
Gofan akhirnya tersadar dari lamunan kilasan masa lalunya, dia menoleh dan membalas seruan Vasudev, " Bukan apa-apa Paman. Aku hanya sekejap mengingat masa lalu "
" Tuan.. Mau pesan apa? " Tanya Guzhimei sekali lagi.
Gofan kembali menoleh ke arah Guzhimei sembari tersenyum tipis melihat wajah Guzhimei, ketika Vasudev menghela napas pelan mendengar jawaban Gofan.
' Bagaimana sebenarnya nasib Kakak Muruyue? ' Batin Gofan sebelum lanjut menjawab pertanyaan Guzhimei, " Gugu. Aku pesan Arak Cenchu dan Daging Karnivorus "
Guzhimei terkejut mendengar nama 'Gugu' disebutkan oleh pria bertubuh gemuk di hadapannya. Belum lagi, pria gemuk di hadapannya tahu tentang Daging Karnivorus.
" Siapa kamu? Kenapa kamu bisa tahu tentang Daging Karnivorus? " Tanya Guzhimei ketus.
Memang penduduk di sekitar juga memanggil Guzhimei dengan panggilan 'Gugu' jadi dia tidak menanyakan dari mana Pria asing di hadapannya itu tahu mengenai namanya. Guzhimei hanya tidak mengerti bagaiamana Pria asing bertubuh gemuk di hadapannya bisa tahu tentang Daging Karnivorus.
" Tidak penting siapa aku. Tentang daging itu, aku tahu dari seorang teman bernama Cenfan. Katanya Arak Cenchu dan Daging Karnivorus adalah yang paling nikmat di Kedai ini " Sahut Gofan.
Seketika mata Guzhimei membelalak. Sudah lama semenjak Cenfan menghilang. Tiba-tiba kini muncul seorang Pria gemuk yang menyatakan dirinya teman Cenfan. Hanya Cenfan dan Guzhimei yang menyebut daging panggang buatan Kongchu dengan nama Daging Karnivorus.
" Ce-cenfan!? "
" Dimana dia sekarang? Apa dia baik-baik saja? " Guzhimei berhenti menanyakan pesanan dan duduk di kursi sebelah Gofan.
Vasudev memundurkan sedikit badannya ketika tiba-tiba gadis pelayan itu duduk dan bertanya kepada Gofan.
Guzhimei menatap Gofan dengan penuh rasa ingin tahu.
" Gugu. Ada pertemuan maka ada perpisahan. Sepertinya kalian tidak akan pernah bisa bertemu lagi. Cenfan sudah tiada. Dia meninggal dimangsa oleh Makhluk buas... "
" Tapi sebelum dia pergi untuk selamanya, Cenfan menitipkan sesuatu. Dia menitipkan satu resep masakan yang akan membuat Kedai ini makin ramai. Apa kamu berminat? "
' Aku tidak berbohong. Anggap saja hari pergantian raga itu adalah hari kematian ku ' Batin Gofan setelah menjawab pertanyaan Guzhimei.
Guzhimei terdiam lama, sebelum air mata mengalir keluar dan membasahi pipinya.
" Nak. Apa yang kamu katakan? Siapa Cenfan? dan Kenapa sekarang Gadis ini justru menangis? " Bisik Vasudev pelan ketika melihat Guzhimei menangis dalam diam.
Gofan tidak menjawab pertanyaan Vasudev. Gofan memegang pundak Guzhimei sembari mencoba menenangkannya, " Tidak apa. Sekarang dia sudah tenang di alam sana, kamu harusnya senang dengan hal itu "
" A-aku hanya tidak menyangka, setelah tiba-tiba menghilang, dia justru meninggal. Aku permisi " Guzhimei buru-buru membersihkan air mata di pipinya dan segera pergi ke arah dapur menemui Kongchu.
