Pendekar Sembilan Langit

Pendekar Sembilan Langit
Episode 29. Latihan Fisik bg. 4


__ADS_3

Gofan membaca dengan seksama isi dari Kitab Seribu Cakar Bayangan, dia mensimulasikan semua yang berhasil dia pahami di dalam pikirannya, berkali-kali dia membolak-balik kitab itu, berusaha memahami dengan benar dasar-dasar dari jurus seribu cakar bayangan.


Puluhan napas berlalu, Gofan menutup kitab itu dan menyimpannya kembali, lalu dia berdiri dan mempraktikkan semua yang sudah dia simulasikan sebelumnya di dalam pikirannya,


-Gerakkan tangan ke arah ini, lalu begini, alirkan tenaga dalam ke jari-jari, bentuk cakar di kedua tangan, kaki melangkah ke depan lalu...-


Kedua tangan Gofan tampak membentuk cakar, dia menggerakkannya berulang-ulang, beberapa kali dia berhenti sebentar lalu melanjutkan dengan langkah yang berbeda, angin disekitar jari-jari Gofan yang membentuk cakar tampak seperti terbelah karena aliran tenaga dalamnya.


Keringat mulai membasahi tubuh Gofan, saat dia terus menerus mengulang beberapa gerakan yang sama sebelum berhenti dan melanjutkan dengan gerakan yang berbeda,


-Seharusnya serangan cakar ini akan menjadi berganda, setiap serangan cakar akan menghasilkan bayangan serangan cakar, dan setiap bayangan akan menghasilkan bayangan yang lain, intinya ada pada kecepatan tangan, aku harus lebih cepat...-


Tanpa terasa hari sudah menjelang sore, saat Gofan baru menunjukkan sedikit perkembangan dalam jurus seribu cakar bayangan,


-Saat ini, dengan kecepatan ini, aku hanya bisa membuat puluhan bayangan cakar, tapi, aku rasa ini sudah cukup untuk menumbangkan pohon ini-


Gofan berhenti melakukan gerakan jurus, dia kembali duduk dan bersila, lalu mulai mengolah ilmu Kitab Surga Sembilan Langit, mengisi kembali tenaga dalamnya yang sudah terkuras karena latihan sebelumnya.


Gofan melakukan beberapa gerakan tangan dan menyerap energi langit dan bumi yang ada di sekitarnya, mengubahnya menjadi energi intisari, dan mengarahkan helai-helai energi itu ke titik pusat jiwanya,


-*Apa ini? Kenapa titik pusat jiwaku berubah menjadi kubus*?-


Saat Gofan mengarahkan energi intisari ke dalam titik pusat jiwa, ternyata titik pusat jiwanya kini berubah bentuk menjadi sebuah kubus oktagon, sebuah kubus bersegi delapan.


Energi surga berada di pusat kubus itu, saat Gofan menarik energi langit dan bumi, energi surga di dalam kubus juga semakin berkembang, dengan ikut menyerap energi langit dan bumi, energi mentalnya pun ikut menguat dan masuk bersamaan dengan energi intisari ke dalam kubus oktagon itu,


-Seingatku, sebelumnya, titik pusat jiwaku masih berupa sebuah ruang hampa, apa ini karena kejadian semalam ?-


Saat ini, kecepatan penyerapan Gofan terhadap energi langit dan bumi menjadi lebih stabil daripada malam sebelumnya.


Tiga energi itu, energi intisari, energi mental dan energi surga berputar seperti tornado di dalam kubus, melahap dengan rakus energi langit dan bumi.


Setelah ratusan putaran, kecepatan penyerapan mulai melambat dan berhenti saat kubus oktagon itu tampak penuh dengan sebuah cairan biru, energi surga yang sebelumnya berbentuk cahaya merah keemasan, kini mengeras dan berubah menjadi sebuah kristal emas yang menjadi inti di dalam cairan biru itu,


-Aku rasa cairan biru ini adalah tenaga dalam dan energi mentalku, aku harus menganggapnya tenaga dalam atau energi mental? Aku harus membuktikannya dahulu-


Gofan mengira cairan biru di dalam kubus oktagon di titik pusat jiwanya adalah tenaga dalam sekaligus energi mental, sebab selama proses budidaya energi sebelumnya, energi intisari dan energi mental telah menyatu di dalam kubus oktagon itu.


Hal itu memang benar, cairan biru itu adalah tenaga dalam dan energi mental Gofan yang telah menyatu dengan bantuan dari energi surga, cairan biru itu disebut sebagai Saripati Energi.


Sementara energi surga yang sudah berubah menjadi kristal, disebut sebagai Kristal Surgawi, biasanya hanya yang abadi yang memiliki kristal ini.


Mengenai perubahan bentuk titik pusat jiwa Gofan, itu terjadi karena dia mengolah kitab surga, Kitab Surga Sembilan Langit. Ilmu budidaya energi dari kitab surga itu telah merekonstruksi titik pusat jiwa Gofan menjadi sebuah kubus bersegi delapan.


