
Wukong, Xioming, dan Xionan tampak bingung melihat Zuena yang tadinya amat tenang, kini mendadak panik. Mereka bertiga tidak tahu siapa Ratu Siluman Serigala yang dimaksud oleh Zuena, jadi mereka tidak mengerti bagaimana harus panik karena hal itu.
" Zuena, ratu apa? Kenapa kamu panik karena dia akan datang? kalau dia datang, biar aku yang tangani " Ucap Wukong.
Wukong dengan percaya diri, menyatakan dia akan mengahadapi si Ratu Siluman Serigala itu jika memang dia datang.
*Plak*
' Astaga, aku lupa, dia baru saja keluar dari latihan tertutup '
Zuena memukul kepalanya sendiri dengan kipas lipatnya, dia lupa bahwa Wukong baru saja selesai mendalami pelatihan tertutup selama tiga tahun terakhir. Tentu saja Wukong tidak akan mengetahui seberapa tenarnya si Ratu Siluman Serigala itu dalam dua tahun terakhir.
Selama pelatihan tertutup, seorang pendekar akan menutup dirinya dari dunia luar, untuk fokus mengolah tenaga dalam dan memperdalam ilmu miliknya. Sehingga banyak pendekar yang tidak mengetahui berita terbaru yang terjadi di sekitarnya, setelah menyelesaikan pelatihan tertutup mereka.
Sementara, wajar bagi Xioming dan Xionan untuk tidak mengetahui siapa Ratu Siluman Serigala, karena mereka hidup jauh dari keramaian, mereka bahkan tidak mengikuti berita tentang para pendekar yang ada di desa mereka, mereka sudah terlalu sibuk bekerja untuk bertahan hidup.
" Kamu sudah membunuh anak-anak ratu itu, ck!... Sudahlah, semua sudah terjadi "
Zuena sedikit kesal karena Wukong tidak mengikuti kata-katanya untuk hanya mengalihkan perhatian dua serigala itu, tapi dia juga sadar, dia tidak memberi peringatan untuk jangan membunuh mereka.
Beberapa hela napas kemudian Zuena melanjutkan, dia berkata, " Intinya kita pergi dulu, jika.... Ukh "
*Zyuut*
Zuena tidak sempat menyelesaikan kata-katanya, tiba-tiba sekelebat sosok bergaun hijau menyambar lehernya, mencekiknya dan membawanya melayang di udara, di atas Wukong dan dua lainnya.
Wukong terkejut melihat sosok bergaun hijau yang tiba-tiba terbang menyambar ke arah Zuena, mencekik lehernya. Melihat temannya yang kini berada dalam bahaya, sambil mengalirkan tenaga dalam ke tongkatnya, dia berteriak, " Siapa kamu?! Lepaskan temanku! "
Xioming bahkan tidak bisa berkata-kata, ini pertama kali dalam seumur hidupnya, dia melihat orang yang bisa terbang.
Hal serupa juga di alami Xionan, di depan matanya untuk pertama kalinya dia melihat hal semacam itu, dia bergerak ke belakang Xioming dan berlindung di balik punggungnya.
' Ukh.. ke..kenapa dia datang secepat ini? ' Pikir Zuena sambil menahan sakit karena cekikan di lehernya.
Zuena yang kini melayang di udara bersama sosok bergaun hijau itu, menyadari bahwa sosok bergaun hijau yang mencekiknya itu pastilah Ratu Siluman Serigala.
Sosok bergaun hijau itu memang Ratu Siluman Serigala, dia datang untuk mencari pembunuh kedua putranya. Kedua putranya itu adalah dua ekor Serigala Mata Biru yang sebelumnya di bunuh Wukong. Setelah mendapati kristal jiwa milik kedua putranya pecah, dia menyadari, seseorang telah membunuh mereka.
Kristal jiwa adalah sebuah batu kaca yang menyimpan sebagian kecil pecahan jiwa seseorang, jika kristal itu pecah, itu menunjukkan si pemilik pecahan jiwa di dalam kristal telah meninggal.
