Pendekar Sembilan Langit

Pendekar Sembilan Langit
Episode 98. Nasib Bisa Aku Rubah, Tapi Takdir Tidak


__ADS_3

Seperti ada petir yang menyambar masuk ke gendang telinga Gofan, saat dia mendengar kata-kata Lengyue.


' Aku akan mati tiga bulan lagi? ' Batin Gofan serasa antara percaya dan tidak.


" Tiga bulan nanti, setelah kamu mencuri dinding itu, kamu akan mendapat kemalangan berturut-turut hingga akhirnya kamu mati di tangan seorang pria kurus bermata satu " Imbuh Lengyue.


Gofan masih terdiam karena terkejut mendengar tentang kematian yang akan dia alami tiga bulan mendatang.


" Dulu, aku memberi lokasi palsu keberadaan Kitab Surga Sembilan Langit kepada Guliang, Kepala Keluarga trah Gu saat itu, karena, aku tidak ingin kamu mati di tangannya... "


" Semakin lama kamu tinggal di kediaman itu, semakin besar kemungkinan diketahui, bahwa kamu memiliki dua bagian dasar dari kitab surga itu "


Lengyue menggeleng-geleng pelan sebelum melanjutkan ucapannya, " tapi karena tindakan itu, aku merubah banyak alur nasib. Nasib bisa aku rubah, tapi takdir tidak... "


" Takdirmu mati di tangan pria kurus bermata satu dari trah Gu... "


" Meski aku sudah membantumu lolos sekali dari kematian saat itu, sekarang dia mendatangimu lagi. Itu takdir, antara kamu atau dia yang mati terlebih dahulu " Ucap Lengyue lirih.


Mendengar terawangan masa depan yang diucapkan Lengyue, Gofan mencoba mengingat kembali tentang orang-orang yang dia kenal di Kediaman Trah Gu.


Tetapi bagaimana pun Gofan mencoba mengingat, dia tidak menemukan ada orang yang bermata satu di kediaman trah Gu saat itu.


" Lengyue. Aku tidak tahu siapa yang kamu maksud dengan pria bermata satu, tapi yang pasti, aku tidak akan mati di tangannya, tidak, sebelum aku mencapai tujuanku " Sahut Gofan tegas.


' Aku bahkan selamat dari ledakan berkali-kali, bagaimana mungkin aku akan mati? ' Pikir Gofan.


Gofan cukup percaya diri dengan kemampuannya, bahwa meski tubuhnya meledak berkali-kali, dia tidak mati, dia masih hidup.


Jadi setidaknya Gofan masih memiliki kesempatan untuk menang menghadapi si pria bermata satu yang dimaksud Lengyue.


" Setidaknya, aku masih bisa bertahan hidup. Aku yakin, aku bisa menghadapinya " Imbuh Gofan.


" Kamu tahu kenapa dia ingin membunuhmu? " Tanya Lengyue.


Gofan tentu tidak tahu, hal itu bahkan belum terjadi, bagaimana Gofan bisa menjawab pertanyaan itu. Gofan menggelengkan kepala pelan menjawab pertanyaan Lengyue tersebut.


" Itu karena Batu Bertuah. Aku melihat kebocoran Hawa Surga dari tubuhmu... Pria bermata satu itu juga bisa melihat Hawa Surga di tubuhmu.. "


" Seorang pendekar dengan ranah budidaya tinggi mungkin bisa mengetahui bahwa kamu memiliki Batu Bertuah setelah kamu menggunakan Energi Surga. Tetapi aku dan dia, bisa melihat Hawa Surga dari tubuhmu meski kamu tidak menggunakan Energi Surga " Tutur Lengyue.


Di mata Lengyue, ada cahaya tipis berpendar di sekitar tubuh Gofan yang terpancar menyelimuti seluruh tubuh Gofan.


Itulah yang dimaksud Lengyue dengan Hawa Surga. Gofan belum bisa mengendalikan Energi Surga miliknya, sehingga ada kebocoran Energi yang keluar dari tubuhnya, tanpa Gofan sadari.


' Hawa Surga? Apa itu? ' Gofan sama sekali buta pengetahuan tentang Batu Bertuah alias pecahan Batu Surga. Gofan tidak tahu banyak hal tentang batu sakti tersebut.


" Lenfan. Aku akan membantumu melawan takdir kematian itu. Pria bermata satu itu, tahu cara membunuhmu... Dia tahu cara mengambil pecahan Batu Bertuah dari dalam tubuhmu "


" Satu-satunya cara, sebelum kamu bertemu dengan dia, adalah kamu harus bertemu dengan seseorang bernama Zhao Feng. Orang itu tahu bagaimana cara menyembunyikan Energi Surga " Ucap Lengyue dari atas sapu terbangnya.


