
' Apa ini? Aku harus bagaimana? ' Batin Gofan kebingungan harus bagaimana menanggapi tawaran Lanruo tersebut.
" Hesh " Pada akhirnya Gofan hanya menghela napas pendek sebelum tersenyum dan mengangguk pelan kepada Lanruo.
Lanruo melihat anggukan itu dan berpikir bahwa anggukan itu berarti jawaban setuju. Bahwa Kongchu yang ada di hadapannya setuju untuk ditemani olehnya malam ini.
' Tuan ternyata masih sama... Aku pikir Tuan sudah tidak suka lagi aku temani ' Pikir Lanruo.
" Oh ya.. Kenapa Tuan bisa ada di sini? Bukannya tadi Tuan sedang bersama dengan para Pangeran? " Tanya Lanruo bingung, sembari masih menggandeng tangan Gofan.
Lanruo sebenarnya baru saja selesai mengerjakan tugas dari Ziyishi, untuk menyediakan hidangan utama dan memanggil kelima Dewi Bunga.
Setelah itu, Lanruo mendapat tugas lain dari Ziyishi, yaitu untuk memastikan keberadaan Yubing dan Nian di ruangan paling ujung di lantai tiga Paviliun tersebut.
Ziyishi hanya ingin memastikan bahwa kedua Pendekar Cang'An yang dikatakan oleh Suaminya itu, tidak berhasil menghancurkan Formasi yang telah mereka pasang untuk melindungi ruang penyekapan tersebut.
Ketika Lanruo pergi memeriksa ruang penyekapan itulah, dia secara tidak sengaja bertemu dengan Gofan yang menyamar sebagai Kongchu.
" Oh. Itu, Karena... Aku... Aku ini Pendekar yang hebat, aku bisa muncul dan menghilang sesuka ku " Karang Gofan ketika dia mencoba menjawab pertanyaan Lanruo.
Meski agak sedikit ragu dengan jawaban itu, Lanruo tetap mempercayainya, " Pantas saja Tuan bisa ada di sini, Tuan memang pendekar hebat " Puji Lanruo sembari mengayunkan gandengan tangan mereka ke kanan dan ke kiri.
' Tentu saja aku akan ada di sini, aku ini bukan Kongchu... Eh.. Guru? ' Pikir Gofan ketika melihat Vasudev muncul dan melintas di sampingnya.
" Ehem.. Ehem! " Vasudev berdehem ketika dia baru saja tiba di lantai tiga.
Vasudev melintas di samping Gofan dan Lanruo yang masih mengayun-ayunkan gandengan tangan mereka ke arah kanan dan kiri.
" Orang tua cabul dan Gadis nakal " Gumam Vasudev pelan.
' Sial... Guru pasti tidak mengenaliku. Apa Guru pikir aku tidak mendengar apa yang Guru gumamkan? ' Batin Gofan ketika mendengar gumaman Vasudev.
Seperti yang dipikirkan Gofan, Vasudev memang tidak mengenalinya. Penyamaran yang kali ini digunakan Gofan adalah penyamaran wajah asli Kongchu alias si Iblis Seribu Obat bukan Kongchu si pemilik kedai kecil yang ditemui Vasudev bersama Gofan pada siang hari sebelumnya. Tentu Vasudev tidak akan mengenali Gofan.
Vasudev naik ke lantai tiga untuk mencoba mencari lalat yang mungkin berterbangan di lantai tiga Paviliun Bunga Indah tersebut.
' Haih... Dimana anak itu? Dari tadi hanya kumpulan orang cabul saja yang ku lihat... Jika terus begini, lama-lama aku bisa ikut-ikutan cabul... Kenapa tidak ada seekor pun lalat? ' Batin Vasudev sembari memegang dagunya yang tidak berjenggot.
Melihat Gurunya pergi melewati dirinya, Gofan segera menghentikan ayunan tangan Lanruo dan menepis gandengan tangannya dengan lembut, sembari berkata, " Lanruo. Dewiku... Kamu tunggu saja di ruangan itu, aku pasti akan menyusulmu setelah mengurusi istriku yang menakutkan itu. Kamu mengerti? "
" Lanruo mengerti Tuan. Tapi Lanruo ditugaskan Nyonya untuk memeriksa dua Gadis pendekar di ruangan itu " Tunjuk Lanruo ke arah ruangan paling ujung di lantai tiga tersebut.
' Kebetulan.. Aku bisa menanyakan, identitas pemuda itu ' Pikir Gofan.
" Lanruo pergilah... Biar aku saja yang memeriksa ruangan itu untukmu, kamu kembali dan tunggu aku... "
" Oh ya. Lanruo, siapa Pemuda yang juga berada di dalam ruang penyekapan itu? " Tanya Gofan penasaran tentang identitas pemuda yang dilihatnya terbujur kaku melalui sebaran Energi Mental miliknya.