Sosok bergaun hijau itu adalah sosok yang sama, dengan yang sekarang ditemui Gofan di dalam gua di timur Hutan Bambu Kemarau. Namanya Mouhuli, Ratu Siluman Serigala yang dalam dua tahun terakhir sudah sangat terkenal di jagat bela diri Benua Penda.
" Katakan!! Siapa di antara kalian yang berani membunuh kedua putraku? " Bentak Mouhuli tanpa menjawab pertanyaan Wukong.
Mata Mouhuli yang biru kini tampak memerah, ada bekas air mata mengering di pipinya, urat-urat hijau menyembul di pelipis dahinya, dia sangat marah. Dia menatap tajam ke arah ketiganya yang berdiri di bawahnya.
__ADS_1
Zuena yang masih dicekik, mengarahkan tenaga dalamnya ke arah leher, mencegah cekikan lebih keras, kemudian dia berusaha sekuat tenaga melepaskan cekikan si Ratu itu.
Mata Mouhuli melirik ke arah Zuena yang terus mencoba melawan cengkraman tangannya, " Kamukah itu?! "
*Greepp*
Mouhuli mengencangkan cengkramannya, dia berpikir Zuenalah yang membunuh anak-anaknya.
"...Ukkhh...ukh..."
' Sial, andai saja kipasku ...!! ...ukh'
Zuena mengerang kesakitan, wajahnya sudah mulai membiru, tangannya memukul-mukul pergelangan tangan Mouhuli, kipas lipat yang sebelumnya dia bawa terjatuh ketika Mouhuli menyambarnya.
Kipas lipat itu adalah senjata Zuena, jika saja kipas itu masih digenggaman tangannya, tidak sulit baginya untuk memukul mundur Mouhuli, setidaknya bisa memberinya kesempatan untuk kabur. Namun takdir berkata lain.
" Hentikan....!! " Teriak Wukong dan langsung melompat, menyerang dengan tongkatnya yang sudah berapi-api,
"Pukulan Api Penakluk Iblis"
*Zyuut*
*Toingg*
Wukong melompat tinggi, serangan tongkatnya sangat cepat, dengan tepat mengenai pergelangan tangan kanan Mouhuli yang mencengkram leher Zuena.
" ....Ukh... Hueft " Zuena jatuh setelah cengkraman tangan Mouhuli terlepas.
Tubuh Zuena membentur tanah dan dia memuntahkan segumpal darah karena benturan itu.
Wukong masih terus melompat-lompat menyerang Mouhuli, setelah tiga hela napas dia berhenti, tongkat di tangannya masih berapi-api.
" Turun kamu!! Kalau berani sini, akulah yang membunuh dua serigala kudis itu!! " Teriak Wukong menghina dua mendiang putra Mouhuli yang sebelumnya dia bunuh.
Wukong kini tahu bahwa sosok bergaun hijau yang dihadapinya pastilah si ratu yang disebutkan Zuena.
Mendengar kata-kata Wukong, mata Mouhuli sekali lagi meneteskan air mata, urat hijau di dahinya semakin tampak, dia masih melayang dan menatap tajam dengan niat membunuh ke arah Wukong.
" Aarrgghh....!! " Teriak Mouhuli, seketika tenaga dalamnya terpencar membentuk gelombang angin yang dahsyat.
*Duaagghh*
Wukong terpental jauh oleh gelombang angin itu. Hal serupa juga terjadi pada Zuena, Xioming, dan Xionan.
Akibat hempasan gelombang angin itu, Xionan pingsan dan tidak tahu apa lagi yang terjadi dengan dirinya, kakaknya, Wukong dan Zuena.
__ADS_1
Satu minggu setelah kejadian itu, dia mendapati dirinya tersadar di sebuah perguruan bela diri, yang kemudian menjadi tempatnya melatih bela diri.
