Pendekar Sembilan Langit

Pendekar Sembilan Langit
Episode 225. Menghadapi Mighty Star bg. 2


__ADS_3

Sekilas dimensi terpisah ini terlihat lebih baik daripada dimensi terpisah sebelumnya, setidaknya Gofan kini tidak berada di dalam sebuah lorong yang gelap dan lembab. Semua yang memasuki Jurang Sastra dan berhasil hidup dari dimensi terpisah sebelumnya kini telah berkumpul di satu tempat yang sama.


Chen Feng dan yang lain merasakan sakit kepala hebat, seperti sebuah suara lonceng yang begitu keras bergema di dalam kepala mereka. Itu sebuah serangan Energi Mental. Energi Mental yang begitu kuat dari dimensi terpisah yang baru saja mereka masuki itu.


Serangan Mental itu membuat Chen Feng dan lainnya terlempar keluar dari Pagoda Jindun. Energi Mental itu juga membuat ikatan Gofan dan kesadarannya di dalam boneka manusia terpaksa terputus.


Dimensi terpisah ini berupa sebuah pulau kecil yang dikelilingi lautan biru yang luas, terlihat jelas di mata Gofan bahwa dia kini melayang di atas pantai, sementara Chen Feng dan yang lain terpencar ke berbagai sudut pulau.


ROOOAAAARRRRR... Seekor elang berparuh emas dengan badan sebesar seekor kerbau menyerang ke arah Gofan.


Gofan yang masih sedikit merasakan sakit kepala, memutar badan untuk menghindari serangan paruh burung elang tersebut. Tapi dengan laju yang kencang, hempasan angin mendorong Gofan hingga jatuh ke laut.


BYUUUR.... Belum sempat Gofan menarik napas, ratusan ekor ikan bergigi tajam menyerbu ke arahnya.


Dunia macam apa ini?! itulah pikiran yang terbersit di dalam benak Gofan saat dia terus mengelak dari serangan para ikan tersebut.


Wuuuzzz... Gofan terbang melayang di atas laut, beberapa ikan berhasil melompat dan menggigit kedua kakinya. HYAAAA.... Dengan tubuh racun sempurna miliknya, darah yang keluar dari tubuhnya membuat ikan-ikan itu mati dengan sendirinya, mereka berjatuhan kembali ke laut.


Sementara Elang berparuh emas telah menukik dan bersiap menyerang Gofan kembali, tapi melihat racun yang keluar dari luka Gofan, dia berhenti dan memilih untuk pergi ke arah berlawanan.


Setelah mendarat di bibir pantai, Gofan baru menyadari bahwa di laut sudah banyak pembudidaya lain yang tewas dimakan oleh kawanan ikan-ikan aneh tersebut. Di udara ada lebih dari sepuluh Elang paruh emas yang juga mengejar para pembudidaya yang terbang berusaha kabur dari lautan.


**


Seseorang mendekati Gofan, tubuhnya penuh dengan luka gigitan, di belakangnya satu orang lainnya juga berhasil selamat dari laut.


“Pendekar... Terima kasih, jika bukan karena darahmu, ikan-ikan yang tadi sudah pasti berhasil mengejar kami.” ucap orang tersebut. Dia seorang pemuda, pakaiannya tampak sedikit mewah, sepertinya bukan pemuda biasa.


Pemuda itu menghela napas dan duduk di sebelah Gofan, “Aku Len Hui dan ini adikku Len Ruye.”


“Salam Pendekar.” ucap Gadis bernama Len Ruye tersebut, wajahnya tampak memerah, pakaiannya sebagian terbuka akibat gigitan para ikan. Dia menutupi sebagian dadanya dengan tangan.

__ADS_1


Len!? Adakah keluarga dengan marga Len di Alam Langit ini? pikir Gofan ketika mendengar perkenalan keduanya. Itu membuat Gofan bertanya-tanya, mungkinkah keluarga Len di Alam Langit memiliki hubungan dengan Keluarganya?


“Aku Mo Fan.” Gofan mengeluarkan beberapa pakaian, satu untuk dirinya dan dua lainnya untuk kedua Len bersaudara, “Ambillah ini, tapi aku hanya memiliki pakaian Pria, aku harap kamu tidak keberatan.” tatap Gofan ke arah Len Ruye.


Setelah berganti pakaian, Gofan menanyakan tentang Klan Len kepada Len Hui. Len Hui menjelaskan bahwa di Alam Langit Pertama memang ada sebuah Klan dengan marga miliknya dan Klan mereka berada di salah satu bagian di Kota Xingchen.


Klan Len hanyalah sebuah Klan kecil jadi tidak begitu menarik perhatian. Len Hui dan Len Ruye adalah anak dari Tetua Klan, itu menjelaskan kenapa mereka terlihat tidak biasa. Tapi dari penjelasan Len Hui tidak ada satu pun yang menghubungkan Klan Len di Alam Langit dengan Keluarga Len di Alam Kecil.


“Naas bagi kami, Mighty Star yang kami sewa sebagai pengawal tewas dibunuh dan kami dirampok habis-habisan. Untung saja sebelum nyawa kami diambil, perpindahan dimensi terjadi.” ucap Len Hui. Ketiganya kini berjalan perlahan menuju ke dalam Pulau.


