
Dalam perjalanan menuju ke Perguruan Yin Biru.
“Kak.. Apa sebenarnya Pasukan Cakar Kuning itu?, Kenapa Kakak ingin mengendalikan pasukan itu?.” Tanya Xiongkang yang berjalan di belakang Xiongmeng.
“Pasukan Cakar Kuning itu, pasukan yang dulu dibentuk sendiri oleh Dewa Perang... Aku sendiri belum jelas, siapa dan dimana mereka. Tapi, selama aku mendapatkan benda di tangan Wuling itu, Pasukan Cakar Kuning pasti akan tunduk di bawah perintahku.” Sahut Xiongmeng.
Xiongmeng begitu membenci Gofan. Dengan alasan Gofan tidak layak menyandang gelar sebagai Pewaris Baru, dia mengumpulkan beberapa murid Partai Tongkat Sakti dan Perguruan Tunjung Putih untuk membunuh Gofan dan merebut Tongkat Emas Naga Kembar.
Bukti bahwa Gofan berguru kepada Vasudev dan Mouhuli juga dijadikan Xiongmeng sebagai salah satu alasan untuk menyingkirkan Gofan. Namun alasan sebenarnya Xiongmeng melakukan semua itu adalah untuk membalaskan dendamnya kepada Gofan.
Demi menggalang kekuatan yang lebih besar lagi, Xiongmeng berencana untuk merebut kendali Pasukan Cakar Kuning. Kendali Pasukan ini seharusnya diserahkan Duan Tianlang kepada Gofan, namun kedatangan Shiyuxin dan Shijie membuat hal itu tertunda.
Pasukan Cakar Kuning adalah pasukan khusus yang hanya bisa dikendalikan dengan sebuah gelang kepala berwarna emas. Gelang kepala itu disebut sebagai Simpai Emas. Seseorang yang mengenakan Simpai Emas adalah pemilik dan pengendali pasukan Dewa Perang tersebut.
“Xiongkang. Masukkan ini ke dalam arak yang akan kita berikan pada Wuling.” Imbuh Xiongmeng sembari memberi sebuah botol obat kepada Xiongkang.
“Ini!? Racun? Kakak ingin membunuh Wuling?.”
“Bodoh! Mana mungkin aku membunuhnya. Aku perlu dia bicara, dimana dia menyimpan Simpai Emas itu, cairan di botol ini akan membuatnya berhalusinasi, saat itu kita bisa membuatnya berbicara jujur.” Sahut Xiongmeng.
Xiongkang mengangguk pelan dan menyimpan botol obat itu ke dalam Kantong Ruangnya.
‘Setelah mendapatkan Simpai Emas, aku akan segera membalaskan dendamku... Gofan. bersiaplah untuk jatuh hingga ke dasar Neraka.’ Batin Xiongmeng sebelum berhenti berjalan di depan sebuah toko roti.
“Xiongkang. Pergilah lebih dahulu, jika ada yang bertanya, katakan saja, aku sedang membeli roti ikan.” Ucap Xiongmeng.
Mengikuti ucapan Xiongmeng, Xiongkang segera melanjutkan perjalanan menuju Perguruan Yin Biru seorang diri.
Xiongmeng pergi dan masuk ke dalam toko roti. Tapi setelah melihat Xiongkang benar-benar sudah menjauh, Xiongmeng keluar dari toko roti dan masuk ke sebuah gang kecil yang berada di sebelah toko roti tersebut.
Sesosok pria berpakaian serba hitam dengan cadar berwarna hitam terlihat menunggu Xiongmeng di dalam gang kecil tersebut.
__ADS_1
“Ini informasi yang kamu butuhkan. Harganya 2000 batu darah. Orang yang kamu cari sudah dipastikan pasti dia.” Ucap pria tersebut setelah Xiongmeng tiba di hadapannya.
Xiongmeng melemparkan sebuah Kantong Ruang, “Di dalam kantong itu ada 2000 batu darah.”
Pria bercadar hitam itu menimbang-nimbang Kantong Ruang yang ada di telapak tangannya, “Bagus. Ini.. Ambillah...” Pria itu melempar sebuah gulungan kertas ke arah Xiongmeng, “Senang bekerja sama denganmu, jika kelak ada lagi informasi yang kamu perlukan. Kamu bisa menghubungiku dengan cara yang biasa... Oh ya, sebagai bonus, aku ingin memberitahumu bahwa Nyonya Qingyue saat ini tengah hamil.... Aku pergi!.”
*Zyuut* Pria berpakaian hitam itu melompat tinggi ke atas atap toko roti dan menghilang begitu saja dari pandangan mata Xiongmeng.
Xiongmeng terdiam kaku, ucapan terakhir pria berpakaian hitam itu mengejutkan dirinya, ‘Qingyue hamil? Apa dia mengandung buah cinta kami?... Ba***ngan, jika bukan karena bocah sia**n itu, aku dan Qingyue pasti masih bisa bersama.’