Tidak berselang lama, Kongchu muncul dengan membawa sebuah nampan berisi sebotol guci arak dan sepiring daging panggang.
" Tuan-tuan. Ini pesanan kalian. Bisakah aku ikut duduk sebentar. Ada yang ingin aku tanyakan " Ucap Kongchu setelah meletakkan nampan tersebut di hadapan Gofan dan Vasudev.
" Silahkan " Sahut Gofan.
" Terima kasih " Ucap Kongchu seraya duduk di tempat yang sebelumnya diduduki oleh Guzhimei.
" Pegawaiku tadi sungguh tidak sopan. Mohon maafkan dia. Dia hanya tidak menyangka sahabat lamanya telah meninggal... "
" Cenfan itu anak yang rajin dan pekerja keras, Haih... Aku tidak menyangka dia akan meninggal semuda itu "
' Cenfan lagi? Siapa Cenfan ini? ' Batin Vasudev saat mendengar ucapan Kongchu.
" Oh. Maaf. Maaf. Kenapa dengan aku ini? Langsung berbicara tanpa memperkenalkan diri. Perkenalkan aku Kongchu, pemilik Kedai ini... "
" Jika boleh tahu siapakah tuan-tuan? Benarkah Anda adalah teman Cenfan? " Tanya Kongchu.
" Benar. Aku mengenal Cenfan. Tuan boleh menyebutku Zhao Feng dan beliau adalah Pamanku " Sahut Gofan.
" Oh... Kalian orang dari Benua Cang'An? Pantas saja kalian terlihat asing. Apakah benar, Cenfan menitipkan sesuatu kepada Anda? "
Gofan mengangguk pelan sembari menuangkan segelas arak ke dalam gelas bambu yang ada di hadapannya.
Sehabis menenggak segelas arak, Gofan berkata kepada Kongchu, " Tuan Kongchu. Aku akan memberikan resep makanan yang dititipkan Cenfan, tapi sebelum itu, bisakah Tu..."
Ucapan Gofan terhenti ketika suara Gong dan terompet terdengar memekakan telinganya. Sebuah iring-iringan mirip pawai, mengiringi seorang pemuda berkuda melintas di jalanan di depan Kedai Kongchu.
" Suara berisik apa itu? Apa ada pawai? " Ucap salah seorang pelanggan Kedai Kongchu yang melihat iring-iringan pawai melintasi Kedai Kongchu.
__ADS_1
" Itu Ximenhong. Itu iring-iringan perayaan kemenangannya. Dia baru saja mengatasi masalah Makhluk buas yang membunuh beberapa warga beberapa hari lalu " Sahut Pelanggan lainnya.
" Ada peristiwa seperti itu? "
" Kamu tidak tahu? Itu berita terhangat setelah kepergian si Iblis Putih. Begini... "
" Beberapa hari yang lalu ditemukan sebuah Gerbang Dimensi baru yang menghubungkan Kota ini dengan Hutan Tanpa Malam... "
" Beberapa Makhluk buas muncul dari sana dan membunuh beberapa warga dan tiga orang penjaga gerbang di situ "
Riuh terdengar pembicaraan-pembicaraan para pelanggan Kedai saat Iring-iringin kemenangan Ximenhong melintas di jalanan depan Kedai Kongchu.
Gofan mendengar apa yang dibahas oleh pelanggan Kedai yang lain. Gofan tentu tahu tentang Gerbang Dimensi baru yang dimaksud oleh pelanggan lain tersebut. Mouhuli sendiri yang menciptakannya, agar mereka bisa pergi mencari Yubing dan Nian.
Gofan menoleh ke arah luar Kedai dan melihat Ximenhong melambaikan tangan sembari menunggangi seekor kuda Kerajaan. Di belakang Ximenhong ada berbagai macam alat musik yang dimainkan oleh beberapa orang pemusik, mirip dengan sebuah pawai kecil-kecilan.
