Pendekar Sembilan Langit

Pendekar Sembilan Langit
Episode 223. Jebakan Gofan


__ADS_3

Gofan memimpin di depan, token kayu pemberian Mo Yun di tangannya menerangi jalan puluhan kaki di hadapannya.


“Tuan. Semua jebakan sudah habis, di depan hanya ada sebuah altar dengan sebuah boneka manusia di atas altar itu.” Haiwa melayang di sisi Gofan. Hanya Gofan yang bisa melihatnya.


Beberapa saat sebelumnya, Gofan meminta Haiwa memastikan semua jalan menuju ujung lorong, berkat Haiwa, semua perangkap dan jebakan mematikan berhasil dihindari.


Gofan berhenti dan memutar badannya, kemudian dengan nada sedikit berteriak dia berucap, “Senior!. Di depan sudah aman. Silahkan kemari, hanya ada sebuah boneka di depan sini.”


Suara Gofan menggema sepanjang lorong, jarak antara dia dan rombongan Mo Yun tidaklah terlalu jauh, sebab setiap selang beberapa waktu Gofan pasti akan memberikan sinyal aman.


“Tuan. Apa Tuan akan membiarkan baj*ngan busuk itu untuk terus memanfaatkan Tuan?.” Haiwa kesal dengan apa yang dialami Gofan saat ini.


“Sekarang, kita tunggu saja. Ada lima Mighty Star di antara mereka, belum lagi para Star Pioneer yang mengikuti Mo Yun itu, saat ada peluang, aku pasti akan membalas baj*ngan itu!. Ayo... Kita lihat dulu boneka itu.”


**


“Bocah!! Apa yang kamu lakukan?.” Mo Yun tiba di depan altar, dia mendelik melihat Gofan memperhatikan boneka manusia yang ada di hadapannya.


Gofan menoleh sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal, “Oh... Senior sudah sampai... Hahaha... Bukan apa-apa, aku hanya penasaran, ini boneka apa? Dari tadi dia hanya diam tidak bergerak... lihat... lihat ini...” Gofan memukul-mukul dada boneka manusia itu, tapi boneka itu diam tidak bergerak.


“Mo Yun sayang.. tidak perlu memarahi bocah bodoh itu, lihat dia bahkan tidak tahu bagaimana membangkitkan Totem Eksternal, jelas-jelas boneka itu adalah sebuah totem... Aku rasa, boneka itu adalah petunjuk untuk keluar dari lorong buntu ini.” tangan gemulai Li Xue, terus mengelus-elus dada Mo Yun sembari dada montoknya tidak lepas dari tubuh Mo Yun.


“Tapi, Li Xue... Dia punya Totem Formasi Internal di tangannya, bukankah itu aneh jika dia tidak tahu tentang penggunaan boneka itu?.” bisik seorang Gadis lainnya, yang juga berada di ranah Mighty Star.


Mata Li Xue melirik ke arah punggung telapak tangan Gofan, dia baru menyadari tentang tato di tangan Gofan, “Bocah... Kamu memang bodoh atau pura-pura bodoh? Coba perlihatkan punggung telapak tanganmu!.”


“I-ini?.” Gofan dengan nada ragu, memperlihatkan gambar Formasi Sembilan Kutukan Langit ke arah Li Xue.


“Senior. Saudara Fan adalah seorang Master Alkimia. Dia bukan ahli totem, dia hanya kebetulan mendapatkan totem itu, dia sungguh belum tahu cara menggunakan totem.” sahut Chen Feng.


“Lancang!! Apa aku bicara padamu?!.” bentak Li Xue, tangannya mengibas dan sebuah jarum berasap hijau melesat menuju ke arah Chen Feng.


“Jarum Penghancur Sumsum?!.” Gofan menggunakan Lompatan Besar-Kecil dan menerjang menghadang jarum yang melesat ke arah Chen Feng.


Dari ingatan Jiang Kang, Gofan mengetahui bahwa jarum beracun yang ditembakkan Li Xue itu adalah Jarum Penghancur Sumsum. Jika Chen Feng terkena jarum itu, dalam waktu satu hari satu malam, seluruh tulang dalam tubuhnya akan melunak, dia pasti akan mati!.


Wuuzzz.... *Jleb* Jarum berasap hijau tepat mengenai pergelangan tangan kiri Gofan.


“Saudara Fan!!” Teriak kaget Chen Feng, dia tidak tahu kapan pastinya, tapi tiba-tiba saja Gofan muncul menghadang serangan Li Xue.


Semua yang lain juga terkejut, tiba-tiba dalam sekejap, Gofan sudah muncul di antara Li Xue dan Chen Feng.


“Bocah ini!?...” Li Xue sendiri tidak pernah habis pikir, jika serangan jarumnya bisa dihadang secepat itu. Li Xue tertawa, “Aku tahu kamu punya kemampuan meringankan tubuh yang bagus, tapi kamu terlalu bodoh! Setelah kamu terkena jarum beracunku, tanpa penawar dariku, dalam waktu satu hari kamu pasti mati... Hahaha.”


