
Haiwa terkejut melihat pedang yang berada di tangan Mayat Merah tersebut. Haiwa memperhatikan pedang itu sembari tetap menyerang Yuwenhuai.
" Hei Bibi... Jangan urusi mereka, terima ini! " Ucap Yuwenhuai sembari mengayunkan permen bertangkai miliknya ke arah pundak kiri Haiwa.
*Tung*
Permen bertangkai itu berbenturan dengan senjata Payung milik Haiwa. Haiwa berhasil menangkis serangan Yuwenhuai.
Melihat serangannya berhasil ditangkis Haiwa. Yuwenhuai kembali mengulangi serangan yang sama.
Dengan santainya Yuwenhuai berulang kali menyerang Haiwa. Anehnya, berapa kali pun Haiwa berusaha membalas serangan Yuwenhuai, serangannya seakan tidak berpengaruh apa-apa.
' Kenapa dari tadi aku seperti sedang bertarung melawan angin? ' Pikir Haiwa setelah untuk kesekian kalinya serangan payung yang dia arahkan ke tubuh Yuwenhuai, sama sekali tidak melukai Yuwenhuai.
Di sisi lain, Pedang Taring Harimau yang sebelumnya membuat Gofan dan Haiwa terkejut, saat ini sedang diayunkan oleh si Nomor 4 ke arah Gofan. Nomor 4 menyeringai dan menyerang Gofan.
*Trang*
*Trang*
Pedang Qianlong berbenturan berkali-kali dengan Pedang Taring Harimau.
' Dia meniru jurus pedangku ' Pikir Gofan ketika menyadari bahwa serangan yang dilakukan oleh si Nomor 4 adalah serangan yang sama dengan jurus pedang miliknya.
Gofan pada akhirnya terluka oleh jurus yang sama persis dengan jurus tebasan pembalik 12 langkah miliknya. Mayat Merah meniru jurus Gofan. Tidak hanya sekedar meniru, bahkan luka yang diderita Gofan kini sama persis dengan luka yang diderita si Nomor 4.
' Baik... Tiru ini kalau bisa! ' Batin Gofan.
" Langkah Kilat "
" Tebasan Pembalik 24 Langkah "
Gofan berusaha mempercepat langkah serangannya saat mengeksekusi jurus kedua dari jurus pedang yang diberikan oleh Haiwa, yaitu jurus tebasan pembalik 24 langkah. Gofan berusaha membuat Nomor 4 kesulitan meniru jurusnya yang kedua itu.
Tetapi beberapa hela napas kemudian, Gofan justru dibuat terkejut. Mayat Merah itu lagi-lagi meniru jurus miliknya. Meskipun Gofan sudah menambah kecepatannya, Mayat Merah itu justru ikut menambah kecepatan serangannya. Kini mereka berdua beradu jurus pedang yang sama dan dalam kecepatan serang yang sama pula.
' Sial.. Kenapa aku seperti melawan diriku sendiri? ' Gofan menyadari bahwa apa pun langkah yang dia ambil untuk menyerang si Nomor 4, Nomor 4 akan dengan mudah menirunya.
Gofan tentu berada di sisi yang akan kalah. Meskipun Nomor 4 juga memiliki luka yang sama seperti luka yang diderita Gofan, tapi si Nomor 4 adalah Mayat hidup, tidak ada istilah kehabisan darah saat pertarungan bagi dirinya.
Lain halnya dengan Gofan, jika Gofan terus menerus terluka seperti itu, cepat atau lambat Gofan pada akhirnya akan kalah karena kehabisan darah saat bertarung.
Gofan yang sudah cukup kewalahan memutuskan untuk mundur, Gofan menjauh belasan langkah dari Nomor 4.
' Xionan bilang ini adalah Pil Penambah Darah, aku harap ini akan membantuku ' Batin Gofan ketika dia mengeluarkan sebutir Pil berwarna merah kehitaman sebesar kepalan tangan bayi.
