
Malam kini telah berlalu, hari ke-24 pun tiba. Gofan terbangun dari tidurnya dan mendapati Xionan yang masih terbaring melayang memunggunginya.
-Roh bisa tidur sepulas ini ?-
Gofan sedikit heran melihat Xionan yang benar-benar masih tertidur pulas, hingga tidak menyadari keberadaan Gofan yang kini telah terbangun dari sisinya.
Gofan beranjak pergi dan mulai membasuh diri sebelum menyiapkan dua buah ember kayu untuk menimba air, mengisi gentong air di belakang gubuk.
Gofan turun naik bukit selama beberapa ratus kali sebelum berhenti ketika gentong air sudah terisi penuh. Berkat penguasaan jurus langkah kilat yang semakin berkembang, Gofan bisa menyelesaikan tugas menimba air jauh sebelum tengah hari tiba.
Seperti biasa Gofan akan beristirahat sejenak sebelum kembali melanjutkan kegiatan-kegiatannya, yaitu latihan fisik yang dulu diajarkan ayahnya, memindahkan batu ke bawah bukit, serta menebang pohon untuk kayu bakar.
Saat istirahat itu, Gofan memasak sup nutrisi tenaga dengan tambahan daging kelinci, dia juga membuat beberapa makanan dari ikan yang berhasil ditangkapnya saat menimba air di danau. Tidak lupa, Gofan membaca kitab-kitab yang dia miliki saat menunggu masakannya matang.
Usai mengisi perutnya, Gofan melakukan 100 kali push-up, 100 kali sit-up, dan lari mengelilingi bukit sebanyak seratus putaran. Gofan kini telah secara rutin melakukan latihan fisik ala ayahnya, dan dia berhasil, berkat tenaga dalamnya, dia bisa mengatasi kelelahan dari latihan fisik ala ayahnya itu.
Setelah melakukan latihan fisik ala ayahnya, Gofan pergi kembali ke dalam gubuk dan mengambil secarik kertas di atas lemari kecil di dalam gubuk, lalu dia menuliskan sesuatu di kertas itu.
-Masih tidur? Apa Xionan begitu lelahnya, hingga sesiang ini belum juga bangun?-
Gofan menggeleng-geleng, saat mendapati Xionan masih terlelap dengan posisi yang sama seperti sebelumnya. Usai menulis, Gofan keluar gubuk dan pergi ke arah luar halaman untuk memindahkan sebongkah batu besar ke bawah bukit.
Hingga hari ke-24 ini, Gofan sudah memindahkan 22 buah batu dan menjejerkannya secara rapi di tepi danau. Saking rapinya, jejeran batu-batu itu terlihat seperti jajaran dinding sebuah benteng.
-Rapi juga, Aku sudah berusaha menempatkannya dengan teratur, ini jadi mirip dinding-
Setelah merapikan bongkahan batu yang baru saja dibawanya turun bukit, Gofan kembali ke halaman luar gubuk dan memulai pelajarannya dalam penguasaan jurus seribu cakar bayangan, dia menebang beberapa batang pohon lagi dengan jurus itu.
-Ini bagus sekali, ternyata penguatan otot rangkaku membuat kecepatan seranganku semakin bertambah-
Gofan mendapati ternyata kecepatan serangannya semakin bertambah setelah semalam sebelumnya Gofan memperkuat 60 helai otot rangkanya dengan bantuan dari energi buah waja wesi.
Otot rangka yang telah diperkuatnya ternyata tidak hanya menambah kekebalan tubuhnya tetapi juga membuat gerakan tubuhnya semakin gesit.
-Tapi kenapa kecepatan langkah kilatku tidak ada perubahan? apa karena otot rangka di bagian kaki belum aku perkuat?, sepertinya aku harus memperkuat 200 helai otot rangkaku dahulu untuk memaksimalkan semua gerakan tubuhku-
Pikir Gofan ketika menyadari hanya helai otot rangka bagian atas tubuhnya saja yang baru dia perkuat.
