Pendekar Sembilan Langit

Pendekar Sembilan Langit
Episode 50. Fanfan, Kamu Ada Dimana?


__ADS_3

Hari tepat menjelang tengah hari, ketika Gofan telah selesai membuat sup jiwa raga ekstra dan melangkah keluar dari dapur.


"Leluhur. Huhi. Silahkan, aku sudah menyiapkan sup jiwa raga dengan tambahan beberapa herbal baru"


Kata Gofan, ketika dia sampai di hadapan Mouhuli, Bailaohu, dan Xionan.


"Pantas saja aromanya lebih menyengat. Kalau begitu aku permisi, aku mau mencicipi sup buatanmu"


Bailaohu yang sudah lama menunggu, sangat bersemangat, dia langsung melangkah masuk ke dalam dapur dan mengambil mangkuk kosong lalu mulai menyantap sup jiwa raga ekstra.


"Gofan, bagaimana denganmu? Kenapa kamu justru mau pergi?"


Tanya Mouhuli, yang juga ikut melangkah menuju ke dapur. Dia melihat, Gofan hendak pergi.


"Aku sudah makan, sekarang aku akan mulai mengangkut beberapa buah batu itu"


Tunjuk Gofan ke arah tumpukan bongkahan batu di pinggiran pepohonan di sebelah gubuk.


-Tidak perlu, ku lihat tubuh fisikmu sudah banyak peningkatan, sekarang coba kamu serap energi surga dari batu mental, lakukanlah seperti ini....-


Kata Mouhuli melalui pikirannya, dia mengirimkan sebuah kilasan ingatan, tentang cara menyerap energi surga dari batu mental.


-Jadi begitu caranya.... Leluhur, aku punya inti giok bambu, sebelumnya aku tidak bisa menyerap energi giok ini, apa yang harus aku lakukan?-


Tanya Gofan melalui pikirannya. Gofan menyempatkan diri untuk menanyakan cara untuk menyerap energi mental dari Inti Giok Bambu.


Sebelumnya, meski telah bergabung bersama Xionan, justru tidak terjadi apa-apa, energi mental yang mereka serap bocor keluar dan menyebabkan kekacauan.


-Kamu punya inti giok bambu!? Jadi tornado yang sebelumnya terjadi itu ulahmu ?-


Mouhuli tahu tentang kejadian tornado yang membuat banyak Beruang Bambu menjadi menggila, tetapi dia tidak menyangka bahwa itu adalah ulah Gofan.


-Iya. Maaf. Energi giok ini terlalu besar sehingga menyebabkan tornado itu terjadi-


Sahut Gofan melalui pikirannya.


-Ya Sudah, ini.... Kamu harusnya memakai cara ini untuk menyerap inti giok bambu, pergilah sekarang, sana!!-


Sekali lagi Mouhuli mengirimkan sebuah kilasan ingatan. Kilasan ingatan, tentang cara menyerap energi mental dari Inti Giok Bambu.


Mouhuli buru-buru masuk ke dalam dapur, dia takut si Kucing Kecil telah banyak menyantap sup buatan Gofan dan tidak menyisakannya sedikit pun.


Gofan belum sempat mengatakan terima kasih, tetapi Mouhuli telah ada di dalam dapur dan mulai berdebat lagi dengan Bailaohu. Mendengar perdebatan itu, Gofan jadi berpikir bahwa Mouhuli dan Bailaohu itu, seperti anjing dan kucing, yang tidak pernah bisa akur.


Mengikuti kilasan ingatan yang diberikan oleh Mouhuli, Gofan pergi menuruni bukit dan menuju ke arah danau, diikuti oleh Xionan.


-Kenapa anak ini pergi ke danau?, Apa dia tidak akan melanjutkan latihannya?-


Xionan melayang-layang mengikuti Gofan menuruni bukit. Meski dia bertanya-tanya, tentang hal yang hendak dilakukan Gofan, Xionan hanya diam dan terus mengikuti Gofan, hingga akhirnya mereka tiba di tepi danau.


"Fanfan, apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu melepaskan pakaian atasmu? Kamu mau berenang?"


Xionan heran melihat Gofan yang langsung melepaskan bajunya ketika sampai di tepi danau.


