
Malam itu. Cabang Klan Jiang. Di sebuah Kamar.
“Tuan. Apa yang akan kamu lakukan dengan Kerang Ajaib itu?.” Haiwa memandangi Gofan yang telah lama menatap kerang biru di telapak tangannya.
*Blazh* Menara Dewa Naga setengah jadi muncul di telapak tangan Gofan yang lain.
“Haiwa. Kemanakah Dewa Perang memindahkan semua orang yang dulu bersamaku?.”
“Maksud Tuan. Para Siluman Naga itu?.” Haiwa melihat Gofan mengangguk, “Mereka pasti telah dikembalikan ke Alam Kecil, seperti yang terjadi pada Xionan. Tapi, karena sekarang Portal Dimensi penghubung kedua Alam telah dibuka, aku rasa ada kemungkinan besar, kalau mereka juga ada di Alam Besar ini.”
“Aku sempat mengira, kalau ketiga Suku Naga itu masih tertidur di dalam Menara ini, tapi setelah aku pastikan kembali, mereka benar-benar sudah menghilang... Masih banyak pertanyaan tentang Menara Dewa Naga ini yang ingin aku tanyakan, tapi sayang sekali mereka tidak ada lagi bersamaku.”
“Jika Tuan memiliki banyak pertanyaan dan menginginkan informasi, Tuan bisa menemukan jawabannya di Paviliun Pedang Surgawi.”
Gofan menatap heran ke arah Haiwa, “Paviliun Pedang Surgawi?.” tanyanya penasaran.
“Benar. Paviliun Pedang Surgawi menyediakan beragam jasa, termasuk jual beli informasi.”
***
Keesokan harinya...
Jiang Mulan menyanggupi permintaan Gofan, tetapi untuk itu, dia memerlukan beberapa hari untuk menyediakan semua sumber daya yang diminta Gofan.
Sementara itu, Gofan bersiap pergi ke Paviliun Pedang Surgawi saat tiga orang pemuda muncul menghampirinya. Salah satunya adalah Jiang Hugo.
“Kamu mau kemana pagi-pagi begini Master Fan?” Jiang Hugo dan dua lainnya berdiri menghalangi langkah Gofan.
“Kemana aku pergi, bukan urusan kalian. Permisi.” Gofan mengabaikan ketiganya, dia berjalan memutar dan melewati ketiganya.
“Tunggu!.” Jiang Hugo berbalik dan menatap punggung Gofan. Sebuah tekanan tenaga dalam mencegah Gofan untuk melangkah lebih jauh.
“Master Fan... Kamu begitu muda dan sudah menjadi seorang Alkimia Master. Aku tidak tahu apa yang kamu lakukan pada ketiga orang tua Serikat Dewa Obat itu sehingga mereka begitu mengagumi kemampuanmu. Tapi aku tidak yakin dengan kemampuanmu.”
__ADS_1
“Jiang Hugo. Apa maksudnya ini?.” Gofan berusaha menghilangkan tekanan yang menimpa dirinya.
“Maksudku... Aku tidak yakin dengan kemampuanmu. Tapi kamu dengan santainya meminta banyak hal pada Mulan. Kamu benar-benar ingin memanfaatkannya bukan?.”
“Ada harga ada barang... Cabang Klan Jiang kalian mengalami masalah penyakit misterius, aku menawarkan obat, jika menurutmu aku memanfaatkan kalian, aku akan pergi....” sahut Gofan, sembari mengerahkan energi Jiwa Bintangnya untuk melepaskan diri dari tekanan Jiang Hugo.
*Blazh* Ukh... Jiang Hugo terdorong mundur satu langkah. Tekanan tenaga dalam yang menekan Gofan terdorong kembali, raut wajah Jiang Hugo sedikit keheranan. Seorang Star Pioneer dua Jiwa Bintang berhasil mendorong tekanan yang dia berikan, seorang dengan lima Jiwa Bintang?!.
Gofan berbalik, menatap tajam ke arah ketiganya, “...Jadi, jika nanti Jiang Mulan menanyakan mengenai kepergianku, maka aku akan mengatakan bahwa kalian yang tidak menginginkanku melakukan pengobatan.”
“Kamu! Kamu berani mengancam kami? Bos, sepertinya orang ini tidak sadar dimana dia berada sekarang?.” ucap pemuda jangkung di sebelah Jiang Hugo.
“Benar Bos... Bahkan Tabib Dewa dari Aliansi tidak mampu mengobati mereka, apalagi dia... Serikat Dewa Obat yang sudah bangkrut! Aku yakin Mo Fan ini meminta banyak hal dari Nona Mulan hanya untuk memperkaya Serikatnya.” imbuh pemuda lainnya.
Dua orang dengan mulut tajam itu adalah pengikut setia Jiang Hugo, keduanya adalah Jiang Weiba dan Jiang Guo.
Jiang Weiba melangkah maju, hendak menyerang Gofan saat tiba-tiba tangan Jiang Hugo menepuk pelan pundaknya, “Tunggu... Master Fan ini adalah tamu bagi Jiang Mulan. Kita tidak boleh menyinggungnya.”
