
Perkataan Lingbai jelas tidak salah. Gofan memang belum menjadi Suami Shiyuxin, meskipun dia memang sudah memenangkan kontes jodoh gadis tersebut.
“Puih-!.” Shiyuxin meludah, “Omong kosong. Hantu mata-mataku jelas mengatakan, di dalam ada Suamiku... Menyingkirlah-!.” Sahut Shiyuxin sembari menghunuskan pedangnya.
*Triung* Satu demi satu murid Perguruan Yin Biru juga menghunuskan pedang mereka.
“Kalian menjauhlah. Biar aku yang memberi pelajaran kepada Gadis keras kepala ini.” Ucap Lingbai saat pedangnya terhunus ke arah Shiyuxin.
Shiyuxin tersenyum meremehkan ucapan Lingbai, “Heh... Aku yang akan memberi kalian pelajaran-!”
*Zyuut* Keduanya, Lingbai dan Shiyuxin, maju dan memulai pelajaran mereka. Mereka bertarung, saling memberi pelajaran.
*Trang*
*Trang*
*Zyuut*
*Trang*
Sementara para Junior Shiyuxin bergerak mundur, sedikit menjauh, pertarungan Lingbai dan Shiyuxin telah berlangsung selama lebih dari puluhan ayunan pedang.
“Hihihi.. Apa Turnamen Pulau sudah dimulai? Atau kalian sedang berlatih tanding?.” Ucao seorang Gadis berkepang dua yang baru saja tiba di depan Perkemahan Perguruan Yin Biru.
“Siapa dia?.” Bisik seorang Junior Lingbai.
“Dia itu, Gadis yang selalu berkeliaran di Tenda si Pewaris itu.” Sahut Junior yang lainnya.
“Oh jadi itu dia... Aku dengar, dia itu baru saja bangkit dari kematian. Katanya, umurnya sudah lebih dari 700 tahun.”
“Ah, yang benar?.”
Junior lainnya mengangguk.
“Hei-! Apa kalian tuli?.” Ucap Gadis berkepang dua itu menegur para Junior Lingbai yang tidak menjawab pertanyaannya.
“Bagaimana ini? Kita harus bagaimana, sepertinya dia ingin menemui si Pewaris.” Bisik Junior lainnya.
“Ya sudahlah... Lanjutkan saja, apa yang kalian lakukan, minggir, aku mau lewat.” Tidak mendapat jawaban, Gadis berkepang dua itu memaksa masuk ke dalam perkemahan.
*Zyuut* Melihat apa yang terjadi dengan Juniornya, Lingbai mundur dari pertarungan.
“Salam Senior Xionan.” Ucap Lingbai setelah mundur menjauh dari Shiyuxin, dia berhenti bertarung.
*Zyuut* Shiyuxin maju menerjang ke arah Lingbai.
“Kenapa berhenti? Apa kamu menyerah?.” Ucap Shiyuxin menghalangi pandangan Lingbai ke arah Xionan.
__ADS_1
“Beri aku waktu sebentar.” Sahut Lingbai, saat dia menyarungkan kembali pedang di tangannya.
Shiyuxin menatap heran, dia membalik badan dan menoleh Xionan. Siapa lagi Gadis aneh ini, begitulah batin Shiyuxin, saat pertama kali melihat Xionan.
“Tidak perlu. Lanjutkan saja latihan kalian. Aku hanya ingin menemui Fanfan.” Sahut Xionan membalas salam dari Lingbai.
Lingbai tahu identitas Xionan. Dia tahu bagaimana kedekatan hubungan Xionan dan Gofan. Lingbai yang sering berkeliaran di Perkemahan Perguruan Tunjung Putih, demi mencari informasi tentang Gofan, telah mendapatkan banyak informasi terkait Xionan.
‘Bahkan Mahaguru dan Penatua Perguruan Tunjung Putih menaruh hormat pada Gadis ini, aku tidak boleh sembarangan.’ Batin Lingbai saat dia melirik ke arah Juniornya.
Lingbai memberi isyarat pada para Juniornya untuk menyingkir dan mempersilahkan Xionan masuk.
“Baik Senior, setelah ini kami akan melanjutkan lagi pelajaran kami... Silahkan masuk, maaf untuk ketidaksopanan Juniorku.” Ucap Lingbai sopan menjawab perkataan Xionan.
“Silahkan Senior.” Para Junior Lingbai mempersilahkan Xionan masuk dengan sopan.
“Hihihi... Tidak apa-apa. Lanjutkan saja.” Sahut Xionan saat kakinya hendak melangkah masuk ke dalam Perkemahan Perguruan Yin Biru.
*Zyuut* Shiyuxin menghadang langkah Xionan.
“Berhenti-! Siapa kamu? Fanfan? Apa maksudmu, kamu ingin menemui Gofan?.” Tanya Shiyuxin dengan nada sedikit kesal.
‘Sialan. Kenapa Lingbai membiarkan Gadis aneh ini masuk begitu saja? Fanfan?... Awas saja kalau dia juga ingin menemui Suamiku. Kenapa dia boleh, sedangkan aku tidak?.’ Pikir Shiyuxin kesal dengan perlakuan Lingbai dan para Juniornya.
Melihat tindakan Shiyuxin, Lingbai tersenyum tipis, ‘Sepertinya, Shiyuxin ini ingin sekali menjemput mautnya sendiri.’ Lingbai menggelang pelan.