Sementara di sebelah Ximenhong terlihat dua pria yang berwajah hampir sama, bersenjatakan pedang dan terlihat seperti waspada menjaga keamanan Ximenhong.
Di bagian paling belakang terlihat empat orang memanggul bangkai seekor Makhluk buas. Makhluk buas itu mirip harimau, hanya saja ada tanduk di kepalanya dan bulu kuning bergambar mirip petir.
' Kucing Petir Tundra! ' Batin Vasudev saat melihat bangkai Makhluk buas tersebut.
Kucing Petir Tundra, merupakan Makhluk buas langka yang terkenal dengan kelincahan dan kecepatannya. Kucing yang bertubuh sebesar harimau itu sudah lama tidak terlihat di Benua Penda, karena ikut terkena kutukan Hutan Bambu Kemarau.
" Ximenhong! " Ucap Gofan dengan nada sedikit tinggi.
" Oh.. Ternyata Anda juga mengenalnya? "
" Tidak heran. Dia memang sangat terkenal di Kota ini, Ximenhong ini adalah putra semata wayang dari Panglima tertinggi, Ximenbao " Ucap Kongchu menjelaskan siapa sebenarnya Ximenhong tersebut.
Tanpa dijelaskan Kongchu sekalipun, Gofan tahu siapa Ximenhong. Tapi Gofan hanya tahu sebatas, Ximenhong adalah putra Panglima Tertinggi Pasukan Taizongbudui. Orang yang telah mengacaukan hidup Muruyue dan secara tidak langsung juga mengacaukan kehidupan normal Gofan.
Gofan kembali menoleh ke arah Kongchu, " Tuan... Eh tidak.. Paman. Paman Kongchu, tidak masalah bukan jika aku memanggil Tuan dengan sebutan Paman? "
" Tentu. Tentu tidak masalah "
Vasudev sedikit mengerutkan alis saat mendengar Gofan ingin tahu tentang Ximenhong.
" Ximenhong ini bisa dibilang salah satu dari empat pemuda begundal Kerajaan Penda... Haih... Mungkin karena harta bisa membeli segalanya... "
" Tidak ada yang berani membuat masalah dengannya. Dia memiliki koneksi hampir di semua lini jabatan penting di Kerajaan ini "
" Tidak hanya itu, dia dan tiga pemuda lainnya bahkan dijuluki sebagai Empat Pejabat Besar Penda. Tidak ada masalah yang tidak bisa mereka tangani dengan uang mereka "
" Banyak pejabat korup yang bekerja sama dengan mereka, mulai dari penjualan obat-obatan, senjata selundupan, penjualan budak, bahkan penjualan gadis-gadis itu, semua ditangai oleh mereka... "
" Sementara untuk Paviliun Bunga Indah... " Kongchu seakan-akan tidak ingin melanjutkan kata-katanya. Matanya melirik ke kanan dan ke kiri.
" Paman. Kenapa berhenti? " Tanya Gofan heran.
" Dia pasti ketakutan " Celetuk Vasudev.
" Ada rumor yang bilang kalau Ziyishi itu adalah salah satu dari 13 Kapten Bandit Serigala Biru " Imbuh Vasudev dengan nada sedikit berbisik kepada Gofan dan Kongchu.
Kongchu terkejut. Dia tidak menyangka orang asing dari Benua Cang'An akan tahu tentang rumor identitas Ziyishi.
Kongchu mencondongkan badannya sedikit maju ke depan. Dia mengisyaratkan agar Gofan dan Vasudev juga melakukan hal yang sama.
Gofan dan Vasudev mengikutinya, mereka mencondongkan badan mereka sedikit ke depan. Kini kepala mereka bertiga sedikit berdekatan, meski badan mereka terhalang oleh meja tempat Arak dan makanan berada.