"Bukan. Aku mau menyelam, menurut ingatan yang disampaikan Leluhur, aku harus melakukan ini, agar bisa menyerap energi surga dari batu mental"


Gofan melakukan segel tangan dan melapisi seluruh tubuhnya dengan cahaya hijau dari kekuatan mata iblis.


"Ingatan apa? Apa dia sudah mengajarimu sesuatu?"


Meski sedari awal, Xionan selalu berada di samping Gofan, dia tidak menyadari percakapan yang Gofan dan Mouhuli lakukan melalui pikiran mereka.


"Iya. Dia menyampaikannya melalui suara pikiran. Dia juga memberi tahuku cara menyerap inti giok bambu ini...."


*Zyuut*


Gofan mengeluarkan Inti Giok Bambu dari dalam kotak khusus dan langsung menelan batu giok itu.


"Kamu!? Kenapa kamu telan?, Kamu ingin mati?"


Xionan sadar akan kedahsyatan kekuatan mental Inti Giok Bambu. Saat Xionan melihat Gofan menelan batu giok itu, dia khawatir tubuh Gofan akan mengalami cedera organ internal.

__ADS_1


"Tenang....Tidak apa-apa, ini cara yang diberitahu oleh Leluhur, aku pergi dulu...!"


*Kecebyur*


Sahut Gofan setelah menelan Inti Giok Bambu, yang terasa seperti menelan sebuah biji salak.


Gofan berenang, menyelam ke dalam danau, hingga mencapai dasar danau dan mengambil posisi bersila setelah mendarat di dasar danau. Dengan lapisan cahaya hijau dari kekuatan mata iblis, Gofan mampu bernapas seperti biasa di dasar danau itu.


Xionan juga ikut menyelam dan memasuki dasar danau. Di dasar danau, benar-benar gelap, hanya sesekali cahaya matahari menembus masuk ke dasar danau.


*Bluup Bluup*


Gelombang udara keluar masuk dari lapisan cahaya hijau energi mental Gofan. Ikan-ikan kecil segera berlarian menjauh dari lokasi Gofan bersila, cahaya hijau dari kekuatan mata iblis menakuti mereka.


Sebagai seorang roh, Xionan tidak mengalami kendala apapun ketika berdiam diri melayang mengamati Gofan. Xionan melihat Gofan berkali-kali melakukan gerakan segel tangan, dan sebuah cahaya hijau terang terlihat menyala dari perut Gofan.


-Apa benar, ini cara yang benar?-


Pikir Xionan, saat memperhatikan Gofan yang mulai menyerap energi mental dari Inti Giok Bambu yang kini ada di dalam perutnya.


-Menurut ingatan leluhur, aku harus mengarahkan energi surga dari batu reinkarnasi untuk menyerap energi giok ini, aku juga harus melakukan pengolahan energi mentalku, ini.... Aku sudah di tingkat ketiga !?-


Ketika Gofan memeriksa energi mentalnya, dia sedikit terkejut mendapati, bahwa tingkatan energi mental dari Ilmu Raja Siluman miliknya, sudah mencapai tingkat ketiga, tingkat Mental Murni.


-Apa ini karena kejadian semalam?, Baguslah, dengan begini kekuatan mentalku semakin bertambah....-


Gofan tidak pernah dengan sengaja mengolah Ilmu Raja Siluman. Jadi, ketika dia memeriksa tingkatan energi mentalnya, yang sudah meningkat sebanyak satu tingkat, dia sedikit terkejut.


Peningkatan itu terjadi berkat energi surga yang ada di dalam tubuh Gofan. Berkat energi surga, energi mental yang dimiliki Gofan bertambah kuat dengan sendirinya, bersamaan dengan saat dia mengolah Kitab Surga Sembilan Langit.


Saat ini, energi surga dari Kristal Surgawi yang berada di inti Kubus Oktagon mulai berpendar dan menyerap energi mental dari Inti Giok Bambu yang ada di dalam perut Gofan.


-Argghh... Sakit, perutku sakit sekali....-


Gofan menahan rasa sakit dari proses penyerapan itu. Rasa sakit itu, bagaikan sebuah kail yang menarik keluar semua organ yang ada di dalam perutnya, perutnya seperti dirobek-robek. Meski demikian, Gofan tetap bertahan.