Hari masih siang saat Gofan menyelesaikan semua tugas rutinnya, dia kemudian memanfaatkan waktu yang ada untuk berkeliling pulau mencari herbal obat.
Gofan pergi mencari herbal obat, bukan hanya untuk membuat sup nutrisi tenaga tetapi juga untuk membuat obat penawar lima racun Yubing.
-Pulau ini benar-benar tempat pertemuan beruntung, ada banyak sekali herbal yang tumbuh di pulau ini, apa leluhur sengaja menanam mereka di sini ?-
Saat mengelilingi pulau, Gofan dengan mudah menemukan herbal obat di pulau itu.
Bahkan Gofan menemukan sebuah ladang herbal, sebidang tanah yang ditumbuhi beragam jenis herbal obat, seperti ada seseorang yang dengan sengaja menanam mereka di pulau itu, Gofan berpikir Mouhuli lah yang menanam herbal-herbal itu.
-Jahe Gajah Merah, Rumput Tanduk Rusa, Buah Boneka, dan Buah Lempeni Hijau, masih kurang akar Teratai Dua Warna dan madu Lebah Ekor Panjang, tapi di sini tidak ada-
Gofan sudah mengumpulkan hampir semua jenis herbal obat yang dibutuhkan untuk membuat obat penawar lima racun.
Gofan hanya kekurangan dua jenis herbal obat lagi sebelum memulai untuk meracik mereka menjadi penawar racun.
-Masih enam hari lagi sebelum aku bisa menemui leluhur, aku tidak tahu apa dia akan mengijinkan ku untuk keluar dan mencari dua herbal ini-
Gofan berpikir bagaimana caranya untuk mendapatkan dua buah herbal lainnya, yaitu madu dari Lebah Ekor Panjang dan akar Teratai Dua Warna.
Madu dari Lebah Ekor Panjang, mudah ditemukan di habitat mereka yaitu di Gunung Ribuan Bunga, tetapi untuk menemukan Teratai Dua Warna adalah hal yang mungkin akan memakan waktu untuk mencarinya, tanaman itu sangat langka.
-Jika saja dua herbal obat itu ada di sini, aku pasti sudah bisa mulai meracik obatnya-
Gofan duduk di bawah sebuah pohon saat dia memikirkan cara, bagaimana agar secepat mungkin bisa menemukan kedua herbal tersebut.
"Fanfan... Kamu di sini? Aku mencarimu kemana-mana !"
__ADS_1
Tiba-tiba Xionan muncul melayang-layang di hadapan Gofan yang tengah bersandar di batang pohon itu.
"Oh, Kamu sudah bangun? Kenapa mencariku?"
Tanya Gofan sambil beranjak bangun dan memasukkan herbal-herbal yang baru diperolehnya ke dalam kantong ruang.
"Iya... Sudah daritadi, Ayo kembali dulu, Ada yang ingin aku tunjukkan padamu !"
Xionan melayang melewati Gofan, terbang menuju ke arah gubuk.
"Tapi, Hilangkan jejak dirimu dengan energi mentalmu, cepat !!"
Imbuh Xionan, menyuruh Gofan yang mengikutinya dari belakang untuk menghilangkan jejak keberadaan dirinya.
Dengan energi mental, Gofan bisa melakukan hal itu, membuat dirinya seolah-olah lenyap dan tidak bisa dirasakan keberadaannya bahkan dengan menggunakan persepsi sekalipun.
"Kenapa? Apa ada masalah?"
Gofan sudah melakukan apa yang disuruh Xionan, dia menyelimuti seluruh tubuhnya dengan kekuatan mata iblis, seberkas cahaya hijau menyelimuti seluruh tubuh Gofan, membuat keberadaannya tidak bisa diketahui.
"Hihihi... Bukan... Nanti kamu akan tahu sendiri, ssttt... Diam !"
