
Setelah mencerna keadaan, Lenfan hanya diam dan menerima pil-pil itu. Lenfan mulai memikirkan hal-hal yang sedang terjadi, dia menoleh ke arah si Gadis hantu.
' Nona hantu, ceritakan lebih banyak, kurasa hanya kamu yang tahu kenapa aku menjadi Goli dan kenapa mereka tidak menyadari keberadaanmu? ' Pinta Lenfan melalui pikirannya.
" Hihihi, mereka tidak bisa melihatku, hanya kamu yang bisa, sepertinya ini efek samping dari Batu Reinkarnasi " Sahut si Gadis Hantu.
Gadis hantu itu mulai melayang-layang di antara mereka berempat, namun hanya Lenfan yang menyadari keberadaannya.
'Batu Reinkarnasi? Apa itu? ' Melalui pikiran, Lenfan bertanya pada si Gadis hantu.
" Sebelumnya terima kasih, karena kamu dan Goli telah membebaskan aku dari kutukan. Namaku Xionan, kau panggil saja aku Nannan. Akan aku ceritakan semua dari awal, begini.... "
Xionan melayang mendekati Lenfan yang saat ini bertubuh Goli dan membisikkan kejadian yang menimpa dirinya.
Malam itu, tiga hari sebelumnya, ketika Lenfan dan Goli beristirahat di sebuah batu besar di dekat sebuah gundukan tanah besar, ternyata itu adalah makam Xionan.
Roh Xionan telah dikutuk untuk dikurung di tanah kuburan itu. Ketika sisa arak Goli tumpah dan sisa rotinya jatuh, secara tidak sengaja itu seperti dia memberikan persembahan di depan makam dan itu membebaskan roh Xionan dari kutukan.
" Ck! Hei Goli, Kenapa kamu melamun?... Cepat minum obat itu ! " Jangbi bedecak melihat Lenfan yang hanya diam memegang pil-pil yang baru diterimanya.
" Oh iya... Maaf aku melamun, terima kasih Saudara Jangbi "
' Nannan, ceritakan saja terus, aku akan mendengarkannya ' Jawab Lenfan kepada Jangbi, sekaligus meminta Xionan untuk terus melanjutkan ceritanya.
Xionan mengangguk, menuruti perkataan Lenfan dan terus bercerita.
" Eh... Saudara Jangbi? Tampaknya memang ada masalah dengan otakmu, aku ini seumuran dengan Lenfan, beraninya kau, bocah, tidak sopan, cepat minum obatmu !! " Kata Jangbi.
Mendengar Lenfan yang saat ini adalah Goli, memanggilnya seperti memanggil orang sebaya, Jangbi terkejut dan merasa ada yang salah dengan Lenfan.
" Iya Goli, cepat minum obatmu, kita akan ke atas setelah kamu baikan, kita akan memakamkan Lenfan " Kata Yubing pelan, masih terdengar sedih.
'Benar... Sekarang aku bertubuh Goli '
" Baik Kakak Jangbi. Kakak Yubing. Terima kasih " Sembari mengucapkan itu, Lenfan menelan kedua pil itu bersamaan.
Menurut cerita Xionan, Goli yang waktu itu berlari di belakang Lenfan, tidak sengaja menatap cahaya mata dari Beruang Bambu, sehingga jiwanya langsung ditarik dan dilahap, sehingga dia langsung meninggal di tempat.
" Mungkin karena jiwa Goli masih muda dan sangat lemah, dengan mudah mata iblis melahapnya walau jaraknya masih cukup jauh.... " Tutur Xionan menjelaskan kematian Goli.
'Jadi suara yang mengatakan padaku bahwa Goli telah meninggal itu kamu? ' Lenfan mengingat lagi kejadian ketika dia melihat Goli mematung, diam, ketika dia memanggilnya untuk berlari lebih cepat.
" Iya... Itu aku, aku ingin menyelamatkan nyawa kalian, tapi karena baru saja bangkit, aku masih terlalu lemah " Jawab Xionan.
