Pendekar Sembilan Langit

Pendekar Sembilan Langit
Episode 74. Pertikaian di Jalanan Ibu Kota bg. 4


__ADS_3

Mouhuli, Bailaohu dan Bianselong terkejut bukan karena takut dengan jumlah musuh yang menghadang mereka. Mereka hanya mengkhawatirkan penyamaran mereka.


Jika karena serangan kelompok berpedang itu, memaksa salah satu dari mereka melepaskan hawa siluman mereka, maka bencana akan terjadi.


Para pemburu siluman terdekat pasti akan menemukan keberadaan mereka dan mengincar mereka. Terlebih lagi, sekarang mereka berada di Kota Langit Cahaya, Kota dengan pusat perguruan bela diri terbanyak di Benua Penda.


Selain itu keadaan Kota Langit Cahaya yang dikelilingi oleh pegunungan akan memberikan kesulitan kepada mereka jika akhirnya mereka terpaksa kabur keluar dari Ibu Kota Kerajaan Penda itu.


Oleh karena itulah ketiga siluman senior itu, sangat berhati-hati dalam menggunakan kekuatan mereka. Salah sedikit saja, hawa siluman mereka dapat dirasakan oleh seorang pemburu siluman yang handal.


" Gofan. Kenapa kamu menyebut gadis itu Yubing?, Diakah teman perempuanmu itu?... "


" Meski aku tidak pernah melihat wajahnya, aku yakin dia bukan temanmu itu... Lihat, penampilannya saja berbeda! " Ucap Mouhuli yang mendengar Gofan menyebut 'Yubing' ketika dia melihat Meiling.


Selain Gofan dan Xionan, tidak ada yang pernah melihat wajah Yubing. Meskipun saat Xioming dan Zuena masih menjadi Uroro dan Urori, pernah melihat wajah Yubing, tentu mereka tidak akan mengingat hal itu.


Sementara Mouhuli dan yang lain, hanya melihat Yubing yang selalu mengenakan cadar. Sehingga mereka tidak mengetahui wajah asli Yubing.


' Benar. Penampilannya memang berbeda. Gadis cantik ini seperti Yubing dengan gaya yang menggairahkan...' Saat ini pandangan Gofan tidak berpaling dari Meiling.


Meiling memiliki wajah yang sama persis dengan Yubing. Seperti pinang dibelah dua, tidak ada bedanya sama sekali. Satu-satunya perbedaannya adalah Meiling ini menggunakan pakaian yang sangat sedikit, sehingga sebagian bagian tubuhnya akan terlihat.


" Hei! Fanfan. Kamu dengar tidak?! " Ucap Xionan sedikit kesal, karena Gofan tidak memberikan balasan pada ucapannya.


Gofan mengangguk kepada Mouhuli dan mengirimkan pesan suara kepada Xionan, 'Aku dengar. Tenanglah sedikit Nannan. Aku hanya penasaran, kenapa dia memiliki wajah yang mirip dengan Yubing?!'


Xionan mendengus kesal meskipun Gofan sudah menanggapi kata-katanya. Sementara Mouhuli hanya bersikap waspada, bersiap untuk melawan.


Dua hela napas setelah itu, Gofan mengirimkan pesan suara kepada semua orang di kelompoknya.


'Bersiaplah untuk kabur, setelah aku bergerak menjauh... Kita berpencar dulu. Kita akan berkumpul kembali nanti malam di Penginapan Bintang Timur'


Xionan, Mouhuli, Bailaohu, Bianselong, Xioming dan Zuena tidak menyangka Gofan berencana untuk kabur di saat mereka telah dikepung oleh pasukan berpedang. Meski mereka sedikit terkejut, mereka mengangguk setuju dengan rencana Gofan.


Gofan melangkah maju dan membalas perkataan Meiling.

__ADS_1


" Nona Pendekar. Kami akan berhenti melawan, namun kami tidak bisa menyerah. Kami masih ada keperluan yang harus dilakukan. Jadi, jika Nona Pendekar berkenan, kami akan undur diri dan melanjutkan perjalanan kami "


Meiling tertawa mendengar perkataan Gofan, " Setelah membuat kekacauan dan menghancurkan Kereta kuda kerajaan, kalian ingin pergi begitu saja?... Tidak bisa!! "


" Begitukah? Aku tidak yakin, Nona bisa menghentikanku dan rekan-rekanku... Bagiku, Nona bahkan tidak ada apa-apanya " Balas Gofan.


" Kurang ajar! " Meiling marah mendengar ucapan Gofan.


*Zyuut*


*Triung*


Meiling langsung melesat maju dan menghunuskan pedangnya ke arah Gofan.


" Langkah Kilat "


Gofan menghindari serangan Meiling namun tidak membalas serangannya. Gofan hanya terus bergerak mundur dan menghindari serangan pedang Meiling.


