
Mouhuli tidak mengerti kenapa Kaisar Siluman mengiriminya sebuah balasan surat, padahal dirinya tidak ada mengirimkan surat. Mouhuli sudah lama tidak mengirimkan kabarnya kepada Kaisar Siluman, terutama setelah banyak siluman yang datang dan mencoba membantunya melepaskan kutukan.
Para siluman itu datang atas perintah sang Kaisar, untuk membebaskan Mouhuli dan membawanya kembali ke Kerajaan Siluman, namun tidak ada satu pun dari mereka yang berhasil membantu menghancurkan segel terkutuk itu.
Hal itu berlangsung selama beberapa tahun setelah Mouhuli disegel di dalam gua di Hutan Bambu Kemarau, sebelum akhirnya berhenti dan tidak ada lagi para siluman yang datang untuk membantu menghancurkan segel kutukan.
Surat yang dilempar Bailaohu dengan tenaga dalamnya itu, melesat cepat ke arah Mouhuli. Melihat lemparan surat itu mengandung tenaga dalam, Mouhuli melapisi tangan kanannya dengan tenaga dalam saat dia meraih surat, jika tidak, tangannya pasti akan terluka.
Mouhuli yang penasaran dengan isi surat itu, membuka lipatan surat dan membacanya, kata-kata dalam surat semuanya tertulis dalam bahasa makhluk buas,
-Jika memang anak itu berhasil melepaskan kutukanmu, aku harap kamu berkenan membawanya ke kerajaan kita-
Setelah membaca surat itu, Mouhuli diam sesaat, sebelum membentak ke arah Bailaohu,
"Apa maksudnya ini? Surat balasan apa? Aku bahkan tidak ada mengirimkan surat, bagaimana Kaisar.... Kamu?! Kucing kecil !! Ini pasti ulahmu, bukan?"
Mouhuli terkejut, ternyata isi surat itu berkaitan dengan Gofan yang akan membantunya melepaskan segel kutukan.
Dengan perangai sang Kaisar Siluman saat ini, akan berbahaya, jika Mouhuli membawa serta Gofan ikut kembali bersamanya ke Kerajaan Siluman. Terlebih lagi, Gofan memiliki dua buah batu bertuah, akan terlalu berisiko, jika masalah itu sampai diketahui oleh Kaisar Siluman.
"Itukah dia? Anak manusia yang kamu angkat menjadi murid?"
Bailaohu menunjuk ke arah Gofan, dia mengabaikan kata-kata Mouhuli.
*Zyuut*
Bailaohu muncul tepat di depan Gofan, mereka berdiri berhadap-hadapan.
"Hmm... Tidak buruk, kamu ternyata bukan manusia biasa, kamu setengah kaum kami... Bagus! Jika kamu manusia biasa mungkin aku akan langsung membunuhmu"
Kata Bailaohu sambil mengelilingi Gofan yang sedang berdiri di sebelah kiri Mouhuli.
Gofan sedikit terkejut mendengar kata-kata Bailaohu. Gofan tidak merasa pernah membiat masalah dengan gadis siluman itu, tapi gadis siluman itu mengancam akan membunuhnya, jika dia hanya manusia biasa.
"Berhenti....!!!"
*Greep*
Tangan kiri Mouhuli meraih pundak Bailaohu yang berputar mengelilingi Gofan di sebelah kirinya.
"Tenang Senior....!"
Sahut Bailaohu sambil melepaskan cengkraman tangan kiri Mouhuli dari pundaknya.
Gofan hanya diam dan tidak menjawab kata-kata Bailaohu, dia tidak tahu, harus bagaimana menanggapi kata-kata Siluman Harimau Putih itu.
Gofan hanya sedikit mengernyitkan alis, dia penasaran dengan isi surat yang sebelumnya dibaca Mouhuli, sampai-sampai membuat Mouhuli terlihat begitu terkejut. Tetapi Gofan tidak mungkin meminta Mouhuli menunjukkan surat itu padanya.
