
Ketika Wuling tiba di dalam Aula Utama kediaman Taofu, dia melihat Suezilu sedang berbincang ringan dengan Si Kepala Desa.
Wuling menghampiri keduanya dan memberitahukan kepada mereka mengenai berita selebaran pencarian Gofan oleh para Pendekar Pengawal Kerajaan.
" Sepertinya yang mereka cari memang si Pewaris baru... Di sini juga dicantumkan bahwa Bocah berambut putih itu, bertarung dengan menggunakan tongkat " Ucap Suezilu setelah membaca selebaran yang diberikan oleh Wuling.
" Kita harus bergerak cepat. Kita harus menemukan si Pewaris ini terlebih dahulu. Jika tidak, akan susah untuk berhadapan langsung dengan para Pendekar Pengawal Kerajaan " Ucap si Kepala Desa.
" Benar. Tapi bagaimana cara kita menemukan anak ini? Akan memakan waktu kalau harus menelusuri seluruh Ibu Kota " Sahut Suezilu.
" Kakak Tianlang. Bukankah Kakak memiliki Harta Rahasia pencari jejak? Bisakah kita mengunakannya? " Imbuh Suezilu, bertanya kepada si Kepala Desa.
Kepala Desa itu bernama Duan Tianlang, seorang keturunan penduduk migran dari Benua Cang'An, yang sudah turun temurun tinggal di Benua Penda.
Duan Tianlang mengangguk dan menjawab pertanyaan Suezilu, " Bisa. Tapi aku memerlukan sesuatu yang berkaitan dengan si Pewaris ini. Bisa darah, rambut, atau apapun yang berhubungan dengannya "
" Ketua. Kepala Desa. Aku sudah meminta Paman Taofu untuk mengumpulkan semua Kepala Pasukan. Kita bisa meminta mereka mengumpulkan informasi terkait masalah hal yang telah dilakukan si Pewaris ini kepada Kerajaan "
" Mungkin saja kita bisa menemukan sesuatu yang berkaitan dengan si Pewaris dari sana " Ucap Wuling kepada kedua pria tersebut.
Duan Tianlang dan Suezilu setuju mengikuti rencana Wuling dan memerintahkan semua Kepala Pasukan Tongkat Sakti beserta anggotanya untuk mencari tahu hal yang terjadi.
***
Sementara Kelompok Partai Tongkat Sakti sedang mencari sesuatu yang berkaitan dengan Gofan.
Gofan baru saja sampai di sebuah gubuk kecil yang terlihat tidak terawat. Gubuk kecil itu ada di ujung sebuah gang sempit. Gang sempit itu, sangat tersembunyi sehingga tidak akan terlihat jika tidak teliti memperhatikan gang tersebut.
Gang itu merupakan sebuah celah sempit di antara dua bangunan mewah bertingkat, yang berdiri saling memunggungi. Jadi, gang ini sebenarnya bukanlah sebuah jalan, melainkan sisa ruang di antara dua bangunan besar yang berdiri saling memunggungi. Di sanalah Gofan mendirikan gubuk kecilnya.
'Dugaanku benar. Tempat ini masih ada. Meski sudah bertahun-tahun aku tinggalkan' Pikir Gofan.
Akibat tempatnya yang sangat tersembunyi, tidak akan ada yang mengetahui keberadaan gubuk Gofan. Sehingga meski telah ditinggalkan selama kurang lebih tiga tahun, gubuk itu masih ada.
Gubuk itu dibangun sendiri oleh Gofan ketika dia hidup sebatang kara, berkelana di Benua Penda. Saat itu, Gofan menemukan sisa ruang di antara dua bangunan mewah bertingkat dan memutuskan untuk membangun gubuk tempat tinggalnya, di antara kedua bangunan tersebut.
Gofan memasuki gubuk dan mengikat tubuh Meiling yang masih tidak sadarkan diri, kemudian Gofan membaringkan Meiling di atas ranjang kecil di dalam gubuknya itu.
Sembari menunggu Meiling tersadar, Gofan memutuskan mengolah budidaya energinya. Gofan menyerap energi langit dan bumi yang ada disekitarnya dan memenuhi kembali lapisan Saripati Energi di dalam Kubus Oktagon.
Di dalam tubuh Gofan kini ada dua Kubus Oktagon, satu kubus betingkat dan satu lagi kubus yang tidak bertingkat. Kubus Oktagon yang baru ini muncul saat Gofan menyerap pecahan Batu Surga milik Tianyuan.
'Sepertinya aku memerlukan energi langit dan bumi yang lebih banyak lagi' Batin Gofan.
Gofan sudah berusaha mengisi penuh Kubus Oktagon barunya yang tidak bertingkat, namun setelah mengisi 1000 lapisan Saripati Energi, kubus itu masih belum penuh juga.
