tapi sebelum aku sampai di portal itu, sebuah gempa besar dan badai besar terjadi, setelah itu aku tidak ingat apa-apa lagi"
Sahut Jangjiwu sembari mengingat-ingat hal yang terjadi pada dirinya.
-Jadi dia bukan kakaknya Xionan, Apa salah satu dari dua orang itu adalah kakaknya?, Aku harus memastikannya juga-
"Paman. Tunggulah di sini, aku akan menghampiri dua orang lainnya itu, aku rasa mereka juga sedang kebingungan"
Gofan pergi dan menghampiri dua orang lainnya.
Gofan mengumpulkan kedua orang itu di bawah pohon besar tempatnya dan Jangjiwu sebelumnya berada. Kedua orang itu adalah pria yang usianya terlihat sama, di sekitaran 40an tahun.
Gofan menceritakan hal yang sama kepada kedua pria itu dan mereka juga sama tercengangnya dengan Jangjiwu. Mereka terkejut mengetahui bahwa mereka pernah menjadi seekor makhluk buas.
-Ternyata mereka juga bukan kakaknya Xionan-
"Paman bertiga, sebaiknya paman segera kembali ke Desa terdekat. Hari akan segera malam. Aku takut keadaan tidak akan seaman sekarang"
Ucap Gofan kepada ketiga pria itu.
"Benar juga. Baik. Kami akan kembali, tapi bagaiamana denganmu nak? Ayo... ikut kami?"
Sahut Jangjiwu.
__ADS_1
"Tidak. Aku tidak bisa ikut dengan kalian...Aku masih ada keperluan di hutan ini"
"Paman terimalah ini, ini hanya sekedar hal kecil. Aku harap akan berguna bagi paman bertiga selama perjalanan kembali"
Gofan memberikan beberapa koin emas dan juga obat-obatan yang bermanfaat bagi orang biasa dari persediaan di kantong miliknya.
"Sepertinya aku salah menilai, aku pikir kamu hanya anak biasa, tapi aku baru menyadari Tongkat emasmu ini. Terima kasih pendekar muda, kami permisi"
Jangjiwu akhirnya mengenail Gofan sebagai seorang pendekar setelah melihat Tongkat Emas Naga Kembar yang terus dibawa Gofan.
Sebelumnya, karena dia masih terkejut dan tercengang dengan semua hal yang terjadi, dia tidak sempat memperhatikan Gofan dengan seksama.
"Iya paman. Semoga kalian selamat dalam perjalanan"
Sahut Gofan ketika membalas salam perpisahan dari ketiga pria itu.
"Haiwa... Apa aku benar-benar sudah terbebas dari kutukan Hutan Bambu Kemarau?"
Setelah ketiga pria itu pergi jauh, Gofan memastikan kembali hal yang sempat ditanyakan Jangjiwu sebelumnya kepada dirinya.
"Sudah. Kenapa kamu tiba-tiba ragu, bukankah tadi kamu meyakinkan Jangjiwu bahwa dia sudah benar-benar bebas"
Sahut Haiwa.
"Tapi kenapa kekuatan Mata Iblisku masih ada? Seharusnya jika kutukanku hilang, itu berarti kekuatan Mata Iblisku juga ikut hilang bukan?"
Gofan masih bisa merasakan kemampuan mentalnya masih baik-baik saja, bahkan lebih kuat dan tidak menghilang.
"Mungkin itu karena kamu bukan dikutuk dari awal seperti mereka. Tapi seperti terkena dampak dari kutukan itu saja"
Haiwa sudah mengetahui bahwa separuh diri Gofan adalah siluman.
"Segala hal yang seharusnya ada, akan ada, dan segala hal yang seharusnya tidak ada, tidak akan ada. Ini mungkin kehendak Surga, agar kamu tetap memiliki kemampuan itu"
Imbuh Haiwa dari dalam tongkat.
"Haiwa...! Mengecillah...!"
Gofan mengangguk setelah mendengar penjelas Haiwa. Gofan kemudian memerintakan Tongkat Emas Naga Kembar untuk mengecil.
Tongkat Emas Naga Kembar adalah Senjata Dewa yang dapat berubah bentuk dan ukuran. Bisa menjadi besar sebesar gunung, bisa melebar, memipih, meninggi hingga tinggi menjulang menembus langit, bisa menjadi kecil sekecil-kecilnya hingga muat masuk ke dalam lubang telinga atau berubah wujud menjadi sebuah tongkat biasa.
Gofan yang sudah menyerap pecahan Batu Surga milik percikan Jiwa Tianyuan, telah memiliki ingatan tentang cara mengendalikan Tongkat Emas Naga Kembar beserta jurus-jurus Bela dirinya.
Gofan juga telah diwariskan Ilmu 72 Perubahan Abadi milik Tianyuan, yang merupakan teknik pengolahan energi sihir.
"Hmm?"
Gofan mengerutkan keningnya, ketika melihat Tongkat saktinya berubah menjadi sangat kecil.
"Haiwa... Kenapa kamu berubah sekecil ini?"
Ucap Gofan ketika Tongkat Emas Naga Kembar berubah menjadi sangat kecil sehingga muat untuk masuk ke dalam lubang telinganya.
"Bukannya kamu ingin menyimpanku di lubang telingamu?"
Sahut Haiwa.
Sudah menjadi kebiasaan bagi Haiwa, untuk menjadi sekecil itu dan disimpan di dalam lubang telinga. Dulu Tianyuan selalu melakukan hal itu, Tianyuan akan menyuruhnya mengecil dan menyimpannya di dalam lubang telinga.
"Bukan. Aku tidak suka ada benda yang mengganjal di lubang telingaku... Berubahlah kembali. Jadilah seukuran seruling!"
Seru Gofan kepada Haiwa yang kini berada di telapak tangan Gofan.
"Aih... Seharusnya kamu bilang lebih awal.. Baik, aku berubah!!"
*Zyuut*
Haiwa berubah menjadi seukuran sebuah seruling.
Gofan menyematkan Haiwa di ikatan pinggangnya dan kembali melanjutkan perjalanan. Gofan kembali mengamati proses Pembalik Segel yang sudah hampir rampung.
__ADS_1
Bersambung...