Kongchu mulai berucap dengan nada yang sangat pelan " Itu bukan rumor. Itu kenyataan. Aku melihat sendiri. Nyonya Bunga Indah itu meracuni seorang pelanggan hingga mati. Dia itu Pendekar Racun Bergairah! Kalian tahu kan? "
' Pendekar Racun Bergairah.. Itu adalah Kapten ke-3 dari 13 Kapten Bandit Serigala Biru ' Gofan tahu julukan setiap Kapten dari ke-13 Kapten Bandit Serigala Biru. Bagaimanapun juga, Gofan telah hidup selama bertahun-tahun sebagai tahanan mereka. Jadi, dia tahu sedikit banyak tentang kelompok bandit tersebut.
Gofan mengangguk sementara Vasudev menggeleng. Vasudev tidak banyak tahu tentang julukan para pendekar lain di Benua Penda. Sebagai seorang Vhala, Vasudev tidak banyak bergaul dengan para pendekar lain di Benua Penda. Selama ini, dia sibuk berbudidaya dan menangkap Siluman Jahat.
" Ziyishi itu menangkap dua orang gadis pendekar yang berusaha membebaskan seorang gadis budak miliknya. Dan sekarang kedua gadis pendekar itu akan dia lelang " Imbuh Kongchu sebelum kembali duduk dengan benar.
' Jadi karena itu, Yubing dan Nian dilelang oleh Paviliun Bunga Indah ' Batin Gofan.
__ADS_1
Gofan dan Vasudev kembali lagi ke posisi duduk yang benar.
" Benarkah lelang itu akan diadakan tiga hari dari sekarang? " Tanya Vasudev.
Kongchu menggeleng pelan, " Bisa jadi, Bisa juga tidak. Kalian lihat iring-iringan kemenangan Ximenhong tadi? Mereka akan menawarkan daging Makhluk buas itu kepada Ziyishi untuk ditukar dengan dua gadis pendekar itu "
' Apa!? ' Vasudev dan Gofan saling memandang.
" Maksud Paman. Kedua gadis itu akan dibawa oleh Ximenhong dan lelang ditiadakan? " Gofan mengetuk jari telunjuk tangan kanannya sembari bertanya pada Kongchu.
Kongchu mengangkat bahu dan kedua tangannya, mengisyaratkan bahwa dia tidak tahu tentang hal itu. Kongchu sudah mengatakan sebelumnya bahwa pelelangan itu bisa jadi atau bisa juga tidak, tergantung keputusan dari Nyonya Bunga Indah itu.
Vasudev mengelus dagunya dan berucap, " Ziyishi... Oh Ziyishi... Nyonya cantik tapi kejam!. Wajah cantiknya menutupi sifat jahatnya "
Gofan hampir tertawa mendengar ucapan Vasudev itu. Kata-kata Vasudev itu terdengar seperti kata-kata penyesalan. Kata-kata penyesalan seorang pria yang baru saja mengetahui sifat asli wanita pujaannya.
" Paman. Ambil ini, ini resep makanan yang aku maksud sebelumnya " Gofan menjentikkan jarinya dan sebuah kertas berisikan resep Sup Jiwa Raga muncul di genggaman tangannya.
Dulu, ketika masih berlatih di dalam Ruang Dimensi Mouhuli, Gofan sempat menuliskan resep Sup yang membuat para Siluman menggila itu di atas secarik kertas yang kini dia berikan kepada Kongchu.
" Sup Jiwa Raga? " Kongchu membaca nama resep yang tertulis di kertas yang diberikan Gofan tersebut.
Gofan mengangguk, " Benar. Jaga baik-baik resep ini Paman. Hati-hati jika pada akhirnya Paman akan kewalahan menangani permintaan untuk Sup ini "
Mendengar ucapan Gofan, Kongchu tertawa bahagia. Kongchu tidak ragu, apalagi curiga. Sebab resep itu adalah pemberian Cenfan. Orang yang pernah membantunya menciptakan Arak Cenchu.