" Zhao Feng? Maksudmu seseorang dari Benua Cang'An? Kamu menyuruhku pergi ke Cang'An untuk belajar menyembunyikan Hawa Surga? " Tanya Gofan yang dibalas dengan anggukan oleh Lengyue.

__ADS_1


Gofan diam beberapa saat, dia memikirkan keharusan dirinya untuk pergi ke Benua Cang'An dan menemui orang bernama Zhao Feng.


' Benar. Aku tidak perlu ke Cang'An... Ilmu 72 Perubahan Abadi. Jika aku menguasainya, aku bisa menjadi siapa pun yang aku mau, selain itu, aku juga masih harus merahasiakan keberadaanku dari kejaran pasukan kerajaan '


Setelah berpikir dan menimbang berbagai hal, Gofan memutuskan untuk tidak pergi ke Benua Cang'An.


Untuk pergi ke Benua tersebut saja, akan memakan waktu lebih dari enam bulan, jika Gofan harus pulang pergi, akan memakan waktu bertahun-tahun.


Selain itu, mencari orang hanya dengan nama saja di Benua sebesar itu, pasti akan memakan waktu yang lama. Kecuali orang yang dicari Gofan cukup termahsyur dan terkenal di Benua itu.


Gofan akhirnya memilih untuk merahasiakan jati dirinya dengan Ilmu 72 Perubahan Abadi.


' Tidak masalah berubah seperti apa, selama Pria bermata satu tidak mengetahui siapa aku yang sebenarnya, dia tidak akan bisa membunuhku meski tahu aku memiliki Energi Surga '


Rencana Gofan sebenarnya cukup sederhana, dia berencana untuk terus menerus merubah wujud dan penampilannya. Dengan demikian, si Pria bermata satu itu pasti akan kesulitan mengetahui jati diri Gofan yang sebenarnya.


" Kamu berencana merubah wujud? " Ucap Lengyue.


' Dia tahu apa yang sedang ku pikirkan? ' Batin Gofan.


Tentu saja Lengyue akan tahu, sebab di dalam penglihatan masa depannya, Gofan telah melakukan hal itu. Gofan menggunakan Ilmu 72 Perubahan Abadi untuk mengelabui si Pria bermata satu, namun semua itu sia-sia.


" Percuma saja, jika dia yang mendapatkan Mata Ilahi terlebih dahulu daripada dirimu, sepintar apa pun kamu bersembunyi, dia akan tetap menemukanmu dan merebut semua milikmu " Imbuh Lengyue.


" Benar Gofan. Dengan Mata Ilahi, bahkan kamuflase yang aku lakukan akan sia-sia " Bianselong muncul bersama dengan Vasudev ketika Gofan masih memikirkan kata-kata Lengyue.


" Ternyata persis seperti kata Lengyue, bahwa kamu akan sembuh meski kami gagal membawa teman hantumu itu, aku pikir gadis ini sedang bercanda saja ketika mengatakan itu " Ucap Vasudev.


Ketika Vasudev dan Bianselong tiba di Kota Langit Cahaya, mereka langsung dihampiri oleh Lengyue.


Lengyue sengaja datang ke Kota Langit Cahaya dan menolong mereka. Semua itu karena Lengyue tahu bahwa Vasudev dan Bianselong akan muncul di Kota itu, dari pengelihatan masa depan miliknya.


" Sudah ku bilang. Aku ini cenayang terhebat abad ini. Kenapa Paman Vasudev masih saja meragukanku? " Ucap Lengyue dari atas sapu terbangnya dengan mendengus kesal.


" Hahaha... Aku bukannya ragu, selama ini aku meminta bantuanmu untuk mencarikanku seorang anak berbakat, tapi hanya sampah yang kamu perkenalkan kepadaku. Hahaha " Sahut Vasudev dengan wajah gembira.


Vasudev sangat senang melihat calon muridnya sehat kembali.


" Nak. Jika kamu ragu dengan kata-kata gadis ini, tidak masalah. Selama kamu kuat, kamu pasti bisa mengalahkan Pria bermata satu itu " Ucap Vasudev kepada Gofan.


Lengyue telah menceritakan mengenai takdir kematian Gofan kepada Vasudev dan Bianselong ketika mereka masih di Kota Langit Cahaya.


Dalam batinnya Gofan cukup terkejut mendengar ucapan Vasudev. Ternyata tidak hanya dia seorang yang mengetahui tentang takdir kematiannya tapi Vasudev juga tahu tentang itu.


" Tidak usah khawatir begitu... Aku memberi tahu mereka tentang takdir kematianmu, karena mereka bisa membantumu selamat dari takdir itu " Ucap Lengyue menenangkan Gofan, karena dia merasa Gofan terkejut mendengar kata-kata Vasudev.


" Aku tahu dimana Mata Ilahi berada " Ucap Bianselong.


