
" Hei Bocah! Kamu pikir kamu siapa? Kamu bahkan tidak akan bertahan dari satu serangan kakak ku ! " Ucap Shanhu.
" Hadapi aku dulu ! " Shanhu melangkah maju dan membalas tantangan Gofan.
" Shanhu. Bocah ini tidak bisa diremehkan. Berhati-hatilah " Kata Heiwuya.
" Tenang saja Kak. Dia akan ku jadikan makanan untuk cambuk ini " Sahut Shanhu dengan sombong.
Gofan tertawa mendengar tantangannya kepada Heiwuya justru ditanggapi oleh Shanhu.
" Kenapa kamu tertawa? Apakah kamu sudah gila karena ketakutan? Hahaha... " Ucap Shanhu ketika Heiwuya dan yang lainnya memberi ruang untuk dia dan Gofan bertarung.
" Kalau takut bilang saja. Kenapa justru yang menerima tantanganku adalah si Ceking ini, dia bahkan tidak pantas bertarung denganku ! " Sahut Gofan dengan kata-kata yang cukup menusuk bagi Shanhu.
Shanhu memang kurus, tetapi tidak sangat kurus. Perkataan Gofan tentu saja ditujukan untuk menghina Shanhu. Mendengar itu, Shanhu menjadi geram dan langsung memecut Cambuk Jingshen ke arah Gofan.
" Cambuk Dewa Kematian "
Shanhu melancarkan jurus maut milik Cambuk Jingshen dengan sekuat tenaga.
Cambuk Jingshen terlihat mengeluarkan asap berwarna kehitaman yang membentuk wajah-wajah dengan ekspresi kesakitan. Teriakan menjerit juga terdengar saat Shanhu melayangkan cambuknya itu ke arah Gofan.
' Gofan. Jangan sampai tersentuh cambuk itu atau unsur kehidupanmu akan habis dihisapnya '
Longyun yang berada di dalam Kalung Kerang Ajaib, mengirimkan suara pikiran kepada Gofan. Seperti biasa, Longyun dan ayahnya akan menyaksikan hal yang terjadi di luar. Mereka selalu berjaga-jaga dan mengawasi pergerakan Gofan.
' Terima kasih Longyun. Tenang saja aku tahu harus bagaimana...' Sahut batin Gofan.
Gofan segera mengerahkan 500an lapisan Saripati Energi untuk mengaktifkan kekuatan Mata Surga. Cahaya ungu langsung menyelimuti seluruh tubuh Gofan. Gofan mengarahkan kekuatan Mata Surga agar menyelimuti seluruh tubuhnya guna melindunginya dari serangan Cambuk Jingshen.
Demi menangkis serangan cambuk Shanhu, Gofan kemudian melancarkan jurus Tongkat Emas Naga Kembar yang ada di dalam ingatannya.
" Putaran Perisai Angin Petir "
Gofan memutar-mutar tongkat besinya hingga membentuk pusaran angin yang terlihat seperti tameng angin.
Sebenarnya, jurus yang dilancarkan Gofan disebut sebagai 'Putaran Perisai Angin Api'. Karena sekarang ada Energi Petir yang mengaliri tongkat besi tersebut, Gofan menamaninya 'Putaran Perisai Angin Petir'.
Mouhuli, Bilaohu, dan Bianselong mundur beberapa langkah. Mereka membiarkan Gofan beraksi menangani masalah tersebut atas permintaan Gofan.
__ADS_1
Di saat Heiwuya maju dan mengetahui identitas Gofan sebagai Setengah Siluman. Gofan mengirimkan suara pikiran kepada ketiganya, agar mereka jangan bertindak gegabah.
Gofan meminta kepada ketiganya untuk membiarkan Gofan mencoba menangani keempat pemburu siluman tersebut. Sama seperti Bailaohu, Gofan juga sudah mengetahui keempat pemburu siluman tersebut.
Tentu Gofan akan mengetahui tentang Empat Penakluk Siluman Generasi Baru itu. Dulu, Gofan sudah pernah tinggal dan bekerja di Ibu Kota itu selama kurang lebih tujuh bulan. Selama itu, Gofan sudah hampir muak mendengar penduduk membicarakan tentang mereka dan kehebatan mereka.
