
Keempatnya terkejut melihat kemunculan tiba-tiba Xionan.
Dengan begitu mudahnya Xionan masuk, seolah tidak ada Formasi yang melindungi Tenda tersebut. Bagaimana dia bisa masuk dengan begitu mudahnya, itulah yang ada dipikiran Longwang, Longyun, Longwei dan Yanzi.
“Oh... Nona Xionan, benar bukan?.” Sahut Longwang seakan baru pertama kali melihat Xionan. Berpura-pura tidak mengenalinya.
“Siapa kalian? Dimana Fanfan?.” Xionan mengabaikan ucapan Longwang dan mengulang kembali pertanyaannya.
“Kami.. Kami adalah Penatua Perguruan Yin Biru dan Beliau ini adalah Mahaguru Yanzi.” Tunjuk Longwang ke arah Yanzi, “Tuan Muda Pewaris baru saja pergi ke Perguruan Tujuh Jalan Kebajikan.” Imbuhnya.
‘Apakah dia yang dimaksud Lingbai dengan Gadis yang bangkit dari kematian?.’ Batin Yanzi melihat tingkah tidak sopan Xionan.
“Gofan pergi? Untuk apa dia pergi ke sana?.” Tanya Xionan.
“Kami tidak tahu... Tuan Muda pergi begitu saja tanpa meemberi tahu kami tujuan kepergiannya.” Sahut Longwang berkilah. Dia tidak ingin Xionan mengetahui tentang Kalung Kerang Ajaib dan identitasnya.
“Heh.. Baiklah. Jika dia kembali, sampaikan padanya, aku, Xionan, mencarinya. Permisi.” Sahut Xionan yang kemudian membalik badan dan pergi keluar Tenda.
*Blazh* Sekali lagi, Xionan melewati Formasi pelindung dengan mudahnya.
“Baik Nona, akan kami sampaikan.” Ucap Longwang sesaat sebelum Xionan menghilang dari pandangan keempatnya.
“Paman. Siapa Gadis kurang ajar itu? Kenapa Paman begitu segan terhadapnya?.” Tanya Longwei yang sedari tadi menahan rasa kesalnya melihat tingkah Xionan.
“Namanya Xionan. Gadis yang selalu bersama Gofan. Sebaiknya, kita tidak mengusiknya, dia bukan gadis biasa.. Untungnya, dia belum tahu tentang keberadaan kita, selama ini, Gofan berhasil merahasiakannya dari Gadis itu.” Sahut Longwang.
Kemudian, Longyun menceritakan semua tentang hubungan Xionan dan Gofan.
Setelah itu, Yanzi meninggalkan mereka bertiga dan pergi keluar Tenda. Yanzi juga memberi arahan kepada Penatua dan para muridnya agar tidak memasuki Tenda tersebut.
Meski Longwang, Longyun, Longwei, dan Yanzi tidak ada yang membahas lebih jauh, satu hal yang menyisakan tanda tanya di antara keempatnya adalah bagaimana Xionan bisa dengan mudahnya menembus Formasi pelindung yang dibuat Yanzi.
**
*Trang*
*Zyuut*
*Trang* Dentuman pedang beradu.
__ADS_1
“Kalian masih berlatih tanding?... Oi..Gadis perguruan Yin, terima kasih, aku pergi dulu.” Ucap Xionan ke arah Lingbai yang masih bertarung dengan Shiyuxin.
*Zyuut* Shiyuxin mundur dari pertarungan.
“Eh... Berhenti-!. Dimana Gofan? Kenapa kamu hanya sendiri?.” Tanya Shiyuxin sesaat setelah menghampiri Xionan.
‘Gadis ini masih saja menanyakan Fanfan... Apakah dia memang Istrinya? Sepertinya aku harus memastikan masalah ini..’ Batin Xionan sebelum menjawab pertanyan Shiyuxin, “Dia sudah pergi ke Perguruan Tujuh Jalan Kebajikan.” Ucapnya singkat, sembari melenggang meneruskan langkahnya.
‘Sial. Ini semua gara-gara Lingbai!... Jika tidak, aku pasti bisa menyelesaikan urusanku dengan Gofan.. Tapi siapa Gadis itu?.’ Batin Shiyuxin yang penasaran dengan Xionan.
Shiyuxin kemudian memutuskan untuk pergi mengikuti Xionan. Dia memutuskan untuk mencari tahu lebih jauh tentang hubungan Xionan dan Gofan.
Sementara itu, Xionan memutuskan untuk menanyakan tentang Shiyuxin kepada Duan Tianlang.
***
Dua Hari Kemudian...
Turnamen Pulau akhirnya dimulai.
Semua Peserta berkumpul di tengah Pulau. Sebuah ring tarung yang berukuran sangat besar telah dibuat dengan menggunakan kemampuan pengendalian Elemen Tanah.
Di sisi utara ring tarung, di baris tempat duduk tertinggi, duduk Raja Penda, Litaihwang. Di kanan dan kirinya, masing-masing adalah Ximenbao dan Litaihyun.
Kemudian, di sisi kiri Litaihyun berjejer secara berurutan Pangeran dan Putri Penda, serta Pangeran dan Perwakilan dari Benua Meghalaya dan Benua Cang'An.
“Aku dengar, pendekar bernama Zhao Feng itu, baru setahun lebih memasuki Akademi Zhuojia. Tapi para Penatua di Akademi itu memutuskan untuk mengirimkannya sebagai perwakilan satu-satunya... Bukankah itu konyol?.” Ucap Shadev dalam bahasa Meghalaya.
Akademi Zhuojia adalah salah satu tempat pengolahan budidaya terbesar dan paling terkenal di Benua Cang'An.
