Pendekar Sembilan Langit

Pendekar Sembilan Langit
Episode 91. Tujuh Hari Sebelumnya bg. 4


__ADS_3

Shingha melompat ke kanan dan ke kiri guna menghindari serangan bola udara berlendir hijau Qingwahong.


Setiap kali serangan bola udara berlendir itu mengenai permukaan tanah, maka permukaan tanah akan mengering dan mengeluarkan asap hijau beracun.


Serangan Qingwahong tersebut memang mengandung racun yang mematikan. Jika saja serangan itu berhasil mengenai tubuh Shingha, maka bagian tubuhnya yang terkena serangan itu akan melepuh dan membusuk seketika.


Shingha berhasil menghindari beberapa serangan Qingwahong tersebut, sebelum tiba-tiba kedua kakinya tidak bisa bergerak.


' Sial mereka bekerja sama untuk mengalahkanku ' Batin Shingha ketika melihat sepasang tangan dari debu-debu putih yang memadat mencengkeram kedua pergelangan kakinya.


" Hehehe, Matilah ! " Tawa Qingwahong sembari melontarkan sebuah serangan udara berlendir hijau lainnya.


Qingwahong tertawa singkat ketika melihat Shingha tidak bisa bergerak lagi berkat bantuan Xiong Ma. Qingwahong bergerak cepat dan memanfaatkan kesempatan itu untuk menyerang Shingha tepat di arah wajahnya.


" Air Terjun Membelah Bukit "


*Zyuut*


* Blash*


Rajhu melompat dan menangkis serangan Qingwahong dengan jurus air miliknya. Berkat hal itu Shingha bisa selamat dari serangan beracun yang hampir saja menghancurkan wajahnya.


Shadev juga ikut melompat dan menyerang ke arah Xiong Ma bersama dengan Burka. Xiong Ma terpaksa melepaskan cengkeraman yang dia lakukan kepada Shingha karena harus menangkis serangan dari Shadev dan Burka.


" Apa yang kalian tunggu ! Lompatlah dan selamatkan Meiling ! " Seru Burka kepada para pendekar berpakaian serba hitam tersebut.


Awalnya para pendekar berpakaian hitam tersebut berjumlah 21 orang pendekar, namun setelah beberapa pendekar tewas akibat tertelan oleh lumpur hisap Qingwahong, kini hanya tersisa 13 orang di antara mereka.


Ke-13 pendekar itu segera melompati formasi lumpur hisap Qingwahong.


" Kena Kalian ! " Seru Qingwahong.


" Dinding Lumpur Kematian "


Qingwahong melompat mundur menghindari serangan Rajhu di saat dia membentuk segel tangan dan mengeluarkan jurus ampuh lainnya. Sebuah dinding dari lumpur, setinggi 15 kaki muncul dari dalam tanah dan menghadang langkah ke-13 para pendekar tersebut.


Ke-13 pendekar itu terbentur dinding lumpur hingga jatuh tersungkur ke dalam lumpur. Satu per satu mereka mereka terhisap ke dalam lumput dan tewas terkubur hidup-hidup di dalamnya.


" Hahaha... Bodoh ! Kalian manusia memang tidak tahu menahu siapa yang kalian hadapi. Tunggu saja... Kami kaum siluman, akan kembali lagi dan membalas perlakuan kalian " Tawa Qingwahong dengan sangat lantang.


Qingwahong benar-benar senang melihat kematian yang dialami oleh semua pendekar berpakaian serba hitam tersebut. Sebelumnya Qingwahong sengaja membiarkan keempat pendekar muda Meghalaya itu melompat untuk memancing lebih banyak pendekar lain agar melompat melewati formasi lumpur miliknya.


Tepat pada saat itu Gennai Dadoros baru saja keluar dari dalam gubuk sembari merapikan pakaiannya.


" Bocah Ba****an ! Akhirnya kamu berani muncul juga ! " Tunjuk Shadev ketika melihat kemunculan Gennai Dadoros dengan wajah Gofan.


" Aku? " Ucap Gennai Dadoros.