Gofan telah berkali-kali mencoba menggunakan Saint Mental dari Lautan Kesadarannya untuk memindai Pulau tersebut, tapi sebuah kekuatan Mental yang lebih besar seperti menghalangi Energi Mentalnya. Di sisi lain, Haiwa telah dipaksa tertidur oleh kekuatan Energi Mental di Dimensi Terpisah tersebut. Tidak ada jalan lain bagi Gofan selain untuk bersikap hati-hati sebelum memasuki bagian dalam Pulau.


“Saudara Fan. Tempat ini dinamai Dimensi Pulau Binatang, semua yang menghuni Pulau ini adalah Binatang Langit.” Len Hui berkata, tampak dia tahu tentang hal-hal seputar Dimensi Terpisah.


Gofan hanya tahu bahwa Dimensi terpisah diciptakan oleh para Pendekar Abadi dengan kemampuan abadi mereka, tapi mengenai nama-nama dan dimana dimensi itu berada, dia tidak tahu pasti.


“MO FAN!!!.” sebuah teriakan lantang tiba-tiba terdengar dari sisi pantai.


Itu Ning Rui, tubuhnya penuh luka, beberapa ekor ikan masih menempel di daging lengannya. Terlihat sekali dia telah mengalami pertempuran hidup mati melawan ikan-ikan aneh tersebut.


“Berhenti di sana! Aku akan memenggal kepalamu dan akan ku berikan pada Mo Yun!!.”


Ning Rui melesat maju, meski tubuhnya penuh luka, laju larinya tidak bisa dipandang remeh.


“Kalian pergilah dahulu... Wanita gila itu hanya mengincarku, jika kalian terus bersamaku, itu akan berbahaya untuk kalian.” Ucap Gofan sebelum dia melesat ke arah dalam Pulau meninggalkan dua Len bersaudara.


“Kakak Fan. Ikuti kami, kami tahu tempat yang aman untuk menghindari Wanita itu.” Len Ruye menyusul Gofan, dia berlari berdampingan dengan Gofan.


Di belalang keduanya, Len Hui tersenyum dan berkata, “Mo Fan. Kamu telah menolong kami sebelumnya jadi kami pasti akan membalas budi ini... Kami Len bersaudara tahu beberapa hal tentang Dimensi Pulau Binatang ini.. Jadi ikuti saja kami.”


Dengan demikian tiga orang di depan dan satu orang mengejar di belakang. Gofan berlari mengikuti arahan Len Ruye. Di belakangnya Ning Rui berkali-kali mencoba menyerang.

__ADS_1


“Mo Fan berhenti! Jika kamu tidak berhenti aku akan membunuh kalian bertiga sekaligus!.” teriak Ning Rui. Dia sebenarnya bisa menyusul laju kecepatan lari Gofan dan kedua lainnya, hanya saja luka dari gigitan ikan-ikan aneh itu membuat kecepatannya sedikit menurun.


Blazh... Bola api cahaya berwarna biru berkumpul di telapak tangan Ning Rui. Itu sejenis Api Samadhi, hanya saja api di tangan Ning Rui itu terasa begitu dingin. Hawa dinginnya bahkan membuat Gofan dan kedua lainnya merasakan tubuh mereka perlahan membeku.


“Api Sejuta Es!... Dia Ning Rui!? Mo Fan, bagaimana kamu bisa menyinggung Wanita itu?.” tanya Len Hui, setelah melihat Api dingin di tangan Ning Rui, Len Hui menyadari identitas wanita yang mengejar Gofan.


“Sama seperti kalian. Dia juga Mighty Star yang berniat tidak baik kepada kelompokku.” sahut Gofan. Ketiganya mencoba meningkatkan laju lari mereka.


Hanya ada pilihan untuk berlari, jika mereka terbang, para burung raksasa di langit, pasti akan menyambar tubuh mereka.


Gofan menoleh ke belakang, dia memutar badan dan melakukan sebuah segel tangan.


“Seni Tiga Api Aneh!.”


“Api Tiga Akar Pemusnahan.”


Ini adalah jurus api yang diperoleh Gofan saat dia menyerap Api Samadhi pemberian Jiang Mulan. Dengan Api Samadhi itu, tingkatan penguasaan Seni Tiga Api Aneh miliknya mencapai tingkatan yang baru. Sekarang itu jauh lebih kuat.


Ning Rui melihat Gofan melempar Api biru ke arahnya, dengan cepat dia melempar Api dingin miliknya.


BOOOOMMMM!! Benturan dua api membuat sebuah ledakan besar.


Semua terjadi begitu cepat, hanya dalam hitungan satu kedipan mata, keempatnya terhempas mundur akibat ledakan kedua serangan Bola Api.


**


“Hahaha...” Tawa Ning Rui, sesaat setelah ledakan, Gofan dan kedua lainnya justru terperangkap di dalam es! Ketiganya membeku!.


“Mo Fan! Apa kamu tahu kelebihan Api milikku? Selain itu bisa membakar Api milikmu, hawa dinginnya juga akan menyatu dengan ledakan dan membuat semua yang ada di sekitanya membeku... Jadi Matilah Sekarang!!.”


Sekali lagi Ning Rui membuat bola api dingin di telapak tangannya. Dia melaju kencang ke arah Gofan.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2