Kembali ke area pertarungan Gofan dan Shanhu. Sekarang putaran tongkat besi yang diayunkan Gofan membentuk sebuah perisai angin kecil dengan kilatan petir bercahaya ungu di dalamnya. Perisai angin yang berkilauan dengan kilatan petir ungu itu maju menangkis serangan cambuk Shanhu.
Serangan cambuk Shanhu gagal mengenai Gofan, sebab terhalang oleh perisai angin petir ungu tersebut. Shanhu pun beniat menarik kembali cambuknya dan bersiap mundur untuk melancarkan serangan lainnya.
" Ini belum selesai Ceking ! " Ucap Gofan.
Ketika Shanhu baru akan menarik cambuknya kembali, tangan kiri Gofan meraih ujung cambuk itu dan menariknya kuat-kuat.
' Bodoh ! Kamu pikir kamu bisa memegang cambukku sembarangan seperti itu... Jingshen ! Ayo hisap dia sampai kering !! ' Batin Shanhu.
" Jadilah mayat kering.. Bocah !! Hahaha... " Tawa Shanhu ketika dia menambah jumlah tenaga dalam yang dia salurkan ke dalam Cambuk Jingshen.
Asap hitam dengan wajah-wajah kesakitan di cambuk sepanjang 12 kaki itu mengepul lebat dan mulai menyelimuti tubuh Gofan. Tetapi tidak terjadi apa-apa. Meski Gofan masih diselimuti asap hitam dengan suara jeritan kesakitan dari wajah-wajah itu, Gofan baik- baik saja.
Dua hela napas kemudian, giliran Gofan yang tertawa saat bola mata kanan Gofan telah sepenuhnya berubah menjadi berwarna ungu. Asap hitam berwajah itu langsung buyar dan hilang setelah terkena pancaran cahaya ungu dari mata kanan Gofan.
" Ti-tidak mungkin ! Lepaskan cambukku... ! " Teriak Shanhu ketika dia menyadari Cambuk Jingshen gagal menghisap unsur kehidupan Gofan.
" Pukulan Petir Penakluk Iblis "
Gofan mengayunkan tongkat besinya dan menyerang ke arah Shanhu.
Perisai angin petir ungu langsung buyar dan digantikan dengan serangan tongkat petir bercahaya ungu yang menerjang ke arah Shanhu. Serangan jurus tongkat api penakluk Iblis versi petir itu berhasil memukul mundur Shanhu hingga Cambuk Jingshen terlepas dari genggaman tangan Shanhu.
Tubuh Shanhu terpelanting ke belakang beberapa puluh langkah kaki dengan keadaan sedikit gosong akibat tersengat petir ungu dari terjangan jurus tongkat Gofan.
" Ba***at ! Ke-kembalikan cambukku " Teriak Shanhu saat berusaha bangkit dari tanah.
Meski tubuhnya sedikit gosong, Shanhu masih dalam keadaan baik-baik saja. Dia sama sekali tidak mengalami luka dalam. Hanya luka luar akibat petir ungu yang terlihat di sekitaran tubuhnya.
" Adik. Kamu tidak kenapa-kenapa? Apa yang terjadi? Kenapa Bocah ubanan itu berhasil merebut cambukmu? " Tanya Heiwuya sembari mengalirkan sedikit tenaga dalam untuk memulihkan kondisi Shanhu.
Heiwuya baru pertama kali ini melihat Cambuk Jingshen berhasil direbut dari tangan Shanhu.
__ADS_1
Shanhu menggelengkan kepalanya. Dia juga tidak tahu bagaimana Gofan bisa merebut Cambuk Jingshen. Ini adalah pertama kalinya seseorang berhasil meraih cambuknya dengan tangan kosong.
" Sudah ku bilang. Kamu tidak pantas bertarung denganku ! " Ucap Gofan ketika melipat Cambuk Jingshen dan memasukkannya ke dalam Kantong ruang.
" Bocah Ba***at ! Kembalikan cambukku ! " Teriak Shanhu sekali lagi meminta cambuknya kembali.