' Oh benar. Aku sudah memakai wajah si Iblis Putih itu.. ' Batin Gennai Dadoros sesaat kemudian.


" Putri. Aku sudah selesai. Terima kasih waktunya " Teriak Gennai Dadoros dari depan pintu gubuk kepada Lixiayo.


" Ba***at ! Beraninya mengabaikanku ! " Shadev yang sudah membenci wajah Gofan tersebut menjadi kesal ketika melihat Gennai Dadoros mengabaikannya.


Shadev maju dan menyerang Gennai Dadoros. Pertarungan kembali berlanjut, meskipun pihak Burka telah kehilangan banyak nyawa akibat formasi lumpur hisap.


' Aku tidak menyangka para siluman ini berniat untuk menghabisi manusia... Apa Kerajaan Siluman selama ini belum musnah?' Pikir Burka.


Burka mencermati kata-kata yang diucapkan oleh Qingwahong. Dari kata-kata tersebut, Burka menarik kesimpulan bahwa Kerajaan Siluman masih ada namun tersembunyi di suatu tempat.


Hal yang sama juga terpikir oleh Rajhu dan Shingha, mereka lebih mencermati perkataan Qingwahong daripada menanggapi kemunculan Gennai Dadoros dengan wajah Gofan.


' Aku harus mengabarkan berita ini kepada Pangeran ' Batin Shingha ketika dia menyerang ke arah Qingwahong bersama dengan Rajhu.

__ADS_1


Kini di dalam lingkaran formasi lumpur Qingwahong, terjadi pertempuran empat lawan tiga. Rajhu bersama dengan Shingha bertarung melawan Qingwahong. Burka bertarung satu lawan satu dengan Xiong Ma dan Shadev bertarung melawan Gofan palsu alias Gennai Dadoros.


Sementar pertarungan empat lawan tiga itu terjadi, Lixiayo yang mendengar teriakan Gennai Dadoros memutuskan untuk kabur dan pergi menyelamatkan diri.


Lixiayo sadar betul bahwa Xiolingling bukanlah lawan yang sepadan baginya. Meski Lixiayo terlihat mampu mengimbangi Xiolingling, sesungguhnya itu berkat kemampuan silumannya.


Lixiayo adalah Siluman Tengkorak Putih. Berkat tubuh aslinya yang hanya terdiri dari tulang belulang, dia mampu terbang dan menerima berbagai serangan Xiolingling.


Meskipun kini tubuh manusianya telah dipenuhi oleh luka sayatan dan tusukan dari jurus Xiolingling, Lixiayo tidak merasakan hal itu akan membahayakan nyawanya.


' Selama dia belum menyadari aku Siluman Tengkorak Putih, aku masih bisa kabur ' Batin Lixiayo yang tengah terombang-ambing di dalam pusaran angin serangan para manusia angin Xiolingling.


Jurus yang digunakan Xiolingling adalah perpaduan kekuatan alam dengan Energi Sihir miliknya. Inti jurus itu adalah memadatkan angin di sekitarnya menjadi jelmaan manusia dan menggunakan sihir untuk membuat mereka mampu bergerak serta melakukan penyerangan.


Hal yang paling ditakutkan oleh Lixiayo dari Xiolingling adalah Harta Rahasia miliknya yang belum dia keluarkan untuk menyerang Lixiayo.


*Jleb*


" Arrgghh... !! " Teriak Lixiayo ketika sebuah lubang menganga di dada kirinya berkat tusukan angin dari salah satu manusia angin.


*Gedebug*


Lixiayo jatuh dari udara bersamaan ketika lubang tersebut menembus jantungnya.


Xiolingling tertawa puas melihat Lixiayo jatuh dan tewas, " Beraninya kamu memanggilku demikian ! Hanya kematian yang pantas kamu terima Ja**ng !! Hahaha "


Xiolingling menarik jurusnya dan semua manusia angin lenyap seketika. Kemudian dia mengibaskan selendang birunya dan perlahan turun memasuki formasi lumpur Qingwahong.


Dinding lumpur yang semula masih menjulang tinggi, seketika runtuh hanya dengan kibasan selendang Xiolingling.


