
" Uh... Bau busuk apa ini? Kak. Apa mungkin ini karena banjir kotoran tubuh itu? " Tanya Kangkai kepada Duan Tianlang.
" Sepertinya memang begitu. Tutupi hidung kalian dengan tenaga dalam. Ayo ! " Sahut Duan Tianlang sembari terus melangkah maju.
Begitu mendengar perkataan Duan Tianlang tersebut, Kangkai beserta yang lainnya segera menahan bau dengan tenaga dalam mereka.
Qingyue dan Suezilu yang tadinya sedikit meragukan mengenai banjir kotoran tubuh kini diam tidak bisa berkata. Mereka telah mencium sendiri bau busuk tersebut, bahkan saat baru saja keluar beberapa langkah dari Aula Tamu.
*Duuaarr*
Sebuah suara ledakan tiba-tiba saja terdengar dari arah kamar Gofan. Ketika mereka hanya tinggal beberapa puluh langkah lagi sebelum tiba di kamar Gofan.
" Ledakan!? " Ucap Wuling kaget.
" Sepertinya ledakan itu dari arah yang kita tuju " Ucap Lengjing.
" Ayo.. Cepat! " Seru Duan Tianlang.
' Apa lagi yang terjadi? Banjir kotoran tubuh lalu ledakan? Ada apa dengan Gofan? ' Batin Duan Tianlang ketika menebak bahwa kemungkinan besar ledakan itu berasal dari kamar Gofan.
Ledakan tersebut mengguncang seisi Perguruan Tunjung Putih. Para Penatua dan Murid berhamburan keluar menuju ke arah asal ledakan.
" Apa itu? Apa ada yang menyerang perguruan? "
" Ledakannya dari arah asrama murid dalam. Apa mungkin ada penyusup? "
" Ayo kita lihat ke sana, siapkan senjata kalian! "
Ucap beberapa murid ketika mereka terlihat terkejut mendengar ledakan tersebut. Satu demi satu murid-murid itu pergi ke arah ledakan, yaitu ke arah kamar Gofan berada.
" Penatua Kedua. Apa yang terjadi? Apa ada penyusup yang meledakkan asrama murid dalam? "
" Itu mungkin saja. Kumpulkan semua Pasukan Cakar Kuning. Siapkan mereka, jika memang ada serangan mendadak "
" Baik. Bagaimana dengan Mahaguru dan Guru besar? "
" Aku sendiri yang akan mencari mereka. Siapkan pasukan untuk berjaga-jaga dahulu! "
" Baik "
Para Penatua di perguruan juga tidak kalah terkejut setelah mendengar suara ledakan tersebut.
" Sepertinya itu dari arah kamar si Iblis Putih? " Ucap Wusiyi.
" Iya. Untung saja Mahaguru menyuruh kita pergi, jika tidak kita mungkin mati karena ledakan itu " Sahut Wutuyan.
Kedua kakak beradik itu sedang berada di halaman latihan ketika ledakan terjadi. Mereka baru saja hendak melatih jurus tongkat mereka ketika ledakan tersebut terdengar.
" Wutuyan. Apa kita perlu pergi ke sana? " Tanya Wusiyi kepada saudaranya itu.
" Kamu itu. Aku ini kakakmu, panggil dengan benar.. Ayo, kita lihat apa yang terjadi ! " Sahut Wutuyan.
' Kita hanya beda satu tahun saja, tapi kamu selalu saja menganggapku jauh lebih kecil ' Batin Wusiyi ketika dia mengikuti langkah kakaknya menuju ke arah kamar Gofan.
Sementara para murid dan para penatua bergegas pergi ke arah kamar Gofan. Mouhuli, Duan Tianlang, serta kelompoknya telah tiba terlebih dahulu di tempat ledakan terjadi.
__ADS_1
' Apa ini... ' Batin Mouhuli.
Mouhuli dan yang lain terkejut melihat kondisi kamar Gofan yang telah hancur berantakan, ketika mereka tiba di depan kamar Gofan tersebut.
" Dimana anak itu? " Tanya Suezilu.
Suezilu tidak melihat siapa pun di reruntuhan bekas ledakan itu, hanya cairan hitam lengket mirip lendir yang terlihat menggenang dimana-mana.
" Benar. Dimana Gofan? Kangkai coba periksa di sebelah sana! " Tunjuk Duan Tianlang ke arah timur reruntuhan.
