Pendekar Sembilan Langit

Pendekar Sembilan Langit
Episode 222. Di Gurun Tinta bg. 2


__ADS_3

Jurang Sastra membentang dari utara ke selatan, membagi Gurun Tinta menjadi dua bagian. Kedalaman jurang itu tidak bisa dipastikan, sebab siapa pun yang masuk ke dalamnya belum pernah keluar dari sana.


Ketika rombongan Gofan, Chen Feng dan rombongan mereka tiba di sisi barat Jurang Sastra, sudah ada ratusan ribu pembudidaya Alam Langit yang memenuhi dua sisi area di sekitar jurang tersebut. Masing-masing tersebar di sisi barat dan sisi timur jurang.


“Dewa Sastra dulu adalah pemimpin pasukan yang membunuh jutaan tentara Suku Naga. Dia adalah ahli Totem Dewa dan Formasi Langit nomor satu di kesembilan Alam Langit.” suara berisik percakapan terdengar di kerumunan.


“Totem Dewa itu adalah benda ukiran dan pahatan yang sudah disatukan dengan Jiwa tertentu. Aku punya satu, lihat ini.” banyak yang mulai menunjukkan pemahaman mereka mengenai Totem dan Formasi. Sebagian besar yang hadir memang Ahli Sasta dan Ahli Tempa. Pembudidaya tubuh, Jiwa, ataupun Master Alkimia hanya datang untuk meramaikan.


Beragam jenis pengendalian Totem dan Formasi bermunculan, ini pertama kalinya bagi Gofan melihat hal-hal semacam itu.


Ada patung berbentuk Beruang seukuran telapak tangan, yang ketika diberikan energi Jiwa, itu berubah menjadi sosok ilusi Beruang besar yang kemudian mentransformasi bentuk tubuh si pengguna Jiwa, pengguna itu berubah menjadi sosok gabungan manusia-beruang. Itulah Totem Dewa.


“Oh... aku baru memperhatikannya, ternyata Saudara Fan juga seorang pengguna Totem Dewa.” ucap Chen Feng, memandang ke arah tato formasi di kedua punggung telapak tangan Gofan.


“Inikah Totem?.” Gofan baru mengingat mengenai gambar Formasi Sembilan Kutukan Langit di tangannya.


“Benar. Bukankah demikian? Jika bukan, bagaimana kamu bisa memiliki gambar formasi itu?.”


“Ini hanya sebuah kebetulan. Aku kebetulan memilikinya. Aku belum mempelajari apapun tentang Totem Dewa.”


Chen Feng sedikit heran mendengar jawaban Gofan, “Jadi begitu.... Biar ku beri tahu, gambar di tanganmu itu disebut Totem Formasi Internal....” Chen Feng mulai menjelaskan dengan penuh antusias.


Totem Dewa dan Formasi Langit, termasuk dalam ilmu sastra yang dikembangkan di Alam Langit. Totem Dewa dibagi menjadi empat jenis, Totem Eksternal, Totem Internal, Totem Formasi Eksternal dan Totem Formasi Internal. Sementara Formasi Langit, dibagi menjadi tiga tingkatan Formasi tingkat tinggi, menengah, dan rendah.


“...Patung, Boneka, Pahatan, dan beragam benda ukir yang disuntikkan energi Jiwa Bintang itu disebut Totem Eksternal.” tunjuk Chen Feng ke arah pembudidaya yang merubah bentuk dan kekuatan mereka berdasarkan patung dan benda yang mereka satukan dengan jiwa mereka.


“Mereka yang mengukir Formasi pada benda ukir dan menyatukannya akan menjadi Totem Formasi Eksternal... sebaliknya, mereka yang menyatukan benda ukir langsung ke dalam daging tubuh mereka dan menggambar ukiran formasi di sana, akan menjadi Totem Formasi Internal...” lanjut Chen Feng sembari kembali menunjuk ke arah pembudidaya lainnya.


Chen Feng kembali melirik ke arah tato Formasi Sembilan Kutukan Langit di tangan Gofan, “Sangat sedikit yang sepertimu, karena untuk mengukir totem formasi di tubuh itu akan sangat amat menyakitkan... Aku tidak tahu bagaimana Saudara Fan secara kebetulan menanggung rasa sakit itu.. Haih...” Chen Feng menggeleng pelan.

__ADS_1


Jawaban Gofan yang mengatakan secara kebetulan, sepertinya terdengar sangat mudah. Padahal setahu Chen Feng, sebelum menoreh totem formasi pada tubuh dibutuhkan kesungguhan dan kesiapan untuk menanggung rasa sakit selama proses penyatuan totem formasi masuk ke tubuh.


Jadi, karena Gofan menggambar Formasi di dalam tubuhnya, itu disebut Totem Formasi Internal, secara langsung menyatu dengan tubuh dan jiwa Gofan melalui benda perantara, yaitu Gading Putih yang masuk ke dalam tubuhnya.


Gofan hanya tersenyum, dia tidak bisa mengatakan bahwa dia hampir mati saat totem formasi itu muncul di tangannya. Itu semua berkat Gading Putih... Jika bukan karena itu, Gofan mungkin akan mati saat itu.


“Sebuah kebetulan yang ternyata sebuah Kemampuan Ilahi.” tatap Gofan ke arah tato Formasi Sembilan Kutukan Langit di punggung telapak tangannya.