Xiolingling menghampiri tubuh Lixiayo yang terbujur di tanah. Dia melilitkan selendang birunya ke leher Lixiayo. Dengan selendang biru itu, Xiolingling mengangkat tubuh Lixiayo dan melemparkannya ke arah Qingwahong.


" Hahaha... Pria tua ! Lihat... Aku sudah membunuh Ja**ng itu. Sekarang giliranmu ! " Xiolingling segera maju menerjang ke arah Qingwahong.


Melihat Xiolingling maju ke arah pertarungan mereka. Shingha dan Rajhu berhenti menyerang dan mundur beberapa langkah. Saat itu pula Qingwahong juga mundur ke arah pertarungan Gennai Dadoros dan Shadev.


" Xiong Ma !! " Teriak Qingwahong ketika dia tiba di dekat pertarungan Gennai Dadoros.


Gennai Dadoros menoleh ke arah Qingwahong yang menggendong tubuh Lixiayo dan memukul dengan keras tepat di dada kanan Shadev.


" Ukh... " Shadev terpukul mundur delapan langkah kaki dan memuntahkan sedikit darah dari mulutnya.


' Bocah ini!? Dari tadi dia hanya menghindari seranganku, tapi setelah melihat kedatangan pria tua itu, dia mendadak menyerangku... Tidak ku sangka, pukulannya akan sekuat ini ' Pikir Shadev sembari mengalirkan tenaga dalam untuk mengobati luka hantaman pukulan Gennai Dadoros.


Gennai Dadoros tersenyum tipis ke arah Shadev dan mundur mendekati Qingwahong bersamaan dengan Xiong Ma yang juga menjelma menjadi butiran debu putih dan mundur ke arah Qingwahong.


" Apa kita akan mundur? " Tanya Xiong Ma kepada Qingwahong.


Qingwahong tidak berkata apa-apa melainkan hanya mengangguk pelan. Setelah melihat anggukan itu, Xiong Ma dan Gennai Dadoros masing-masing segera memegang pundak Qingwahong.


Xiong Ma memegang pundak kiri Qingwahong dan Gennai Dadoros memegang pundak kanan Siluman Kodok Punguk tersebut.


" Mau mundur sejauh apa pun, kamu tetap akan mati ! " Ucap Xiolingling yang tiba-tiba muncul beberapa langkah di depan Qingwahong.


Xiolingling mengibaskan selendang birunya dan mengarahkan selendang biru yang memanjang itu untuk menyerang ke arah Qingwahong.


*Duaarr*


Ledakan terjadi ketika selendang biru Xiolingling berhasil menyerang Qingwahong.


Selendang biru milik Xiolingling tepat menghantam tubuh Qingwahong yang saat itu masih berdiri menggendong Lixiayo dengan Xiong Ma dan Gennai Dadoros berdiri di sisi kanan dan kirinya.


" Apa !? " Teriak Xiolingling kaget setelah melihat ledakan yang terjadi dari serangannya.

__ADS_1


Keempat pendekar muda Meghalaya juga terkejut setelah melihat ledakan tersebut. Bukan karena ledakan itu tidak berhasil mengenai Qingwahong dan rekan-rekannya. Hanya saja, setelah ledakan itu terjadi, hanya potongan patung-patung manusia lumpur yang terlihat di lokasi ledakan.


Ternyata yang diserang oleh Xiolingling hanyalah patung-patung manusia lumpur yang menyerupai Qingwahong, Xiong Ma, Gennai Dadoros dan Lixiayo.


' Mereka berhasil kabur ' Batin Shingha.


Shingha menyadari bahwa potongan patung itu adalah cara Qingwahong dan rekan-rekannya untuk melarikan diri dari pertarungan tersebut.


Shadev benar-benar kesal melihat hal tersebut, dia merasa belum puas untuk membalas Gofan palsu.


' Lain kali kita bertemu... Akan ku pastikan kamu mati ! ' Pikir Shadev saat mereka semua akhirnya memutuskan untuk mencari keberadaan Meiling di dalam gubuk.