“Ada yang bilang dia awalnya datang bersama seorang Seniornya, tapi entah kenapa pada akhirnya, hanya dia sendiri yang tiba di Pulau Api.” Sahut Rajhu.
“Tidak perlu memikirkan perwakilan Benua Cang'An, dia hanya simbolis dunia politik kerajaan, yang perlu kita khawatirkan adalah si Bocah ubanan itu dan juga Gadis bertopeng itu.” Ucap Burka menanggapi keduanya.
Burka akhirnya mengetahui identitas Yubing. Dia tahu bahwa Yubing yang telah membunuh Bulga.
“Sialnya, dia sudah bukan lagi buronan. Dia sekarang menjadi pemilik perguruan besar, bahkan menjadi murid seorang Vhala..Heh.” Geram Shadev saat matanya memandang ke arah kibaran panji bendera Perguruan Tunjung Putih di sisi timur ring tarung.
Sementara di sebelah Ximenbao, duduk anak kesayangannya Ximenhong. Lixiayo duduk tepat disebelah Ximenhong dan diikuti oleh jajaran Jendral dan Kapten Pasukan Taizongbudui lainnya.
__ADS_1
“Ayah.. Benarkah kita tidak akan mempermasalahkan tentang perbuatan Si Iblis Putih itu lagi? Pasukan kita dan Pasukan Meghalaya banyak yang mati dan terluka karenanya.” Ucap Ximenhong sembari mencari-cari keberadaan Gofan.
“Ini keputusan Baginda. Dia sekarang adalah Pemilik Perguruan Tunjung Putih, juga Putali dari Vhala Ruang dan Waktu, selama dia mengabdi untuk kerajaan, kesalahan di masa lalu dapat ditebus.” Sahut Ximenbao.
Namun alis Ximenhong mengernyit dan dia berdecak pelan, kesal mendengar jawaban Ayahnya.
“Tuan Muda Ximenhong. Jangan khawatir, dia bukanlah masalah besar. Jika Tuan Muda mendapat kesempatan bertarung dengannya, tinggal buat saja dia cacat.” Bisik Lixiayo mendengar percakapan kedua Ayah dan Anak itu.
Ximenhong hanya mengangguk pelan saat kedua tangannya mengepal erat dan pandangan matanya terarah pada barisan ketiga di sisi selatan ring tarung, tempat duduk para Gadis bertopeng.
Perwakilan peserta dari Bangsawan Kerajaan Penda duduk tepat di baris kedua, di sisi utara ring tarung.
Mereka adalah peserta yang berasal dari Keluarga Bangsawan Kerajaan. Tidak begitu berbakat, kecuali satu orang pemuda bernama Cangmok. Seperti yang diketahui, Cangmok adalah Putali dari Xunialiang, maka Xunialiang tepat duduk di sebelah kanannya.
“Guru. Kenapa aku tidak melihat Putali baru dari Paman Guru Vasudev?.” Tanya Cangmok.
“Pertandingan belum dimulai. Jangan mengkhawatirkan itu... Cangmok. Kamu harus ingat, Gofan itu bukan bocah biasa, jika kebetulan kamu bertemu dengannya dalam pertarungan nanti. Berusahalah untuk tidak meremehkannya.” Sahut Xunialiang.
“Tentu Guru. Sebagai seorang Senior, aku akan menunjukkan kemampuanku padanya.” Sahut Cangmok sembari tersenyum.
Sementar itu, di bawah kibaran bendera Perguruan Tunjung Putih, duduk Duan Tianlang dan Para Penatuanya dan Ketua Partai Tongkat Sakti, Suezilu.
“Vasudev. Apakah Tuan Muda benar-benar akan muncul? Acara sudah mau dimulai, tapi dia masih belum datang juga?.” Tanya Duan Tianlang cemas.
Vasudev yang duduk tepat disebelahnya, menghela napas ringan, “Dia pasti datang, dia adalah pembawa Keberuntungan Surga, tidak akan ada masalah. Selain itu, Xionan juga ikut bersamanya...” Sahut Vasudev.
“Aku hanya takut Shiyuxin itu akan membuat masalah untuknya... Lagi pula, kenapa Gadis itu bisa ikut-ikutan bersama dengan keduanya?.” Imbuh Vasudev, menggelengkan kepala pelan.
“Aiya.. Itu salahku.. Aku membujuk Gofan agar membawa Gadis itu... Semua itu karena, Shiyuxin ini tahu bagaimana cara menjinakkan para Mayat Hidup yang berjaga di Tenda Perguruan Dunia Gelap.” Sahut Duan Tianlang.
“Tenang saja. Gofan cukup mampu untuk mengendalikan kedua Gadis itu.” Sahut Mouhuli menimpali ucapan keduanya. Saat ini, Mouhuli, Bailaohu, dan Bianselong menyamar sebagai Penatua Perguruan Tunjung Putih.
“Turnamen ini, cukup mengesankan juga.. Makanan dan minuman yang disuguhkan, serta acara pembukaan ini, lumayan bagus.” Celetuk Bianselong saat dia menonton suguhan tarian pedang dan tombak di atas ring tarung.
“Puih... Ini masih jauh jika dibandingkan dengan Turnamen di Kekaisaran Siluman.” Bailaohu meludah, dia masih tidak terlalu suka berada di antara kumpulan manusia. Dia masih tidak menyukai mereka.
Acara pembukaan baru saja dimulai, Turnamen Pulau dimulai dengan kemeriahan tarian pedang dan tombak. Suara musik dan teriakan riuh penonton memenuhi area tersebut. Saat ini, lebih dari puluhan ribu Pendekar telah hadir untuk menyaksikan Turnamen Pulau di Pulau Api.
Bersambung...
__ADS_1