Pendekar Sembilan Langit

Pendekar Sembilan Langit
Episode 192. Serangan Tiga Song Bersaudara


__ADS_3

Setengah bulan kemudian, keduanya tiba tidak jauh dari sebuah Gerbang besar yang diukir dengan gambar burung Feniks, berwarna merah dengan lapisan emas di beberapa bagiannya.


Hanya ada satu Gerbang besar, berdasarkan perkataan Haiwa, gerbang itu disebut Gerbang Langit Pertama. Ada banyak Pembudidaya Alam Langit yang terlihat berlalu lalang, keluar masuk Gerbang itu.


Di setiap alam langit akan memiliki satu gerbang seperti itu, kecuali di Alam Langit Kesembilan. Di sana ada empat Gerbang dengan empat patung besar yang menjaga di setiap gerbangnya.


Siapa pun tidak bisa masuk ke Alam Langit tanpa melalui gerbang, itu karena di sekeliling Alam Langit ada tembok besar mirip benteng raksasa dengan berbagai ukiran formasi pelindung bercahaya emas, dinamai Dinding Jajaran Angkasa.


Dinding Jajaran Angkasa membuat Gofan tidak bisa melihat ke dalam, melihat bagaimana penampakan Alam Langit Pertama. Tapi secara kasar, dari tempatnya berada sekarang, Gofan dapat menyimpulkan bahwa Alam Langit Pertama adalah sebuah Pulau maha besar yang mengapung di kehampaan dan ditutupi oleh kubah besar berwarna ungu, jelas itu juga Langit Violet, tapi khusus menutupi Alam Langit Pertama.


Jauh di atasnya, ada Pulau maha besar lainnya yang juga mengapung melayang di kehampaan, itu Alam Langit Kedua. Di tengah-tengah kedua alam, ada sebuah tangga kristal raksasa yang menghubungkan keduanya, semacam jalan yang menghubungkan Alam Langit Pertama dan Alam Langit Kedua. Di atas kubah Alam Langit Kedua, juga ada tangga yang sama namun kabut ungu tebal menutupi bagian atasnya, tidak bisa melihat lebih jauh... tapi tangga itu pasti menuju ke Alam Langit Ketiga.


“Untuk memasuki setiap Gerbang Langit, kita akan membutuhkan tanda pengenal, tidak terkecuali yang satu ini... Kita tidak memiliki-.” Belum usai Haiwa bicara, suara teriakan terdengar mendekati keduanya.


“BERHENTI!!.” Teriakan itu kuat dan kencang, menyebabkan riak angin muncul di Langit Violet, mirip gelombang kejut yang langsung menghantam Gofan dan Haiwa.


Teriakan itu datang dari sebuah Kapal Langit dengan bendera yang sama seperti yang sebelumnya bertemu dengan Haiwa, melesat kencang ke arah keduanya.


Di atas Kapal Langit, ada tiga sosok berdiri. Dua di antaranya memasang wajah terkejut dan tidak sedap dipandang. Keduanya adalah Song Wuya dan Song Tengfei, mereka terkejut melihat bangkai Styx yang mereka lihat sebelumnya, kini duduk bersila di atas Tongkat Emas dalam keadaan bernapas.


“Apakah Tongkat itu yang kalian maksud?.” Pria bertubuh besar dengan bekas luka di alis kanannya bertanya pada keduanya. Pria inilah yang tadi berteriak.


“Benar Tetua.. Tapi, seharusnya, Styx itu sudah mati...” Sahut Song Wuya, masih sedikit terkejut.


Pria yang dipanggil Tetua oleh keduanya adalah saudara tertua mereka di Klan Song, namanya Song Hongtian. Mereka bertiga adalah saudara berbeda ibu.


Mata Hongtian menyipit dan dengan menggunakan semacam Saint Mental, dia memindai Gofan, sejenak setelah itu dia tersenyum sinis, “Hanya Binatang Langit rendahan. Bahkan jika dia bisa bangkit dari kematian, dia bukanlah tandinganku... Tongkat itu memiliki hubungan dengan Surga, karena itu dia akan semakin kuat ketika berada di Alam Langit ini, dengan Tuan seperti itu, dia hanya akan menjadi senjata rongsokan... sayang sekali.”