Saat ini di dalam Kubus Oktagon bertingkat, Gofan telah memiliki 3000 lapisan Saripati Energi berwarna ungu. Ditambah dengan 1000 lapisan Saripati Energi berwarna biru di Kubus Oktagon yang baru, sehingga Gofan telah memiliki total akumulasi 4000 lapisan Saripati Energi.
Sementara Gofan masih membudidayakan energinya, puluhan hela napas telah berlalu. Meiling akhirnya tersadar dan melihat dirinya dalam posisi terikat di atas sebuah ranjang.
'Dimana ini? Kenapa aku bisa berada di sini? Apa dia yang melakukan ini padaku?' Pikir Meiling ketika melihat Gofan sedang duduk bersila di lantai gubuk yang terbuat dari kayu.
Meiling hendak berteriak dan memanggil bantuan, namun sebuah kain mirip selendang menutup mulutnya, membuatnya tidak bisa berbicara. Dia juga berusaha keras melepaskan ikatan tali di tubuhnya, namun gagal, ikatan tali Gofan terlalu kencang dan kuat.
__ADS_1
'Kurang ajar!! Beraninya dia melakukan ini kepadaku!?' Batin Meiling geram.
Meiling yang gagal melepaskan ikatan tali di tubuhnya, melihat ada sebuah belati di atas meja di sebelah ranjangnya. Meiling merangkak untuk mencoba meraih belati, namun ketika dia hampir meraih belati kecil itu, dia terjatuh.
*Gedebug*
Gofan membuka mata dan menghentikan budidayanya, ketika dia mendengar suara Meiling terjatuh dari ranjang.
" Oh... Nona sudah sadar? Kenapa tidak memberitahuku?... Oh iya, aku lupa, aku sudah menutup mulut Nona. Maafkan aku, itu hanya untuk berjaga-jaga... "
" Hmm... Apa yang Nona lakukan di lantai? Nona, berpikir untuk kabur? " Ucap Gofan dengan senyuman kecil di wajahnya.
Gofan kemudian berdiri dan menjentikkan jarinya.
*Tik*
*Blazh*
Tiba-tiba, meja beserta belati kecil yang sebelumnya berada di sebelah ranjang, menghilang begitu saja menjadi butiran-butiran cahaya.
Meiling terkejut melihat itu, matanya membelalak. Itu pertama kalinya Meiling melihat ilusi. Dia sadar, penglihatannya baru saja tertipu oleh ilusi buatan Gofan.
'Siapa Bocah berambut putih ini? Dia bahkan menipuku dengan ilusinya'
Meiling kini tahu alasan dia terjatuh ketika hampir meraih belati. Bukan karena gagal meraih belati di atas meja itu, tetapi meja dan belati itu memang tidak pernah ada, itu hanya ilusi yang dibuat Gofan.
Sesaat sebelum berbudidaya, Gofan mencoba beberapa trik ilusi yang diberikan oleh Tianyuan. Oleh karena belum sempat membudidayakan Ilmu Sihir 72 Perubahan Abadi. Gofan belum bisa menggunakan Energi Sihir untuk membuat ilusi tersebut menjadi benda nyata. Jadi, Gofan menggunakan Saripati Energinya untuk membuat ilusi optik.
Gofan mengubah Saripati Energinya menjadi sebuah ilusi optik. Setelah tiga kali mencoba, akhirnya Gofan berhasil membuat ilusi sebuah meja dengan belati kecil di atasnya. Dia membuat ilusi itu untuk menipu penglihatan Meiling.
" Huumm... Huuumm... Huumm....!! " Sahut Meiling tidak jelas dari mulutnya yang tertutup kain.
Sebenarnya yang diucapkan Meiling adalah sebagai berikut, 'Dasar b**jingan. Kurang ajar! Apa yang kamu lakukan? Lepaskan aku b**jingan !!', tetapi karena mulutnya tertutup kain, kata-katanya menjadi tidak jelas.
Gofan tidak mengerti maksud perkataan Meiling yang tidak jelas tersebut, namun Gofan yakin, ucapan Meiling itu pasti berisi makian untuk dirinya.
Gofan berjongkok di hadapan Meiling yang bersandar di tepian ranjang di atas lantai kayu. Gofan menatap wajah Meiling. Mata mereka saling bertatapan.
'Apa yang direncanakan bocah ini?... Jangan bilang, dia tertarik padaku! Kenapa dia mendekatkan wajahnya? Ja-jangan-jangan...' Banyak pikiran negatif bergentayangan di pikiran Meiling saat Gofan semakin mendekatkan wajahnya.
Melihat rona wajah Meiling yang memerah, Gofan tertawa.
" Hahaha... Tenang saja Nona. Aku tidak akan melakukan yang tidak-tidak "
Mendengar ucapan itu, Meiling memalingkan wajahnya, sesaat tadi dia memang berpikir Gofan akan melecehkan dirinya.
