
Yubing dan Nian hendak tertawa melihat kejadian konyol di depan mereka, tetapi karena lidah mereka masih kelu, mereka hanya bisa tersenyum-senyum nakal.
" Guru. Apa yang akan terjadi padanya? Apa dia akan mati? " Tanya Gofan setelah asap kabut beracun milik Ziyishi benar-benar menghilang.
Ziyishi kini terlihat menggeliat pelan di lantai, rona wajahnya nampak memerah dan keringat terlihat mengucur deras dari sekujur tubuhnya.
" Dia masih punya waktu satu batang dupa sebelum racun itu membuat jantungnya meledak... "
" Jika dia tidak memiliki pil penawar racun itu, dia harus bercinta untuk menghilangkan racun ditubuhnya " Sahut Vasudev sembari memperhatikan Ziyishi yang masih terus menggeliat pelan dilantai ruangan tersebut.
Vasudev menggelengkan kepala pelan dan menyimpan Payung Tangisan Surga ke dalam Cincin Dimensi.
' Jadi karena ada keharusan semacam itu, jurus racunnya dinamai racun bergairah ' Gofan mengangguk-angguk mendengar jawaban Vasudev.
Sekarang Gofan menjadi mengerti kenapa Ziyishi dijuluki Pendekar Racun Bergairah. Itu semua dikarenakan oleh keharusan bercinta sebagai obat dari jurus racun yang dimiliki Ziyishi.
" Abaikan saja dia. Kita masih harus memikirkan cara untuk menghancurkan Formasi Garis Pengurung ini sebelum aku bisa membuka celah ruang dimensi " Ucap Vasudev ketika memperhatikan Formasi Garis Pengurung masih berdiri kokoh mengurung mereka di dalam ruang penyekapan itu.
Vasudev menyadari bahwa dirinya tidak bisa merobek udara untuk membuka celah ruang selama masih berada di dalam Formasi Garis Pengurung. Formasi itu mengurung mereka di dalam ruangan itu dan memutus hubungan dengan dunia luar, sehingga tidak ada dimensi apa pun yang bisa terhubung dengan ruang penyekapan itu.
" Guru, bukankah formasi ini bisa dimasuki dari luar?... "
" Bagaimana kalau kita memancing mereka masuk agar mereka membukakan formasi ini untuk kita? " Bisik Gofan mengutarakan idenya kepada Vasudev.
Setahu Gofan, mereka yang berada di luar Formasi Garis Pengurung dapat menyerang yang berada di dalam Formasi, tetapi mereka yang berada di dalam Formasi tidak bisa menyerang keluar.
Begitu juga, dengan mereka yang berada di luar, mereka bebas memasuki Formasi, tetapi sekali mereka masuk, mereka tidak akan bisa keluar lagi, kecuali Formasi itu dinonaktifkan.
" Apa rencanamu untuk memancing mereka masuk? " Sahut Vasudev sembari bertanya. Dia tertarik dengan ide Gofan.
Gofan mendekat dan membisikkan sesuatu ke telinga Vasudev.
" Bagaimana Guru? Bagus bukan? Aku yakin kita akan berhasil " Ucap Gofan usai membisikkan sesuatu ke telinga Vasudev.
Vasudev tidak langsung menjawab, dia diam sembari melipat kedua tangannya di depan dada.
" Baik. Ayo kita lakukan " Sahut Vasudev setelah beberapa saat berpikir.
__ADS_1
" Baik. Terima kasih Guru " Ucap Gofan sembari mengeluarkan sebuah jubah berwarna perak dari dalam Cincin Dimensi miliknya.
" Ternyata benar. Kamu memiliki Jubah Cahaya Rembulan " Ucap Vasudev kepada Gofan usai melihat jubah perak yang dikeluarkan Gofan.
Saat Gofan berbisik sebelumnya, Gofan telah mengatakan kepada Vasudev bahwa dia memiliki sebuah jubah berwarna perak yang disebut sebagai Jubah Cahaya Rembulan. Vasudev tahu tentang jubah itu, hanya saja dia tidak menyangka bahwa Harta Rahasia pelindung itu ada di tangan Gofan.
Jubah berwarna perak itu memang disebut sebagai Jubah Cahaya Rembulan. Jubah inilah yang dicuri Gofan dari Kantong Ruang milik Qingyue. Gofan tahu bahwa jubah berwarna perak itu merupakan sebuah Harta Rahasia jenis pelindung. Siapa pun yang memakai jubah perak itu, mereka akan terlindungi dari serangan jenis apa pun.
" Hehe aku hanya beruntung bisa mendapatkan Harta Rahasia ini... "
" Oh iya... Masih kurang satu lagi. Dengan ini semua, maka rencana siap dilaksanakan " Gofan mengeluarkan Pagoda Jindun dari Cincin Dimensi miliknya.
Gofan melukai Ibu jari tangan kirinya dan mengoleskan darah di ibu jarinya ke Pagoda Jindun, seketika itu, Pagoda Jindun memancarkan cahaya merah yang menyilaukan mata.
Saat cahaya itu meredup, kesadaran Gofan terhubung dengan Pagoda tersebut. Kini Gofan bisa melihat isi dari Pagoda Emas bertingkat tujuh itu.
