Pendekar Sembilan Langit

Pendekar Sembilan Langit
Episode 208. Tuan Muda Mo Fan


__ADS_3

Kota Xingchen, Menara Harta Ilahi.


Setengah hari perjalanan menunggangi Si Hitam. Gofan tiba di Menara Harta Ilahi.


“Maaf Tuan. Mohon tunjukkan tanda pengenal dan buka tudung penutup wajah. Kami, Menara Harta Ilahi, berbisnis hanya dengan kejujuran, saling terbuka dan percaya. Tidak ada pengecualian.” Seorang penjaga menahan langkah Gofan saat hendak masuk ke dalam Menara Harta Ilahi.


Itu bangunan Enam lantai, mirip dengan pagoda, di setiap lantai akan ada pembatas yang menjaga keamanaan Harta Ilahi yang ada di dalamnya. Di setiap lantai disediakan Aula Lelang skala kecil. Untuk Lelang akbar, hanya ada di lantai tertinggi, lantai enam, dan hanya akan diadakan setiap satu tahun sekali.


“Ini tanda pengenalku. Aku utusan pribadi Tetua Hong dari Hutan Iblis Langit. Apa aku boleh masuk?.” Gofan membuka tudungnya dan memperlihatkan token identitas milik Jiang Hong.


“Terima kasih. Silahkan.” setelah meyakini identitas Gofan, penjaga itu beralih ke samping pintu dan mempersilahkan Gofan masuk.


**


“Tuan ada yang bisa kami bantu?.” seorang Gadis pelayan dengan tampilan sangat menarik, dengan ramah menyapa Gofan.


Gofan masih memperhatikan sekeliling, tampilan dalam Menara Harta Ilahi sangat mirip dengan tampilan yang dia peroleh dari ingatan Jiang Hong. Jiang Hong itu, meskipun Humanoid dengan tampilan terburuk yang pernah dilihat Gofan selama ini, tapi ternyata sering sekali berkunjung ke Menara Harta Ilahi.


“Aku ingin bertemu Tuan Menara. Ada bisnis besar yang ingin aku bicarakan.”


“Bisnis besar? Puih... Utusan tikus kotor ini berani mengatakan hendak menjalin bisnis besar dengan Tuan Menara? Tuan tikusnya itu saja masih berhutang banyak Kristal Semesta... Sepertinya dia harus dipaksa agar bisa melunasinya.” Gadis pelayan itu menatap Gofan naik turun, lalu beralih berdiri ke sisi depan pintu masuk, menghalangi Gofan, seperti mencegah Gofan kabur dari Menara Harta Ilahi, “Penjaga Ning. Kemari sebentar.”


Seorang Pemuda tegap dengan pedang tersemat di pinggangnya muncul mendekati si Gadis pelayan, “Apa ada masalah, Nona Ming?.”


Xiao Ming tersenyum ke arah Gofan setelah berbisik sesuatu hal pada Penjaga Ning, “Tuan silahkan ikuti Penjaga Ning, dia akan mengantar Tuan ke ruang pertemuan. Aku akan memberitahukan masalah ini pada Tuan Menara.”


“Silahkan Tuan.” Ucap Petugas Ning.


“Baik. Ayo.”


Melihat Gofan dan Wu Ning pergi, senyum ramah Xiao Ming berubah menjadi tatapan sinis. Dia pergi ke arah lain untuk menemui Tuan Menara.


**


Gofan ditempatkan Wu Ning di dalam sebuah ruangan yang agak gelap dan kurang pencahayaan, lumayan berdebu dengan sebuah meja dan kursi kecil, lebih seperti ruang bekas gudang daripada sebuah ruang pertemuan.


Dari dalam ruangan, Gofan mendengar beberapa derap langkah kaki, ada kira-kira lima sampai enam orang berjaga di luar ruangan, ruangan itu sendiri telah dirantai dengan gembok besi seukuran telapak tangan.


Beberapa puluh hela napas kemudian, Xiao Ming tiba dengan seorang Pemuda dengan tampilan cantik. Kulit pemuda itu seputih giok, wajahnya sangat cantik, bahkan jika dibandingkan dengan kecantikan Xiao Ming, itu seperti setetes air di lautan, tidak cocok.


Tingginya sama tinggi dengan Xiao Ming, usianya terlihat sama muda dengan Gofan, Pemuda itu berjalan dengan sebuah Kipas putih berbulu merah muda sebagai hiasannya. Dia adalah Tuan Menara. Gernerasi ke-27 dari Keluarga Menara Ilahi.


