Pendekar Sembilan Langit

Pendekar Sembilan Langit
Episode 67. Asal-Usul Urore


__ADS_3

"Benarkah itu?"


Tanya Longwang.


"Tentu saja benar. Untuk apa aku berbohong. Jika Paman tidak percaya, aku berani bersumpah atas nama keturunan trah Len!"


Gofan menjawab dengan tegas.


"Tidak perlu. Ma-Maaf. Maafkan aku. Aku hanya tidak ingin keberadaan kami diketahui oleh orang yang tidak memiliki ikatan darah dengan kami"


"Apalagi, tubuh barumu itu, memiliki darah keturunan salah satu Dewa. Aku hanya takut, itu adalah darah keturunan dari salah satu Dewa kecil, abdi dari Dewa Cahaya dan atau Dewa Gelap"


Ucap Longwang sambil sedikit menunduk, menyampaikan maafnya kepada Gofan.


"Sudahlah paman. Untuk sekali ini, aku akan memaafkan paman. Tapi aku harap paman tidak akan mengulangi hal ini lagi"


"Ini darah keturunan Dewa Pelindung. Nama pemilik tubuh ini adalah Goli, aku sendiri baru menyadari bahwa Goli adalah salah satu keturunan langsung Dewa, setelah ingatannya menyatu dengan ingatanku"


Gofan menjawab pertanyaan Longwang dan kembali duduk menatap mentari pagi yang kini mulai bersinar lagi.


Xiaobai sudah terbangun dan tidak lagi berada di dalam dekapan Gofan. Xiaobai berlari-lari di sekitaran Gofan.


"Dewa Pelindung?, Ini baru pertama kali aku mendengarnya"


Longwang berjalan mendekat ke arah Gofan.


Longwang kini merasa lega. Meskipun Gofan telah kehilangan darah Naga di dalam tubuh lamanya, setidaknya darah Dewa yang ada di dalam tubuh baru Gofan bukanlah darah Dewa kecil abdi Dewa Cahaya dan Dewa Gelap.


"Tentu paman baru mendengarnya. Dewa ini tidak pernah terdengar di Benua Penda, tetapi sangat terkenal di Benua Oermacht, satu-satunya benua yang tidak memiliki kerajaan"


Sahut Gofan memunggungi Longwang.


"Benua Oermacht..."


Gumam Longwang.


"Tapi kenapa pemilik tubuhmu bernama Goli, bukankah itu nama penduduk Benua Meghalaya?"


Imbuh Longwang bertanya saat dia duduk di sebelah Gofan.


*Zyuut*


Haiwa berubah menjadi seukuran seruling dan kembali lagi ke sela ikat pinggang Gofan, ketika Longwang baru saja duduk di sebelah Gofan.


-Haiwa. Terima kasih-


Suara pikiran Gofan sampai ke telinga Haiwa, saat Tongkat Emas Naga Kembar itu telah kembali lagi ke pinggang Gofan.


-Bukan masalah.... Gofan. Untuk sementara aku akan beristirahat. Aku perlu tidur untuk memulihkan Jiwaku-


Pertarungan Haiwa melawan Longwang benar-benar banyak menguras energi jiwa Haiwa. Jika Haiwa tidak beristirahat, dia mungkin akan semakin melemah dan akhirnya lenyap dari dunia ini.


-Tunggu... Haiwa. Apa kamu memerlukan Mutiara Jiwa? Aku punya banyak. Mungkin itu bisa membantumu pulih-


Seingat Gofan, Xionan akan selalu menggunakan Mutiara Jiwa untuk memulihkan jangka waktu hidupnya.


Gofan berpikir, itu mungkin juga akan berkhasiat bagi Haiwa, yang merupakan roh senjata dari Tongkat Emas Naga Kembar.


-Tidak perlu. Mutiara itu tidak akan berpengaruh banyak kepadaku. Aku pergi...!-


Usai mengatakan itu, Tongkat Emas Naga Kembar di pinggang Gofan sempat bergetar pelan sebelum sebuah cahaya emas merubah bentuk tongkat itu, menjadi sebuah tongkat besi biasa.