" Tapi karena aku seorang siluman, aku tidak bisa pergi ke sana. Mata Ilahi ada di Rawa Bairawa, dan sepertinya kamu juga tidak bisa pergi ke sana " Imbuh Bianselong berucap kepada Gofan.


" Belum tentu. Gofan hanya setengah siluman, dia masih manusia juga, dengan bantuanku, Gofan pasti bisa pergi ke Rawa Bairawa " Ucap Vasudev sembari tertawa.

__ADS_1


Vasudev melangkah dan mendekati dinding Perguruan Tunjung Putih dan meraba-raba dinding tersebut.


" Inikah tablet itu? Terlihat sama dengan dinding biasa... "


" Sebelum kamu pergi ke Rawa Bairawa, kita selesaikan dulu masalah dinding ini. Bagaimana caramu mengambil dinding ini tanpa diketahui oleh siapa pun selain kami? " Tunjuk Vasudev ke arah selatan.


Dinding setinggi 27 kaki dan membentang dari utara ke selatan sejauh 90an kaki. Manusia sehebat apa pun tidak akan berpikir untuk mencuri dinding tersebut. Kecuali Gofan, karena dia harus mendapatkan Tablet Dewa Naga tersebut.


" Kamu tidak bisa meminta dinding ini kepada Duan Tianlang... "


" Jika kamu melakukan itu, pada akhirnya semua orang di perguruan ini akan tahu, bahwa dinding ini adalah Tablet Dewa Naga dan kamu akan menjadi incaran banyak orang " Ucap Bianselong.


" Dia memang tidak memintanya, tiga bulan mendatang, dia mencurinya diam-diam " Lengyue masih melayang di atas sapu terbangnya saat dia berhenti di samping Gofan.


" Mau tahu, bagaimana caramu mencuri dinding ini di masa depan? " Bisik Lengyue dari samping Gofan.


Lengyue membentuk segel tangan dan mengirimkan seutas ingatan pengelihatan masa depannya kepada Gofan.


*Blazh*


Kilasan-kilasan pengelihatan masa depan muncul dalam ingatan Gofan. Gofan terkejut melihat adegan demi adegan kehidupannya di masa depan terlintas di dalam pikirannya.


Semua yang lain, diam melihat Gofan terdiam kaku saat kilasan masa depan muncul di ingatannya.


" Lengyue. Apa ini tidak masalah? Kamu sudah melawan takdir dengan melakukan ini " Ucap Vasudev pelan.


Tindakan membocorkan takdir dan masa depan seseorang adalah sebuah tindakan terlarang, sebab itu menentang kehendak Surga.


Lengyue tidak bergeming mendengar ucapan Vasudev. Lengyue hanya diam menatap ke arah Gofan.


' Ini jalan untuk menyelamatkan dunia. Lenfan harus hidup dan menyelamatkan Alam ini dari Kekacauan Besar ' Batin Lengyue ketika dia menghela napas cukup panjang.


Berpuluh hela napas kemudian, Gofan mengusap peluh yang menetes di dahinya. Gofan terlihat benar-benar kelelahan seperti habis berlari ribuan langkah kaki.


Kaki Gofan lemas dan dia jatuh berlutut. Kedua tangannya menahan tubuhnya yang hampir saja jatuh tertelungkup ke tanah.


" Len... Gofan! Kamu tidak apa-apa? " Lengyue turun dari sapu terbangnya dan memapah Gofan berdiri.


Hampir saja Lengyue menyebut jati diri Gofan yang sebenarnya. Meski Lengyue telah memberi tahu Vasudev dan Bianselong tentang takdir kematian Gofan. Lengyue tidak pernah memberitahu siapa pun tentang jati diri Gofan adalah Lenfan.


" Benar. Kamu benar Lengyue. Pria itu monster " Ucap Gofan dengan tubuh gemetaran dan mata yang terlihat gelisah.


" Tenang. Itu belum terjadi. Kamu masih memiliki kesempatan untuk melawan pria itu. Aku akan menjadikanmu muridku " Ucap Vasudev sembari menepuk pundak Gofan.


Itu bukan tepukan biasa, Vasudev menepuk pundak Gofan dan mengalirkan tenaga dalam ke tubuh Gofan untuk membuat Gofan tenang kembali.


" Terima kasih Paman Vasudev. Tapi aku sudah memiliki seorang guru, Ratu Mouhuli adalah guruku. Aku tidak bisa mengatakan setuju sekarang juga, aku perlu menanyakan hal ini kepadanya " Sahut Gofan ketika dia tenang kembali.


" Baik. Tidak masalah. Ayo, kita tanyakan hal ini kepadanya... "


" Lalu bagaimana dengan dinding ini? Kamu jadi ingin mengambilnya? " Ucap Vasudev sembari bertanya kepada Gofan.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2