Shiyuxin terdorong pelan ke arah kanan, kemudian dia memutar tubuhnya dan mengarahkan pedangnya ke arah leher Xionan.
“Berhenti! Ada urusan apa kamu dengan Suamiku?. Apa kamu juga ingin merayunya, seperti yang dilakukan para Gadis Yin Biru ini?.” Shiyuxin menghunuskan ujung pedangnya tepat di leher Xionan yang berdiri memunggunginya.
Xionan menggunakan jari telunjuk tangan kanannya dan menyingkirkan pedang Shiyuxin dari lehernya, ‘Suami? Siapa yang ingin menemui Suaminya?... Tunggu dulu...’
Xionan membalik badan dan menatap heran ke arah Shiyuxin. Keduanya saling bertatapan penasaran.
“Nona. Apa maksudmu Fanfan adalah Suamimu?.” Tanya Xionan.
Shiyuxin mengangkat dagunya, saat dia menyarungkan kembali pedang miliknya.
“Benar. Bisa dibilang begitu, dia telah melamarku untuk menjadi Istrinya. Siapa kamu? Kenapa ingin menemui Suamiku?” Sahut Shiyuxin angkuh.
Bagi Shiyuxin, semua yang bertanding di dalam Kontes Jodohnya, adalah pelamar yang ingin menikahinya.
‘Konyol. Fanfan tidak mungkin menikah tanpa memberitahu diriku terlebih dahulu. Sepertinya Gadis ini gila.’ Pikir Xionan, saat dia tersenyum tipis dan melihat ke arah Lingbai.
‘Eh.. Kenapa dia menatap ke arahku? Jangan-jangan dia tidak diberitahu tentang masalah jodoh Shiyuxin?.’ Batin Lingbai saat menyadari tatapan Xionan.
“Maaf Senior. Silahkan masuk, jangan pedulikan Gadis ini.” Ucap Lingbai.
__ADS_1
Xionan tersenyum tipis dan mengangguk pelan. Dia tidak membalas pertanyaan Shiyuxin dan melanjutkan langkahnya, masuk ke dalam Perkemahan.
“Eh... Eh... Tunggu-! Kamu belum menjawab pertanyaanku...” Shiyuxin menoleh ke arah Lingbai, “Apa maksudnya ini? Kenapa kalian dengan sopan mempersilahkannya masuk untuk menemui suamiku?!.” Bentak Shiyuxin saat kepalanya kembali menoleh ke punggunv Xionan.
*Triuung* Shiyuxin menghunuskan pedangnya dan menerjang ke arah Xionan.
*Zyuut*
*Trang* Lingbai menahan laju pedang Shiyuxin.
“Kita masih belum selesai.” Bisik pelah Lingbai sembari tersenyum melihat ekspresi kesal di wajah Shiyuxin.
“Minggir-! Jangan menghalangiku!.” Bentak Shiyuxin.
*Trang*
*Zyuut*
*Trang* Pelajaran mereka pun kembali berlanjut.
Lingbai mendorong Shiyuxin menjauh dari pintu masuk perkemahan perguruannya, saat Xionan melenggang masuk hendak menghampiri Gofan.
**
Di sisi lain, di dalam Tenda Perkemahan Perguruan Yin Biru...
“Para Senior, tidak perlu memikirkan tentang Mutiara Roh Naga lagi... Meski aku belum bisa membuat Dimensi Ruang dan Waktuku sendiri, aku bisa menggunakan Dimensi Ruang dan Waktu milik Guruku, Vasudev.” Ucap Gofan memecah keheningan.
Semua yang lainnya, terdiam hening karena merasa heran dengan ucapan Gofan. Untuk memenuhi kekuatan Jiwanya, Gofan memerlukan lebih dari 100 Mutiara Roh Naga. Seorang dengan ranah Grand Master, memerlukan lebih dari 100 mutiara langka itu untuk meningkatkan kekuatan Jiwanya sampai ke titik tertinggi.
Longwang menggeleng pelan, “Baiklah kalau begitu. Kemarilah... Aku akan memberi tahumu cara menggabungkan keduanya.” Ujung jari telunjuk tangan kanan Longwang memancarkan cahaya putih redup.
Gofan mendekat ke arah Longwang.
Longwang menyentuhkan ujung jari telunjuknya yang bercahaya itu tepat ke arah kening Gofan.
*Blazh* Kilasan cara penggabungan kedua Kalung Kerang Ajaib berkelebat masuk dalam pikiran Gofan.
“Terima kasih Paman. Kalau begitu aku akan pergi sekarang.” Sahut Gofan saat dia membentuk segel tangan dan merobek udara untuk membuat sebuah celah dimensi yang menghubungkannya ke Perguruan Tujuh Jalan Kebajikan.
Gofan pergi dan meninggalkan Tenda tersebut.
“Para Leluhur. Silahkan tinggal di sini dulu. Formasi pelindung ini akan aktif selama dua hari. Jadi tidak perlu khawatir... Tidak akan ada yang bisa menembusnya, jika....”
*Blazh*
“Dimana Fanfan? Siapa kalian?.” Tanya Xionan yang tiba-tiba saja masuk, menembus Formasi pelindung dan menyela perkataan Yanzi.
__ADS_1
Bersambung...