
Belum menjawab pertanyaan Vasudev, Gofan memperhatikan Ziyishi yang mematung. Dia memperhatikan jari manis tangan kiri Ziyishi yang dihiasi sebuah Cincin Dimensi.
‘Apa di dalam Cincin itu ada kedua kunci Gerbang Dewi Ruyi?’ Batin Gofan sebelum menoleh ke arah Gurunya, “Guru... Sebelum aku membuat Zhao Feng mengenaliku, bisakah Guru membantuku melihat isi di dalam Cincin Dimensi Ziyishi?”
“Bukankah kamu ahlinya melakukan hal semacam itu? Sebelum ini, bukannya kamu mencuri Cincin Shiyuxin karena tahu di dalamnya ada kitab yang kamu cari.”
“Itu karena aku melihatnya memasukkan kitab itu ke dalam Cincinnya. Aku tidak tahu cara melihat isi Cincinnya itu...Baiklah, kalau begitu biar ku coba sendiri!” Sahut Gofan sembari membuat sebuah segel tangan.
“Jangan lakukan. Aku tahu kamu mau memaksa melihat isi Cincinnya dengan kesadaranmu, tapi karena dia masih memakainya, itu akan berbahaya. Lihat dulu bentuk Cincinnya itu!” Vasudev melihat ke arah Cincin Dimensi Ziyishi yang berwarna agak keunguan.
Gofan menghentikan segel tangannya, dia memperhatikan kembali Cincin yang dikenakan Ziyishi, “Guru... Apa maksud Guru? Bukankah Cincinnya sama saja dengan Cincin Dimensi lainnya.”
Vasudev menggeleng, “Perhatikan lebih rinci.. Ada tiga bintang kecil di Cincinnya tersebut. Itu adalah tanda Cincin Dimensinya adalah Cincin kelas atas, yang biasa disebut Cincin Berbintang. Ruangan di dalamnya tiga kali lipat lebih luas daripada Cincin Dimensi biasa dan tentu saja pengamanannya juga tiga kali lebih kuat daripada yang biasa.”
Mendengar penjelasan Vasudev, Gofan agak sedikit terkejut. Dia tidak tahu ada hal semacam itu. Cincin Berbintang yang disebut Vasudev bahkan tidak tercantum di dalam Kitab Kompilasi Bela diri.
“Guru. Jika benar ada Cincin Dimensi semacam itu, kenapa tidak banyak yang tahu dan tidak banyak informasi tentang Cincin semacam itu?”
“Itu karena Cincin Berbintang ini, bukan dari Benua kita... Aku hanya pernah melihatnya sekali di Benua Cang'An. Mungkin saja, Cincin Berbintang ada banyak di sana.”
Gofan menoleh ke arah jemari tangan Zhao Feng. Gofan melihat jenis cincin yang sama bertengger di jari manis tangan kanan Zhao Feng. Ada tiga bintang kecil yang juga tersembunyi di cincinnya yang berwarna keunguan tersebut.
“Sepertinya memang dari Cang'An... Lihat Guru, Bukankah cincin yang dikenakan Zhao Feng sama dengan milik Ziyishi?”
“Hmm...” Vasudev mengangguk, “Sepertinya kita perlu meminta bantuannya.. Zhao Feng ini pasti tahu banyak tentang Cincin Berbintang.”
Gofan mendekat ke arah jemari Ziyishi. Tangannya hendak melepas Cincin Berbintang yang dikenakan Ziyishi.
*Plak* Vasudev memukul pelan kepala Gofan.
“Aduh! Guru... Kenapa Guru memukulku?”
“Aiya... Kamu ini bodoh atau bebal? Bukankah Guru sudah bilang, cincinnya itu bukan Cincin Dimensi, jangan asal copot saja... Sudah.. Cepat, buat pemuda ini mengenalimu dan minta bantuannya mendapatkan kunci Gerbang Dewi Ruyi.”
__ADS_1
Mendengus pelan, Gofan yang masih mengusap pelan kepalanya berbalik dan melihat ke arah Zhao Feng. Jari telunjuk tangan kanan Gofan bercahaya putih saat dia menyentuhkan jarinya tersebut ke dahi Zhao Feng.
“Apa itu? Kamu mengirimkan pesan padanya?” Tanya Vasudev usai Gofan melepaskan jari telunjuknya dari dahi Zhao Feng.
Gofan menggeleng, dia berbisik kepada Vasudev, “Aku membagikan kilasan ingatan dari Lengyue kepadanya. Ayo, kita keluar!”
*Blazh* Tiba-tiba Sangkar Gaib milik Gofan bercahaya terang sebelum sesosok makhluk muncul di hadapan Gofan dan Vasudev.
“Xiaobai?!” Gofan terkejut melihat kemunculan Xiaobai dari dalam Sangkar Gaib.
“Kenapa kamu mengeluarkan dia di saat seperti ini?” Vasudev mengira Gofan dengan sengaja mengeluarkan Xiaobai dari dalam Sangkar Gaib miliknya.
Gofan mengangkat bahunya, “Dia keluar sendiri... ” Sahut Gofan sebelum menoleh ke arah Xiaobai yang menggonggong pelan, “Apa? Kamu mau membantu kami menemukan kunci itu?” Ucap Gofan menerjemahkan bahasa Xiaobai.
