Pendekar Sembilan Langit

Pendekar Sembilan Langit
Episode 182. Tubuh Racun Sempurna


__ADS_3

Asap putih keabu-abuan mirip kepala jamur membumbung tinggi di Area Turnamen, sebuah cekungan besar terbentuk. Darah berterbangan kemana-mana, bersama dengan potongan tubuh, mayat kering, dan debu reruntuhan.


Tidak hanya orang-orang yang berada di dalam Formasi yang mengalami cedera hebat, pasukan Bandit Serigala Biru dan Anggota Kultus Abu-Abu juga mengalami dampak ledakan serupa.


“Ukh... Terobosannya memicu ledakan Formasi!”


“Aku melihat ilusi Naga biru dan Gajah putih mengelilinginya... Siapa sebenarnya dia?.”


Beberapa yang selamat segera menjauh dari Gofan, mereka keheranan melihat fenomena aneh yang terjadi selama proses penerobosan budidaya Gofan.


“Holy Saint! Sial... Dia... Menerobos lima tahap... Ini pasti karena Kitab Surga Sembilan Langit”


“Holy Saint tahap pertengahan.. Jika aku memiliki Kitab Surga itu... Aku... paling tidak akan mencapai Human God tahap awal Hahaha....”


Kecemburuan terlihat di mata para Pendekar yang berhasil selamat dari ledakan Formasi. Keinginan mereka untuk merebut Kitab Surga semakin bertambah. Setelah ledakan hanya tersisa sekitar 20.000an orang sudah termasuk kelompok di bawah kepemimpinan Dewa Gelap. Lainnya tewas dalam pertempuran dan juga ledakan Formasi, beberapa puluh orang memilih kabur secepat mungkin.


Kini, Gofan telah mendarat di tanah, luka-lukanya telah sembuh dengan sempurna, dia berjalan mendekat ke arah bekas pertempuran Julala.


Gofan duduk bersimpuh di sana, tangannya menyembah, dan membungkuk sebanyak tiga kali, “Xiashe... Terima kasih.” Tidak ada mayat Julala yang tersisa, semua habis menjadi abu karena dampak ledakan Formasi, Gofan hanya bisa menyembah angin dan berharap Julala akan menemukan jalan lain untuk bereinkarnasi.


*Tep* Pagoda Jindun yang tergeletak di puing-puing Area Turnamen melayang ke tangan Gofan.


“Pendekar Punuk tua... Inikah yang kalian inginkan? Ambil lah jika mampu...” Gofan menunjukkan Pagoda Jindun ke arah Guxiu dan Huangkong.


Keduanya berhasil menghindar saat ledakan Formasi terjadi, tapi menderita luka ringan dari ledakan kematian Julala.


Guxiu terkekeh ringan menanggapi pertanyaan Gofan, “Nak.. Semua orang di sini ingin membunuhmu... bukan hanya kami. Jika tidak ingin mati seperti cacing peliharaanmu itu.. Aih.. Menyerah saja.. Serahkan Pagoda itu dan aku kan memberimu kesempatan untuk melarikan diri.”


*Zyuut*


“Langkah Kaki Menyapu Angin.”


Tujuan Gofan sudah jelas, bukan untuk menyerah, mendengar kata 'Cacing' dia tidak lagi menahan keinginan untuk memulai... Pertarungan!!!


“Tinju Sembilan Kutukan Langit: Sembilan Tinju Mata Angin!!.”


“Seni Tiga Api Aneh: Pembakaran Inti Api.”


“Lapisan Tubuh Golem.”


Tubuh Gofan terlihat seperti mengenakan pakaian yang terbuat dari perisai batu, mirip tanah padat, itu juga melapisi kedua kepalan tinju tangannya. Itu Energi Elemen Tanah. Di luar itu tubuhnya dilapisi Api Biru yang menyala-nyala, bahkan kedua matanya memancarkan riak kecil api biru. Itu Energi Elemen Api. Dia mengerahkan dua Elemen untuk dipadukan dengan serangan tinju empat arah mata angin, Timur, Selatan, Barat, Utara!! Itu tinju panas keras mematikan!!

__ADS_1


“Penggabungan Dua Elemen!!.” Sedikit kerutan terlihat di dahi Guxiu, dia tidak menyangka Gofan juga menguasai Elemen lain selain Api. “Tapi mengingat tingkat budidayanya... Aku masih diuntungkan.”


Guxiu mundur dua langkah, sebelum membentuk sebuah garis di permukaan tanah dengan tongkatnya “Racun Dunia Bawah.” Asap hijau mirip wajah-wajah manusia keluar dari garis tanah tersebut dan membentuk dinding asap berwarna hijau, teriakan mengerikan terdengar dari dinding asap.


“Hehehe... Bocah... Ini jurus racun baru buatanku. Jika racun ini menyentuh kulitmu, sekalipun sudah dilapisi aura pelindung tetap saja akan meleleh.. Kamu akan menjadi makanan racun kematianku ini HEHEHEHE.”


“Begitukah?!... Racun ini bahkan tidak sebanding dengan racun yang mendidih di darahku!!.”


Bang! Ledakan terjadi. Gofan memukul dinding asap racun Guxiu tanpa ragu-ragu. Tangannya yang berlapis pelindung tanah tampak memucat, setiap tanah yang melapisinya berubah menjadi abu dan terserap ke dalam dinding asap.