' Ini!? Harta sebanyak ini... Ini seperti aku memiliki sebuah Perguruan Bela diri di dalam genggamanku ' Ekspresi wajah Gofan mendadak berubah amat sangat senang.
Ternyata di dalam Pagoda Jindun tersimpan berbagai macam harta berharga bagi orang biasa, juga pertemuan beruntung bagi seorang pendekar. Jumlah harta yang tersimpan di dalam Pagoda Emas itu tidak kalah banyak dari Harta yang dimiliki oleh sebuah Perguruan tingkat Bintang Perunggu.
" Sialan! Gofan! Apa saja yang kamu lakukan selama ini? Kenapa baru muncul sekarang? Bebaskan aku! " Teriak Julala dari balik jeruji besi yang berada di lantai satu pagoda tersebut.
' Sial. Aku lupa kalau selama ini dia dipenjara di dalam Pagoda ini ' Batin Gofan ketika mengingat bahwa Xiashe terkurung di dalam Pagoda Jindun karena membantu dirinya melawan Empat Penakluk Siluman generasi baru.
" Maaf. Maaf. Aku baru saja sadar dari pingsan. Tenanglah, sekarang aku akan mengeluarkanmu " Gofan membentuk segel tangan dan mengeluarkan Julala dari dalam Pagoda Jindun.
*Blazh* Julala muncul tepat di hadapan Gofan yang masih berdiri memegang Pagoda Jindun di tangan kirinya.
" Baru sadar apanya? Bukannya kamu sudah berlatih selama tiga hari tiga malam, kamu juga bahkan merusak hubungan terlarang da... "
" Sudah. Sudah. Aku minta maaf tidak perlu dilanjutkan. Aku tahu kamu sudah mengetahui apa saja yang aku alami " Gofan menyela ucapan Xiashe alias Julala.
Gofan tahu apa yang hendak dikatakan Julala. Itu pasti berkaitan dengan hubungan terlarang antara Xiongmeng dan Qingyue.
" Xiashe. Tenanglah. Sekarang situasi kita sedang mendesak. Kita harus segera keluar dari Formasi Garis Pengurung ini " Imbuh Gofan.
Julala tidak menjawab. Ular Sisik Naga itu merayap melata dan melilit tubuh Gofan. Dia merubah tubuhnya menjadi sekecil mungkin. Julala kecil diam menggantung di leher Gofan.
__ADS_1
" Awas saja kamu melupakanku lagi! " Keluh Julala.
" Baik. Baik. Aku minta maaf " Sahut Gofan menenangkan teman kecilnya itu.
" Kalian kemarilah dan bawa juga Pangeran itu! " Ucap Vasudev kepada Yubing dan Nian.
Yubing dan Nian mengangguk dan memapah tubuh Goxianlong yang masih tidak sadarkan diri ke tempat Vasudev dan Gofan berada.
" Gofan. Lakukanlah! " Seru Vasudev usai Yubing, Nian, dan Goxianlong tiba di sebelahnya.
" Baik Guru "
Gofan memakai Jubah Cahaya Rembulan dan memegang Pagoda Jindun di tangan kirinya. Gofan melakukan sebuah segel dengan tangan kanannya.
" Pagoda Jindun Tujuh Lapisan "
Gofan yang telah menjadi pemilik Pagoda Jindun secara langsung tahu bagaimana cara menggunakan pagoda berwarna emas tersebut.
Sebuah cahaya merah memancar dari pagoda itu dan menyelimuti seluruh tubuh Vasudev, Yubing, Nian, dan Goxianlong. Kini tubuh Vasudev dan tiga lainnya telah terlindungi berkat kekuatan pertahanan dari Pagoda Jindun.
" Guru silahkan.. " Gofan menyingkir ke samping dan mempersilahkan Vasudev berdiri di hadapannya.
" Apa kamu siap? " Tanya Vasudev.
" Hm... Tunggu guru, aku hampir saja melupakannya " Ucap Gofan sembari mengarahkan cahaya merah pelindung dari Pagoda Jindun ke arah tubuh Ziyishi yang masih menggeliat pelan di lantai.
Melihat tindakan Gofan, Vasudev tersenyum kecil. Vasudev sadar akan kebaikan hati Gofan. Meski Ziyishi adalah seorang musuh, Gofan masih bersedia memberikan perlindungan padanya.
" Sekarang aku siap Guru " Imbuh Gofan yang dibalas anggukan oleh Vasudev.
" Hyaaatt!! " Teriak Vasudev saat dia mengerahkan sebagian besar Energi Sihirnya ke dalam telapak tangan kanannya.
Sebuah bola energi berwarna merah muda berputar-putar di atas telapak tangan kanan Vasudev. Semakin lama bola energi itu semakin membesar.
Vasudev mengangkat tinggi tangan kanannya itu sebelum dengan cepat melempar bola energi itu ke arah dinding dari Formasi Garis Pengurung.
*Duaarrrr!!!*
__ADS_1
Ledakan terjadi dan mengguncang Ruang Penyekapan itu. Guncangan dari ledakan di dalam Ruang Penyekapan itu juga mengguncang seluruh bangunan tiga lantai dari Paviliun Bunga Indah. Kepanikan pun terjadi.
Bersambung...