
Di depan Gua Lebah Punggung Taring.
Trang!!
Brizzzz....
Trang!!
Brizzzz....
Pertarungan tengah terjadi.
“Lebah-lebah ini terus bertambah besar, sekarang bahkan dua kali lipat lebih besar daripada tahun sebelumnya.” ucap seorang Pembudidaya yang tengah terluka karena serangan Lebah Punggung Taring.
“Bukan hanya itu, lihat taring-taring di punggung mereka, semakin besar mereka semakin beracun taring-taring itu.” sahut yang lain.
Ada sembilan orang di antara mereka, dua terluka parah karena terkena racun taring para Lebah, dan tujuh lainnya terluka ringan.
Lebah Punggung Taring, yang terbesar bisa mencapai sebesar lengan manusia dewasa, sementara yang kecil seukuran telapak tangan. Sekarang ada 15 di antara mereka yang bertarung menghadapi sembilan orang tersebut.
“Buyi... Kenapa kamu belum juga menggunakan benda itu?.” tanya seorang Pemuda kepada Gadis dengan sisik ular berwarna hijau melingkar di lehernya, mirip kalung.
“Yaoxin... Dupa ini hanya bisa berguna sekali, kita harus menunggu seluruh Lebah berkumpul sebelum menggunakannnya, atau semuanya hanya akan sia-sia.” sahut Gadis bersisik hijau, yang tidak lain adalah Jiang Buyi.
Pemuda yang bertarung bersamanya bernama Mo Yaoxin, salah satu anggota Aliansi Pendalaman Musim.
“Sial!?... Ini lebih merepotkan daripada yang aku bayangkan!.” Yaoxin menangkis tiga serangan lebah sekaligus, tapi terpukul mundur beberapa puluh langkah.
Dia terjatuh tepat beberapa langkah di depan Gofan dan Li Yuan.
Gofan menghampirinya, membantu memapahnya berdiri, “Pendekar... Apa kamu baik-baik saja?.”
Yaoxin menepis bantuan Gofan dan memandang ke arah Gadis cantik di sebelahnya, “Putri Suci?!.”
“Ada apa denganmu? Seseorang membantumu tapi kamu justru bersikap seperti itu?.” Li Yuan menatap marah pada sikap Mo Yaoxin.
“Maafkan aku teman... Aku tidak tahu, kamu bersama Tuan Putri. Terima kasih. Aku baik-baik saja.” Yaoxin menangkupkan tangan ke arah Gofan, hanya formalitas, bagaimanapun dia tidak ingin berselisih dengan Putri Suci.
Gofan mengangguk tanpa komentar, baginya hal semacam itu bukan masalah, namun dia tahu betapa pentingnya menjadi seorang Putra dan Putri Suci Aliansi.
“Putri... Apa kamu ke sini juga untuk mengumpulkan Inti Madu?.”
“Tidak. Aku hanya akan menonton. Mo Yaoxin... Untuk apa kamu melakukan ini? Inti Madu tidak akan terlalu berguna bagimu bukan?”
“Ini....”
“Mo Yaoxin!!! Apa yang kamu lakukan??.” Teriak Jiang Buyi.
Setelah Yaoxin terpukul mundur, dia harus menghadapi lima lebah sendirian.
“Jiang Buyi!.” Gofan melompat *Wuuusss* lompatan besar-kecil, menerjang ke arah para lebah.
*Traang* Pedang Qinglong muncul di tangannya, sebelum wujudnya perlahan memburam dan menghilang.
“Kamuflase?!.” ucap Li Yuan, tanpa sadar saat melihat aksi Gofan menghilang tiba-tiba.
“Kamuflase? Putri siapa pemuda itu?.” tatapan Mo Yaoxin sama herannya dengan Li Yuan.
“Masih bertanya? Dia memanggilmu! Kenapa kamu masih di sini?! Bodoh!!.” bentak Li Yuan. Mo Yaoxin tidak berharap akan dibentak seperti itu, dia hanya penasaran. Dia berbalik dan menerjang ke arah para Lebah.
*Cruuatt*
*Cruuatt*
*Cruuatt*
__ADS_1
Lima lebah yang menyerang Jiang Buyi mati terbelah dan setiap Inti Madu di dalam tubuh mereka keluar melayang dan menghilang.
