
'Sial. Kenapa malah jadi dua bulan? Bagaimana ini?' Batin Lujiang saat memikirkan tawaran dari Gofan.
Beberapa hela napas setelah itu, barulah Juliang menjawab pertanyaan Gofan.
Juliang menarik napas cukup panjang sebelum menjawab, "Satu Bulan. Aku mau menjadi pelayanmu selama satu bulan" Tawar Lujiang kepada Gofan.
"Dua setengah bulan. Sekali lagi Paman menawar, maka aku akan memberikan tawaran yang lebih lama" Sahut Gofan sembari mengabaikan tatapan kesal Lujiang.
Lujiang kesal mendengar Gofan meningkatkan tawarannya. Sebelumnya, Gofan hanya meminta dua bulan penawaran, sekarang justru dua setengah bulan penawaran.
"Ba-baik. Baik. Dua setengah bulan. Rubah aku sekarang" Ucap Lujiang setengah kesal.
"Tanda tangani dulu kertas ini. Sesuatu yang tertulis lebih meyakinkan daripada hanya sekedar lisan. Aku tidak mau Paman ingkar janji sesudah aku rubah" Gofan mengeluarkan sebuah kertas putih kosong dari dalam Cincin Dimensi.
Dengan terpaksa Lujiang menuliskan beberapa kata di atas kertas kosong itu dan membubuhkan stempel tanda pengenalnya di bagian bawah kertas.
"Ini.. Sekarang rubah aku" Lujiang menyerahkan kertas perjanjian yang sudah dia tanda tangani kepada Gofan.
Gofan tersenyum usai menerima surat perjanjian tersebut.
Oleh karena Lujiang sudah setuju untuk menjadi pelayan Gofan selama dua setengah bulan, Gofan pun akhirnya membentuk segel tangan dan merubah penampilan Lujiang.
'Siapa sebenarnya bocah ini? Dia bisa merubahku kembali menjadi muda...' Pikir Lujiang saat dia melangkah menuju ke antrian pendaftar bersama Gofan.
Sekarang Lujiang sudah menjadi muda kembali. Dia menjadi seorang pemuda berusia 24 tahun. Untuk menyamarkan identitasnya, Lujiang pun mengganti namanya menjadi Jianglu.
***
[Alun-Alun Kota Hantu]
Usai pendaftaran selesai dilakukan. Para panitia segera mengarahkan para peserta untuk pergi ke Alun-alun Kota.
Kontes pencarian jodoh untuk Shiyuxin, ditentukan dengan kekuatan semata. Semua peserta yang sudah terdaftar akan bertarung sampai kalah, mati, atau menyerah. Tidak ada peraturan selain yang kuat yang menang. Pertarungan diadakan di delapan ring tarung yang ada di Alun-alun Kota.
"Bocah. Kamu dapat ring berapa?" Tanya Lujiang kepada Gofan.
"Paman tenang saja. Jangan takut begitu... Aku ada di Ring dua, kita tidak akan bertemu di eliminasi pertama ini" Sahut Gofan.
"Siapa yang takut jika harus bertemu denganmu di eliminasi pertama... Aku hanya khawatir, kamu akan kalah lebih cepat. Kalau kamu kalah, bagaimana dengan penampilanku ini?"
"Sihirku ini bisa bertahan selama satu mingguan. Paman tenang saja, selama aku tidak menarik Energi Sihirku, Paman akan selalu seperti ini" Sahut Gofan menyombongkan kemampuan sihirnya.
"Selalu seperti ini? Apa Energi Sihirmu ini tidak terbatas?" Tanya Lujiang penasaran.
Gofan menggeleng, "Tidak. Energi Sihirku tentu ada batasnya. Jika dalam satu minggu aku tidak menarik keluar Energi Sihirku, maka Energi itu akan habis dengan sendirinya"
Saat ini ada sekitar 240 orang peserta kontes pencarian jodoh Shiyuxin. Kesemua peserta itu dibagi menjadi delapan kelompok yang akan bertarung bebas di masing-masing ring.
__ADS_1
Gofan mendapatkan tempat pertarungan di Ring dua. Sementara Lujiang mendapatkan tempat pertarungan di Ring empat. Masing-masing di antara mereka akan bertarung menghadapi 29 peserta lainnya.
*Gong* Suara penanda pertarungan bebas dimulai.
"Baik. Saatnya melemaskan otot. Sampai jumpa nanti Paman" Gofan beranjak pergi menuju ke dalam Ring dua.
"Bocah ini..." Lujiang tersenyum melihat tingkah Gofan. Lujiang juga pergi menuju ke Ring empat.
[Ring Dua-Tempat Pertarungan Gofan]
'Energi apa yang harus aku gunakan untuk menghadapi mereka?' Gofan berdiri di sudut ring tarung sembari memilih Energi mana yang akan dia gunakan untuk bertarung.
*Trang*
*Trang*
Sementara Gofan berdiam, pertarungan bebas sudah terjadi tepat dihadapannya.
