
Kini seluruh tubuh Gofan telah diselimuti oleh sosok asap hitam putih itu, perlahan tubuhnya mulai melayu, setiap benang cahaya emas yang keluar dari dalam tubuhnya diserap oleh sosok asap hitam putih.
“Aku tidak pernah berharap, akan ada keturunan Dewa Naga yang bersembunyi di Alam ini, aku sudah sangat lama menantinya Hahaha.” Tawa Roh Iblis itu saat terus menerus menelan benang cahaya emas dari tubuh Gofan.
“Ukh....” Gofan memuntahkan seteguk darah, putaran basis budidaya tubuhnya dihentikan paksa oleh Roh Iblis Tungku Arcana.
“Hahaha... Kenapa melawan? Hentikan saja dan menyerahlah padaku... Ini adalah pembayaran atas apa yang telah dilakukan leluhurmu padaku! Kamu tahu siapa aku?!....”
“.... Bahkan leluhurmu itu, tidak bisa membunuhku... Aku 'Kekacauan Utama' Iblis pertama yang dilahirkan oleh Surga, tapi dia membuangku dan keturunanku di Semesta Iblis... Tempat yang begitu dingin dan begitu suram, sama seperti perlakuannya padaku dan kaumku....”
“Jika bukan karena Dewa Naga, aku dan kaumku pasti sudah menguasai Alam Surga ini... Tidak percuma aku bersabar di dalam tungku busuk itu, tahun demi tahun, aku menunggu seseorang dengan darah keturunan Naga untuk membebaskanku.. dan... dan... dan kini Hahahaha.... Aku akan menggantikanmu, aku melihat ada garis dendam pada hatimu, aku akan membalaskannya pada para Dewa Besar itu Hahaha....”
“Haiwa! Apa kamu bisa mendengarku? Haiwa! Bangun! Bisakah kamu mendengarku?.” Dalam perlawanannya mempertahankan kepemilikan tubuhnya, Gofan berusaha menghubungi Haiwa melalui kontak batin, tapi semua sia-sia, asap hitam putih membungkusnya, menghalangi semua jalur komunikasi keluar.
Tubuh Gofan semakin melayu, kerutan mulai tampak di seluruh permukaan kulitnya, rambutnya perlahan rontok, dan cahaya keemasan di tulang tubuhnya perlahan berubah kusam dan kembali berwarna putih abu-abu.
Di sisi lain, Roh Iblis 'Kekacauan Utama' perlahan mulai membentuk tulang, urat, daging, dia mulai merekonstruksi tubuh baru... Jika terus seperti itu, pada akhirnya, semua yang dimiliki Gofan akan habis diserap olehnya.
Hmm?! Ini..., “Kenapa ini?! Kenapa ada garis keturunan Dewa lain? Siapa sebenarnya dirimu?!...Aaarrggghhh... Sial... Sial...Kepar*t kamu Dewa Naga... sudah mati masih menaruh jebakan untuk menghancurkanku!!!! AAARRRGGHHH!!.” saat setengah dari tubuh Gofan melayu, Roh Iblis 'Kekacauan Utama' telah berhasil membentuk setengah tubuhnya, tapi ketika dia melanjutkan untuk menyerap setengah bagian lain dari tubuh Gofan, dia justru mengerang kesakitan.
**
Jauh di luar Kehampaan, di bentangan luas Langit Violet.
Di dalam sebuah Batu Meteorit besar, sebuah Gua budidaya, lima orang Kaum Iblis tertidur dalam beku.
Tubuh dua orang di antaranya bergetar, saat asap hitam putih meledak keluar dan menghancurkan es beku yang menidurkan mereka. Keduanya membuka mata dan tersadar kembali.
“Tuan! Raja Iblis telah bangkit! Kakak... Akhirnya Tuan kita telah kembali.” ucap salah seorang Kaum Iblis.
“Gu Mou. Kamu bangunkan saudara yang lain, setelah itu tunggu aku kembali, aku akan menemui Raja kita.”
__ADS_1
“Baik Kak.”
*Zyuuutt* salah seorang Kaum Iblis itu hilang menjadi gumpalan asap hitam putih dan melayang ke dalam Kehampaan, melintasi Langit Violet menuju Gua budidaya Gofan.
**
Di Kuil Suci Aliansi Pendalaman Musim...
“Ketua? Ada apa? Apakah Ketua setuju dengan pemberian Pil ini pada para murid baru itu?.” Jiang Ruo bertanya berkali-kali pada Wanita tua di hadapannya, saat Wanita tua itu tiba-tiba mengalami trans 'mirip kerasukan', dia diam mematung dan tidak memberi jawaban.
“Tetua Ruo. Mohon tunggu, sepertinya sesuatu telah menarik kesadaran Ketua. Pasti telah terjadi sesuatu yang penting di luar sana.” cegah Mo Xiefeng saat Jiang Ruo hampir saja mendekati dan mencoba menyadarkan Ketua Aliansi.
“Apa sebenarnya yang terjadi? Aku harap tidak akan ada hal yang akan membalikkan kedamaian.” gumam Li Han.
Ketiganya telah tiba di Kuil Suci Aliansi dan memberi tahu perihal titah Kaisar Langit. Tapi di tengah pembicaraan, Ketua Aliansi mendadak terdiam. Dia mengalami trans, kedua bola matanya mendadak berubah warna menjadi seutuhnya putih.