“Aku membunuh mereka, maka aku akan menyimpan Inti Madu mereka.” Gofan muncul tiba-tiba di hadapan Jiang Buyi dengan pedang bersimbah darah para lebah.
Jiang Buyi tidak bisa tidak terperangah, dia tidak bisa merasakan kehadiran Gofan sebelumnya, dia hanya melihat lima lebah yang menyerangnya mati dengan terbelah begitu saja.
“Tentu. Terima kasih... Tapi, siapakah kamu?.”
“Dia datang bersama Li Yuan.” Mo Yaoxin muncul terlambat. Alisnya mengerut melihat Gofan, dia dengan jelas memindai bahwa Gofan belum berada di ranah Saint God, tapi kemampuannya begitu misterius.
“Aku Mo Fan. Salam Kenal.”
“Mo Fan? Kamu orang Klan Mo? Kenapa aku tidak tahu ada orang sepertimu dari Klanku?.” tanya Mo Yaoxin.
“Aku hanya orang cabang. Bukan siapa-siapa, bagaimana mungkin Pendekar mengenalku.”
Seorang pembudidaya lain mendekat ke arah Jiang Buyi, “Ketua. Ini 10 Inti Madu yang kami dapatkan, Mo Hu dan Jiang Li terluka parah, sementara yang lain masih memulihkan diri.” ucapnya menyerahkan Inti Madu.
“Baik. Ambil ini dan bagikan pada yang lain.” Buyi melemparkan sebuah botol obat.
“Baik Ketua.”
“Saudara Mo Fan... Siapa sangka kamu bisa kamuflase... Orang cacat yang berbakat.” Li Yuan muncul dan menepuk pundak Gofan.
Entah itu pujian atau hinaan, tidak bisakah berhenti menyebut kata 'cacat'?, “Bukan apa-apa, ini hanya teknik untuk menyelamatkan diri, aku masih terlalu lemah.”
Lemah? Bahkan tidak terluka setelah dengan cepat membunuh lima Lebah Punggung Taring?, “Salam Putri Suci.” Jiang Buyi dan yang lain menangkupkan salam ke arah Li Yuan.
“Hmm.” Li Yuan mengangguk pelan, “Buyi. Apa ini? Kenapa kamu dan Yaoxin mencari Inti Madu? Bukankah ini tidak akan berguna untuk kalian?.”
“Ini perintah Aliansi. Sekarang banyak Saint God baru dari Alam Kecil, kami memerlukan banyak Inti Madu untuk membantu budidaya mereka.”
“Oh.. Tapi, berhati-hatilah, tiga orang di belakang sana sedang mengintai kalian.” Li Yuan menunjuk ke arah Pohon besar di belakang Jiang Buyi.
*Wuusss* *Wuussss* *Wuusss*
Enam orang muncul dan menyapa Li Yuan dan lainnya. Tiga di antaranya adalah Li Cheng dan kelompoknya.
“Sudah tidak bersembunyi lagi?.” Li Yuan melipat tangan di depan dada, melihat kemunculan Li bersaudara.
“Putri sudah mengekspos kami.. Untuk apa lagi bersembunyi.” sahut Li Cheng sembari tertawa pelan.
“Cih... Sudah lihat bukan? Aku tidak melakukan apapun, dia bisa mendapatkan lima Inti Madu dengan mudah.” Li Yuan mendengus pelan, menepuk pundak Gofan dengan angkuh.
“Benar.. Benar.. Aku tidak menyangka, saudara Mo Fan akan selihai ini. Sungguh orang cacat yang berbakat.” Li Cheng menekankan kata 'cacat'.
Mendengar itu Gofan hanya tersenyum dan mengangguk pelan, sebelum pandangannya jatuh ke arah tiga orang lain yang muncul bersama Li bersaudara.
Li Cheng menyadari arah tatapan Gofan, “Ah Benar... Saudara-saudaraku.. Perkenalkan ini adalah saudara dari Paviliun Pedang Surgawi, mereka sedang mencari seseorang yang menghilang dan berkaitan dengan lebah-lebah ini.”
