
" Shadev. Berhati-hatilah, dia memiliki Energi Mental yang cukup kuat " Ucap Rohshan kepada Shadev.
Rohshan memperingatkan kepada Shadev tentang Energi Mental milik Gofan, yang dilihatnya cukup kuat saat membuat Mangrui kehilangan kendali tubuhnya. Shadev mengangguk menanggapi perkataan Rohshan dan segera melesat melancarkan serangan kepada Gofan.
Di sisi lain, Zuena berhasil mengalahkan kedua lawannya, meski dia harus bertarung ratusan jurus menghadapi dua pendekar pengawal itu. Zuena menoleh ke arah Bailaohu yang kewalahan mengahadapi ketiga lawannya.
Zuena bergerak cepat ke arah Bailaohu dan membantu Bailaohu menghadapi tiga pendekar pengawal itu.
" Puih...! Jika aku bisa menunjukkan kekuatan asliku, semua yang berada di sini pasti sudah aku habisi, tanpa perlu di bantu olehmu " Ucap Bailaohu.
Saat Bailaohu melihat Zuena terjun ke tengah pertarungannya dan membantunya melumpuhkan satu di antara tiga pendekar pengawal yang menerjang menyerang dirinya, bukannya berterima kasih, Bailaohu justru mengumpat kesal.
Zuena sedikit terkejut mendengar ucapan Bailaohu itu. Zuena hampir lupa bahwa Bailaohu, Bianselong, dan Mouhuli adalah kaum siluman. Semua karena penyamaran yang dilakukan ketiga siluman itu, hawa siluman mereka benar-benar lenyap, mereka sudah sama persis seperti manusia.
'Mereka memang sangat tidak menyukai manusia dan entah kenapa Gofan ini selalu dikelilingi oleh makhluk-makhluk ini'
Pikir Zuena sembari melayangkan serangan kipasnya ke pada salah satu pendekar pengawal.
Sementara Mouhuli dan Bianselong masing-masing telah berhasil menumbangkan satu pendekar pengawal, sehingga kini hanya tersisa pertarungan satu lawan satu.
Rohshan menyalakan sebuah kembang api peringatan setelah melihat satu demi satu pengawal yang dibawa Litaizhong kalah di tangan kelompok Gofan.
*Tyuung*
*Duuaarr*
Kembang api itu melesat ke langit dan meledak, mengeluarkan sinyal asap berwarna merah.
***
Di sebuah penginapan yang berada di Ibu Kota Kerajaan Penda. Beberapa puluh orang pasukan berpedang yang dipimpin oleh empat orang pendekar muda melihat pertanda asap merah yang dinyalakan Rohshan.
__ADS_1
" Apa-apaan orang-orang Penda ini? Mereka jelas-jelas berjanji akan menjaga keselamatan Pangeran! " Keluh seorang gadis yang baru saja menyaksikan asap sinyal bala bantuan Rohshan.
" Sudahlah Meiling! Nanti juga kita akan tahu apa yang terjadi, Ayo...! " Sahut Burka yang juga ada di penginapan tersebut.
Mendengar kata-kata Burka, gadis bernama Meiling itu tidak melanjutkan keluhannya. Meiling dan Burka adalah dua orang dari empat pendekar muda yang memimpin puluhan pasukan berpedang tersebut. Dua pendekar muda lainnya tidak bicara banyak dan segera bergegas menuju ke arah sinyal asap merah itu berasal.
Burka segera mengerahkan puluhan orang pasukan itu dan menyusul kedua rekannya yang lain untuk segera menuju ke tempat asal sinyal bala bantuan Rohshan bersama dengan Meiling.
*Zyuut*
Semua pasukan berpedang itu melesat dengan kecepatan kilat mengikuti empat pimpinan mereka. Tidak satu pun di antara 47 orang pasukan ini yang mengendari kuda. Mereka semua berlari menggunakan ilmu meringankan tubuh mereka masing-masing.
Sementara gerombolan pasukan berpedang itu berlari ke arah pertikaian di jalanan Ibu Kota, puluhan orang pendekar bersenjatakan tongkat baru saja keluar dari Gerbang Dimensi ke-11.
" Sejak kapan ada Gerbang Dimensi baru ini? " Tanya seorang penduduk Ibu Kota dengan tubuh yang agak berisi. Dia baru saja tiba di jalanan tempat Gerbang Dimensi ke-11 muncul.
" Iya benar. Sejak kapan ada gerbang baru ini? " Tanya penduduk lainnya yang bertubuh paling kurus.