Vasudev mengerutkan alisnya, dia tidak pernah melihat seekor Makhluk buas kontrak bisa keluar seenak hatinya dari dalam Sangkar Gaib, seperti yang dilakukan Xiaobai sekarang.
“Tidak hanya tuannya yang aneh, hewan kontraknya juga sama anehnya... ” Gumam Vasudev ketika melihat Xiaobai berlari keluar ruangan tersebut.
*Gukguk* Gonggong Xiaobai, ingin agar Gofan dan Vasudev mengikutinya.
“Ikuti dia.. Cepat! Masih ada 30an hela napas sebelum sihir ini hilang!” Vasudev bergegas keluar dan diikuti Gofan.
“Bawa pelayan itu..” Imbuh Vasudev saat mereka berada di luar ruangan mengikuti jejak Xiaobai.
Gofan mengangguk, dia mengangkat tubuh kaku si Pelayan itu kemudian membawanya pergi bersama Vasudev mengikuti jejak Xiaobai yang pergi ke arah pintu masuk Paviliun Bunga Indah.
Sampai di luar Paviliun Bunga Indah, Vasudev menyuruh Gofan meninggalkan pelayan itu di sebuah celah ruang dimensi yang dirobek Vasudev dan kembali mengikuti jejak Xiaobai.
**
“Ini.. Bukannya ini Penginapan Bintang Timur?” Ucap Gofan.
Setelah mengikuti Xiaobai selama 20an hela napas mereka tiba di pintu belakang Penginapan Bintang Timur.
__ADS_1
“Iya, sepertinya kunci-kunci itu ada di sini. Penginapan ini juga milik perempuan itu.” Sahut Vasudev.
Gofan dan Vasudev tidak ragu dengan indra penciuman Xiaobai, karena Anjing Taring Penyanyi adalah Makhluk buas dengan hidung yang sangat peka. Tidak heran, jika pada akhirnya Xiaobai bisa menemukan letak kunci Gerbang Dewi Ruyi milik Ziyishi.
Ketika Gofan berubah menjadi lalat dan mengetahui tentang rahasia Gerbang Dewi Ruyi, Xiaobai yang masih berada di dalam Sangkar Gaib telah menandai bau dari kedua kunci Gerbang Dewi Ruyi milik Ziyishi itu. Itulah yang membuat Xiaobai mampu menemukan letak persembunyian kedua kunci itu.
*Blazh*
“Pengaruh sihirnya sudah habis.. Ayo kita masuk...” Ucap Vasudev hendak melangkah masuk ke dalam Penginapan Bintang Timur.
“Tunggu Guru.. Xiaobai ke arah sana, lihat!.” Gofan mencegah Vasudev masuk ke Penginapan Bintang Timur ketika melihat Xiaobai berbelok ke arah sebuah celah sempit di belakang Penginapan Bintang Timur.
Akhirnya Vasudev dan Gofan menelusuri celah sempit yang dilalui Xiaobai. Setelah beberapa hela napas berlalu, Xiaobai masuk ke dalam sebuah lorong gelap yang tertutup semak belukar.
“Lorong rahasia?!...” Gumam Gofan di belakang Xiaobai yang terus mengendus jejak bau dari kedua kunci Gerbang Dewi Ruyi.
Berjalan ratusan langkah dari ujung lorong tersebut, mereka akhirnya tiba di sebuah Ruang Bawah Tanah.
“Divisi II Serigala Biru? Tampaknya ruang bawah tanah ini adalah markas bawah tanah milik Kongchu.” Ucap Vasudev, ketika membaca tulisan yang terukir di dinding ruang bawah tanah tersebut.
Seperti diceritakan Gofan kepada Vasudev, bahwa Kongchu adalah Kapten Ke-2 dari Bandit Serigala Biru, Vasudev menebak bahwa ruangan bawah tanah itu milik divisi Kongchu yaitu Divisi II dari Bandit Serigala Biru.
“Ini lebih mirip gudang daripada markas Guru.. Ada banyak sekali peti dan harta di belakang sana.” Tunjuk Gofan ke arah kilauan tumpukan emas yang bersinar diterpa cahaya obor yang menerangi ruangan bawah tanah itu.
Ketika Gofan dan Vasudev melihat ke arah tumpukan harta berharga di ruang bawah tanah itu. Xiaobai yang tadinya sedang mengendus bau jejak kunci Gerbang Dewi Ruyi, tiba-tiba terdiam gemetar ketakutan.
*Kaingkaing* Suara ketakutan Xiaobai, saat rambut-rambut di punggungnya sedikit berdiri.
**
Sementara Gofan berada di dalam ruang bawah tanah, Ziyishi dan Zhao Feng kebingungan mendengar suara ketukan di pintu, namun ketika Ziyishi memastikan ke luar tidak ada siapa pun di luar.
Zhao Feng yang melihat itu hanya tersenyum pelan ketika kilasan ingatan masa depan terlintas di benaknya, “Gofan ya? Hehe... menarik...” Gumam Zhao Feng pelan.
__ADS_1
Bersambung...