Seorang Pria dengan pedang besar di punggungnya maju dan memperlihatkan sebuah gambar, “Saudara Aliansi. Aku Chu Xiu. Apakah ada di antara kalian yang pernah melihat pemuda di dalam gambar ini? Pemuda ini adalah putra Kepala Desa, beberapa waktu lalu, dia juga pergi untuk mencari Inti Madu.”
“Itu.. Aku melihatnya, dia dan beberapa orang lain berada di dalam Gua ini.” sahut salah satu anggota kelompok Jiang Buyi.
“Sepertinya pemuda di gambar ini sudah menjadi makanan dari Ratu Lebah.” ucap Mo Yaoxin.
Chu Xiu dan dua orang dari Paviliun Pedang Surgawi mengernyit kesal mendengar tebakan Mo Yaoxin, bagaimana pun mereka datang setidaknya untuk menyelamatkan hidup pemuda itu, kalau membawa mayat, hasilnya tidak akan sepadan.
“Mo Hu, Kapan kamu melihatnya?.” tanya Jiang Buyi.
“Tidak lama sebelum kita datang... Aku yakin melihat pemuda itu di antara banyaknya orang yang ditangkap para lebah.” sahut Mo Hu sembari menahan sakit dari luka di tubuhnya.
“Karena ada banyak orang yang ditangkap, kemungkinan pemuda ini masih bisa diselamatkan. Tapi kalian harus cepat. Semakin lama, mungkin dia akan disantap Ratu Lebah.” Ucap Jiang Buyi kepada Chu Xiu dan dua lainnya.
“Terima kasih... Kalau begitu, kami akan masuk terlebih dahulu.. Ayo!.”
__ADS_1
“Tunggu!.” Cegah Li Cheng, “Saudara Xiu, kita kemari dengan tujuan yang sama, kita akan menyerang para lebah itu, kenapa tidak bekerja sama?.”
Li Cheng maju melangkah ke dekat Gofan, melanjutkan ucapannya, “Saudara sekalian sudah melihat kemampuan kamuflase Mo Fan bukan? dan juga dengan Dupa Asap Kelabu milik saudari Buyi, kita bisa membantai para lebah itu sekaligus, bagaimana?.” tatapannya jatuh pada Gofan dan Dupa di tangan Jiang Buyi.
“Saudara Mo Fan tidak keberatan bukan? Itu hanya masuk membawa dupa ini dan menyalakannya di dekat sarang mereka, dengan kemampuan Kamuflasemu, itu pasti bukan masalah.” imbuh Li Cheng.
“Kerja sama apa? Meski aku tidak terlihat,... Apa Li Cheng ini ingin aku menjadi pembuka jalan secara cuma-cuma?.” batin Gofan.
Li Yuan menyela, “Li Cheng. Apa kamu mau membuat Mo Fan dalam bahaya? Dia bahkan bukan seorang Saint God, bagaimana jika Ratu mereka mendeteksinya? kamu mau dia mati keracunan?.”
“Tuan Putri. Anda salah paham. Saudara Mo Fan ini cukup menempatkannya di jarak 15 kaki dari sarang mereka, aku bisa menyalakan dupa itu dari jauh dengan kemampuan ilahiku.” sahut Li Cheng.
“Apakah kamu mau membantu kami?.” tanya Jiang Buyi, sebelumnya dia sudah memikirkan hal yang sama, hanya saja, dia baru mengenal Gofan jadi tidak selugas Li Cheng yang tidak segan-segan memintanya untuk melakukan itu.
Gofan tampak berpikir sejenak, “Baik aku akan membantu, tapi dengan tiga syarat.” Gofan tidak takut masuk ataupun dideteksi oleh Ratu Lebah, kelemahan mereka ada pada pendengaran mereka, jadi itu bukan masalah. Bukan juga takut pada racun, bagaimanapun, Gofan kebal pada berbagai racun, walau belum pasti bagaiamana reaksi racun para lebah.
“Katakan.” sahut Jiang Buyi.
“Pertama. Dupa ini beraroma khusus, dalam jarak 15 kaki, pasti akan dideteksi, aku perlu formasi kecil untuk menyembunyikan aromanya, ada yang bisa?.”
“Bukan masalah. Guruku memberi manual untuk menyembunyikan aromanya.” ucap Jiang Buyi.