Beberapa hela napas kemudian...
Tidak lama setelahnya, kedua bola mata Ketua Aliansi kembali normal, “Dia kembali... Kalian bertiga, segeralah pergi ke tempat ini, dan selamatkan siapa pun manusia yang kalian temukan di dalam Gua budidaya itu.” sebuah cahaya biru, melesat masuk ke dalam kening masing-masing Tetua Agung Sekte.
“Ini?!!.” Ketiga Tetua Agung mendapatkan gambaran yang mengejutkan setelah cahaya biru yang berisi ingatan pengelihatan Ketua Aliansi melintas di pikiran mereka.
“Tidak ada waktu untuk penjelasan. Pergi! Selamatkan dia!!.”
“Baik Ketua.” Ketiganya mengatupkan tangan dan membungkuk hormat sebelum mereka menjadi *Wussss* *Wuussss* *Wuusss* menghilang.
Ketiga hilang menjadi kilatan cahaya berwarna-warni dan melayang ke dalam Kehampaan, menembus Portal Dimensi menuju Alam Langit Pertama, tempat Gua budidaya Gofan berada.
**
Sementara itu, kembali ke Gua budidaya Gofan...
__ADS_1
“Sial... Sial... Aarrgghhh!!!... Uhk... Ukh....” Roh Iblis 'Kekacauan Utama' muntah darah berkali-kali, saat darahnya mengenai lantai Gua, itu hitam dan berbau busuk, bunga teratai hitam mekar dari setiap darah hitam tersebut.
Gofan yang dalam keadaan setengah sadar, memaksa tersenyum, “Apa kamu senang sekarang? Darahku itu beracun, apa kamu sen....” *Gedeblug* Gofan tidak menyelesaikan ucapannya, setengah bagian tubuhnya terlihat sangat mengenaskan saat dia jatuh dan kehilangan kesadaran.
Karena racun dari Teratai Racun Pelangi, Roh Iblis 'Kekacauan Utama' menghentikan pembentukan kembali tubuhnya, “Ti-tidak mungkin! Berikan aku penawarnya... Bocah busuk!!! Berikan aku penawarnya!!.” Teriaknya berkali-kali sembari menggeledah seluruh tubuh Gofan.
Setengah tubuh yang berhasil dibentuk Roh Iblis 'Kekacauan Utama' sebagian besar mengandung darah keturunan Dewa Naga, hanya sedikit dari darah keturunan Dewa Pelindung yang berhasil dia peroleh, sebelum pada akhirnya racun Teratai Racun Pelangi memaksanya untuk menyerah.
Roh Iblis 'Kekacauan Utama' menggeram kesakitan, dia tidak menemukan apapun di dalam tubuh Gofan, “Tidak mungkin! Tidak ada penawarnya... Tidak mungkin! Bocah ini pasti menyimpannya di sini.”
*Zyuutt* *Zyuutt* Berkali-kali Roh Iblis 'Kekacauan Utama' berpindah sana sini menggeledah setiap sudut Gua budidaya mencoba mencari penawar yang bisa menyembuhkan racun di tubuh barunya.
Puluhan hela napas sia-sia... Ruangan budidaya di dalam Gua telah hancur berantakan. Mata Roh Iblis 'Kekacauan Utama' mendelik merah, tatapan membunuh terarah pada tubuh Gofan yang terkulai tidak sadarkan diri.
Dia mengepalkan erat tangannya dan berteriak marah, “AAAARRGGHHHHHH!!!.” Duar.. Duar... Duar... Berkali-kali ledakan basis budidayanya membentur dinding Gua dan membuat sebagian besar Gua itu hancur.
Roh Iblis 'Kekacauan Utama' menahan amarahnya, dia tidak bisa membunuh Gofan, racun di dalam tubuhnya memerlukan penawar dan satu-satunya yang pasti tahu mengenai obat penawarnya adalah Gofan sendiri. Karena itu, dia mengamuk marah dan melampiasakan amarahnya pada Gua budidaya Gofan.
Bang! Sebuah ledakan terdengar, saat formasi pelindung Gua budidaya Gofan dihantam oleh asap hitam putih hingga hancur.
“Salam Raja Iblis. Hamba Gu Bai memberi hormat. Selamat atas kebangkitan kembali Raja.” seorang Kaum Iblis muncul dari kepulan asap hitam putih yang sebelumnya menghantam formasi pelindung Gua. Dia berlutut satu kaki, memberi hormat pada Roh Iblis 'Kekacauan Utama'. Dia adalah sosok Kaum Iblis yang sebelumnya terbangun dari tidur panjangnya di dalam batu Meteorit Besar.
“Gu Bai... Pelayanku yang setia... Ukh...”
“Raja?! Ini?! Apa yang terjadi?.”
“Kita harus pergi, seseorang berhasil melacakku, bawa bocah itu juga... Ayo!!.”
“Baik Raja.” Gu Bai meraih tubuh sekarat Gofan dan menggendongnya di bahu.
Di saat mereka berbalik dan pergi... Tiga cahaya warna-warni melesat mendekati mulut Gua budidaya.
__ADS_1
Bersambung...