***
[Saat ini, Gua di Sisi Timur Hutan Bambu Kemarau]
Xionan mengingat kembali bagaimana dia pertama kali bertemu Mouhuli, dan bagaimana kakaknya menghilang sejak saat itu. Bertahun-tahun dia mencari jejak keberadaan kakaknya, namun tidak membuahkan hasil.
Bahkan hingga dia meninggal pun, tak ada kabar apapun tentang kakaknya. Hutan tempat dimana dia bertemu Mouhuli juga menghilang, berubah menjadi Hutan Bambu Kemarau tempatnya berada saat ini.
' Dia pasti tahu apa yang terjadi saat itu ' Pikir Xionan sambil menatap ke arah Mouhuli.
Kini tatapan Xionan tidak lagi pilu, melainkan penuh dengan amarah dan rasa ingin tahu, dia ingin tahu dimana kakaknya, serta apa yang terjadi pada Wukong dan Zuena.
' Nannan, Hei... Kenapa kamu melamun?, kamu belum menjawab semua yang ku tanyakan!! kalian sudah berusia ribuan tahun?'
Gofan menunggu jawaban dari Xionan, setelah Xionan mengatakan dia mengenal gadis siluman itu, dia diam melamun. Gofan menunggu dengan penasaran, berapa tahun tepatnya usia kedua gadis di hadapannya.
Xionan tersentak dari lamunan ingatan masa lalunya dan menjawab pertanyaan Gofan,
' Ah... iya iya... Pertama kali aku bertemu dengannya 700an tahun yang lalu saat aku masih berusia 15 tahun, setahuku dia sudah hidup beberapa ratus tahun saat itu, mungkin sekarang dia berusia 1300an tahun '
' Jadi begitu... ' Gofan tampak mengerti maksud Xionan.
Setelah mendengar jawaban Xionan, kini Gofan yakin gadis siluman di depannya adalah pendekar yang hampir mencapai keabadian. Kemudian dia menoleh ke arah gadis bercadar putih di hadapannya itu, dan menjawab pertanyaannya,
" Tidak ada, Saya berbicara sendiri, Saya hanya mengigau setelah tersadar barusan " Gofan menjawab dengan berbohong, dia tidak ingin memberitahu gadis siluman itu tentang keberadaan Xionan.
" Begitukah?, aku tahu kamu bukan Beruang Bambu tingkat jiwa raja, tapi kenapa di tubuhmu ada kekuatan mereka, siapa kamu? "
Mouhuli menatap Gofan menggunakan persepsinya, dia mendapati bahwa Gofan adalah setengah manusia setengah Beruang Bambu, dia cukup yakin dengan kemampuan persepsinya.
Persepsi adalah istilah kekuatan mental yang dimiliki para pendekar yang mengolah energi mental mereka, hal ini sama seperti intuisi yang dimiliki oleh orang biasa dan para pendekar yang tidak mengolah energi mental, dan serupa juga dengan insting yang dimiliki oleh makhluk buas.
Gofan berpikir selama tiga hela napas, kemudian dia menjawab, " Saya Gofan dari tanah terlarang, tentang kekuatan ini saya mewarisinya tanpa sengaja dari seekor Beruang Bambu yang mendadak mati ketika ingin melahap jiwa saya "
Jawaban Gofan sebagian besar benar, dia hanya tidak mengatakan mengenai batu reinkarnasi yang membuatnya bisa memiliki kekuatan mata iblis itu.
" Ulurkan tanganmu! "
Mouhuli memberi perintah agar Gofan mengulurkan tangannya, dia penasaran apa yang membuat Gofan bisa selamat dari serangan mata iblis dan justru mengambil kekuatan itu.
Gofan mengulurkan tangannya, kemudian Mouhuli memegang pergelangan tangan Gofan dan memeriksa nadinya.
" Ii-ini....!? " Mouhuli terkejut setelah memeriksa nadi Gofan.
__ADS_1
Bersambung...