“Kedua. Aku ingin tiga Inti Madu dari Ratu Lebah di dalam Gua.”
“Tiga? Apa kamu gila? Di dalam mungkin hanya ada satu sampai tiga Ratu, bagaimana mungkin kamu ingin semuanya.” Li Wu tentu tidak setuju dengan syarat itu, dia dan saudaranya datang untuk Inti Madu dari para Ratu.
“Tenang dulu... Aku hanya ingin tiga, di dalam ada lebih dari tiga ekor Ratu Lebah.” ucap Gofan yakin.
“Mustahil!? Satu sarang hanya akan ada satu sampai tiga Ratu dalam satu koloni. Atas dasar apa kamu mengatakan ada lebih dari tiga?.” tatap Li Wu kesal.
Gofan menggeleng pelan, “Saudara Li Wu bukan? Sepertinya kamu tidak tahu, semakin banyak lebah berukuran besar, semakin banyak Ratu Lebah di dalam Koloni, untuk mengendalikan banyak lebah sebesar lengan ini, tentu saja akan ada banyak Ratu Lebah. Untuk tepatnya berapa jumlah Ratunya, aku tidak tahu pasti, tapi aku yakin, pasti lebih dari tiga, bagaimana? setuju tidak?”
“Setuju. Aku dan kelompokku tidak masalah.” Sahut Jiang Buyi, saat ini yang penting baginya adalah kuantitas, bukan kualitas.
“Bagaimana?.” tatap Gofan ke arah Li Cheng.
“Baik.” sahut Li Cheng singkat, sembari mencegah Li Wu mendebat Gofan lagi.
“Ketiga. Jika aku bisa menyelamatkan putra Kepala Desa terlebih dahulu, apakah para Pendekar Paviliun Pedang Surgawi bersedia memberiku sepertiga dari hadiah yang dijanjikan?.” tanya Gofan ke arah Chu Xiu dan dua lainnya.
“Saudara muda. Apa maksudmu?.” Chu Xiu menggeram.
“Asap dari Dupa ini mengandung racun, menghirup dalam waktu lama akan berbahaya bagi kita, jika dinyalakan oleh saudara Li Cheng, apakah ada waktu bagi kalian untuk menyelamatkannya hidup-hidup?... Sembari aku meletakkan Dupa, aku akan membantu kalian mengeluarkan pemuda itu. Bagaimana?.”
Chu Xiu dan dua lainnya saling tatap, mereka masih ragu untuk memenuhi persyaratan Gofan. Meski racun Dupa itu khusus diperuntukkan bagi para Lebah, tapi ucapan Gofan ada benarnya, untuk beberapa saat, asap racun tidak akan berbahaya, tapi jika terlalu lama menghirupnya, akan berbahaya juga bagi keturunan Dewa Kecil seperti mereka.
“Hadiah untuk menyelamatkannya hidup-hidup lebih berharga daripada pengurangan hadiah karena membawa mayat.” imbuh Gofan.
Mendengar itu, Chu Xiu dan dua lainnya mengangguk setuju, “Baik, kami setuju, sepertiga hadiah akan kami berikan.”
“Ini. Tanda tanganilah.” Gofan melempar sebuah kertas.
“Hutang Darah?!.”
Semua mengenali kertas yang dilemparkan Gofan ke arah Chu Xiu. Itu, surat hutang dengan perjanjian darah, jika tidak ditepati maka akan berakibat pada terganggunya ranah budidaya, bahkan yang terparah bisa mengakibatkan turunnya ranah budidaya.
Kertas itu diperoleh Gofan dari Raja Slime, katanya itu akan berguna, siapa sangka, memang berguna!.
“Tanda tangani atau tidak sama sekali... Di dalam ada lebih dari tiga Ratu Lebah dan puluhan ribu anak buahnya...”
Setelah beberapa penolakan singkat, dengan desakan dari Li Yuan, Jiang Buyi, dan Kelompoknya, dengan terpaksa, Chu Xiu dan Li Cheng menanda tangani Hutang Darah.
Gofan pun menjadi pembuka jalan, masuk ke dalam Gua, bersama Dupa Asap Kelabu.
Bersambung...
__ADS_1