“Bukankah ini hal yang bagus? Adik Xue'er, dia sudah terkena jarum beracunmu, tidak perlu khawatir tentang dia pengguna totem atau bukan. Sekarang petunjuk satu-satunya hanyalah boneka itu...” Mo Yun mencium Li Xue, keduanya, tidak malu-malu bermesraan di depan Gofan dan lainnya.


“... Adik Xue'er adalah yang paling terampil dalam penggunaan totem. Cobalah, bangkitkan boneka manusia itu.” imbuh Mo Yun usai mencium Li Xue.

__ADS_1


Gofan menampakkan wajah meringis kesakitan, tapi dalam hati dia tersenyum lebar, “Hanya jarum kecil, ini bahkan tidak membuatku merasakan sakit.”


“Senior. Mohon berikan penawarnya kepada Saudara Fan, bagaimana pun, dia sudah membuka jalan untuk kita.” Chen Feng menghadang jalan Li Xue yang hendak naik ke altar.


“Enyah!!.” teriak kesal Mo Yun, sebuah kibasan pedang angin memukul mundur Chen Feng.


Bibir tipis Li Xue menyeringai, “Tenang saja. Dia masih punya waktu satu hari, untuk apa buru-buru, tenang saja... Hahaha.”


“Hahaha....”


“Hahaha....” Semua yang lainnya, yang berada di kelompok Mo Yun tertawa melihat Gofan dan Chen Feng yang terluka. Jelas sekali, mereka tahu karakter Li Xue, tidak mungkin dia akan memberi obat penawar kepada Gofan.


Gofan berjalan menghampiri Chen Feng, “Saudara Feng. Tenanglah, aku tidak apa-apa.” kemudian melalui suara batin, Gofan berkata kepada Chen Feng, “Saudara Feng, tolong suruh semua yang lain menjauh perlahan dari altar.”


Chen Feng terkejut menerima suara batin Gofan, dia melirik ke arah Gofan dan mengangguk. Lalu setelah diam-diam memberi instruksi pada yang lain. Mereka bersama-sama, secara perlahan bergerak menjauh dari altar.


Gadis yang sebelumnya mencurigai Gofan mengerti tentang pengendalian Totem, memperhatikan aksi mundur perlahan-lahan kelompok Chen Feng.


Sementara itu, dia dan kelompok Mo Yun telah berada sangat dekat dengan altar. Beberapa bahkan sudah naik ke atas altar mengikuti Li Xue.


“Kalian ke-.” *BOOOOOMMMMMMM*


Belum usai Gadis itu berkata, ledakan besar terjadi saat Li Xue berusaha mengendalikan boneka manusia.


Asap dan debu memenuhi ruangan berdinding batu bercahaya itu... Semuanya menjadi semakin gelap, tidak telihat, hanya suara batuk-batuk dan ledakan beruntun yang terus terdengar.


“Bang*at!!! Apa ini!?....” pandangan mata Mo Yun perlahan-lahan menjadi jelas. Matanya menyipit dan bibirnya menggeram saat melihat enam orang termasuk Li Xue terkapar di sekitar reruntuhan altar.


“XUE'ERRRRR!!!! Tidaaaaakkkkk!!!.” teriak Mo Yun, matanya merah, dia berlutut memapah tubuh Li Xue yang sebagian hancur terkena ledakan.


“Uhuk.. Uhuk... Uhuk...” suara seorang Gadis batuk perlahan mendekati Mo Yun yang tengah menangis memangku mayat Li Xue, “Uhuk... Kakak Yun. Ini ulah mereka, aku melihat mereka bergerak menjauh dari altar sebelum boneka itu meledak. Ledakan ini jebakan Bocah itu.” ucap Gadis itu sembari menepuk pelan pundak Mo Yun.


Dari semua kelompok Mo Yun, hanya enam yang selamat dari ledakan. Mo Yun, Gadis itu dan empat lainnya. Hanya tiga dari lima Mighty Star yang masih hidup, sisa lainnya adalah Star Pioneer.


“Ning Rui. Xuan Hong... Bunuh mereka semua dan bawa kemari Bocah itu!. Aku sendiri yang akan membunuhnya di hadapan Li Xue.” geram Mo Yun, sembari menatap ke arah Gadis itu dan satu Mighty Star lainnya.


“Baik.” sahut keduanya.


**


“Dimana mereka?.” Xuan Hong berlari menelusuri lorong bersama dengan Ning Rui.


“Kejar dulu, Bocah itu punya kemampuan meringankan tubuh yang bagus... kemungkinan sudah jauh di depan.”


Beberapa puluh hela napas kemudian...


“Ini sudah hampir di ujung lorong, kenapa tidak ada satu pun dari mereka?.” Xuan Hong menambah kecepatannya, tapi matanya tampak ragu bahwa dia akan berhasil menemukan kelompok Chen Feng.