Di saat yang sama tubuh Gofan bergetar ketakutan, jangkauan Saint Mental dari Song Hongtian memberi tekanan besar padanya. Dari situ dia bisa menilai bahwa Song Hongtian bahkan lebih kuat daripada Dewa Gelap.

__ADS_1


“Tuan. Merekalah yang sebelumnya aku ceritakan, sepertinya, si Gemuk itu telah meninggalkan jejak Saint Mental untuk melacak keberadaanku.” Ucap Haiwa saat dia melaju kencang tanpa jeda sedikit pun.


Selama setengah bulan ini, wawasan Gofan tentang para Pembudidaya Alam Langit sudah sedikit bertambah, itu semua atas penjelasan dari Haiwa. Di Alam Kecil tahap tertinggi dari Budidaya sebenarnya adalah Saint God dan melampaui itu akan disebut sebagai ranah Star Pioneer, yang merupakan ranah awal yang diakui di Alam Besar. Adapun kenapa ranah Saint God tidak pernah bisa dicapai di Alam Kecil, Haiwa tidak banyak berbicara tentang itu.


Gofan tahu, bahwa Haiwa adalah Roh Senjata yang hidup berkat Energi Surga dan memiliki hubungan secara tidak langsung dengan Alam Besar, bisa dikatakan Alam Besar adalah ibu dari Haiwa, rohnya terlahir di Alam Besar. Tapi selama tinggal di Alam Kecil, ingatannya tentang Alam Besar seperti dikurung dan ketika dia melihat kembali Sungai Bintang Kehampaan, ingatan itu perlahan terlepas. Dari sanalah pengetahuannya tentang Alam Besar berasal.


“Dua orang sebelumnya, sebenarnya tidak lemah. Hanya saja mereka belum menjalani pembentukan Jiwa Bintang...” Imbuh Haiwa, mengingat beruntungnya dia bisa lolos dari keduanya, “Hanya Pembudidaya yang telah memiliki Jiwa Bintang bisa disebut sebagai Pembudidaya sejati di Alam Besar dan orang yang berteriak tadi adalah salah satunya, pembudidaya ranah Star Pioneer. Untuk berapa jiwa yang sudah dia bentuk, mungkin satu atau dua Jiwa Bintang.”


Semua kejadian itu berlangsung cepat, bahkan saat semua penjelasan terjadi, Kapal Langit terus melaju semakin kencang mengejar laju Haiwa yang tidak mau berhenti.


Song Hongtian mendengus dingin melihat ucapannya diabaikan, “Coba saja kalau bisa lari dariku!” Dia menghentakkan kaki dan melesat terbang. Tubuhnya terlihat seperti balok bercahaya yang melaju cepat menyusul Haiwa.


*Zyuut* Dalam sekejap Song Hongtian muncul di depan Gofan dan Haiwa.


“Hmm?... Dua Naga terukir di ujung tongkat? Sepertinya aku pernah melihat senjata seperti ini.. Tapi dimana?” Batin Song Hongtian saat kedua tangannya membentuk segel mantra untuk mencegah Gofan dan Haiwa bergerak.


Gofan menggeram kesakitan, tubuhnya terikat oleh tekanan ilusi yang muncul dari pancaran aneh di tubuh Song Hongtian. Sementara Haiwa mematung sesaat di kehampaan. Dua hela napas kemudian, dia meraung dan membesar 10 kali lipat.


Gofan membelalak, setahunya ketika berada di Alam Kecil, Haiwa tidak sekuat ini, bahkan ketika dia terbunuh oleh Dewa Gelap, Haiwa tidak bisa melepaskan tenaga sekuat sekarang. Song Hongtian adalah seorang Star Pioneer dan itu pastinya lebih kuat dari Dewa Gelap.


Song Hongtian tertawa keras, “Ada apa denganmu? Hanya inikah kemampuanmu? Hanya satu Jiwa Bintang? Sebuah senjata Surgawi tapi hanya memiliki satu Jiwa Bintang?.”


“Haiwa. Apa maksudnya? Kamu seorang Star Pioneer dengan satu Jiwa Bintang?.” Tanya Gofan heran.