"Yanse. Lama tidak berjumpa? Aku tidak menyangka kamu akan tertarik mengikuti kontes jodoh semacam ini" Seorang Pemuda bertubuh tinggi besar dan kekar dengan senjata Gada muncul di hadapan Gofan.
'Apa orang berbadan besar ini kenalannya pendekar Yanse?'
" Oh iya... Lam.."
*Zyuut*
Belum sempat Gofan membalas ucapan Pendekar muda itu, Gada yang berlapis api meluncur menyerang ke arah kepalanya.
*Trang*
'Haiwa.. Apa kabar? Apa kamu siap bertarung? Ayo kita habisi mereka!' Gofan mengirimkan suara batinnya kepada Haiwa yang baru saja tersadar dari tidur panjangnya.
'Berkat kamu, sekarang aku baik-baik saja. Terima kasih... Terserah saja. Kalau hanya menghadapi mereka. Kamu tidak perlu bantuanku kan? hahaha' Tawa Haiwa dari dalam Tongkat Emas Naga Kembar saat menjawab pertanyaan Gofan.
Gofan tersenyum saat mendengar jawaban Haiwa. Dia senang karena pada akhirnya dia berhasil membuat Haiwa kembali tersadar.
Sekarang tongkat besi hitam sudah kembali menjadi sebuah tongkat emas dengan dua ekor naga melilit di masing-masing ujungnya. Haiwa sudah tersadar dari tidur panjangnya dan siap menemani Gofan dalam pertarungan.
"Pukulan Api Penakluk Iblis"
Gofan mengerahkan jurus dari Tongkat Emas Naga Kembar. Tongkat sakti milik Gofan itu terlihat seakan mengeluarkan api yang membara.
*Trang*
Pendekar muda bertubuh besar dan kekar itu terpukul mundur saat api dari tongkat Gofan mengenai bahu kirinya.
'Sejak kapan Yanse menjadi pengguna tongkat?!' Batin pendekar muda tersebut, saat dia mengambil ancang-ancang untuk menyerang lagi.
__ADS_1
"Yanse. Kamu pikir hanya dengan api palsu semacam itu bisa mengalahkanku? Aku Wangjang tidak akan kalah jika beradu Api... "
"Hantaman Badai Api"
Api di Gada pendekar muda bernama Wangjang itu mendadak semakin membesar. Sebagai pembudidaya Energi Api, api di Gada Wangjang jauh lebih nyata dan lebih kuat ketimbang api yang seakan berkobar dari Tongkat Emas Naga Kembar. Api di Tongkat Emas Naga Kembar tercipta melalui tenaga dalam dan bukan Energi Api yang sesungguhnya.
*Trang*
*Bhuur*
"Ukh..." Gofan terpukul mundur delapan langkah. Tangan kanannya terkena semburan api dari Gada Wangjang.
Meski Gofan berhasil menangkis serangan Gada berapi Wangjang, namun Gofan terlambat menyadari jika api di Gada tersebut ternyata bisa bergerak dan menyerang mengikuti gerakan Gofan.
"Hantaman Badai Api"
Sekali lagi Wangjang maju menerjang ke arah Gofan dengan jurus yang sama.
'Baik... Aku akan gunakan Energi Tanahku untuk mengalahkan api milikmu' Batin Gofan.
"Jubah Tanah Pelindung"
Gofan membentuk segel tangan dan mengerahkan Energi Tanah miliknya untuk mengendalikan pasir, batu dan tanah yang ada di sekitar ring tarung.
Pasir, batu, dan tanah di sekitar ring terbang dan mengelilingi tubuh Gofan. Pasir, batu, dan tanah itu membentuk sebuah kubah yang melindungi Gofan.
*Duagh*
"Sial. Sejak kapan Yanse menjadi pengendali tanah?!" Gumam Wangjang saat serangan Gadanya gagal mengenai Gofan karena terhalang kubah tanah dari jurus Gofan tersebut.
"Api Empat Penjuru"
Wangjang kembali mengambil ancang-ancang dan melakukan segel tangan lain saat api yang besar menyembur dari telapak tangan kirinya.
Serangan api Wangjang terpencar dan terbelah menjadi empat bagian. Keempat api itu menyerang Gofan dari empat arah mata angin yang berbeda. Secara bersamaan keempat api itu menyerang dan menerjang ke arah Gofan yang tengah dilindungi oleh putaran sebuah kubah tanah.
*Duaaarrr*
Kubah pelindung Gofan berhasil dihancurkan oleh serangan api Wangjang. Serangan api itu meledak tepat saat mengenai kubah tanah Gofan.
Karena ledakan itu, Gofan terlempar beberapa langkah dan terbentur dengan peserta lain yang juga tengah bertarung dengan peserta lainnya.
Bersambung...
Apakah Gofan kalah? Dia terkena ledakan dan terbentur dengan peserta lain...
Apa yang akan dilakukan peserta lain kepada Gofan?
__ADS_1
Dapatkan jawabannya di "Pertarungan Gofan Melawan Wangjang" Episode berikutnya
Terima kasih sudah membaca. Silahkan tinggalkan jejak dan dukungan Anda.