Xiolingling memutuskan untuk membiarkan Qingwahong dan kelompoknya kabur sebab bagi Xiolingling selama Batu Mahkota ada di tangannya mereka akan datang kembali mencari dirinya.


Ketika mereka berlima masuk ke dalam gubuk, mereka melihat tubuh Meiling terikat di atas ranjang dengan keadaan tanpa sehelai kain pun yang menutupi tubuhnya.


' Ba****an ! Bocah ubanan itu berani melakukan ini kepada Meiling !! ' Batin Xiolingling.


Xiolingling segera menutupi tubuh Meiling yang masih tidak sadarkan diri dengan sebuah kain dari Cincin Dimensinya. Xiolingling juga memerintahkan keempat pendekar muda Meghalaya itu untuk kekuar dari dalam gubuk.


Berpuluh hela napas kemudian, Xiolingling keluar dari dalam gubuk bersama dengan Meiling yang telah sadarkan diri, tentunya dengan pakaian baru yang telah menutupi seluruh tubuh Meiling.


Tanpa banyak bicara, mereka bergegas kembali ke Istana Kerajaan untuk menemui Rohshan dan yang lainnya.


Di lain pihak Qingwahong dan kelompoknya berhasil kabur dan kembali ke sebuah ruangan rahasia di Markas Pasukan Taizongbudui.


Lixiayo yang berpura-pura mati akhirnya bangkit kembali. Sebagai seorang Siluman Tengkorak Putih menyamarkan kematian bukanlah perkara sulit.


" Aku pikir kamu mati sungguhan. Ini pertama kalinya aku melihat kemampuan Siluman Tengkoran Putih itu ... Hebat ! Sungguh... " Ucap Gennai Dadoros.


Tadinya dia sempat memeriksa tubuh Lixiayo yang dingin dan tidak memiliki denyut nadi. Dia sempat mengira Lixiayo telah mati.


" Sudahlah... Meski kita berhasil kabur tapi hanya rencanamu yang berhasil. Sial ! Batu Mahkota masih di tangan mereka... " Sahut Lixiayo kepada Gennai Dadoros, sembari menghela napas panjang.


" Ini semua berkat kalian. Terima kasih Putri "


" Sesuai perjanjian aku akan menyamar sebagai Putra Mahkota dan membantumu melakukan rencanamu "


Gennai Dadoros mengusap-usap kembali wajahnya dan merubahnya kembali menyerupai wajah Putra Mahkota Kerajaan Penda. Gennai Dadoros juga merubah warna rambutnya menjadi hitam. Kini wajahnya terlihat sama persis dengan wajah Putra Mahkota Penda.


" Setidaknya masih ada rencana lain untuk mencapai tujuan kita " Ucap Xiong Ma setelah melihat wajah baru Gennai Dadoros.


" Benar Putri. Tidak perlu terlalu dipikirkan. Kita akan mendapatkan kembali Batu Mahkota itu " Ucap Qingwahong.


Lixiayo diam beberapa saat setelah mendengar ucapan keduanya.


" Kita lakukan rencana cadangan. Xiong Ma, dimana Bocah berambut putih itu sekarang? " Tanya Lixiayo setelah dia berpikir tentang langkah berikutnya yang harus dia lakukan untuk menebus kegagalan tersebut.


Xiong Ma memberitahukan semua yang dia tahu kepada Lixiayo. Bahwa Gofan berhasil kabur ke Perguruan Tunjung Putih dan mendapat julukan Iblis Putih dari penduduk Ibu Kota.


" Panggil Jangxi dan yang lainnya, kita akan segera pergi ke Perguruan Tunjung Putih ! "


Begitulah akhirnya, Lixiayo dan beberapa Pasukan Taizongbudui tiba di Perguruan Tunjung Putih untuk melaksanakan rencana cadangannya.


Bersambung...


Terima kasih kepada semua yang telah membaca, memberi Bintang, Like, Komentar, dan juga Vote.


Saya Ucapkan banyak terima kasih atas dukungan kalian.


Ingat Klik Favorit dan ikuti terus kisah Gofan juga Zhao Feng.


Selamat Membaca Dan Semoga Menikmati.

__ADS_1


__ADS_2