" Aku rasa ini baru dibuat. Tapi kenapa mereka membuatnya di jalanan sepi ini? Kerajaan sepertinya belum tahu tentang gerbang ini, belum ada penjaga gerbang yang bertugas di sini " Sahut penduduk lainnya dengan perawakan paling tinggi.
" Sepertinya kelompok pendekar tadi masuk melalui Gerbang Dimensi baru ini " Ucap salah satu penduduk yang bertubuh paling kurus di antara ketiga orang penduduk tersebut.
" Kita harus melaporkan ini kepada penjaga gerbang lainnya " Ucap penduduk yang bertubuh agak berisi.
" Benar. Akan berbahaya jika ada penyusup di Ibu Kota... Tunggu, kita bisa jadikan ini sebagai pendapatan tambahan. Kita akan menyamar sebagai penjaga gerbang dan meminta bayaran bagi yang datang ke Ibu Kota " Sahut si penduduk yang bertubuh paling tinggi.
Kedua rekannya mengangguk dan setuju untuk tidak melaporkan keberadaan gerbang baru itu. Mereka bertiga akhirnya menyamar menjadi penjaga gerbang dan menjaga Gerbang Dimensi ke-11 tersebut.
Satu hal yang tidak mereka tahu, gerbang itu terhubung ke Hutan Tanpa Malam yang di huni oleh banyak siluman dan Makhluk buas yang aktif di malam hari. Saat malam tiba, mereka hanya akan memperoleh kematian dan bukan pendapatan tambahan.
***
__ADS_1
Saat Gofan sudah bertarung puluhan gerakan melawan Shadev, pasukan bala bantuan Rohshan tiba.
" Hormat Pangeran Goyige. Hormat Penatua Rohshan "
Ucap Burka, Meiling, dan dua pendekar muda lainnya beserta 47 pasukan berpedang. Goyige dan Rohshan mengangguk pelan.
Pangeran Litaizhong merasa sedikit kesal dengan hormat yang dilakukan Burka dan kelompoknya. Mereka sama sekali tidak menyapa Litaizhong, bahkan seperti menganggapnya tidak penting. Namun Litaizhong hanya diam dengan angkuh dan tidak mempedulikan kelompok bala bantuan tersebut.
Sebelumnya, saat Litaizhong dan kelompoknya datang untuk menjemput Goyige, dia menyarankan agar Burka dan kelompoknya tinggal sementara di sebuah penginapan yang dengan sengaja telah disediakan oleh Kerajaan Penda. Litaizhong menjanjikan keselamatan Goyige dan akan mengantarkan pangeran itu dengan aman sampai di Istana Kerajaan Penda.
Dengan terpaksa Burka dan kelompoknya menyanggupi hal tersebut, setelah Goyige sendiri memberinya perintah untuk menerima saran Litaizhong. Hingga akhirnya hanya Rohshan dan Shadev yang diminta Goyige untuk mengikutinya pergi ke istana Kerajaan Penda.
" Pangeran. Apakah kelima pendekar itu yang membuat masalah dengan Anda? " Tanya Meiling saat memperhatikan Gofan dan empat orang lainnya sedang menghadapi pendekar pengawal Litaizhong.
" Benar. Cepatlah atasi mereka. Aku ingin segera tiba di Istana untuk menanyakan perihal keberadaan adikku di benua ini " Sahut Goyige sembari menatap ke arah pertarungan Gofan dan Shadev.
Setelah mengangguk mengikuti perintah Goyige. Meiling maju dan berkata dengan lantang, " Berhenti!! Menyerahlah!... Atau kalian berharap, kalian berlima bisa mengalahkan pasukanku?! "
" Coba saja jika kalian mampu..!! " Tunjuk Meiling ke arah belakang tempatnya berdiri.
Meiling berdiri di depan ketiga pendekar muda lainnya bersama dengan 47 pasukan berpedang. Sementara kedua pangeran dan Rohshan pergi ke sebuah toko di tepi jalan, mereka duduk dan berteduh.
Setelah melihat hal tersebut, pertarungan satu lawan satu di antara kesepuluh pendekar itu mendadak berhenti. Shadev dan empat pendekar pengawal Litaizhong melompat mundur menuju gerombolan pasukan berpedang.
" Yubing!? "
Gofan dan Xionan terkejut melihat Meiling yang berdiri memimpin pasukan berpedang tersebut.
" Fanfan. Apa yang terjadi? Kenapa gadismu justru membawa pasukan untuk menyerangmu? "
Xionan melayang menghampiri Gofan yang masih diam terkejut melihat kemunculan Meiling.
__ADS_1
Saat Mouhuli dan yang lain terkejut melihat jumlah pasukan berpedang yang bersiap mengeroyok mereka, Gofan justru terkejut karena wajah Meiling.
Bersambung...