Setiap Kitab Dewa dan Kitab Surga akan memiliki efek tertentu pada titik pusat jiwa orang yang mempelajari kitab-kitab itu. Ini semacam bentuk penyesuaian sebelum orang tersebut berhasil menjadi dewa.


Gofan membuka kedua matanya dan berdiri, bersiap menggunakan tenaga dalam yang sudah terisi kembali untuk mempraktikkan jurus seribu cakar bayangan,


-Baik, akan ku mulai dengan penggunaan tenaga dalam dulu-


"Seribu Cakar Bayangan"


*Crash Crash*


*Duuaarr*


*Kretaktak*

__ADS_1


*Gedebug*


Tidak sampai dua kali serangan, pohon yang belum selesai ditebang Gofan sebelumnya kini tumbang,


"Ini lebih cepat dari perkiraanku, hanya satu serangan cakar menghasilkan puluhan bayangan, jika aku bisa menguasai secara utuh jurus ini, seberapa kuat seranganku"


Gofan menatap jari-jari tangannya yang membentuk cakar, dia merasa serangannya akan menjadi sangat kuat jika dia bisa menguasai seribu cakar bayangan.


Melihat pohon itu tumbang, Gofan menghentikan serangannya dan mengatur kembali napasnya.


Gofan berdiam sebentar, menutup kedua matanya dan mengarahkan pikirannya ke dalam kubus oktagon, dia mengamati bagaimana keadaan saripati energi setelah dia menggunakan tenaga dalamnya.


Gofan mendapati saripati energi yang berupa cairan biru itu telah berkurang beberapa lapis, tampak ada ruang kosong di dalam kubus oktagon yang tidak terisi saripati energi,


-Seperti dugaanku, cairan biru ini memang tenaga dalamku, aku harus membuktikan, apa cairan ini juga energi mentalku-


"Mata Iblis"


*Zyuut*


Gofan membuka kedua matanya, sebuah cahaya hijau keluar dari kedua mata Gofan, mengalir ke telapak tangan kanannya, lalu dia mengarahkannya pada batang pohon yang baru saja tumbang itu. Batang pohon itu diselimuti cahaya hijau dan mulai bergerak mengikuti arahan gerakan tangan kanan Gofan.


-Bobot pohon ini cukup berat, aku harus menggunakan kedua tanganku-


*Zyuut*


Cahaya hijau yang merupakan energi mental dari kekuatan mata iblis mengalir ke telapak tangan kiri Gofan. Kini dua tangan Gofan bergerak-gerak mengarahkan cahaya hijau untuk mengendalikan batang pohon yang tumbang.


"Hyaarrgghh....!!!"


*Kretaktak*


*Duuaarr*


Batang pohon itu terbelah dan meledak, hingga menjadi potongan-potongan kayu kecil.


"Sial, aku terlalu banyak mengerahkan energi mental, kayu-kayu ini lebih kecil dari ukuran kayu untuk kayu bakar"


"Akh, sudahlah, tugas hari ini sudah selesai, masih banyak waktu yang tersisa, aku akan memperdalam jurus seribu cakar bayangan"


Melihat batang pohon meledak dan menjadi potongan-potongan kayu kecil membuat Gofan sadar dia menggunakan energi mental dalam jumlah yang sedikit berlebihan.


Setelah merapikan potongan kayu kecil itu, sekali lagi Gofan menutup mata dan mengarahkan pikirannya ke kubus oktagon untuk mengamati saripati energi di dalam kubus itu,


-Jumlahnya berkurang lebih banyak daripada penggunaan tenaga dalam,-


Dari pengamatan Gofan, dia menyadari bahwa saripati energi akan berkurang lebih banyak saat dia menggunakan energi mental daripada saat dia menggunakan tenaga dalam.


Sebelumnya, saripati energi yang berupa cairan biru itu, ada sekitar 100 lapisan di dalam kubus, setelah penggunaan tenaga dalam, lapisan itu berkurang sebanyak delapan lapis, dan berkurang sebanyak 23 lapis setelah menggunakan energi mental,


-Penggunaan energi mental menghabiskan hampir tiga kali lipat dari penggunaan tenaga dalam, dalam pertarungan aku harus berhati-hati menggunakan energi mental ini-


Usai memahami apa yang terjadi dengan penggunaan cairan biru di dalam kubus oktagon, Gofan membuka kedua matanya dan mulai memasang kuda-kuda, memasang posisi menyerang menggunakan jurus seribu cakar bayangan, dia bersiap belatih jurus itu lagi.


Hari masih sore, hampir menjelang petang saat Gofan mulai berlatih lagi, memperdalam jurus seribu cakar bayangan. Gofan terus menerus mengulangan beberapa gerakan dasar sebelum memulai ke gerakan lain, dia terus mengulang kegiatan itu berkali-kali, gerakan dasar lalu gerakan lain, gerakan dasar lalu gerakan yang lainnya lagi, begitu terus hingga ratusan gerakan.