" Aku hanya ingin tahu siapa kamu " Ucap Gofan sembari melepaskan kain penutup mulut Meiling.
Meiling tidak langsung menjawab namun meludah ke arah wajah Gofan.
" Puih...! "
Tapi ludah Meiling justru berbalik mengenai wajahnya sendiri.
__ADS_1
" Ka-kamu !? " Ucap Meiling dengan perasaan ketakutan.
Sekilas tadi saat Meiling meludah ke arah wajah Gofan, dia melihat mata Gofan bercahaya hijau dan membuat air ludahnya justru mengenai wajahnya sendiri.
" Jangan berbuat yang aneh-aneh. Sudah ku bilang, bagiku Nona tidak ada apa-apanya ! " Ucap Gofan sembari membersihkan wajah Meiling.
Gofan berdiri dan melanjutkan ucapannya, " Sekali lagi aku katakan. Aku hanya ingin tahu siapa kamu ! "
Gofan berdiri memunggungi Meiling dan menunggu dia memberitahukan tentang dirinya. Gofan ingin tahu, kemungkinan hubungan yang dimiliki Meiling dengan Yubing.
" Aku Meiling, putri Saudagar Terkaya di Kerajaan ini, Tianfuzi ! " Sahut Meiling dengan ketus.
'Tianfuzi? Meiling?...Jadi dia gadis kecil yang aku temui di Lorong Masa Haiwa saat itu!?' Pikir Gofan setelah mendengar perkataan Meiling.
Gofan menyentuh tongkat besi yang tersemat di ikat pinggangnya, ketika mengingat kejadian di Lorong Masa. Gofan masih berharap Haiwa akan segera terbangun.
" Meiling. Apa kamu memiliki saudara kembar atau semacamnya ? " Tanya Gofan.
" Tidak. Aku ini anak tunggal " Sahut Meiling singkat.
'Jadi dia anak tunggal. Lalu, kenapa wajahnya bisa sama persis dengan Yubing?...' Pikir Gofan, sebelum mulai menanyakan hal lainnya.
" Meiling. Katakan padaku, apa yang kamu lakukan dengan para anggota Kerajaan? Mengapa kamu bisa memimpin pasukan berpedang itu ? " Gofan kembali bertanya.
" Untuk apa kamu ingin tahu hal itu! Kamu bahkan tidak ada hubungannya dengan apa yang aku lakukan " Sahut Meiling, enggan menjawab pertanyaan Gofan.
Gofan masih berdiri memunggungi Meiling, saat cahaya hijau memancar dari setengah tubuh Gofan.
" Aku tidak ingin berbuat yang tidak-tidak, jadi jawablah selagi aku masih bersabar " Ancam Gofan.
Hawa dingin terasa merayap di sekujur tubuh Meiling saat mendengar ancaman Gofan tersebut. Cahaya hijau yang menyelimuti tubuh Gofan membuat Meiling merasakan ketakutan.
'Siapa Bocah ini? Energi Mental macam apa ini? Sungguh menakutkan!' Batin Meiling sebelum akhirnya dia menjawab pertanyaan Gofan.
Meiling menjelaskan bahwa, ayahnya adalah donatur utama penyelengaraan Turnamen Pulau tahun ini, karena itu Meiling memiliki kesempatan untuk bergaul dengan orang-orang Kerajaan.
Hari ini Pangeran Pertama dari Kerajaan Meghalaya hadir bersama rombongan dan Meiling sengaja dikirim ayahnya untuk menyampaikan salam dan sebuah pesan kepada Rohshan, Pengawal Pribadi Pangeran tersebut.
" Apa isi pesannya ? " Tanya Gofan menyela cerita Meiling.
" Aku tidak tahu. Aku hanya menyampaikan sebuah token suara, yang aku tidak mengerti artinya " Sahut Meiling.
" Maksudmu, kamu mendengar isi token suara itu? Katakan saja, apa isinya ! " Seru Gofan ingin Meiling mengatakan isi pesan Tianfuzi.
Setahu Gofan token suara adalah sebuah benda ajaib yang mampu merekam suara seseorang untuk jangka waktu tertentu.
Gofan ingin tahu, apa pesan Tianfuzi kepada Rohshan. Gofan menebak, keterlibatan Tianfuzi di Turnamen Pulau, mungkin ada kaitannya dengan perintah dari trah Darah Murni.
Di Saat Gofan memaksa Meiling bercerita. Xionan melayang-layang di luar gubuk.
'Kenapa lama sekali? Apa yang mereka lakukan?' Pikir Xionan.
Xionan ingin masuk ke dalam gubuk namun dia belum menemukan alasan yang tepat untuk kemunculannya nanti di depan Gofan.
__ADS_1
Bersambung...