Melihat itu tawa Guxiu semakin keras, “Hehehe Pelindung tanahmu sudah hancur... Jika tanganmu menyen... Ehh!!.. Mustahil!...”


Kepalan tinju tangan Gofan yang menyentuh dinding asap itu sama sekali tidak mengalami kerusakan, tidak meleleh, justru seluruh asap hijau beracun di dinding asap itu terhisap ke dalam pori-pori tangannya.


“Tidak Mungkin!.” Mulut Guxiu ternganga, “Aku tahu dia pengguna racun... Tapi ini!... Ini Tubuh Racun Sempurna! Tidak Mungkin!.”


“Apanya yang tidak mungkin?! MATI!!.”


Bang! Pukulan Tinju Api Gofan tepat mengenai bagian dada Guxiu. Kretak... Tak... Suara tulang rusuk patah terdengar dari sana. Bau hangus tercium dari kulitnya yang terbakar. Guxiu terpukul mundur sejauh belasan kaki sebelum membentur Huangkong yang berusaha menjauh pergi.


Duagh!!!


“Ukh..!.” Segumpal darah hitam lain keluar lagi, saat Guxiu berusaha mengambil sebuah botol obat dari Cincin Dimensinya.


*Glup* Suara menelan.


Semua kejadian ini hanya berlangsung beberapa hela napas, sangat cepat, tapi perlu waktu untuk dijelaskan.


“Bocah! Kamu berencana meracuniku dengan racun buatanku? Kamu pikir aku tidak punya penawarnya.” Wajah Guxiu pucat, setelah meminum penarawan Racun Dunia Bawahnya, dia berusaha bangkit berdiri.


“Sial!! Sungguh tidak manusiawi.. Tubuh anti racun juga bisa menyerap dan mengembalikan racun.. Budidaya racun apa yang dipelajari bocah ini.” Batinnya gemetar, tapi Guxiu tetap merasa percaya diri karena telah meminum penawar racunnya sendiri, sementara untuk rusuk yang patah dan kulit yang terbakar, dia berusaha keras menahan sakitnya.


Gofan menggeleng, “Benarkah itu racunmu?.” Tanyanya. Pagoda Jindun masih melayang-layang di sekitar kepala Gofan.


“Apa.. Apa maksudmu? Aku bisa merasakan, ini rac.... Ukh....” Belum menyelesaikan ucapannya, Guxiu kembali memuntahkan segumpal darah berwarna hitam.


Gofan tersenyum pelan melihat hal itu, “Kamu hanya tinggal punya waktu sepuluh hela napas lagi.”


Gofan melangkahkan kakinya, setiap langkah dia akan menghitung mundur sisa waktu hidup Guxiu,


“Sembilan...”

__ADS_1


*Tep* Melangkah.


“Delapan...”


*Tep* Melangkah.


“Tujuh...”


*Tep* Melangkah.


Guxiu panik, setelah mendengar kata-kata Gofan dia menyadari ada racun yang lebih ganas yang bergabung bersama Racun Dunia Bawah miliknya. Dia panik, dan menelan berbagai obat penawar racun yang dia miliki, tapi... “Ukh!!...” Lagi-lagi dia memuntahkan segumpal darah hitam.


“Tiga...”


*Tep* Melangkah.


“Dua...”


*Tep* Melangkah.


“Mati.” Saat Gofan mengucapkan kata terakhir itu, darah di dalam tubuh Guxiu mendidih, wajahnya mendadak merah padam, seluruh Energi di dalam Titik Pusat Jiwanya berkecamuk dan BANG! BANG! BANG! Tubuhnya meledak hinngga berkeping-keping.


Huangkong terkena cipratan darah Guxiu, saat darahnya menyentuh kulit Huangkong, dia merasa seperti teriris, dan sepuluh hela napas berikutnya dia juga BANG! meledak berkeping-keping.


“Sekarang waktunya aku membalas perbuatan kalian.” Dalam pandangan Gofan, terlihat Gumulryong dan Xiongmeng tengah bertarung dengan Duan Tianlang dan Tongkat Emas Naga Kembar.


**


“Ka**pret! Dimana Gadis itu? Sial....” Seorang anak kecil yang menggenggam permen bertangkai terlihat panik mencari-cari seseorang.


Dia baru saja kembali dari terpukul jauh karena ledakan Formasi Tameng Harimau Naga, sebelumnya dia terlalu sibuk mencari kemana jatuhnya permen bertangkai yang kini dibawanya, hingga tidak menyadari Sihir Hipnotisnya pada Gadis itu telah terputus. Anak kecil itu, Yuwenhuai dan dia sedang mencari keberadaan Lengyue.


Raut kesal terlihat di wajah Yuwenhuai, berkali-kali dia mengumpat, menyalahkan ledakan Formasi. “Tidak ada yang tersisa, semua lukisannya hangus terbakar... Dimana Gadis sialan itu?.”


“Di sini”


Sebuah suara dingin terdengar dari belakang Yuwenhuai. Suara itu mengandung tekanan ranah budidaya Human God, membuatnya sedikit gemetaran. Dia merasakan hawa membunuh berada di belakang punggungnya.


Bersambung...


Terima kasih sudah membaca & Semoga terhibur

__ADS_1


__ADS_2