__ADS_1
" Itu Pangeran Ketiga Meghalaya Tuan. Tuan Muda Ximenhong yang membawanya kemari beberapa hari yang lalu... "
" Baiklah Tuan... Tuan tolong periksa mereka dan pastikan saja mereka masih berada di sana. Lanruo akan menunggu Tuan di ruangan yang biasa " Ucap Lanruo yang diakhiri dengan tawa genit sembari berlari-lari kecil meninggalkan Gofan.
Usai memastikan bahwa Lanruo benar-benar sudah menjauh, Gofan berbalik dan menuju ke arah Vasudev.
Vasudev masih berjalan seperti mencari sesuatu, dia masih berusaha menemukan Gofan. Vasudev mengira Gofan masih dalam wujud lalatnya.
" Guru " Ucap Gofan sembari menepuk pundak Vasudev dari belakang.
Vasudev menoleh dan melihat ke arah Gofan, ' Ada apa ini? Kenapa dia memanggilku Guru? Apa si tua cabul ini mendengar gumamanku tadi? '
Vasudev menepis tangan Gofan dan berbalik, kini mereka saling berhadapan, " Maaf, sepertinya Anda salah mengenali orang... Jika Anda ingin mempermasalahkan masalah ucapanku yang kasar sebelumnya, aku minta maaf... Aku harap Anda tidak akan memperbesar masalah itu. Aku hanya bercanda "
Gofan tersenyum kecil, dia melipat kedua tangannya ke belakang punggungnya, lalu berjalan melewati Vasudev.
" Ini aku.. Gofan... Guru, Ayo ikut aku, sudah waktunya kita membebaskan mereka " Ucap Gofan sembari memunggungi Vasudev menuju ke ruangan di ujung lantai tiga tersebut.
Vasudev diam sesaat, dia mencoba mencerna apa yang dikatakan oleh si Pria tua cabul itu.
'Gofan?... Sial, aku benar-benar tidak mengenalinya... Sepertinya dia sudah merubah wujud lagi... ' Batin Vasudev sembari berbalik dan menyusul Gofan. Vasudev akhirnya mengenali Gofan setelah mendengar kata-kata Gofan tersebut.
" Haih... Sudah setua ini, ternyata masih belum bisa membedakan mana asli dan mana palsu " Ucap Vasudev ketika dia berjalan di samping Gofan.
" Kamu benar-benar muridku? Gofan? " Vasudev menoleh dan bertanya, bagaimana pun dia memperhatikannya, dia tidak bisa percaya bahwa Pria tua yang berada di sampingnya itu adalah Gofan.
Setelah mendengar pertanyaan tentang Meiling, barulah Vasudev meyakini bahwa Pria tua di sebelahnya memang benar adalah murid barunya. Sebab hanya dia dan Gofan yang tahu tentang penyelamatan Meiling.
" Gadis itu beruntung, kita tiba tepat waktu, dia masih tidak sadarkan diri saat aku tinggalkan. Tapi tenang saja, sekarang gadis itu berada di tangan yang bisa dipercaya " Sahut Vasudev yang dibalas dengan sebuah anggukan kepala oleh Gofan.
" Siapa ini? Kali ini kamu menyamar sebagai siapa? " Tanya Vasudev penasaran dengan identitas samaran Gofan.
" Kongchu... Ini lah Sosok asli dari tukang tipu itu. Aku menyamar sebagai dirinya "
" Kongchu? Tukang tipu? " Vasudev bingung mendengar jawaban Gofan itu. Setahu Vasudev, wajah Kongchu tidaklah seperti wajah samaran Gofan saat ini.
Melihat kebingungan Gurunya, Gofan pun menjelaskan semua yang telah dia ketahui saat menjadi lalat. Gofan menjelaskan mengenai penipuan yang dilakukan Muruyue alias Ziruyue demi mendapatkan Kunci Perak Gerbang Dewi Ruyi, Kongchu yang ternyata adalah Iblis Seribu Obat dan suami dari Ziyishi, Tujuan kedatangan Tianfuzi ke Paviliun Bunga Indah, serta keberadaan Yubing, Nian, dan Pangeran Ketiga Meghalaya.
" Mereka juga sudah tahu kita akan menyelamatkan Yubing dan Nian, tapi mereka tidak terlalu khawatir... Sebelumnya Ziyishi mengatakan bahwa mereka sudah memasang beberapa formasi pelindung di lokasi penyekapan Yubing dan Nian " Tutur Gofan.
' Gerbang Dewi Ruyi? ' Pikir Vasudev.