Memang waktu itu Lenfan mendengar suara Xionan, tapi saat itu Lenfan masih belum bisa melihat sosok Xionan yang sebenarnya melayang-layang di sekitarnya.
" Kemudian, ketika kamu sampai di depan lubang sungai ini.... "
Dan Lenfan berhasil menyelamatkan mayat Goli. Lenfan mati, jiwanya berusaha dilahap oleh Beruang Bambu.
" Tetapi ketika hampir seluruh jiwamu dilahap, kalung liontin di dadamu memancarkan cahaya merah keemasan, cahaya itu menarik jiwamu dari mata Beruang Bambu. Saat itu aku menyadari kalungmu itu adalah Batu Reinkarnasi... "
Batu Reinkarnasi adalah salah satu dari sembilan Batu Bertuah. Batu ini memiliki manfaat memindahkan jiwa, menguatkannya, dan menyelamatkan nyawa seseorang yang menggunakannya.
Batu ini, memberikan kesempatan hidup kedua bagi orang yang menggunakannya. Selama raga orang itu masih utuh, bahkan jika jantungnya berhenti berdetak, dia akan hidup kembali. Tapi batu ini hanya bisa digunakan sekali. Seseorang yang menggunakan batu ini, seperti memiliki dua nyawa.
" Saat itu, mata iblis kalah dari kekuatan batu reinkarnasi, bukannya jiwamu yang dilahap tapi sepertinya kekuatan mata iblis yang habis dilahap oleh Batu Reinkarnasi.... "
__ADS_1
Xionan yang saat itu tidak bisa berbuat apa-apa, hanya bisa menyaksikan saat cahaya merah keemasan menyerang mata Beruang Bambu, tiba-tiba mata Beruang Bambu berdarah dan mulai membusuk.
" Beruang Bambu itu kesakitan dan mengamuk, mencakar membabi buta, dan karena itu merobek tubuhmu, tubuhmu terbelah dua dari pinggang ke bawah, mayatmu tidak utuh.... "
Setelah itu, Beruang Bambu jatuh dan mati, cahaya merah keemasaan yang mengandung jiwa Lenfan, berusaha kembali ke tubuhnya namun karena tubuhnya sudah tidak utuh, cahaya itu tidak bisa membangkitkannya,
" Kemudian, aku menuntun cahaya jiwamu untuk masuk ke dalam tubuh Goli, karena hanya tubuhnya yang ada saat itu, tubuh kosong tanpa jiwa yang baru saja meninggal... "
Hanya ada waktu kurang dari 24 jam bagi cahaya jiwa untuk mendapatkan tubuh, jika tidak mendapatkan tubuh kosong tanpa jiwa selama kurun waktu itu, maka perlahan cahaya jiwa akan memudar dan berubah menjadi roh, menandakan bahwa jiwa telah mati dan orang itu benar-benar tidak bisa dibangkitkan lagi.
" Setelah itu, Gadis bertopeng ini muncul dan memeriksa tubuh barumu, kemudian dia langsung pergi lagi, lalu kau siuman dan mengira aku peri surga lalu pingsan lagi dan.... Begitulah sampai di sini " Lanjut Xionan.
Sambil mendengarkan cerita Xionan, beberapa saat berlalu setelah Lenfan menelan pil hitam dan pil putih.
" Argghh... Sakit...!! Arrgghh... !!! " Lenfan berteriak kesakitan sambil memegang kepalanya.
Saat ini banyak gambaran-gambaran dan ingatan-ingatan muncul di kepalanya, kepalanya serasa mau meledak, dan matanya bercahaya hijau tipis.
Yubing, Nian, Jangbi yang tengah duduk santai menunggu Goli membaik, terkejut melihatnya berteriak kesakitan sambil terus memegang kepala. Mereka tidak terlalu memperhatikan cahaya hijau di mata Lenfan.
" Apa ini?, Goli.. Kamu kenapa? " Tanya Yubing panik.
