
Dalam benaknya, Gofan tidak habis pikir. Orang yang sudah dianggap bagaikan saudari kandungnya ternyata adalah seorang penipu.
' Tapi, untuk apa dia menipuku dengan menyamar sebagai Muruyue? Apa yang dia inginkan dari penyamaran itu? ' Gofan sempat berpikir untuk mencari Muruyue yang mungkin juga ditangkap oleh Bandit Serigala Biru. Tapi kini, setelah melihat kenyataan yang ada, Gofan mengurungkan niatnya.
Ziruyue memutuskan untuk ikut pergi ke ruangan Ziyishi. Tidak berselang lama setelah itu, Tianfuzi dan Ziruyue tiba di ruangan Ziyishi di lantai tiga Paviliun Bunga Indah. Gadis pelayan yang mengantar mereka segera undur diri ketika tiba di depan ruangan tersebut.
Di ruangan itu sudah ada tiga orang yang semuanya dapat dikenali oleh Gofan.
' Guxiong? Apa yang dia lakukan dengan orang-orang jahat ini? ' Sudah lama Gofan tidak melihat Guxiong, semenjak diusir dari kediaman trah Gu. Kini, Pemuda yang sudah seperti Kakaknya itu justru ada di sarang penjahat.
Di dalam ruangan itu telah ada Ziyishi, Ximenhong dan Guxiong, ditambah kini dengan kedatangan Tianfuzi dan Ziruyue yang diikuti oleh Gofan, sehingga total ada lima orang dan satu lalat di ruangan tersebut.
Setelah saling bertukar sapa, mereka berlima duduk melingkar di depan sebuah meja bundar. Suguhan berupa buah, arak, dan roti kering menemani pertemuan mereka itu.
Gofan hinggap di atas sebuah lukisan yang ada di ruangan itu, mengatur jarak sembari mendengarkan yang kelima orang itu akan bicarakan.
" Terima kasih atas bantuan Tuan. Aku jadi bisa mengikuti Turnamen Pulau, semua berkat bantuan Tuan " Ucap Guxiong sembari mencangkupkan tangan memberi hormat kepada Tianfuzi.
" Hanya masalah kecil. Bukan Masalah. Tuan Muda Guxiong, tidak perlu sungkan " Sahut Tianfuzi dengan nada sombong. Sebagai donatur utama penyelenggara Turnamen Pulau tahun ini, tidak akan sulit baginya untuk menambah jumlah peserta turnamen itu.
' Guxiong. Bisa-bisanya kamu menjilat orang yang sudah membuat orang tua kita meninggal ' Pikir Gofan.
Gofan geram melihat tingkah Guxiong yang mencoba menjilat dan memuji Tianfuzi. Padahal sudah jelas, bahwa Tianfuzi lah yang membunuh keluarganya.
" Tenang saja saudaraku. Paman Tianfuzi ini, orang yang baik. Kalau hanya masalah turnamen, itu masalah kecil " Kata Ximenhong sembari menuangkan arak ke gelas miliknya.
" Nyonya. Ada apa? Untuk apa kalian mengundangku kemari? " Tanya Tianfuzi.
" Begini, Meski kami tidak menemukan gambar teratai di tubuh gadis yang mirip dengan putri angkatmu itu ..Tapi kami menemukan ini. Lihatlah ini " Ziyishi menunjukkan sebuah Kunci Perunggu kepada Tianfuzi.
__ADS_1
" Kunci apa ini? Aku hanya perlu tahu jika gadis itu memiliki gambar teratai atau tidak. Aku tidak memerlukan Kunci Perunggu ini " Sahut Tianfuzi menolak melihat kunci yang diberikan Ziyishi padanya.
" Lihat dulu... " Ziyishi bersikeras memaksa Tianfuzi melihat kunci tersebut.
Tianfuzi mendengus pelan, tujuannya datang ke Paviliun Bunga Indah adalah untuk mengetahui apakah Yubing memiliki gambar teratai di tubuhnya atau tidak.
' Kunci apa ini? Aku sedang terburu-buru meningkatkan budidayaku tapi mereka malah menyodorkan kunci ini... '
' Jika saja gadis bodoh itu tidak kehilangan segalanya... sia-sia aku memeliharanya selama belasan tahun ini ' Batin Tianfuzi sembari terus memperhatikan Kunci Perunggu di telapak tangan kanannya.
Sudah jelas bahwa Tianfuzi juga mempelajari Budidaya Kamayuga, yang mengharuskannya mendapatkan darah perawan Gadis Teratai Emas, tapi karena kalah cepat dari Gennai Dadoros, dia terpaksa menyiksa putri angkatnya itu.
Usaha Tianfuzi membesarkan Meiling selama 18 tahun lebih menjadi sia-sia. Kini Tianfuzi benar-benar ingin membunuh si Iblis Putih, karena sepengetahuannya Iblis Putih alias Gofan lah yang telah merusak rencananya.