__ADS_1


“Mustahil mereka bisa kabur secepat itu.. Kalau hanya bocah itu, mungkin dia bisa menyelamatkan dirinya sendiri, tapi untuk yang lain, itu mustahil... Kita kejar sampai ke ujung dulu!.” sahut Ning Rui.


Beberapa puluh hela napas selanjutnya... di ujung luar lorong ke-15.


Baik Xuan Hong maupun Ning Rui sudah memeriksa semua tempat, tapi tidak bisa menemukan Gofan dan kelompoknya.


“Kemana hilangnya semua bocah Star Pioneer itu?! Mustahil mereka bisa menghilang begitu saja...” Berkali-kali Xuan Hong memindai dengan Saint Mentalnya, tapi tidak ada hasil. Keberadaan kelompok Gofan belum mereka temukan.


Ning Rui tampak berpikir keras, sebelum tiba-tiba alis matanya mengerut, “Sial!... Mereka pasti masih berada di dalam. Mereka pasti masih bersembunyi di sekitar altar itu!.” kemudian Ning Rui menatap ke arah Xuan Hong, “Kamu tunggu di sini. Jaga-jaga jika mereka berhasil keluar, aku akan kembali dan memastikan di dalam.”


“Em...” angguk setuju Xuan Hong.


Di sisi lain, di tempat reruntuhan altar, pertarungan tengah terjadi. Sebuah boneka manusia tengah menghadapi Mo Yun dan seorang Star Pioneer lainnya.


“Ke-Ketua... Ba-bagaimana boneka ini masih utuh?! Bukankah dia tadi sudah meledak!?.” tanya Pria paruh baya ke arah Mo Yun. Dari tiga orang yang berada di ranah Star Pioneer, hanya dia yang masih hidup. Dua lainnya terbunuh oleh boneka manusia yang mereka kira telah hancur meledak.


“Diam!! Hadapi saja dia. Boneka ini setara dengan tahap puncak Mighty Star, lawan dengan serius, jika kamu tidak ingin mati!!.” bentak Mo Yun sembari menahan serangan boneka manusia.


Kemampuan boneka itu, tidak sekuat Mo Yun, hanya saja, daya tahan boneka itu sepuluh kali daya tahan manusia biasa. Selain itu, ada sebuah tongkat emas aneh yang selalu menghalangi Mo Yun saat mencoba memotong boneka manusia tersebut. Itu membuat Mo Yun kewalahan menghadapi serangan boneka tersebut.


*Pung!!!* “Arrgghh....” Pria paruh baya itu terkena hantaman tongkat boneka manusia. Dia terpelanting menghantam dinding ruangan altar dan tewas di tempat.


Mo Yun mengambil langkah mundur dan mengatur jarak di antara dia dan boneka manusia.


Seharusnya sebuah boneka tidak memiliki kesadaran, tapi apa yang dihadapai Mo Yun sekarang, lebih tampak seperti menghadapi seorang pembudidaya biasa. Sama sekali tidak terasa seperti menghadapi benda mati.


Boneka itu bahkan berkali-kali mengayunkan tongkat emas yang bisa berubah-ubah ukurannya. Selain itu, dua serangan naga cahaya juga mengahantam mundur Mo Yun berkali-kali.


“Siapa kamu?!.” teriak Mo Yun, tangannya yang menggenggam pedang masih gemetar setelah menangkis serangan dua naga cahaya.


Boneka manusia itu terlihat tersenyum, “Senior. Apa kamu tidak mengenaliku?.”


Mo Yun jelas mendengar suara yang keluar dari mulut boneka itu mirip dengan suara Gofan.


Mendengar suara Gofan, genggaman pedangnya semakin mengencang, matanya menatap marah ke arah boneka manusia, “Itu kamu!? Bocah KEPA*AT!! Akan ku bunuh kamu! Kamu harus mati di hadapan Xue'er!.”


Aura penyatuan Bintang memancar dari tubuh Mo Yun, “HIIIYYAAAAAAAA.....”


*Blazhhh* Sebuah tanda berbentuk bintang muncul di dahi Mo Yun. Itu ciri khas para Mighty Star. Itu adalah ciri penyatuan Jiwa Bintang.


ROOOAAAAARRRR!!! Sosok besar bayangan Jiwa asap hitam bermata merah dengan pedang besar muncul menyelubungi tubuh Mo Yun. Itu adalah ciri pembentukan Jiwa bagi ranah Mighty Star. Semakin jelas sosok bayangan jiwa itu, semakin tinggi tingkatan ranah Mighty Star tersebut.


“Tuan... bayangan itu adalah pembentukan jiwa tahap menengah... berhati-hatilah!.” ucap Haiwa dari dalam tongkat emas.


Saat ini yang bertarung menghadapi Mo Yun adalah kesadaran Gofan. Dengan bantuan Haiwa, kesadaran Gofan berhasil mengendalikan boneka manusia tersebut. Gofan sendiri berada tepat di bawah tanah, bersila sembari memegang Pagoda Jindun. Chen Feng, Liu Ling, dan anggota lainnya berada di dalan Pagoda tersebut.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2