-Sial, ini bahasa makhluk buas, Bagaimana aku bisa membacanya? Oh Ya... Aku salin saja dulu-
Xionan yang melayang di sisi Gofan mendekat ke arah Mouhuli, mengambil kesempatan untuk melihat surat yang diterima Mouhuli dari Kaisar Siluman, dia juga sama penasarannya dengan Gofan.
"Bukan aku. Jangan asal menuduhku, bukannya kamu sendiri yang menulis surat ini?... Ini surat yang diterima oleh Paduka Kaisar sebelum beliau membalas dengan surat itu... Lihatlah sendiri ! "
Bailaohu menyerahkan sepucuk surat lainnya kepada Mouhuli.
Mouhuli langsung membaca isi surat yang baru diterimanya itu,
#Salam hormat Paduka Kaisar,
Sudah lama aku tidak mengabari keadaanku. Saat ini aku sengaja ingin memberitahu, bahwa aku telah menemukan seorang anak manusia yang bersedia menjadi muridku dan membantuku melepas segel kutukan.
Segera setelah bebas, aku akan kembali ke Kerajaan Siluman dan menerima mandat jabatan yang telah paduka anugerahkan ratusan tahun silam.
Hormatku, Mouhuli#
-Ini bukan tulisan tanganku, Siapa yang melakukan ini? Tunggu dulu...Bau ini...-
*Sniff Sniff*
Setelah membaca isi surat itu Mouhuli menyadari bahwa seseorang telah mengirimkan surat dengan mengatas namakan namanya kepada Kaisar Siluman. Mouhuli mengenali bau yang tercium dari surat itu, dia mendekatkan kertas surat itu ke arah hidungnya dan mengendus-endus bau yang dikenalnya itu.
__ADS_1
-Ini, pasti ulahnya, pantas saja dia terus memaksa untuk tinggal di tempatku.-
Pikir Mouhuli saat tiba-tiba sebuah suara lain muncul ke dalam pikirannya.
-Ratu, mohon jangan mempermasalahkan ini, aku sengaja mengirimkan surat itu kepada Kaisar, sebab ini adalah tugasku, ini juga demi kebaikanmu... Aku punya rencana, selama Ratu diam saja, aku tidak akan mengungkapkan mengenai dua buah batu bertuah yang dimiliki anak itu kepada Kaisar-
-Bianselong..!! Sudah ku duga ini pasti ulahmu. Beraninya kamu mengancamku!, Apa kamu sudah bosan hidup!?-
Balas Mouhuli kepada pemilik suara yang berkomunikasi dengannya melalui pikiran. Pemilik suara itu bernama Bianselong.
-Aku mana berani menentangmu Ratu, rencanaku ini akan membantu Ratu dan anak itu, jadi kumohon jangan mempermasalahkan ini dulu-
Bianselong adalah seekor Siluman Bunglon, dia adalah salah satu dari Empat Siluman Sakti mantan anak buah mendiang suami Mouhuli.
Saat suara pikiran Bianselong terdengar di pikiran Mouhuli, dia sebenarnya berada tidak jauh dari Mouhuli dan yang lainnya, hanya saja dia tidak terlihat oleh mereka.
Bianselong mempunyai kemampuan kamuflase, kemampuan penyamaran diri tingkat tinggi, akan sulit menebak keberadaannya jika tidak menggunakan kekuatan mata ilahi, sehingga tidak ada yang menyadari dan mengetahui keberadaannya.
-Baik, aku beri kamu satu kesempatan, jika saja, karena rencanamu ini membahayakan nyawa Gofan, aku pasti akan menuntut nyawamu-
Mouhuli memberi kesempatan kepada Bianselong, mengingat Bianselong adalah orang kepercayaan mendiang suaminya. Mouhuli tidak mempermasalahkan lagi, mengenai surat yang dikirimkan Bianselong kepada sang Kaisar dengan menggunakan namanya.
"Bagaimana? Kamu sudah ingat?"
Tanya Bailaohu yang kini berdiri di sebelah Gofan. Dia menganggap Mouhuli lupa telah menulis surat itu kepada Kaisar Siluman.