" Kunci apa ini? Ini hanya sebuah Kunci tua... Untuk apa Nyonya menunjukkan ini " Ucap Tianfuzi kesal mengingat usaha belasan tahunnya justru dinikmati Pria lain.
" Aku tahu, kamu datang kemari karena mengira gadis yang mirip putrimu itu akan menjadi Gadis Teratai Emas juga, aku minta maaf karena mengecewakanmu untuk itu... "
" Benar Tuan. Aku sudah bersusah payah mendapatkan Kunci Perak dari tangan bocah dungu bernama Cenfan itu, dengan ini berarti, kita sudah memiliki dua kunci dari tiga kunci Gerbang Dewi Ruyi " Imbuh Ziruyue sembari mengeluarkan sebuah Kunci Perak yang serupa dengan Kunci Perunggu tersebut.
" I-ini? Tiga Kunci Gerbang Dewi Ruyi? " Tianfuzi terkejut setelah mengetahui bahwa kunci yang ada di tangannya itu adalah kunci yang dapat mengubah takdir manusia.
' Tiga Kunci Gerbang Dewi Ruyi? Itu.. Itu kan kunci yang diberikan Nenek pada Ayahku... Jadi karena kunci itu, Muruyue begitu rajin membersihkan kamarku ' Batin Gofan.
Kunci Perak yang ditunjukkan Ziruyue adalah kunci milik keluarga Gofan-Lenfan-. Saat masih bekerja di Kedai Kongchu, Lenfan pernah menggunakan Kunci itu sebagai hiasan kalung, tapi karena terlalu berat menggantung di lehernya, dia menyimpan Kunci Perak itu di sela-sela atap gubuknya bersama dengan barang-barang lain yang dibawanya dari Perguruan Tanah Terlarang.
Tianfuzi meraih Kunci Perak dari tangan Ziruyue, " Jadi, inikah misi yang membuatmu menyamar sebagai Muruyue? "
" Benar. Aku membutuhkan waktu lebih dari dua tahun untuk menemukan Kunci Perak ini tanpa menimbulkan kecurigaan apa pun " Sahut Ziruyue.
" Bukankah lebih mudah jika kamu memaksa bocah itu menyerahkannya secara langsung? Kenapa harus menyamar dan membuat kehebohan selama bertahun-tahun " Tianfuzi menggelengkan kepala sembari membandingkan Kunci Perak dan Kunci Perunggu di kedua tangannya.
__ADS_1
" Itu semua karena permintaan orang ini... "
" Kongchu, keluarlah! " Ucap Ziyishi.
Kongchu muncul dari belakang tirai yang berada di ruangan tersebut.
' Paman Kongchu? Apa ini? Apa maksudnya ini? Apa semua orang terdekatku selama ini menipuku? ' Batin Gofan ketika melihat Paman Kongchu yang sangat dipercayainya ternyata adalah sekutu dari Bandit Serigala Biru.
" Salam semuanya. Maaf jika dari tadi aku menyembunyikan diri " Ucap Kongchu ketika dia duduk di salah satu kursi lain di sekeliling meja bundar itu.
" Apa maksudnya ini? Apa hubungan pemilik Kedai kecil ini denganmu Nyonya? " Tanya Ximenhong heran.
" Dia Suamiku " Sahut Ziyishi tanpa ragu.
Semua yang berada di ruangan itu terkejut bukan main termasuk lalat yang hinggap di atas sebuah lukisan di dinding ruangan tersebut.
" Benar. Aku Suaminya. Aku lah yang meminta istriku agar tidak melakukan kekerasan kepada Cenfan... "
" Anak itu, bukan anak biasa, pengetahuannya tentang makanan obat dan minuman herbal sangat mengagumkan. Aku ingin menggunakannya untuk menambah pengetahuanku " Ucap Kongchu.
" Senior adalah suami Pendekar Racun Bergairah... Berarti Senior adalah Iblis Seribu Obat? " Guxiong akhirnya berbicara setelah mengetahui identitas Kongchu yang sebenarnya.
Kongchu tertawa lepas dan melepaskan kulit buatan yang menempel di wajahnya, seketika wajah asli Kongchu dapat dilihat oleh semua orang yang berada di ruangan tersebut.
" Hahaha... Sudah lama sekali tidak ada yang menyebutku demikian. Benar. Aku Iblis Seribu Obat, Kapten Kedua dari Bandit Serigala Biru Hahaha... Senangnya bisa menjadi diriku sendiri Hahaha... " Tawa Kongchu setelah menunjukkan wajah aslinya.
*Deg*
Melihat semua itu, Gofan akhirnya menyadari bahwa Kongchu yang dilihat dan dikaguminya selama ini hanyalah sebuah samaran. Hanya sebuah kepalsuan belaka.
' Aku ditipu... '
__ADS_1
Bersambung...