Belum selesai Jiang Weiba berkata, Jiang Hugo membentaknya, “Diam!!.”
Jiang Weiba tidak bisa membantah, hanya saja dia tidak mengerti kenapa tiba-tiba Bosnya berubah sikap menjadi seperti itu.
“Master Fan. Maaf untuk sebelumnya. Aku hanya ingin memastikan bahwa Master Fan tidak sedang mengambil keuntungan dari Mulan. Hanya itu, untuk itu, aku minta maaf. Mohon lupakan semua yang terjadi sebelumnya. Silahkan lanjutkan lagi perjalananmu.” tangan Jiang Hugo seperti mempersilahkan Gofan untuk pergi.
Gofan mengernyitkan alisnya dan menggelang pelan, “Jiang Hugo. Kamu sudah membuang-buang waktuku selama beberapa hitungan napas. Ini membuatku mengalami kerugian, seharusnya aku bisa mendapatkan beberapa harta jika aku pergi dari tadi. Haih.... Dengan sangat terpaksa, sekarang aku hanya bisa memintamu untuk mengkompensasi kerugianku ini, dengan begitu aku akan melupakan yang terjadi sebelumnya, bagaimana?.”
Tatapan Jiang Weiba dan Jiang Guo mendelik terkejut, Bos mereka sudah dengan mudah membiarkan Gofan pergi, tapi dia menuntut kompensasi, sungguh konyol!!
Hmm... hmm... Jiang Hugo terbatuk pelan, dia mengeluarkan sekantong Kristal Semesta, “Aku tidak punya banyak, hanya itu, ada 300 di dalamnya.” lemparnya ke arah Gofan.
*Tep*... Dengan tanggap Gofan menangkap kantong Kristal Semesta tersebut, “Bagus. Kamu sudah bertindak dengan benar... Kalau begitu aku akan melupakannya. Sampai jumpa lagi.”
Gofan pergi, ketiga menatap punggungnya yang perlahan menghilang dari pandangan mereka.
__ADS_1
“Bos. Kenapa kita membiarkannya seperti itu?.” tanya Jiang Guo dengan nada sedikit kesal.
Jiang Hugo melipat kedua tangannya di dada dan berkata, “Ada sesuatu yang aneh dengan Budidayanya. Jelas-jelas dia hanya dua Jiwa Bintang tapi dengan mudah melepaskan tekanan penuh lima Jiwa Bintang milikku.”
Jiang Weiba dan Jiang Guo tidak mengira hal itu terjadi, mereka berpikir bahwa Jiang Hugo hanya menekan Gofan dengan sedikit kekuatannya, siapa sangka itu tekanan kekuatan penuh.
“Dia pasti punya semacam Harta Ilahi yang bisa melindunginya dengan aman dari serangan tiga tahap di atas ranah miliknya... Itu pasti Harta tingkat tinggi Bos.” tebak Jiang Weiba. Mana mungkin, dengan dua Jiwa Bintang bisa mengalahkan Bosnya, pasti semua itu karena Harta Ilahi.
“Iya Bos. Aku dengar orang-orang dengan Budidaya lemah, banyak yang menggunakan Harta Ilahi semacam itu.” imbuh Jiang Guo membenarkan ucapan Weiba.
“Tidak peduli itu Harta Ilahi atau bukan, kita tidak bisa tidak waspada pada orang ini. Aku akan mengabari hal ini pada Paman Zi... Kalian berdua selidiki diam-diam, apa yang ingin dia lakukan dengan puluhan ribu Buah Persik Surgawi itu. Aku yakin dia hanya memanfaatkan Mulan.”
“Baik Bos.”
**
Paviliun Pedang Surgawi.
Tempat yang aneh! Itulah pikiran yang terbersit dalam benak Gofan saat dia tiba di Paviliun Pedang Surgawi.
Tempat itu tidak seperti yang dia bayangkan. Namanya Paviliun, tapi bangunan yang berdiri di hadapan Gofan adalah sebuah kedai kecil dengan atap jerami.
“Seharusnya memang ini tempatnya, tapi kenapa seperti ini?.” Gofan berkali-kali memandangi papan hitam di depan kedai kecil itu, dan memang tertulis 'Paviliun Pedang Surgawi'.
Saat beberapa orang lainnya melewati Gofan yang berdiri dalam bingung, seorang Pria gundul dengan anting-anting emas besar menghampiri Gofan.
“Saudaraku. Apa kamu mencari Paviliun Pedang Surgawi?.” tanya Pria gundul itu.
“Oh... Iya... Aku mencari Paviliun itu... tapi...”
Belum selesai Gofan menjawab Pria gundul itu tertawa, “Sudah ku duga... Kamu pasti baru pertama kali ke sini. Kedai kecil di depan kita ini memang Paviliun Pedang Surgawi. Ayo! Masuk dulu dan kamu akan tahu nanti.” Pria gundul itu dengan ramah merangkul pundak Gofan dan menyeretnya masuk ke dalam kedai.
Bersambung...
__ADS_1