" Suezilu. Wuling. Coba kalian periksa di sana! " Imbuh Duan Tianlang sembari menunjuk ke arah utara.
" Aku akan memeriksa di sini " Ucap Mouhuli.
" Xiongmeng. Ikut aku. Kita periksa di sana! " Ucap Duan Tianlang yang bergegas memeriksa di bagian selatan reruntuhan kamar Gofan.
" Kalian juga ikut cari Bocah itu! Periksa di kamar lain yang juga terkena dampak ledakan! " Seru Lixiayo kepada Yilanren dan Jangxi.
Mereka pun berperncar mencari Gofan di reruntuhan bangunan kamar Gofan dan di sekitarnya. Namun hanya bau menyengat yang tidak tertahankan yang mereka dapati.
' Bau kotoran tubuhnya benar-benar menyengat. Bagaimana bisa kotoran tubuh sebanyak ini? ' Pikir Qingyue.
" Istriku. Kamu tidak apa-apa? " Tanya Lengjing yang ikut membantu mencari keberadaan Gofan di antara reruntuhan berdampingan dengan istrinya.
" Tenaga dalamku tidak kuat menahan bau ini. Aku merasa sedikit mual " Sahut Qingyue.
" Kita kembali saja. Aku akan mengantarmu " Ucap Lengjing dengan wajah khawatir.
" Tidak apa suamiku. Kamu lanjutkan saja. Aku masih bisa kembali sendiri ke Aula Tamu. Aku akan menunggumu di sana " Qingyue pun berpamitan kepada suami serta semua orang yang berada di sana.
" Sepertinya Bocah itu tidak ada di sini. kita sudah mencarinya cukup lama " Ucap Xiongmeng kepada Duan Tianlang ketika para penatua dan para murid tiba di tempat mereka.
Duan Tianlang mengangguk dan menoleh ke arah Penatua Kedua yang baru saja tiba.
" Penatua Kedua. Kamu bantulah Xiongmeng dan susurilah area sekitar untuk mencari keberadaan Gofan " Ucap Duan Tianlang kepada Penatua Kedua yang bernama Wujingping tersebut.
Wujingping mengiyakan perintah Duan Tianlang, lalu bergegas pergi bersama Xiongmeng dan beberapa murid, menyusuri area luar asrama murid dalam.
Wujingping akhirnya mengetahui perihal yang terjadi dan meminta kepada para penatua yang lain untuk tidak khawatir dan ikut menyusuri area sekitar untuk menemukan Gofan.
Semua penatua telah mengetahui identitas Gofan dan telah melihat Gofan secara langsung ketika dia masih tidak sadarkan diri.
" Penatua Wujingping. Aku akan memeriksa di sekitar sini. Jadi, kamu dan para murid bisa memeriksa di area sana " Xiongmeng menunjuk ke area luar.
Wujingping mengangguk dan menyusuri area yang ditunjuk Xiongmeng bersama dengan murid-murid tersebut.
" Wutuyan. Wusiyi. Kenapa kalian masih di sini?... "
" Sana. periksa di area itu " Xiongmeng sedikit kesal saat melihat masih ada dua orang murid yang mengekorinya ketika dia hendak menyusuri tempat di dekat Aula Tamu.
Wutuyan dan Wusiyi membungkuk hormat lalu pergi memeriksa di area yang ditunjuk Xiongmeng.
Berpuluh hela napas akhirnya berlalu, semua orang yang mencari Gofan kini telah berlumuran kotoran tubuh Gofan. Mereka terpaksa mengobok-obok genangan kotoran tubuh Gofan yang telah terbentuk akibat ledakan.
" Aneh. Dimana anak itu? " Gumam Mouhuli.
__ADS_1
" Dia tidak mungkin mati tanpa mayat bukan? " Tanya Suezilu ketika mendengar gumaman Mouhuli.
' Tidak mungkin! Aku belum pernah mendengar ada orang yang mati karena menerobos ' Batin Mouhuli.
Mouhuli diam, tidak menjawab pertanyaan aneh Suezilu tersebut. Mouhuli meyakini Gofan masih hidup hanya saja Mouhuli tidak tahu mengapa Gofan mendadak menghilang setelah ledakan terjadi.
" Apa yang terjadi? Bagaimana Gofan bisa menghilang?... "
" Jendral! Ini pasti rencanamu bukan? Apa sebenarnya yang kamu lakukan pada Pil itu, kenapa terjadi ledakan dan Gofan menghilang?! " Bentak Duan Tianlang ke arah Lixiayo.
