
' Ada apa denganku? Kenapa aku tidak tenang saat melihat Gofan bersama dengan gadis itu? ' Pikir Xionan ketika dia sudah melayang jauh dari gubuk Gofan.
Xionan hanyalah salah paham, semua adegan di dalam gubuk yang dilihat Xionan bukanlah seperti yang dia bayangkan. Gofan tidak sedang melecehkan Meiling, melainkan sedang melindungi dirinya dari serangan diam-diam yang dilakukan Meiling.
Namun Xionan sudah terlanjur salah paham. Dia berjalan melayang tidak tentu arah selama hampir sembilan hari.
Tubuh Xionan semakin lama semakin transparan, seperti kehilangan keinginan untuk bertahan. Xionan tidak menyadari apa yang terjadi pada dirinya. Dia hanya terus berjalan melayang tidak tentu arah. Xionan masih belum menyadari perasaan yang sesungguhnya dia rasakan pada Gofan. Gofan telah mencuri hatinya.
*Duagh*
Xionan yang berjalan melayang sembari meunduk, tiba-tiba terpantul mundur karena terbentur sesuatu.
' Apa ini? Kenapa aku bisa terbentur? Aku ini kan roh ' Batin Xionan ketika dia menengadah melihat apa sebenarnya yang membuat dirinya terpantul mundur.
Sebagai seorang roh, tentu saja Xionan bisa dengan mudah menembus benda-benda duniawi yang ada di Alam Manusia, dia tidak mungkin terbentur.
" Siapa kalian?! Kenapa menghalangi jalanku? " Tanya Xionan ketika menyadari dua orang roh sedang berdiri di hadapannya.
Satu orang roh pria mengenakan pakaian serba hitam dan topi hitam yang memanjang cukup tinggi ke atas. Di dada pakaian roh pria itu ada gambaran mirip ular melingkar. Rambut roh pria berpakaian serba hitam itu panjang terurai.
Sementara roh yang satu lagi adalah roh wanita yang berpakaian serba merah dan mengenakan topi merah yang tertekuk ke belakang kepalanya. Rambutnya juga panjang teruari. Ada gambar yang sama di pakaian roh wanita itu.
Kedua roh itu tidak menjawab pertanyaan Xionan. Mereka hanya tersenyum sinis ketika melihat Xionan terpantul mundur.
__ADS_1
" Titah Raja Neraka. Xionan, hantu gentayangan yang menyalahi aturan Neraka. Tidak melaporkan kematian dan diam di Alam Manusia. Setelah 49 hari harus dijemput paksa ke Alam Kematian untuk diadili " Ucap roh pria itu sembari membaca sebuah gulungan yang bertintakan darah.
*Deg*
Xionan terkejut mendengar titah yang diucapkan oleh roh pria tersebut, dia tidak menyangka bahwa dirinya akan dijemput paksa untuk dibawa ke Neraka.
' Apa mereka berdua adalah Dewa Kematian?! ' Pikir Xionan ketika dia membalik badan dan melesat pergi secepat yang dia bisa.
" Mau kabur? Percuma saja! " Roh wanita berpakaian serba merah itu mengeluarkan sebuah cambuk dan menyerang ke arah Xionan.
*Cetas*
Cambuk itu memanjang dan mengejar Xionan. Seberapa jauh pun Xionan berlari melayang, dia tidak bisa lepas dari kejaran cambuk itu. Cambuk itu disebut sebagai Cambuk Alam Kematian.
*Tap*
" Argghh!! " Teriak Xionan kesakitan, ketika Cambuk Alam Kematian berhasil menangkapnya. Cambuk berduri hitam itu melilit dan menyakiti roh Xionan.
*Zyuut*
Xionan yang telah berlari melayang cukup jauh diseret dan ditarik kembali ke hadapan para Dewa Kematian, kedua roh berpakaian hitam dan roh berpakain merah yang sebelumnya dia temui.
" Catatan lengkap. Xionan tertangkap dan siap untuk diadili " Ucap roh pria berpakaian hitam sembari membubuhi sesuatu di gulungan titah Raja Neraka.
__ADS_1
" Lepaskan aku!! " Xionan menggeliat berusaha melepaskan ikatan cambuk yang melilitnya tersebut.
" Lilitan Cambuk Kematian "
Ucap roh wanita berpakaian merah itu sembari membentuk sebuah segel tangan. Cambuk Alam Kematian yang melilit tubuh Xionan semakin memanjang dan melilit hampir seluruh tubuh Xionan.
Roh pria berpakaian serba hitam menyimpan gulungan titah Raja Neraka dan melangkah maju mendekati Xionan. Dia menyentuhkan telunjuk jari tangan kanannya ke dahi Xionan dan membuat Xionan tiba-tiba menjadi pendiam dan penurut.
" Ayo kembali. Dia harus segera diadili " Ucap Roh pria itu sebelum masuk ke dalam sebuah celah ruang dimensi berwarna hitam pekat.
Tidak jauh dari lokasi Xionan yang tengah dibawa memasuki celah ruang ke Neraka, tiga orang sedang menyaksikan kejadian tersebut. Vasudev, Lengyue, dan Bianselong sedang menyaksikan kejadian Xionan yang ditangkap dan diseret ke Neraka.
" Sekarang percuma saja kita menggunakan air kencing perjaka ini. Meski kita bisa melihatnya, kita tidak mungkin melawan dua Dewa Kematian itu " Keluh Vasudev kepada Bianselong dan Lengyue.
" Bukankah sebelumnya sudah ku bilang. Gofan akan baik-baik saja meski kita tidak membawa roh gadis itu kembali. Percayalah padaku! " Sahut Langyue mendengus kesal.
Tanpa banyak kata, akhirnya Vasudev mengikuti ucapan Lengyue. Mereka bertiga kembali ke Perguruan Tunjung Putih untuk memastikan kebenaran ucapan Lengyue.
___++++___
Ayo dukung Pendekar Sembilan Langit. Vote biar Novel Pendekar Sembilan Langit bisa bertengger di list Ranking Novel.
Yuk gabung juga di Grup Chat saya, kalau ada yang punya ide tambahan, kritik, dan saran, bisa diobrolin di grup. Nanti ide tambahan yang menarik akan saya selipkan di cerita Novel ini. Buruan gabung...
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca & Semoga terhibur.