"Iya sudah, Maaf... Sekarang kamu boleh pergi... Pergilah!!"
Sahut Mouhuli ketus kepada Bailaohu, sambil mengibaskan lengannya dan menghilangkan kedua pucuk surat.
Bailaohu tertawa kecil sebelum membalas perkataan Mouhuli yang mengusir dirinya pergi,
"senior, aku ini utusan kerajaan, sebagai tuan rumah dimanakah sopan santunmu? mengusirku begitu saja tanpa menyuguhiku apa-apa, jika para siluman lain tahu akan hal ini, bukankah kau akan dianggap sebagai seorang Ratu yang pelit dan tidak tahu tata krama ?"
"Apa sebenarnya maumu? Kamu tahu aku terkurung di tempat seperti ini, apa yang bisa aku suguhkan untukmu? Kalau kamu punya mata, pergunakanlah itu untuk melihat situasi di sekitarmu"
Mouhuli sudah kesal dengan Bianselong yang lancang mengabari Kaisar Siluman tentang situasinya dan kini dia harus meladeni si kucing kecil yang sangat tidak dia sukai.
Sedari tadi udara di sekitar Bailaohu dipenuhi oleh aroma lezat dari sup buatan Gofan, itu membuat Bailaohu enggan untuk pergi dan ingin mengetahui makanan apa yang memiliki aroma selezat itu.
"Tidak!! Tidak ada makanan seperti itu, aku bilang pergi, ya pergi..."
Bentak Mouhuli kesal dengan tindakan Bailaohu.
Setelah sebelumnya, gempa buatan Bailaohu membuat sup yang tengah di santap Mouhuli tumpah, kini Bailaohu ingin ikut menyantap sup itu, tentu saja Mouhuli tidak akan membiarkannya,
-Kucing rakus, enak saja kamu ingin menyantap sup lezatku, tidak akan ku biarkan-
"Maaf, tapi aku memaksa"
*Zyuut*
Bailaohu melesat ke arah sumber bau yaitu ke arah dapur, dia mengabaikan Mouhuli dan tetap pergi mencari makanan lezat yang sedari tadi sudah tercium aromanya.
"Kurang Ajar!!!"
*Zyuut*
Melihat Bailaohu mengabaikan kata-katanya, Mouhuli marah dan pergi menyusul Bailaohu yang bergerak cepat ke arah dapur.
*Duaghh*
Mouhuli berhasil mendahului Bailaohu, dia menyarangkan serangan tapak ke arah pundak Bailaohu. Mouhuli tidak menyerang dengan sekuat tenaga, dia tidak ingin mencederai seorang utusan kerajaan, itu bisa mengakibatkan salah paham yang akan mendatangkan masalah untuk dirinya.
"Ukh...Senior, itu hanya makanan. Kenapa kamu pelit sekali ?"
Bailaohu terpukul mundur beberapa langkah, dia memegang pundak kirinya yang sakit karena diserang Mouhuli.
"Sudah ku bilang, tidak ada makanan! Kenapa kamu masih keras kepala"
Mouhuli berdiri diam di depan dapur, menghalangi pandangan Bailaohu yang terus melihat ke arah dalam dapur. Mereka berdua berdiri berhadap-hadapan sepuluh langkah dari dapur yang tidak berdaun pintu itu.
__ADS_1
"Heh.. Jika tidak ada, Mengapa kamu menghalangiku?, Biarkan aku melihat apa yang ada di dalam dapur itu, jika tidak ada apa-apa, aku akan langsung pergi"
Bailaohu bersikeras ingin mengetahui makanan apa yang memiliki aroma selezat itu. Bailaohu sudah sangat penasaran.
*Zyuut*
Bailaohu menggunakan jurus meringankan tubuhnya dan melesat melewati Mouhuli yang berdiri menghalangi jalannya.
*Greepp*
Mouhuli berhasil mengikuti pergerakan Bailaohu dan menangkap pergelangan tangan kanan Bailaohu.