**


Beberapa petinggi Aliansi Pendalaman Musim menjadi pengarah acara tersebut, lima orang tetua mereka berdiri melayang membentuk lingkaran, empat orang di setiap sisi dan satu orang di tengah. Mereka menggambar sebuah bentuk Formasi di langit.


“Saudara semua. Para pendekar hebat dari seluruh penjuru langit. Hari ini, kami lima Penatua dari Sekte Pendalaman Musim akan membuka penghalang yang membatasi Jurang Sastra ini...” ucap seorang Pria tua yang melayang di sisi tengah.


“...Berdasarkan yang dikatakan Putri Suci kami bahwa semua yang berada di ranah Immortal Realm tidak diizinkan masuk. Mereka yang memaksa sudah dipastikan akan mati!.” imbuhnya.


Beberapa pendekar yang berdiri melayang dengan aura abadi, para Immortal Realm, menekuk alis mereka. Kedatangan mereka kali ini adalah kerugian. Sementara mereka yang berada di ranah Mighty Star merasa begitu bersemangat. Dengan hilangnya para Immortal Realm dari kontes perebutan warisan ini, berarti mereka adalah pemegang kendali.


*Wuusshhh* Cahaya emas memancar dari gambaran formasi yang dibuat oleh kelima tetua Sekte Pendalaman Musim.


Celah lubang besar berbentuk lingkaran berangin membuka penghalang yang membatasi Jurang Sastra, seketika itu, satu demi satu, para pendekar di ranah Mighty Star dan Star Pioneer menerjang masuk ke dalam Jurang Sastra.


“Saudara Fan. Meski tidak ada di kelompok kita yang merupakan Mighty Star, tapi jangan berkecil hati. Selama kita tidak menyinggung para orang kuat itu, kita akan puas dengan apa yang bisa kita peroleh.. Ayo!.” Chen Feng menepuk pundak Gofan sebelum tangannya melambai mengarahkan seluruh kelompok untuk terjun, masuk ke dalam Jurang.


**


Di kedalaman Jurang Sastra, di suatu dimensi terpisah.


Gofan dan yang lain tiba di sebuah lorong dengan penerangan nyala cahaya merah dari batu-batuan di dinding lorong.

__ADS_1


Semua yang telah tiba di lorong dimensi terpisah itu berlomba untuk secepat mungkin mendahului yang lain, tapi dominasi dari para Mighty Star menghalangi jalan mereka. Para Mighty Star menjadi pemimpin, ada lima yang terkuat di antara mereka. Untuk berhati-hati mereka meminta para Star Pioneer yang bukan kelompok mereka untuk memimpin jalan.


“Kalian... Maju!!, periksa apakah ada jebakan di dalam lorong ini. Jalan!!.” seru satu di antara lima Mighty Star itu, namanya Mo Yun.


Yang diperintah oleh Mo Yun adalah Liu Ling, anggota Chen Feng, dengan gugup dia melirik ke arah Chen Feng.


Chen Feng maju, mangatupkan tangan ke arah Mo Yun, “Senior. Junior Liu Ling adalah anggota kelompokku, dia baru di ranah tiga Jiwa Bintang. Jika Senior berkenan, biar aku saja yang menggantikannya memeriksa lorong ini.”


“Ketua...”


“Kakak Feng...” Anggota lain ragu untuk membiarkan Chen Feng berada di garis depan, Jika Chen Feng mati terlebih dahulu mereka tidak tahu harus bergantung pada siapa.


“Tidak apa. Ini hanya memimpin jalan, aku akan berhati-hati memeriksa lorong ini.” ucap Chen Feng sembari menunggu jawaban Mo Yun.


“Mo Yun. Orang ini tampaknya berguna untuk hal lain, sungguh sayang jika dia mati di awal. Kita pilih saja yang terlemah di antara mereka...” seorang Gadis dengan ranah Mighty Star lain bersandar di pundak Mo Yun, matanya memindai semua anggota kelompok Chen Feng, “Kamu... Kamu hanya dua Jiwa Bintang. Mati pun tidak masalah, kamu saja yang memeriksa lorong ini.” tunjuk Gadis itu ke arah Gofan.


Mo Yun merangkul pinggang Gadis itu, “Hahaha.. Benar. Adik Xue'er benar... Kamu.. Biarkan dia yang menggantikan gadis itu.” tatap Mo Yun ke arah Gofan sembari mengelus pipi Gadis Mighty Star bernama Li Xue itu.


Gofan bahkan lebih lemah dari Liu Ling, bagaimana Chen Feng bisa membiarkannya, “Tapi Senior....”


“Jalan!!.” Tekanan Saint Mental dalam jumlah besar menimpa Chen Feng, hingga dia jatuh berlutut.


Melihat itu, Gofan menatap sinis dan mengatupkan tangan ke arah Mo Yun, “Senior.. Mohon hentikan. Aku akan memeriksa jalan lorong ini.”


“Mo.. Fan...” ucap pelan Chen Feng saat tekanan Saint Mental berangsur hilang.


“Tenang saja. Serahkan ini padaku.” bisik Gofan sembari membuka semua Lautan Kesadarannya, berusaha memindai seluruh jalan lorong tersebut.


“Bagus. Ambil ini... dan jalanlah terlebih dahulu.” Mo Yun memberi Gofan sebuah token kayu.

__ADS_1


Ada banyak cabang lorong, kira-kira 24 cabang di antara mereka. Dan kelompok Gofan yang dipimpin paksa Mo Yun masuk ke dalam cabang lorong ke-15. Itu lorong yang terlihat paling besar di antara semua lainnya.


Bersambung...


__ADS_2