Dari semua yang diceritakan Gofan, Vasudev hanya tertarik pada cerita mengenai Gerbang Dewi Ruyi.
" Jadi, dua dari tiga kunci Gerbang Dewi Ruyi ada di tangan Tianfuzi? " Tanya Vasudev.
" Tidak. Sekarang kunci itu ada di tangan Ziyishi. Ziyishi hanya meminta pendapat dan pertolongan Tianfuzi untuk mendapatkan kunci yang ketiga... "
__ADS_1
" Guru. Kita sudah tiba... Ini dia ruangannya " Gofan berhenti di depan sebuah ruangan yang terletak paling ujung, di sudut paling belakang dari lantai tiga Paviliun Bunga Indah tersebut.
' Sepertinya, aku harus berurusan dengan Ziyishi demi kedua kunci itu ' Batin Vasudev saat Payung Tangisan Surga muncul di tangan kanannya.
Vasudev memandang pintu dari ruangan tempat Yubing, Nian, dan Pangeran Ketiga Meghalaya itu disekap.
" Gofan mundurlah sedikit " Ucap Vasudev sembari membentuk sebuah segel tangan.
Gofan mundur tiga langkah ke belakang Vasudev. Dia tahu bahwa Vasudev pasti berencana untuk menghancurkan formasi pelindung ruangan di depan mereka tersebut.
' Haiwa.. Keluarlah! Bantu aku menghancurkan formasi pelindung ruangan ini ' Batin Vasudev.
Vasudev meminta bantuan Haiwa yang berada di dalam Payung Tangisan Surga untuk menghancurkan formasi yang melindungi ruangan di depannya tersebut.
' Percuma.. Aku sendiri tidak akan sanggup menghancurkan formasi itu. Apa kamu bodoh? Tidak lihat hawa siluman di pintu itu? itu Formasi Dunia Mimpi ' Sahut Haiwa dari dalam Payung Tangisan Surga.
' Formasi Dunia Mimpi? Formasi ini dibuat oleh Siluman Mimpi? ' Tanya Vasudev.
' Benar. Kecuali kamu bisa menemukan dimana Siluman itu berada, kamu baru bisa menghancurkan Formasi ini ' Sahut Haiwa.
" Guru? Ada apa? " Gofan menunggu beberapa hela napas, namun setelah melakukan sebuah segel tangan, Vasudev masih juga belum melancarkan serangan apa pun untuk menghancurkan Formasi tersebut.
" Ini Formasi Dunia Mimpi. Kita perlu menemukan Siluman Mimpi yang sedang menjalankan Formasi ini dan mengalahkannya. Kecuali kita mengalahkan Siluman Mimpi itu, kita tidak akan pernah bisa menembus Formasi ini... " Vasudev mengakhiri kata-katanya dengan sebuah gelengan kepala.
' Kecuali kami mengalahkan Siluman Mimpi, kami tidak akan pernah bisa melewati Formasi ini... Pantas saja Ziyishi tidak turun tangan langsung untuk memastikan keberadaan Yubing dan Nian, sepertinya persiapan mereka sudah sangat matang ' Batin Gofan usai mendengar jawaban Gurunya.
" Lalu bagaimana kita akan menemukannya Guru? Dimana Siluman Mimpi itu? " Tanya Gofan.
Vasudev diam, tidak menjawab langsung pertanyaan yang dilontarkan Gofan tersebut.
' Hei..Vasudev, biar aku dan muridmu ini saja yang pergi melawannya, kamu berjagalah disini ' Ucap Haiwa dari dalam Payung Tangisan Surga.
' Baik. ku serahkan pada kalian ' Batin Vasudev saat dia menyalurkan Energi Sihirnya ke dalam Payung Tangisan Surga.
" Sihir Ruang : Dinding Halusinasi "
Payung itu terbuka dan membuat sebuah dinding dimensi. Gofan dan Vasudev berada di dalam dinding tersebut.
" Gofan. Ini adalah dinding halusinasi, orang di luar dinding ini tidak akan bisa melihat kita. Sekarang tidurlah... Haiwa akan menuntunmu bertemu Siluman Mimpi setelah kamu tertidur... "
" Kamu harus melawan Siluman Mimpi dan mengalahkannya, ingat jangan sampai tersesat dalam mimpimu " Vasudev tidak menunggu jawaban Gofan yang terlihat kebingungan. Vasudev menyalurkan Energi Sihirnya ke ujung jari telunjuk tangan kirinya.
" Tapi Gur... " Gofan belum menyelesaikan ucapannya, dia pingsan, tidak sadarkan diri saat Vasudev menyentuhkan ujung jari telunjuk tangan kirinya ke dahi Gofan.
Gofan jatuh dan tertidur.
Bersambung...
__ADS_1