Xionan dan Gofan mengendap-endap kembali menuju ke gubuk.
Beberapa hela napas kemudian, Gofan yang mengendap-endap mengikuti Xionan, melihat Mouhuli yang tengah asyik menyantap sup nutrisi tenaga dan ikan-ikan yang dimasaknya.
-Leluhur!?, Dia mencuri makananku?-
Xionan mengangguk mendengar kata-kata Gofan, yang disampaikan Gofan melalui pikirannya itu.
-Pantas saja selama ini, makanan yang ku masak selalu tiba-tiba berkurang dengan sendirinya, ku pikir panci-panci itu bocor-
Gofan berulang kali menukar panci yang dia gunakan untuk membuat makanan, dia bahkan melapisi panci-panci itu dengan tenaga dalam agar isinya tetap utuh, tetapi semua usaha itu percuma, karena ternyata Mouhuli yang mencuri makanan buatannya itu.
Xionan berbicara pada Gofan melalui pikirannya. Dia tertawa melihat tindakan Mouhuli yang mencuri masakan buatan Gofan.
-Iya, iya, Terima kasih, jika bukan karena kamu di sini, aku tidak akan tahu hal ini, dia sudah mencuri makananku sejak hari pertamaku di sini-
Balas Gofan memberitahukan Xionan, bahwa ini bukanlah pertama kalinya Mouhuli mencuri makanannya.
-Hihihi, dasar pencuri, mm... Apa yang akan kamu lakukan sekarang ?-
-Aku akan berpura-pura secara tidak sengaja mendapatinya mencuri, aku punya rencana untuk memanfaatkan situasi ini untuk mendapatkan sesuatu darinya-
Sambil membicarakan rencananya Gofan dan Xionan menatap Mouhuli dari tempat persembunyian mereka, menyaksikan Ratu Siluman Serigala itu dengan asyik terus menerus memakan sup nutrisi tenaga.
Gofan kemudian mengendap-endap mendekat ke arah dapur, tempat Mouhuli sedang makan. Setelah berjarak cukup dekat, Gofan menarik kembali kekuatan mata iblis, dan memperlihatkan keberadaannya.
"Leluhur... !? Kamu... !?"
Gofan memasang ekspresi terkejut, setelah jejak dirinya ditemukan oleh persepsi Mouhuli. Gofan bertingkah seolah-olah dia secara tidak sengaja mendapati Mouhuli sedang mencuri makanannya.
*Spruutt*
Mouhuli menyemburkan sebagian sup yang baru saja dia makan karena terkejut mendengar kata-kata Gofan.
-Sial... Kapan dia tiba? Kenapa aku tidak merasakan kedatangannya...?-
Pikir Mouhuli terkejut, mendapati kemunculan tiba-tiba Gofan.
"Hahaha, Kamu sudah pulang? aku baru saja ingin menghampirimu, karena kamu lama tidak kembali aku mencicipi sedikit masakanmu, Hahaha, enak... Sungguh lezat, kamu ternyata berbakat dalam memasak"
Mouhuli berhenti makan, dia membersihkan mulutnya, dan berdiri.
Mouhuli memberikan alasan, mengapa dirinya berada di sana dan memakan sup buatan Gofan itu, dia juga memuji Gofan, agar Gofan tidak marah.
__ADS_1
-Sedikit apanya... Lihat ini? Pancinya sudah hampir kosong, Dasar siluman tua !!-
Xionan melihat panci sup dan mendapati panci itu sudah hampir kosong, dia juga melihat ikan-ikan yang di masak Gofan, hanya sebagian kecil yang tersisa.
"Terima kasih untuk pujiannya Leluhur, tapi maafkan jika saya lancang... Apakah selama ini, leluhur juga yang ikut memakan sup buatan saya? Sebab saya selalu bingung, mendapati sup buatan saya selalu berkurang banyak"
Gofan tidak langsung menuduh Mouhuli mencuri meskipun dia sudah melihat langsung dengan mata kepalanya sendiri. Gofan tidak ingin Mouhuli marah dan justru menyerang dirinya.