" Senior, sepertinya ini reaksi dari pil hitam dan putih, tampaknya ini efek sampingnya, aku akan membantunya !! " Nian duduk bersila di belakang Lenfan dan langsung menyalurkan tenaga dalamnya
Yubing melakukan hal yang sama, dari depan dia menyalurkan tenaga dalam ke tubuh Goli yang duduk bersila di depannya,
Jangbi yang ketakutan berusaha menjauh dan bersembunyi di pinggiran lubang.
" Gawat!! Cahaya itu,... Lenfan, jika kamu bisa mendengarku, suruh mereka menjauh... cepat, suruh mereka pergi, kekuatan mata iblis sedang berusaha menguasaimu, jika sekarang dia menyerap jiwa, kamu benar-benar akan mati....Aku akan menekan kekuatan mata iblis dari menguasaimu... " Ucap Xionan.
" Arrgghh... Pergi...!! Pergi, Yubing, pergi.. Kalian pergi ! Mata iblis...pergi jauh...!! " Di tengah-tengah kesakitannya, Lenfan berusaha untuk memberirahukan agar mereka pergi menjauhinya.
Nian bangun lebih dahulu, melompat menjauh dari Goli, dia lalu menarik tubuh Jangbi dan naik ke permukaan. Melihat itu, Yubing ikut menyusul, melompat naik ke permukaan.
Setelah tiba di atas permukaan lubang, " Senior, kamu dengar tadi? Selain kata-kata Goli, ada suara lain yang mengatakan mata iblis akan bangkit ! "
Suara lain itu, tentu saja suara Xionan, dia membantu Lenfan mengusir mereka, agar keadaan tidak menjadi semakin buruk.
" Iya, suara itu menyuruhku pergi menjauh, sepertinya telah terjadi sesuatu... Goli mungkin telah mewarisi Mata Iblis ini secara tidak sengaja " Sahut Yubing.
Menurut Yubing mungkin ini adalah jawaban, mengapa Beruang Bambu itu mati dengan mata yang hancur.
' Goli memiliki mata monster itu? Dia berubah jadi monster itu? ' Batin Jangbi.
Jangbi panik dan bersembunyi di belakang Nian, takut Goli keluar dari lubang dan menerkamnya.
[Di dalam lubang, di dasar sungai yang mengering]
" Arrgghh... Nannan... Apa...yang harus aku lakukan? " Teriak Lenfan.
Lenfan menahan sakit yang menyerang kepalanya, banyak ingatan masa lalu Goli terlintas, kehidupan dan semua tentang Goli terlintas dipikirannya.
Begitu pula dengan ingatan Beruang Bambu, kehidupan, bahasa, dan sejarah yang dimiliki makhlus buas itu terlintas dipikirannya.
" Kamu harus menemukan cara mengendalikan mata iblis, aku hanya bisa menahannya " Xionan tetap dalam posisi menyalurkan cahaya putih dari telapak tangannya.
'Cara mengendalikan mata iblis? ' Pikir Lenfan.
__ADS_1
Mendengar itu, Lenfan memilah-milah ingatan Beruang Bambu yang terlintas di pikirannya, berharap menemukan cara untuk mengendalikan mata iblis.
Lima napas kemudian, dia menemukan sebuah cara, 'Aku harus menggabungkan semua ingatan kami, tapi ini sangat menyakitkan... Aarrgghh !!'
Ketika Lenfan berusaha menggabungkan dan menguasai ingatan Beruang Bambu, kekuatan mata iblis menolak dan berusaha menelan ingatan Lenfan, namun Lenfan tetap melawan, hingga terjadi rasa sakit yang sangat amat besar di kepalanya.
' Aku harus berhasil, kalau tidak, aku akan kehilangan diriku '
Saat dia hampir memyerah karena kelelahan, ingatan Goli menggabungkan dirinya dengan ingatan Lenfan, 'Ii-ni... Sisa-sisa jiwa Goli, cahaya terakhir jiwanya... '
" Kak, hiduplah... " Suara dari cahaya terkahir di jiwa Goli yang tersimpan dalam ingatannya, membantu Lenfan menguasai ingatan Beruang Bambu.