*Krauk* Gofan menggigit dan mengunyah Pil itu hingga habis. Pil sebesar kepalan tangan bayi itu, tentu tidak akan bisa dimakan Gofan dengan sekali telan.
Gofan membentuk segel tangan dan mengedarkan budidaya Kitab Surga Sembilan Langit. Gofan menyerap khasiat dari Pil Penambah Darah.
" Woi... Nomor 4? Kenapa diam? Serang! " Seru Yuwenhuai ketika melihat Gofan memulihkan dirinya.
__ADS_1
*Zyuut*
Nomor 4 menerjang maju menggunakan langkah kilat dan menyerang Gofan dengan jurus tebasan pembalik 24 langkah.
*Slash*
*Trang*
Gofan berhasil menangkis setiap serangan Mayat Merah tersebut.
' Apa yang harus ku lakukan ' Sembari menangkis serangan Nomor 4, Gofan berusaha keras menemukan cara untuk mengalahkan Mayat hidup itu.
Gofan melompat ke san kemari, mengulur waktu sembari memikirkan cara mengalahkan si Nomor 4.
' Benar.. Aku rasa aku bisa mencoba menggabungkan beberapa energi yang aku miliki ' Batin Gofan ketika sebuah ide jurus baru muncul di dalam benaknya.
" Boneka Tanah "
" 72 Sihir Perubahan Abadi "
" Mata Iblis "
Gofan menggunakan Energi Elemen Tanah miliknya dan membuat tiga orang boneka manusia dari tanah. Kemudian dengan Energi Sihirnya, Gofan merubah bentuk ketiga boneka manusia itu menjadi persis sama seperti dirinya.
Terakhir, melalui Energi Mentalnya, Gofan menggerakkan dan mengendalikan ketiga boneka manusia yang terlihat sama sepertinya itu. Sekarang ada empat orang Gofan di lantai dasar Paviliun Bunga Indah itu.
" Serang! " Seru Gofan kepada tiga Gofan lainnya. Mereka berempat menyerang Mayat Merah itu dari empat arah yang berbeda.
" Tebasan Pembalik 96 Langkah "
" Tebasan Pembalik 24 Langkah "
" Tebasan Pembalik 12 Langkah "
Kedua bola mata si Nomor 4 tampak kebingungan. Nomor 4 bingung akan meniru serangan dari Gofan yang mana. Masing- masing dari keempat Gofan menyerang dengan jurus pedang yang berbeda.
Gofan yang asli menyerang dengan jurus keempat dari jurus pedang yang diberikan Haiwa, yaitu tebasan pembalik 96 langkah, sementara ketiga Gofan lainnya, masing-masing menggunakan jurus ketiga, jurus kedua, dan jurus pertama dari jurus pedang tersebut.
Jurus pedang yang dipelajari Gofan dari kilasan ingatan yang diberikan oleh Haiwa itu disebut dengan jurus Empat Langkah Tebasan Pembalik. Setiap langkah serangannya akan berlipat ganda, dari 12 langkah, lalu 24 langkah, 48 langkah dan terkahir 96 langkah tebasan pedang.
*Cruat*
*Cruat*
Serangan Gofan kali ini memang lebih lemah daripada sebelumnya, sebab tidak ada Energi Surga yang mengalir melapisi setiap tebasan Pedang Qianlong.
Meski serangannya melemah namun jumlah luka yang berhasil disarangkan Gofan meningkat empat kali lipat. Masing-masing dari keempat Gofan berhasil menyarangkan luka di tubuh Nomor 4. Karena kebingungan si Nomor 4 tidak berhasil menangkis setiap serangan dari keempat Gofan.
' Menarik... pemuda setengah siluman ini memiliki banyak jenis energi... Jika berita ini sampai ke telinga Kaisar, aku pasti akan mendapatkan banyak penghargaan.. Hahaha ' Batin Yuwenhuai.