*Tyuung*
*Duaghh*
Setelah menangkap lengan kanan Bailaohu, Mouhuli melempar Bailaohu menjauh dari dapur, dia melempar tubuh Bailaohu seperti bukan apa-apa. Tubuh Bailaohu terbanting ke tanah 20 puluh langkah dari arah dapur.
"Argghh....Senior!, Ukh...hueft"
Bailaohu memuntahkan seteguk darah setelah terbanting ke tanah.
"Pasti makanan itu sangat lezat, hingga kamu berani melukai utusan kerajaan hanya demi sebuah makanan, jika ini yang kamu inginkan, Ayo...bertarung !!"
Bailaohu berdiri dengan marah, dia langsung mengarahkan serangannya ke arah Mouhuli.
"Siapa takut !!"
*Zyuut*
Mouhuli menerima ajakan bertarung itu dan bergerak maju menyerang ke arah Bailaohu.
"Hihihi, mereka lucu sekali, bertarung hanya demi sup buatanmu. Apa yang kamu gunakan untuk membuat sup itu?"
Xionan tertawa geli melihat tingkah konyol dua ekor siluman tua yang bertarung berebut sup.
Gofan mengangkat bahunya dan menggeleng-gelengkan kepala menanggapi kata-kata Xionan, terlalu banyak jenis herbal obat yang dia gunakan untuk membuat kedua sup itu, jadi Gofan tidak mungkin mengatakan satu demi satu herbal yang dia gunakan kepada Xionan.
"Fanfan, kamu kan bisa bahasa mereka, coba kamu artikan kata-kata ini"
Xionan tidak bertanya lebih lanjut tentang sup itu, dia mendekat ke arah Gofan dan berbisik sebelum menunjukkan gambaran salinan surat Kaisar Siluman yang muncul dari udara kosong di hadapan Gofan.
"Apa !?"
Gofan terkejut setelah melihat gambaran salinan surat yang diperlihatkan Xionan.
"Kenapa? Apa yang tertulis di surat itu?"
Melihat Gofan yang terkejut setelah membaca isi surat Kaisar Siluman, Xionan menjadi semakin penasaran, dia mengibaskan tangannya dan gambar salinan surat Kaisar Siluman menghilang dari hadapan Gofan.
Gofan terdiam sebentar sebelum menghela napas pelan dan menjawab pertanyaan Xionan,
"Kaisar Siluman ingin Leluhur membawaku ke kerajaan siluman setelah aku berhasil menghancurkan segel kutukan ini"
Xionan tidak terkejut mendengar apa yang dikatakan Gofan, dia berhenti melayang-layang kesana kemari, dia hanya melayang diam sambil memikirkan sesuatu,
"setelah kupikir-pikir, itu hal yang bagus, setelah kita ke Pulau Api kita bisa pergi ke Kerajaan Siluman, aku dengar di sana juga ada banyak pertemuan beruntung, tidak ada hasil tanpa risiko, Hihihi"
"Kamu gila? Bagaimana jika mereka membunuhku sesampainya aku di sana?"
Gofan tahu bahwa rata-rata para siluman sangat membenci manusia, jika Gofan pergi ke Kerajaan Siluman, itu berarti Gofan pergi ke jurang maut, pergi mencari kematiannya sendiri.
*Duuaarr*
Sebuah ledakan membuyarkan percakapan Gofan dan Xionan, mereka berdua terkejut dan memperhatikan kembali pertarungan dua ekor siluman yang bertarung demi sup buatan Gofan.
Bailaohu dan Mouhuli sudah bertukar puluhan jurus dan tidak satu pun di antara mereka yang tampak lebih lemah, pertarungan itu seimbang. Mouhuli melemparkan serangan bola energi mental dan Bailaohu membalas dengan serangan tenaga dalamnya, ledakan pun terjadi.
-Mereka gila! Hanya demi sup, mereka bertarung seperti ini-
Pikir Gofan saat melihat sebagian halaman depan gubuk sudah berisi lubang bekas ledakan akibat pertarungan Mouhuli dan Bailaohu.
__ADS_1
Bersambung...