Xiongmeng begitu mendendam kepada Gofan. Semua itu, karena kejadian yang terjadi saat hubungangnya dan Qingyue diketahui oleh Lengjing. Xiongmeng menyalahkan Gofan untuk semua kejadian itu. Kebencian dihatinya telah membuatnya terjatuh kembali dalam perjanjian dengan Roh Jahat.
“Jadi nama pria kurus bermata satu itu adalah Guwulryong... Hmm.. Manusia setengah siluman? Dia sama seperti si pewaris itu...”
“Gofan.. Tunggu saja, kematianmu akan dipastikan terjadi saat Turnamen Pulau dimulai Hahaha” Tawa Xiongmeng saat dia membaca isi dari gulungan kertas berisi informasi yang dibelinya seharga 2000 batu darah itu.
Informasi yang dibeli Xiongmeng dari pria bercadar hitam adalah informasi mengenai pria kurus bermata satu bernama Guwulryong yang dikatakan Lengyue akan menjadi pencabut nyawa bagi Gofan.
Sembari membaca informasi mengenai Guwulryong, kenangan hari dimana Xiongmeng mengetahui hal yang dilakukan Gofan padanya, membuatnya mengepalkan tangan erat-erat.
Roh Jahat itu menunjukkan kepada Xiongmeng semua yang terjadi dan perlahan-lahan merasuki hatinya dan menanamkan dendam kepada Gofan.
Setelah terbangun, tanpa sengaja Xiongmeng menyimak percakapan Gofan dan Lengyue. Sebenarnya semua itu telah direncanakan oleh si Roh Jahat, dengan hasutannya, dia menggiring Xiongmeng untuk pergi lebih jauh ke bagian belakang Perguruan tersebut. Saat itulah Xiongmeng mengetahui tentang semua takdir Gofan.
Setelah Qingyue menjauhinya dan hubungan mereka hancur, Xiongmeng semakin mendendam kepada Gofan. Akhirnya Xiongmeng jatuh kembali dalam perjanjian dengan Roh Jahat, dendam telah membutakan mata hatinya.
***
[Di Dekat Pulau Api-Rombongan Kerajaan Penda]
“Baginda. Ada sebuah boneka burung pembawa pesan dari Kedai Kongchu.” Ucap Ximenbao saat tangan kanannya menggenggam sebuah boneka kayu berbentuk burung.
__ADS_1
“Bawa kemari.” Sahut Litaihwang dari dalam Kereta Kuda Kerajaan.
Ximenbao menyerahkan boneka burung tersebut. Setelah menerimanya, Litaihwang segera mengerahkan tenaga dalamnya ke dalam boneka tersebut dan sebuah pesan dari Kongchu pun terlintas di dalam benaknya.
‘Lengyue sudah bisa dipastikan akan segera berhasil didapatkan... Dan ada penyusup di Markas Bawah Tanah?.’ Batin Litaihwang sebelum berucap kepada Ximenbao, “Kongchu dan pasukannya telah mendapatkan cara untuk mendapatkan gadis itu. Kamu tidak perlu khawatir lagi... Tolong kirimkan pesan kepada Kongchu, tanyakan mengenai keadaan Markas Bawah Tanahnya.”
“Gadis itu? Maksud Baginda, Lengyue? Apakah terjadi sesuatu dengan Markas mereka?.”
“Benar, dia akan membawakan Lengyue untuk kita... Hmm.. Ada penyusup di Markas itu, tapi dia tidak mengatakan lebih rinci mengenai hal itu, segeralah tanyakan padanya.”
“Baik Baginda.” Usai berkata demikian, Ximenbao mengeluarkan sebuah boneka burung pembawa pesan dan menerbangkannya ke arah selatan, menuju Kedai Kongchu.
‘Dengan bantuan Gadis cenayang itu, tidak ada hal yang tidak akan aku ketahui di masa depan... Setelah ini aku bisa menemukan kembali pecahan tubuhku yang lain Hahaha.’ Batin Litaihwang dari dalam Kereta Kuda Kerajaan.
Di sisi lain, saat Litaihwang tertawa gembira mendapat kabar dari Kongchu. Lengyue tengah dalam masalah.
***
[Laut Timur- Di Atas Sebuah Kapal Laut]
*Trang*
*Cruats*
*Trang*
*Trang*
‘Aneh sekali, sebelum ini, aku sudah mencampur obat tidur ke makanan mereka, tapi kenapa Nenek tua ini masih sadarkan diri.’ Batin seorang Pria berpakaian merah dengan gambar serigala emas di depan dadanya.
“Dongkho... Kembalikan Cucuku atau kamu akan menyesali telah melakukan semua ini!.” Ucap seorang Nenek tua kepada pria berpakaian merah tersebut.
__ADS_1
“Senior... Tenanglah, aku hanya ingin meminjam sebentar cucumu... Kami tidak akan melukainya.. Aku janji!.” Sahut Pria bernama Dongkho tersebut sembari menggendong tubuh Lengyue yang tidak sadarkan diri.
Bersambung...