Ditekan terus menerus oleh kekuatan penyerapan dari energi surga, Inti Giok Bambu pada akhirnya meleleh dan langsung terserap ke dalam tubuh Gofan.


*Wuuzz Wuuzz*


Keadaan itu berlangsung selama ratusan hela napas, sebelum tubuh Gofan yang masih bersila melayang rendah di tengah pusaran air itu. Akibat dari adanya tekanan dari air danau, pusaran air itu tidak menjadi semakin besar, hanya seluas ukuran dua lengan pria dewasa yang direntangkan.


Xionan berenang melayang, menjauhi pusaran air Gofan. Dia hampir saja terseret putaran arus air itu. Xionan sempat mencoba untuk menembus pusaran air dan mencoba masuk ke dalamnya, tapi itu gagal. Xionan justru terpental jauh.


Gofan yang melayang rendah di dalam pusaran air itu tidak menyadari, sebuah perubahan sedang terjadi pada rambutnya Rambut Gofan yang sebelumnya berwarna hitam, sedikit demi sedikit berubah warna menjadi putih.


Hari di luar danau, sudah berganti dari siang menjadi sore, ketika seluruh rambut Gofan sudah memutih, saat itu putaran arus air berhenti dan Gofan berhenti melayang, mendarat kembali ke dasar danau.


*Bluup Bluup*


Kini, keadaan kembali tenang seperti semula, Gofan yang berambut putih, masih duduk bersila di dasar danau sambil memejamkan matanya. Rambut Gofan yang berubah warna merupakan efek samping dari penyerapan energi mental dalam jumlah besar.


-Ini!?, Rambutnya?-


Setelah mengetahui pusaran air itu menghilang, Xionan berenang melayang, kembali ke tempat Gofan. Xionan terkejut ketika melihat rambut Gofan yang seluruhnya berwarna putih.


*Zyuut*


-Apa itu? Duyung kah? Atau aku salah lihat?-


Ketika Xionan sibuk mengamati rambut Gofan yang berwarna putih, sekilas dia melihat sesuatu yang berenang dengan cepat melintasi Gofan dan dirinya, dia mengira itu seekor duyung, seekor siluman ikan.


-Mana mungkin, ini kan hanya dimensi buatan, mana mungkin ada duyung di sini-


Xionan menyangkal hal itu. Setahu Xionan, para duyung atau para siluman ikan, tinggal di laut utara, di Samudra Peri. Itu sangat jauh dari Hutan Bambu Kemarau, jadi, tidaklah mungkin, ada duyung di ruang dimensi Mouhuli.


-Pusatkan kekuatan mentalku dan padatkan, lalu akan terbentuk lengan....-


Gofan melanjutkan proses selanjutnya. Cahaya hijau yang masih menyelimuti tubuh Gofan, memadat dan membentuk dua buah lengan cahaya. Lalu, salah satu dari lengan cahaya itu, meraih batu mental dari dalam kantong ruang Gofan.


Kedua lengan cahaya Gofan saling bertangkupan dan batu mental ada di antara kedua telapak tangan lengan cahaya itu,

__ADS_1


-Untuk menyerap energi surga dari batu mental, harus dengan energi mental dari orang itu sendiri, semakin kuat energi mental, semakin cepat proses penyerapan....-


-Saat ini, aku sudah di tingkat keempat, ini pasti akan lebih cepat....-


Pada saat Gofan selesai menyerap semua energi mental dari Inti Giok Bambu, dia menyadari bahwa dirinya sudah mencapai tingkat keempat dari Ilmu Raja Siluman, yaitu tingkat Saripati Langit.


Di luar danau hari sudah berganti malam, tetapi Gofan masih berada di dasar danau, dia belum selesai menyerap energi surga dari batu mental. Kedua lengan cahaya Gofan, masih terus menerus melakukan penyerapan.


Kesadaran Gofan benar-benar terfokus pada batu mental yang kini diserap melalui lengan cahaya dari energi mentalnya, sehingga dia tidak menyadari sudah berapa lama proses itu berlangsung.


Malam pun berganti, Hari ke-28 tiba. Gofan masih duduk bersila di dasar danau, menyerap energi surga dari batu mental.