"Ap-apa maksudmu!? Ini baru pertama kali aku mencoba masakanmu, kamu anggap apa aku ini?... Aku ini Mouhuli, Ratu Siluman Serigala, mana mungkin aku melakukan hal itu"
Mouhuli sedikit terbata-bata menjawab pertanyaan Gofan dengan kebohongannya.
-Hihihi, aku ini Mouhuli, Ratu Pencuri, itu baru benar !! Hihihi-
Xionan tertawa lepas saat melayang-layang tepat di sebelah kanan Mouhuli. Dia mengikuti logat dan gerak Mouhuli saat berbohong, dia mengolok-olok kebohongan yang diperbuat Mouhuli.
"Ehmm..."
Gofan menahan tawanya, melihat apa yang dilakukan Xionan. Dia melihat bagaimana Xionan mengolok-olok Mouhuli, tetapi Mouhuli sama sekali tidak menyadarinya.
"Ehmm... Maaf jika saya salah sangka. Lain kali sepertinya saya harus membuat satu porsi saja, secukupnya untuk saya makan sendiri, sepertinya panci-panci itu bocor"
Gofan sengaja berkata seperti itu, dia ingin mengetahui apa yang akan dikatakan Mouhuli saat Gofan hanya ingin membuat satu porsi makanan setiap harinya.
"Kenapa? Sayang sekali, masakanmu sungguh lezat. Bagaimana kalau kamu buat lebih banyak dan aku akan berkunjung setiap hari untuk makan bersamamu?"
Mouhuli masih ingin merasakan sup buatan Gofan itu, dia sudah tergila-gila pada sup nutrisi tenaga.
-Kena Kau!-
"Tapi leluhur, sebenarnya saya ada suatu kendala, saya akan membuatkan sup nutrisi tenaga setiap hari untuk leluhur, tetapi maukah leluhur mengabulkan satu permintaan saya ?"
Gofan melakukan tawar menawar, dia memanfaatkan situasi itu untuk mendapatkan kesempatan mencari obat penawar lima racun Yubing.
"Katakan"
Mouhuli tidak memerlukan waktu untuk berpikir tentang apa yang ingin diminta Gofan, dia langsung menyetujui tawar menawar yang dilakukan Gofan.
"Saya memerlukan madu dari Lebah Ekor Panjang dan akar dari Teratai Dua Warna, jika leluhur memberi saya waktu untuk keluar, saya ingin mencari dua herbal obat itu, enam hari saja... Tidak, tidak, lima hari saja"
Pinta Gofan kepada Mouhuli, yang kini terlihat seperti memikirkan sesuatu setelah mendengar apa yang dikatakan Gofan.
"Tidak perlu! Kamu di sini saja, berlatih saja"
Setelah terlihat seperti memikirkan sesuatu, Mouhuli tiba-tiba menolak permintaan Gofan.
"Tapi Le..."
"Aku bisa memberikan dua herbal itu untukmu"
Imbuh Mouhuli memotong perkataan Gofan.
"Benarkah Leluhur? Anda memiliki dua herbal itu?"
Gofan senang mengetahui jika Mouhuli memiliki dua buah herbal yang sebelumnya tidak bisa dia temukan di ladang herbal yang ada di pulau itu.
"Bukan aku, aku mengenal siapa yang memilikinya, sebentar, aku akan memanggilnya"
Mouhuli kemudian melakukan segel tangan dan mulutnya seperti mengucap pelan beberapa bait nyanyian-nyanyian kuno.
-Mantra? Dia bisa sihir?-
Xionan sedikit terkejut melihat Mouhuli melakukan segel tangan dan mengucapkan bait nyanyian-nyanyian kuno yang serupa dengan mantra yang sering digunakan oleh para penyihir.
Bersambung...
__ADS_1