“Tuan.. Dia ada di dalam, kami sudah mengamankannya.” bisik Xiao Ming.

__ADS_1


“Bagus. Bajing*an itu, beraninya mengirimkan utusan untuk menipuku lagi... baik, mari kita lihat apa yang bisa kita lakukan padanya.” sahutnya pelan.


Pintu terbuka dan Xiao Ming muncul bersama dengan Tuan Menara.


“Aku Tian Duoduo, Tuan Menara, menyambut tamu. Kamu adalah utusan Tetua Jiang Hong, benar?” salamnya ke arah Gofan dengan senyum palsu.


“Salam Tuan Menara. Bukan... Aku bukan utusan Jiang Hong.”


Tian Duoduo menutup Kipas di tangannya dan melirik tajam ke arah Xiao Ming, “Xiao Ming. Apa ini? Apa kamu sedang bercanda? Bukankah katamu dia utusan Jiang Hong.” bisiknya.


Mata Xiao Ming masih sedikit terbelalak mendengar jawaban Gofan, “Tu-tuan, aku rasa dia sudah mengetahui, kita ingin menangkap Jiang Hong, jadi dia berpura-pura tidak mengakuinya. Dia masuk dengan token identitas Jiang Hong.” sahut Xiao Ming berbisik.


“Tapi Petugas kami mengatakan bahwa Tuan...”


“Aku Mo Fan, anggota luar dari Cabang Klan Mo.” artinya Gofan menyatakan bahwa, posisinya di dalam Klan bukanlah siapa-siapa. Anggota luar, seperti garis keturunan tambahan, bukan garis keturunan resmi.


“...Petugas kami mengatakan Tuan Mo Fan, menunjukkan token identitas Tetua Jiang Hong.”


*Zyuut* serpihan kecil Fosil Emas Tulang Naga muncul di telapak tangan Gofan.


“Tuan Menara. Bukankah tidak perlu tahu dari mana aku mendapatkan token identias. Tuan Menara pasti tahu tentang Fosil tulang ini bukan?.”


Cahaya emas menyilaukan membuat Tian Duoduo terdiam kaku, dia jelas mengetahui serpihan kecil tulang emas di tangan Gofan itu.


“Benar. Ini Fosil Emas Tulang Naga, aku masih punya lebih banyak lagi... Jadi bagaimana? Apakah Tuan Menara akan mempermasalahkan hubunganku dengan Jiang Hong atau mau membahas bisnis denganku?.” Gofan menyimpan kembali serpihan Fosil Emas miliknya.


“Fosil ini, tidak hanya bisa dikonsumsi langsung untuk mengolah ranah budidaya, tapi juga dapat diramu menjadi berbagai obat ilahi, terutama Minyak Ajaib. Dengan Minyak ajaib, luka separah apa pun pasti akan bisa disembuhkan dalam hitungan beberapa hela napas.” imbuh Gofan. Semua yang dia katakan adalah pengetahuan umum yang juga sudah pasti diketahui Tian Duoduo.


Ekspresi Tian Duoduo mendadak berubah lebih ramah, kecantikannya mulai memancar, bahkan Gofan mulai ragu, dia pria atau wanita?!... Wajahnya lebih cantik dari semua wanita yang pernah ditemui Gofan.


Kipas berbulunya dimainkan kembali sebelum tertawa pelan ke arah Gofan, “Tuan muda Mo Fan. Aku sudah pasti akan membahas bisnis denganmu... Bagaimana mungkin aku akan mempersulitmu tentang masalah si Tikus tua itu.” Tian Duoduo menoleh ke arah Xiao Ming, “Ming'er... Panggil Tian Mouli, suruh dia menyiapkan Ruang Utama... Bagaimana bisa kamu membiarkan Tuan muda Mo Fan membahas bisnis di tempat seperti ini?... Cepat!.”


“Ba-baik Tuan.” Xiao Ming masih terpaku, cahaya emas sebelumnya benar-benar membuat cahaya matanya berkilau hijau.


“Maaf untuk ketidaknyamanan ini Tuan muda Fan. Aku tidak tahu jika Xiao Ming akan bersikap seperti ini padamu, aku harap kamu akan lebih berlapang dada.”


“Tidak masalah... tapi...” sahut Gofan ragu.


“Tapi?.. Apa aku perlu menghukumnya untuk kenyamanan Tuan muda?.”