Gofan baru berhenti berlatih ketika dia merasakan saripati energi di dalam kubus hampir habis, hanya tersisa beberapa lapisan cairan biru. Gofan yang sedikit kelelahan, membaringkan tubuhnya di atas rerumputan halaman, sambil menatap, menengadah ke arah langit,

__ADS_1


-Aku rasa sudah cukup, aku akan makan dan membersihkan diri dulu... Bintang-bintang itu indah sekali, Apa benar ketika seorang pendekar mencapai tingkat tinggi dia bisa terbang di antara bintang ?-


*Tyuung*


*Gedebluk*


Saat Gofan tengah berbaring sebuah batu yang terbungkus kertas terbang dan jatuh di sebelahnya.


*Zyuut*


-Aku kira, bola api pijar, aku bergerak terlalu cepat, ternyata hanya sebuah batu biasa, kertas apa itu ?-


Gofan bergerak cepat menghindari batu jatuh itu, dia menggunakan jurus langkah kilat, seketika dia sudah berdiri beberapa langkah dari posisinya berbaring sebelumnya. Saat itu Gofan menyadari bahwa batu yang jatuh bukan bola api pijar, dan dia melihat sebuah kertas membungkus batu itu.


Meski hari sudah malam, Gofan masih bisa nelihat dengan jelas, matanya berpendar cahaya hijau, dia bisa melihat dengan jelas di malam hari dengan bantuan cahaya hijau dari kekuatan mata iblis. Gofan memungut batu dan mengambil kertas yang membungkus batu itu,


-Ini sebuah pesan?... Pelatihan ditambah? Untuk hari ketiga dan seterusnya, aku harus memindahkan beberapa batu di sekitar bukit, membawanya turun bukit, dan seperti itu setiap hari!, batu?... Batu apa?-


Ternyata kertas itu adalah pesan dari Mouhuli yang menambah pola latihan Gofan, mulai besok Gofan harus memindahkan batu dari atas bukit ke bawah bukit.


Gofan kemudian memperhatikan sekitarnya, dan mendapati ratusan batu besar di sebelah barat dari rerumpunan pohon-pohon yang harus ditebangnya,


-Ini *benar-benar latihan fisik yang aneh, bahkan lebih aneh daripada pelatihan ayahku...-


-Benar, aku bisa menambahkan pola latihan fisik yang diajarkan ayahku... Baik, besok aku akan memulainya*...!-


Meskipun Mouhuli menambah jumlah kegiatan yang harus dilakukan Gofan, dia tampak senang dan bersemangat, bahkan Gofan berencana untuk melakukan latihan fisik yang dulu diajarkan ayahnya, Lenhao.


***


Keesokan harinya, seperti biasa Gofan menimba air di danau dan mengisi penuh gentong air, lalu dia mengangkut sebuah batu sebesar dirinya, membawa batu itu menuruni bukit, dan meletakkannya di sekitar bibir danau.


Hari masih belum tengah hari, Gofan menangkap kelinci dan mencari beberapa herbal untuk membuat sup, sambil terus membaca kitab-kitab yang dimilikinya.


Seusai makan, dia bersiap untuk melakukan pelatihan fisik yang diajarkan ayahnya, pelatihan itu terdiri dari 100 kali push-up, 100 kali sit-up, dan lari beberapa ratus langkah, dan itu harus dilakukan secara rutin berulang-ulang,


-Hesh... hesh... Dulu aku menyerah pada latihan ini, sekarang aku harus menyelesaikannya, ini bahkan tidak seberat memindahkan batu itu-


Gofan menyelesaikan pelatihan ala ayahnya setelah berlari ratusan putaran mengitari bukit. Saat hari sudah hampir petang Gofan mulai melatih jurus seribu cakar bayangan dan merobohkan sebatang pohon lain, lalu menggunakan kekuatan mata iblis untuk memotong batang pohon itu menjadi beberapa bagian potongan kecil.


Saat malam tiba, Gofan melatih budidaya energinya dengan mempraktikkan ilmu dari Kitab Surga Sembilan Langit.


-Ternyata lapisan cairan biru ini bisa ditambah lagi-


Saat Gofan menyerap energi langit dan bumi, dia menyadari bahwa lapisan saripati energi di dalam kubus oktagonnya bertambah dari 100 lapisan menjadi 178 lapisan cairan biru.


Gofan terus membudidayakan energinya, dia terus menambah lapisan saripati energi di dalam kubus oktagon,


-Masih bisa bertambah... Bagus... Bagus, dengan begini aku akan memiliki lebih banyak tenaga dalam dan energi mental-


Lapisan saripati energi terus bertambah, saat Gofan terus menerus menyerap energi langit dan bumi. Gofan baru berhenti ketika lapisan cairan biru itu mencapai 216 lapisan,


-Aku rasa, lapisannya masih bisa kutambah, besok akan kulanjutkan lagi-


Begitulah, Gofan terus berlatih, mengulang kegiatan yang dilakukannya seperti itu selama 20 hari kemudian. Pada hari ke-23 latihannya, Xionan tiba-tiba muncul di hadapan Gofan. Xionan telah kembali dari perjalanannya menyelidiki harta berharga di gua Julala.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2