“Benar Tuan... Aku seharusnya tidak memiliki basis budidaya, kekuatanku bertumbuh seiring kekuatan tuanku. Saat ini, karena berada di Alam Besar, aku bisa meminjam kekuatan Surga. Tapi ini hanya untuk sementara waktu, hanya akan bertahan beberapa puluh hela napas.” Haiwa memancarkan cahaya emas yang menyilaukan saat kedua ukiran Naga, di kedua ujungnya membuka mata, itu ilusi tapi juga nyata di saat bersamaan.


RRROOOAAARRRR!!! Kedua Naga meraung dan menerjang ke arah Hongtian.


Bang! Bang! Bang! Dua Naga emas ilusi bertarung bolak-balik melawan Hongtian.

__ADS_1


Di saat yang bersamaan, Haiwa memutar dan berbalik melesat ke arah Kapal Langit.


DOONGGG!! Tongkat Emas besar menghantam Kapal Langit membuat Song Wuya dan Song Tengfei muntah darah.


DOONGGG!! Sekali lagi Haiwa berayun dan membalik Kapal Langit.


Saat Kapal Langit terguling dan terbalik, mata Hongtian dipenuhi amarah, tapi dua Naga Emas ilusi benar-benar menahan langkahnya.


“Arrggghhh!!! TONGKAT tidak tahu diri!!” Song Hongtian meraung dan dua bola cahaya keemasan sebesar kepalan tangan bayi melayang berputar di belakang punggungnya.


Di depan Gerbang Langit Pertama, para Pembudidaya Alam Langit yang dari tadi mengabaikan kejadian pertempuran Song Hongtian dan Tongkat Emas, tiba-tiba mulai tertarik. Itu terutama karena ini pertama kalinya mereka melihat Hongtian mengerahkan kekuatan penuhnya.


“Tiga Song bersaudara ini selalu saja membuat ulah, tapi lihat... Hari ini sepertinya situasi berbalik, bahkan Hongtian yang sombong itu mengerahkan dua Jiwa Bintang miliknya... Tongkat itu pasti senjata yang sangat berharga.. Itu bisa memaksa Hongtian sampai seperti itu.”


“Tapi Styx itu terlihat aneh? Dari mana asalnya?.”


“Benar. Setahuku belum ada Styx dengan penampilan campuran seperti itu... Apalagi ekornya? Bukankah itu mirip ekor Naga?.”


“Sstt... Jangan keras-keras, menyebut kata Naga itu adalah hal tabu.. Itu mungkin hanya ekor ular yang berevolusi, mana mungkin masih ada Naga di Alam Besar.”


“Tapi lihat itu... Itu dua ekor Naga Ilusi bukan? Itu masih Naga.. Tongkat ini pasti memiliki kaitan dengan Suku Naga.”


“Itu hanya ilusi BODOH... bahkan aku sendiri juga bisa membuat ilusi semacam itu.. Sudah-sudah, bagaimana kalau kita bertaruh... Bagaimana dengan kalian? Apa kalian tertarik untuk bertaruh?.” Salah seorang Pembudidaya yang berdiri di luar Gerbang menoleh ke arah kerumunan yang masih menonton pertempuran di atas Laut Sembilan Bintang.


“Aku ikut... Aku bertaruh 100 Kristal Semesta untuk kemenangan tiga Song bersaudara.”


Kristal Semesta merupakan alat pembayaran yang digunakan secara sah oleh Pembudidaya Alam Langit, khususnya di Alam Langit Pertama dan Kedua. Selain sebagai alat tukar, Kristal ini juga dapat membantu dalam peningkatan budidaya.


“Aku juga... Aku bertaruh 300 Kristal Semesta untuk kemenangan tiga Song bersaudara.”

__ADS_1


Seseorang dengan penampilan aneh muncul dari dalam kerumunan, seorang Gadis dengan sisik hijau melingkar di lehernya, “Aku ikut... Aku bertaruh 1000 Kristal Semesta untuk kemenangan Styx dan Tongkat Emas itu.” ucapnya sembari melempar sekantong Kristal Semesta.


Bersambung...


__ADS_2