Kongchu tidak menanyakan alasan Gofan ingin mengetahui tentang Ximenhong dan juga tentang pelelangan Paviliun Bunga Indah. Dia terlalu bahagia ketika melihat resep yang diberikan Gofan tersebut.
Setelah mengucapkan terima kasih, Kongchu undur diri dari keduanya. Dia bersiap untuk pergi ke pasar dan membeli bahan-bahan yang tertera di dalam resep Sup Jiwa Raga.
" Gofan. Bagaimana ini? Sepertinya kita harus bertindak sekarang juga " Ucap Vasudev setelah Kongchu pergi meninggalkan mereka.
" Benar. Paman. Malam ini, kita akan masuk ke Paviliun itu melalui jalan rahasia " Sahut Gofan.
Gofan berencana untuk menyelinap masuk melalui jalan rahasia yang dulu dilalui Muruyue untuk melarikan diri dari Paviliun Bunga Indah.
" Oh ya... Kapan kamu akan setuju menjadi muridku? Kapan kita akan menanyakan ini dengan gurumu itu? "
" Hmm... Ratu Mouhuli sebenarnya sudah setuju. Aku sudah menanyakan itu sebelum aku masuk ruangan budidaya melalui Senior Bianselong " Sahut Gofan sembari menyeringai, tersenyum kecil.
" Sial. Kenapa tidak bilang dari sebelumnya? " Vasudev sudah ingin melakukan upacara pengangkatan murid untuk Gofan, agar Gofan bisa segera menjadi seorang Putali. Putali merupakan sebutan bagi murid seorang Vhala.
" Hehe.. " Gofan menggaruk kepalanya, " Paman tidak bertanya, maka aku tidak menjawab "
" Kalau begitu, panggil aku guru! Masalah upacara, akan kita lakukan menyusul setelah menyelamatkan teman-temanmu itu " Sahut Vasudev sembari meneguk segelas Arak Cenchu.
" Mantap! Arak ini memang selalu enak Hahaha " Tawa Vasudev.
Sebenarnya bukan arak yang membuat Vasudev tertawa lantang, melainkan karena keberhasilannya menjadikan Gofan sebagai murid yang membuatnya tertawa lantang.
" Silahkan coba juga Daging Karnivorus ini guru... " Gofan menawarkan sepotong daging panggang kepada guru barunya tersebut.
Tawa Vasudev semakin menjadi setelah mendengar Gofan menyebutnya sebagai 'Guru'. Selama ini, di antara ketujuh Vhala, hanya Vasudev yang belum memiliki Putali. Sekarang dia sudah memiliki seorang Putali, bukan Putali biasa, melainkan seorang Putali yang membawa Keberuntungan Surga.
Gofan memandang daging panggang yang dia namai Daging Karnivorus bersama dengan Guzhimei. Gofan melihat ke arah dalam Kedai dan berharap Guzhimei akan keluar dan menemuinya lagi.
" Xenafa daying izi dinajai Daying Carnibora? (Kenapa daging ini dinamai Daging Karnivora?)" Tanya Vasudev sembari menguyah daging panggang pemberian Gofan.
" Disebut Daging Karnivorus, karena itu daging panggang dari Sapi Punuk Kembar, salah satu Karnivora dengan daging yang tidak alot jika dipanggang " Sahut Gofan.
" Hmm... Nyancas Emak (Pantas Enak) " Sahut Vasudev sembari masih mengunyah sepotong Daging Karnivorus pemberian Gofan.
Percakapan di antara kedua guru dan murid itu berlangsung hingga malam tiba. Dari percakapan itu, akhirnya Vasudev tahu siapa Cenfan yang sedari tadi dibahas oleh Kongchu dan Guzhimei.
Setelah berpamitan dengan Kongchu, kedua guru dan murid itu beranjak pergi dari Kedai untuk menyusup ke Paviliun Bunga Indah.
Bersambung...
__ADS_1