Gofan menggeleng, “Bukan... Aku sedikit tidak nyaman dengan panggilan Tuan muda, aku hanya anggota luar Klan, bukan siapa-siapa. Tuan Menara terlalu melebihkanku.”


“Tuan Muda terlalu sungkan. Siapa pun yang memiliki 'kemampuan' layak disebut Tuan Muda. Mari... Kita akan membahas rincian bisnis ini.” tawa aneh Tian Duoduo terdengar mengantarkan keduanya menuju Ruang Utama.

__ADS_1


**


Di saat yang sama, Aula Besar, Kerajaan Xingchen Dansheng.


Tiga Tetua Agung Sekte Pendalaman Musim sedang duduk bersama Raja Dewa Xingchen Dansheng. Ada lima orang di Aula Besar, termasuk seorang Komandan tempur Kerajaan.


“Terima kasih untuk kehadiran ketiga Tetua Agung Sekte... Hari ini aku ingin menyampaikan titah yang dimandatkan Kaisar Langit padaku.” Raja Dewa melambaikan tangannya, “Tian Ji. Berikan masing-masing satu kotak kepada ketiga Tetua.” perintahnya pada Komandan tempur, Tian Ji.


“Baik yang mulia.” Tian Ji menyerahkan sebuah kotak tembaga pada masing-masing Tetua Agung Sekte Pendalaman Musim.


Ketiganya adalah Tetua dari masing-masing Klan Suci, yaitu Mo Xiefeng dari Klan Suci Mo, Jiang Ruo dari Klan Suci Jiang, dan Li Han dari Klan Suci Li. Ketiganya adalah orang yang telah membuka portal dimensi ke Alam Kecil.


“Terima kasih untuk pemberian ini Yang Mulia, tapi apa hubungan kotak tembaga ini dengan Titah Kaisar Langit?.” tanya Tetua Agung, Mo Xiefeng.


Raja Dewa tertawa pelan, “Kenapa tidak kalian buka dulu, isi di dalam kotak itu akan menjelaskan titah Kaisar.”


Ketiganya membuka kotak tembaga yang mereka pegang masing-masing, “Ini...”


“Benar. Sekarang Tiga Tetua pasti sudah mengerti titah Kaisar bukan?.” tanya Raja Dewa.


“Raja Dewa. Bukankah Kaisar Langit sedang dalam Meditasi Terpencil, apakah beliau secara langsung menyampaikan hal ini?.” tanya Li Han.


“Tetua Han... Kaisar memang belum kembali, tapi dulu setelah Surga menghilang, beliau telah berpesan, jika portal menuju ke Alam Kecil dibuka, dan manusia diizinkan masuk ke Alam Langit, maka satu-satunya jalan adalah melalui hal di dalam kotak itu....” tunjuk Raja Dewa ke arah Kotak Tembaga yang dipegang Li Han, “Ini keharusan, jangan sampai pemberontakan kembali terjadi.”


“Tapi Yang Mulia. Permasalahan seperti ini, kami harus menanyakan pada Ketua Aliansi. Kenapa Yang Mulia tidak memanggilnya datang bersama kami?.” kali ini giliran Jiang Ruo yang bertanya.


“Tiga Tetua seharusnya sudah tahu. Aku sudah mengundang Wanita tua itu untuk datang kemari, tapi sepertinya dia masih.. Haih... Sudahlah, jika bukan mengingat dia adalah saudari dari Kaisar Langit aku pasti akan mengirimkan pasukanku untuk menyeretnya kemari... Kalian bertiga laksanakan saja. Jika tidak, saat Kaisar kembali, entah apa yang akan terjadi... Mengerti?.”


Ketiganya saling tatap sejenak.


“Baik Yang Mulia.” sahut ketiganya serempak.


**


“Tetua Ruo. Bagaimana menurutmu? Apa Ketua akan mengizinkan hal ini?.” Li Han dan dua lainnya terbang melesat menuju ke Kuil Suci Aliansi.


Jiang Ruo menggeleng pelan, “Apa yang akan datang pasti akan datang...” sahutnya singkat sebelum melesat lebih kencang mendahului dua lainnya.


“Permasalahan ini mungkin tidak sesederhana kelihatannya.” gumam Mo Xiefeng sembari menyusul, melaju lebih kencang.


“Haih....” dengan *Wuuussss* Li Han menyusul dua lainnya, ketiganya akan menghadap Ketua Aliansi.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2