" Apa maksudmu Senior? Aku benar-benar tidak tahu mengenai kejadian ini. Mengapa kamu justru menuduhku! " Sahut Lixiayo geram.
Meski kata-kata Duan Tianlang sebagian ada benarnya, namun Lixiayo memang tidak mengetahui tentang menghilangnya Gofan.
Lixiayo memang benar melakukan sesuatu pada Pil itu, namun dia tidak berharap Gofan akan meledak dan menghilang. Justru jika Gofan meledak dan menghilang, maka rencananya akan menjadi kacau.
*Triung*
Yilanren dan Jangxi segera menghunuskan pedang mereka ketika merasakan tekanan tenaga dalam yang dilontarkan Duan Tianlang karena marah.
" Senior Tianlang. Aku jujur mengatakan bahwa aku tidak tahu mengenai menghilangnya Iblis Putih..."
" Aku benar-benar ingin membantu kesembuhannya dan berbicara dengannya " Imbuh Lixiayo saat dia mengeluarkan tenaga dalamnya untuk menahan tekanan tenaga dalam Duan Tianlang.
' Dari nada suaranya. Dia berkata jujur. Tapi bagaimana bisa Gofan menghilang? ' Pikir Mouhuli.
Situasi semakin memanas di antara Duan Tianlang dan Lixiayo, ketika Wujingping serta beberapa murid tiba dan mengatakan bahwa tidak ada jejak Gofan dimana pun, di sekitaran area murid dalam.
'Tunggu... Kejadian ini sama seperti ketika Gofan menyerap Batu Mental di dalam danau... Setelah ledakan, dia juga menghilang ' Mouhuli tersenyum tipis saat mengingat hal tersebut.
Mouhuli kemudian berjalan lurus di antara Duan Tianlang dan Lixiayo. Mouhuli berdiri menengahi keduanya.
" Tuan Tianlang tenanglah. Dulu Gofan juga pernah mengalami hal semacam ini. Aku yakin dia akan baik-baik saja. Kita tunggu saja dia kembali " Ucap Mouhuli dengan senyuman tipis di wajahnya.
" Oh ya. Satu lagi, dia mungkin akan kembali dan mengagetkan kita dengan peningkatannya. Jadi, Tuan Tianlang tidak usah khawatir lagi... "
" Daripada bertarung, sebaiknya kalian bergegas mandi. Kalian terlihat seperti badut... Aku permisi " Imbuh Mouhuli.
Usai berkata demikian Mouhuli melesat pergi menuju ke kediaman yang disediakan khusus baginya oleh Duan Tianlang. Mouhuli bergegas pergi untuk membasuh dirinya dari kotoran tubuh Gofan.
Sementara itu Duan Tianlang dan Lixiayo terpaku saling menatap. Beberapa hela napas kemudian mereka akhirnya saling tertawa saat melihat tubuh dan wajah mereka dilumuri kotoran tubuh Gofan.
Melihat kenyataan bahwa ternyata Mouhuli telah mengetahui menghilangnya Gofan merupakan sebuah hal baik, mereka akhirnya mengurungkan niat untuk bertarung.
" Hari sudah malam. Kangkai, sediakan kamar untuk para tamu. Suezilu, panggil murid yang lain untuk membersihkan dan memperbaiki asrama ini... "
" Untung saja tidak ada murid yang terluka karena ledakan ini " Ucap Duan Tianlang sebelum bergegas pergi ke kediamannya.
Suezilu menghela napas panjang saat mengiyakan perintah Duan Tianlang. Suezilu kesal karena, bukannya melihat Gofan menerobos, dia justru berkubang di dalam kotoran tubuh Gofan. Baru saja Suezilu hendak kembali untuk membersihkan badan, namun dia terpaksa harus begadang untuk menjalankan perintah Duan Tianlang.
' Hari yang melelahkan ' Batin Suezilu sembari membersihkan puing-puing ledakan bersama para murid.
[Di Dalam Kalung Kerang Ajaib]
" Ayah. Bagaimana ini? Kenapa kita harus berada dalam situasi seperti ini " Ucap Longyun yang masih sibuk membalut tubuh Gofan dengan perban.
__ADS_1
" Haih... Ayah juga tidak menyangka. Wanita ini akan mengambil rumah kita " Sahut Longwang.
Bersambung...