'Aneh. Kenapa cara bertarung bocah itu berbeda?' Pikir Shadev saat melihat gerakan Gofan yang hanya menghindar dan tidak menggunakan kekuatan Energi Mental miliknya.


Di saat Shadev masih memikirkan keanehan gerakan Gofan. Beberapa pendekar pengawal Litaizhong mengangkat tubuh Mangrui dan rekan mereka yang lain, yang masih tidak sadarkan diri dan membawa mereka mundur ke belakang kelompok pendekar berpedang dari Kerajaan Meghalaya.


'Celaka! Bocah berambut putih ini pasti merencanakan sesuatu...'


" Serang!!! " Teriak Shadev dalam bahasa Meghalaya ketika menyimpulkan bahwa keanehan gerakan Gofan itu, pasti karena Gofan telah merencanakan sesuatu.


Mendengar perintah Shadev. Burka dan yang lain bergerak menyerang ke arah Gofan dan kelompoknya. Ke-47 pasukan berpedang menghunuskan pedang mereka ke arah kelompok Gofan.


Saat itu, Gofan sudah berjarak 50an langkah kaki dari tempatnya semula, Gofan berhenti menghindari serangan Meiling dan mengaktifkan kekuatan Energi Mentalnya.


" Pancaran Mata Iblis "


*Blazh*


Kali ini kekuatan Mata Iblis milik Gofan memancar seperti ledakan sebuah bom cahaya. Ledakan dari kekuatan Mata Iblis Gofan memancarkan cahaya hijau yang berukuran besar, hingga menyelimuti seluruh hal yang berada dalam jarak ratusan langkah kaki dari dirinya.

__ADS_1


Semua orang, semua pendekar, dan semua binatang yang terkena ledakan cahaya hijau milik Gofan, kini terdiam kaku seperti membeku. Bahkan pendekar dengan budidaya khusus Energi Mental sekali pun tetap terkena dampak ledakan cahaya Mata Iblis milik Gofan tersebut.


" Aa-apa ini!? "


Xioming kaget, ketika melihat semua orang terdiam kaku tidak bergerak. Bahkan pendekar berpedang yang hampir saja menebaskan pedang ke arahnya tiba-tiba terdiam kaku dengan mulut menganga.


" Ayo! Kita kabur dulu! " Ucap Zuena sembari menepuk pundak Xioming.


Sekarang hanya Gofan dan kelompoknya saja yang bisa bergerak bebas. Mouhuli, Bailaohu dan Bianselong langsung bergegas kabur ketika melihat Gofan memancarkan cahaya Mata Iblis. Sementara Xioming masih kaget melihat hal yang baru saja terjadi, hingga Zuena datang mengingatkannya untuk kabur.


" Sebentar Pendekar Zuena. Aku ingin melakukan ini dulu... "


Ucap Xioming ketika dia memindahkan tubuh pendekar berpedang yang hampir menebasnya ke arah rekannya sendiri.


" Wah... Ide bagus! Aku akan membantumu "


*Zyuut*


Zuena menggunakan jurus meringankan tubuhnya dan ikut memindahkan tubuh beberapa pendekar berpedang itu.


Sekarang, hampir semua pendekar berpedang itu berdiri dalam posisi saling berhadapan dan saling menghunuskan pedang mereka.


" Hei... Apa yang kalian lakukan! Cepat pergi, aku tidak bisa berlama-lama menahan mereka! " Seru Gofan kepada Xioming dan Zuena.


" Bukan apa-apa... Sudah beres! Kami akan pergi sekarang! "


Ucap Zuena dan menarik Xioming kabur dengan cepat menggunakan jurus meringankan tubuhnya.


Xionan melayang melesat mengikuti Zuena dan Xioming, namun baru beberapa saat pergi, Xionan memutar arah dan kembali menuju Gofan. Saat tiba kembali, Xionan melihat Gofan pergi dengan menggendong tubuh kaku Meiling.


" Sudah kuduga! Fanfan pasti berencana menculik gadis itu. Apa sebenarnya yang dia pikirkan? " Gumam Xionan dengan nada sedikit agak kesal.


Ketika Xionan melihat Gofan mengulur-ulur pertarungan dan membawa Meiling pergi menjauh dari kelompoknya. Xionan berpikir, pasti ada yang direncanakan Gofan dengan melakukan hal itu.


Xionan menebak kemungkinan besar Gofan akan menculik gadis yang mirip Yubing itu, namun Xionan menepis pikiran itu dan pergi mengikuti Zuena dan Xioming. Tetapi di tengah jalan, perasaan Xionan menjadi tidak tenang sehingga dia memutuskan untuk kembali dan mengikuti Gofan.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2