" Mau cambukmu kembali? Kalau bisa ambil sini ! Ayo maju ! Atau kalian semua... Maju saja sekaligus !! " Tunjuk Gofan kepada Shanhu dan ketiga pemburu siluman lainnya.
' Aneh. Budidaya bocah ini hanya di ranah Holy Body tahap akhir. Kenapa Kakak Shanhu bisa kalah darinya? ' Pikir Chengsui saat mengamati kemampuan Gofan.
Chengsui tidak mengerti bagaimana Gofan bisa mengalahkan Shanhu. Mereka berempat berada di ranah yang sama yaitu Great Master tahap akhir, sementara Gofan hanyalah pendekar di ranah Holy Body tahap akhir.
'Apa karena cahaya ungu itu? ' Chengsui menebak kemungkinan karena cahaya ungu yang memancar di tubuh Gofan, yang membuat Gofan menjadi lebih kuat dari Shanhu.
Memang demikian, berkat kekuatan Mata Surga, kekuatan Gofan meningkat sepuluh kali lipat. Selama yang dihadapai Gofan masih di bawah ranah Saint Master tahap pertengahan, Gofan percaya diri untuk mengalahkan lawannya.
" Kakak. Sebaiknya kita ikuti saja apa mau Bocah ubanan ini. Kita gabungkan kekuatan dan kalahkan dia " Ucap Chengsui kepada Heiwuya.
" Benar Kak. Dia terlalu sesumbar ingin menantang kita semua sekaligus. Mari kita ajari dia apa itu pemburu siluman " Ucap Huangmei menyetujui kata-kata Chengsui
Heiwuya mengangguk dan mereka berempat pun melangkah maju, bersiap menyerang Gofan bersama-sama. Shanhu mengeluarkan sebilah pedang biasa dari dalam Kantong ruang miliknya dan bersiap merebut kembali Cambuk Jingshen bersama dengan ketiga saudara seperguruannya itu.
" Hahaha... Kalian jangan seenaknya begitu. Masih ada kami bertiga di sini. Jangan sembarangan main keroyok " Ucap Bailaohu.
Bailaohu, Mouhuli, dan Bianselong berjalan ke depan Gofan dan menghalangi keempat pemburu siluman itu.
" Nona pendekar. Aku tidak tahu apa hubunganmu dengan Setengah Siluman ini, tapi ku harap, kamu dan dua temanmu menyingkir dari masalah ini. Kami hanya memburu siluman, bukan manusia. Minggirlah !! " Sahut Huangmei kepada Bailaohu.
Di mata Huangmei dan ketiga kakak perguruannya itu. Bailaohi, Mouhuli dan Bianselong adalah pendekar manusia biasa. Mereka sama sekali tidak menyadari bahwa Bailaohi, Mouhuli dan Bianselong adalah siluman yang sedang menyamar.
Dalam hati ketiga Siluman Senior itu tertawa mendengar perkataan Huangmei. Seharusnya mereka bertigalah yang dikhawatirkan oleh pemburu siluman itu, bukan Gofan.
" Kenapa kalian masih diam saja? Minggir ! " Imbuh Huangmei setelah lima hela napas kemudian.
" Leluhur. Huhi. Senior. Minggirlah, aku baik-baik saja. Biar aku beri mereka sedikit pelajaran. Tentu saja pelajaran ini tidak akan gratis " Kata Gofan sembari menepuk Kantong ruang yang berisi Cambuk Jingshen.
Mouhuli dan dua lainnya mengerti maksud Gofan. Gofan ingin menghajar keempat pemburu siluman itu dan merampok Harta Rahasia mereka.
" Baik. Kalau begitu, aku juga akan memberi pelajaran yang tidak gratis kepada para Pendekar Pengawal Kerajaan ini Hahaha " Tawa Bianselong ketika menerjang maju menyerang ke -16 Pendekar Pengawal Kerajaan.
__ADS_1
Para Pendekar Pengawal Kerajaan itu sedari tadi tidak hanya diam menonton, salah satu dari mereka baru saja mengirimkan pesan rahasia untuk meminta bala bantuan sebanyak mungkin.
Bersambung...