-Kenapa selama ini?, Hari sudah menjelang siang, kenapa belum selesai juga?-


Xionan masih tetap mendampingi Gofan, dia berenang melayang-layang di sekitar Gofan.


Mouhuli sempat menghampiri Gofan ke dasar danau, dia berharap Gofan akan segera menyelesaikan proses penyerapan itu dan membuatkannya sup jiwa raga. Namun, ketika dia melihat keadaan Gofan, dia tidak terlalu banyak berharap.


Bailaohu juga hendak menghampiri Gofan, tetapi Mouhuli melarangnya dengan alasan, hal itu dapat membahayakan proses latihan Gofan. Mouhuli melakukan ini, demi merahasiakan keberadaan batu bertuah dari Bailaohu. Mendengar hal itu, Bailaohu hanya kesal dan menunggu.


Waktu terus berjalan, hingga akhirnya hari ke-30 latihan Gofan tercapai, dan tepat pada hari itu, sebuah ledakan besar terjadi dari arah dasar danau, tempat Gofan menyerap energi surga dari batu mental.


*Duaarr*


*Duaarr*


*Duaarr*


Tidak hanya sekali, ledakan itu terjadi berkali-kali. Air danau bergejolak dan berhamburan bagaikan hujan, ikan-ikan kecil terdorong keluar dari danau, batuan karang dan tumbuhan air di dalam danau hancur terkena hempasan gelombang ledakan. Keadaan di dasar danau benar-benar kacau.


Xionan yang sudah hampir bosan menunggu, kini terpaksa menjauhi Gofan, ledakan itu mengandung energi mental dan itu dapat mencederai rohnya,


-Setelah tiga hari, Kenapa malah seperti ini?, Aku harap Fanfan akan baik-baik saja-


Ledakan terus terjadi hingga belasan kali sebelum akhirnya berhenti. Hari sudah malam pada saat air danau sudah kembali tenang.


"Senior. Kamu yakin, muridmu akan baik-baik saja? Lihat apa yang baru saja terjadi!"


Bailaohu menunjuk ke arah banyak bangkai ikan dan biota air yang hidup di dasar danau, kini terkapar di tepian danau.


Bailaohu dan Mouhuli sudah melesat secepat kilat ke arah danau ketika ledakan pertama terjadi, mereka khawatir akan keadaan Gofan. Tetapi karena itu adalah proses dari latihan Gofan, Mouhuli dan Bailaohu hanya bisa menunggu tanpa bisa ikut campur.


"Entahlah, aku harap dia akan baik-baik saja. Sekarang keadaan danau sudah kembali tenang. Ayo .... Kita lihat!"


*Kecebyur*


Mouhuli dan Bailaohu, memasuki danau, berenang menyelam ke dasar danau menuju ke tempat Gofan berada.


*Bluup Bluup*


-Kenapa berhenti? Benar ini tempatnya? dimana muridmu itu?-


Tanya Bailaohu melalui pikirannya, yang sedari tadi berenang mengikuti Mouhuli.


-Seharusnya, dia di sini, apa karena ledakan itu, posisinya jadi berpindah?-


Kata Mouhuli yang seluruh tubuhnya sudah dilapisi cahaya hijau.


-Kita berpencar... Kamu...Cari di sebelah sana, aku akan ke arah sini-


Imbuh Mouhuli sebelum melesat, berenang mencari Gofan.


-Latihan apa yang diberikan nenek tua itu pada muridnya?, Sampai menimbulkan kekacauan seperti ini-


Pikir Bailaohu saat berenang mencari Gofan ke arah yang disarankan Mouhuli.


Keadaan di dalam danau benar-benar kacau, ada begitu banyak lubang bekas ledakan, air danau pun menjadi sangat keruh, tidak ada seekor pun ikan hidup yang terlihat, yang ada hanyalah pecahan bebatuan karang, bangkai ikan, dan tanaman danau, yang melayang-layang di dalam air danau.


Xionan sudah sedari tadi berenang melayang mengitari seluruh danau, tetapi dia tidak bisa menemukan jejak keberadaan Gofan,


-Fanfan, kamu ada dimana?, Kenapa aku tidak bisa menemukan jejak keberadaanmu?-

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2