Beberapa hela napas kemudian, Lenfan berhenti mengerang kesakitan dan mulai menenangkan dirinya.
Lenfan mulai merasakan perubahan pada dirinya, secara mental, kekuatan alam bawah sadarnya menjadi tiga kali lipat daripada orang biasa.
Sementara secara fisik dia merasa amat bertenaga, seperti tubuhnya telah bercampur dengan tubuh Beruang Bambu, kekuatan mata iblis mengalir di kedua matanya.
Perlahan Lenfan membuka mata dan tanpa sadar air mata menetes dari sudut-sudut matanya.
'Terima kasih Goli ' Batin Lenfan.
" Kamu sungguh beruntung, aku rasa, asal-usul Goli ini tidak biasa, ada sedikit aura murni dari darahnya, apa kau tahu sesuatu? " Saat menolong Lenfan, Xionan merasakan ada perubahan dalam darah di tubuh Goli, meski sedikit itu sangat murni.
" Benar, nanti akan aku ceritakan, ayo susul Yubing dan lain... Tunggu dulu !, kenapa kamu semakin transparan? " Tanya Lenfan.
Lenfan hendak naik ke permukaan setelah merasa pulih, tetapi ketika dia menatap Xionan, Xionan nampak seperti akan menghilang dan sirna.
" Aku ini roh, bukan makhluk abadi, aku hanya bisa tinggal di alam manusia paling lama 49 hari, tapi sekarang aku hanya punya sisa waktu paling lama dua minggu lagi " Sahut Xionan.
Cahaya putih yang dipancarkan Xionan untuk menolong Lenfan sebelumnya adalah intisari kehidupannya, itu mengurangi sisa waktu hidupnya di alam manusia.
" Kamu sudah menolongku, aku pasti akan membantumu. Apa yang harus aku lakukan? " Tanya Lenfan.
" Sebelumnya aku berharap menemukan batu reinkarnasi, tapi ternyata itu sudah kamu gunakan, sekarang aku tidak tahu lagi, harta apa yang bisa membangkitkanku dari kematian " Xionan melayang-layang di depan Lenfan dengan wajah sedikit kecewa.
'Harta?' Pikir Lenfan.
" Nannan, ayahku meninggalkan sesuatu di barat hutan ini, mungkin di sana ada sesuatu yang bisa membantumu " Lenfan teringat tujuannya ke Hutan Bambu Kemarau.
" Hmm... Ayahmu? Siapa ayahmu? " Tanya Xionan ingin tahu.
Xionan berpikir, orang tua Lenfan pasti bukan orang biasa, karena bisa memberikan Batu Reinkarnasi kepadanya.
" Dulu ayah ku seorang pendekar, dia disebut Raja Gelap. Apa kamu kenal ayahku? "
Lenfan mengira, bahwa Xionan adalah roh orang yang hidup sejaman dengan kedua orang tuanya, sebab dia tahu banyak tentang batu reinkarnasi.
" Hihihi, aku tidak kenal ayahmu, Raja Gelap?, tidak ada yang dijuluki itu di waktu aku hidup hihihi, tapi peninggalan ayahmu... Warisan Raja Gelap pasti berharga, makanya ayahmu sampai memiliki nama julukan seperti itu...hihihi " Tawa Xionan.
Bagi para pendekar, hanya mereka yang telah memiliki kemampuan tinggi atau pencapaian yang tinggi, yang bisa mendapatkan nama julukan, mendengar ini, Xionan mengingat kembali nama julukannya dulu ketika masih hidup, yaitu Dewi Neraka.
" Hihihi... Baik... Bagus... Kalau ada yang berguna, kau harus memberikan semuanya untukku hihihi... " Xionan tertawa sembari melayang mengelilingi Lenfan.
Lenfan tersenyum tipis dan mengangguk, " Ayo, naik dan temui mereka ! "
Bersambung...
__ADS_1