Bagi Yuwenhuai, Gofan adalah aset berharga, satu-satunya pendekar di Benua Penda yang memiliki banyak jenis energi. Energi Surga, Energi Mental, Energi Elemen, dan Energi Sihir, keempat energi itulah yang baru saja ditunjukkan oleh Gofan di hadapan Yuwenhuai yang masih bertarung santai menghadapi Haiwa.
__ADS_1
" Tebasan Pembalik 96 Langkah "
Setelah melihat tubuh si Mayat Merah mulai melemah, keempat Gofan secara serempak menggunakan jurus keempat dari jurus Empat Langkah Tebasan Pembalik untuk menyerangnya.
" Arrgghh... ! " Teriak si Nomor 4, saat jatuh dan tidak bergerak lagi. Mayat Merah itu berhasil dikalahkan Gofan.
Gofan memungut Pedang Taring Harimau dan meyimpannya di dalam Cincin Dimensi miliknya. Gofan merasa bahwa pedang yang digunakan Nomor 4 itu bukanlah sebuah ilusi, melainkan sebuah pedang nyata.
" Gofan! Bantu aku! " Seru Haiwa ketika menyadari keberhasilan Gofan mengalahkan Nomor 4.
*Zyuut*
*Zyuut*
Keempat Gofan langsung menerjang maju ke arah Yuwenhuai. Tapi saat mereka berempat menyerang Yuwenhuai, Yuwenhuai justru menghilang.
" Gofan ya? Namamu Gofan bukan? Akan ku ingat! Sampai jumpa lagi... Hahaha " Suara Yuwenhuai kembali terdengar sebelum seluruh bangunan Paviliun Bunga Indah di dalam Dunia Mimpi itu perlahan runtuh.
Gofan mengepalkan tangan kirinya, dia menyesali membiarkan Yuwenhuai pergi begitu saja.
" Sepertinya dia sudah meninggalkan Dunia Mimpi ini... Kita juga harus pergi! " Ucap Haiwa ketika memperhatikan sedikit demi sedikit bangunan Paviliun Bunga Indah mulai runtuh dan berubah menjadi abu.
*Blazh* Ketiga boneka manusia Gofan segera berubah kembali menjadi tanah saat Gofan menarik semua Energi miliknya.
*Zyuut*
Gofan dan Haiwa melesat keluar dari Paviliun Bunga Indah. Saat mereka keluar dari Paviliun itu, mereka juga keluar dari Dunia Mimpi. Mereka kembali ke tempat mereka semula berada.
[Paviliun Bunga Indah - Lantai Tiga]
Tubuh Gofan yang sebelumnya seperti orang tertidur tiba-tiba bergetar pelan sebelum Gofan membuka matanya. Sebuah cahaya putih juga terlihat keluar dari tubuh Gofan dan masuk ke dalam Payung Tangisan Surga saat tubuh Gofan bergetar pelan.
" Guru... " Ucap Gofan sembari berdiri.
" Apa formasinya sudah hancur? " Imbuh Gofan bertanya kepada Vasudev.
" Tentu sudah. Bukankah kamu sudah mengalahkan Siluman Mimpi, Iya bukan? "
Gofan menggelengkan kepalanya menanggapi pertanyaan Vasudev.
" Tapi kenapa Formasi Dunia Mimpi hancur? Apa yang terjadi dengan Siluman Mimpi itu? " Tanya Vasudev kembali.
" Dia kabur. Setelah aku mengalahkan semua ilusi miliknya, dia menghilang dan Dunia Mimpi seketika runtuh " Sahut Gofan.
" Hahaha.. Bagus. Itu berarti kamu sudah melukainya cukup parah, dia pasti kabur karena kamu berhasil membuatnya terluka cukup parah Hahaha " Tawa Vasudev sembari menutup Payung Tangisan Surga.
*Krieet*
" Ayo, kita masuk.. " Ucap Vasudev sesudah membuka pintu ruang penyekapan Yubing, Nian, dan Pangeran Ketiga Meghalaya.
Bersambung...
__ADS_1