Gofan menghela napas panjang setelah Haiwa memutuskan untuk beristirahat, memulihkan jiwanya. Kemudian, Gofan menoleh ke arah Longwang.


"Ceritanya panjang paman. Aku masih perlu kembali ke teman-temanku dan melanjutkan perjalanan ke Pulau Api, nanti pasti akan ku ceritakan"


Sahut Gofan yang kemudian beranjak berdiri.


Longwang hanya bisa menghela napas panjang mendengar pertanyaannya tidak mendapatkan jawaban. Longwang menyadari bahwa sikap Gofan sudah sedikit berubah kepada dirinya.


"Xiaobai... Ayo, kita berangkat!"

__ADS_1


Ucap Gofan kepada si anak anjing yang kini berjalan mengikutinya ke arah timur menuju ke gua Mouhuli.


Longwang yang ditinggalkan di belakang oleh Gofan berubah menjadi seberkas cahaya dan masuk ke dalam Kalung Kerang Ajaib.


Gofan sedikit kecewa dengan aksi penyerangan Longwang. Terlebih lagi, karena penyerangan itu, Haiwa terpaksa harus tertidur untuk memulihkan dirinya.


-Kepercayaan memang hal yang susah diraih-


Pikir Gofan, setelah mengingat serangan Longwang yang hampir saja membunuhnya.


Gofan berjalan selama beberapa ratus langkah lagi, sebelum dia tiba di depan gua Mouhuli yang ternyata sudah menjadi reruntuhan.


"Apa yang terjadi?! Kenapa mereka bertarung?"


Gofan terkejut melihat keadaan gua yang sebelumnya mengurung Mouhuli kini berubah menjadi reruntuhan batu. Tapi yang lebih membuat Gofan terkejut adalah Xionan yang bertarung melawan Mouhuli bersama dua orang lainnya.


-Apa pria itu Kakaknya?-


Pikir Gofan yang sedikit mendekat ke arah pertarungan.


Xiaobai ketakutan melihat aksi pertarungan di hadapannya, dia mendekat ke arah kaki Gofan. Xiaobai menggosok-gosokkan rambut putihnya ke pergelangan kaki Gofan.


"Tenanglah Xiaobai. Ada aku, semua akan baik-baik saja"


Gofan menggendong Xiaobai yang ketakutan ke dalam dekapannya.


-Sial. Aku tidak mungkin melerai mereka. Aku masih belum memulihkan tenaga dalamku...-


Gofan berpikir untuk melerai dan menghentikan pertarung Mouhuli melawan Xionan dan dua pria lainnya.


Julala dan Urore yang berada di dekat Bailaohu dan Bianselong melihat kedatangan Gofan. Julala dan Urore memutuskan untuk menghampiri Gofan.


"Gofan, kemana saja kamu? Lihat... Dua pria itu tadinya adalah Uroro dan Urori, setelah mereka menjadi manusia kembali, mereka justru bertarung melawan Mouhuli"


Ucap Julala ketika sampai di sebelah Gofan.


"Siapa anak anjing betina ini?"


Gofan tidak terlalu terkejut mengetahui jika dua pria yang bertarung dengan Mouhuli adalah Uroro dan Urori, yang membuat Gofan terkejut adalah Urore.


-Kenapa masih ada Beruang Bambu? Kenapa dia tidak bertransformasi?-


Pikir Gofan setelah memperhatikan dengan benar, bahwa Urore memang seekor Beruang Bambu.


"Aku dari utara hutan ini. Aku menemukan Xiaobai dalam perjalanan kemari"


Sahut Gofan singkat, tanpa menceritakan pertarungannya dengan kawanan Anjing Taring Penyanyi.


"Oh... Jadi namamu Xiaobai. Aku Julala... Senang bertemu denganmu adik kecil"


Julala terlihat senang melihat Gofan sangat dekat dan baik kepada kaumnya, kaum Makhluk buas.


*Guk..!*


Xiaobai yang masih belum bisa berbicara hanya menggonggong kecil menanggapi pertanyaan Julala.


"Xiashe. Siapa Beruang Bambu ini? dan Siapa Pria yang duduk bersama Huhi di sana itu?"


Gofan melihat Bailaohu sedang duduk bercengkrama dengan seorang pria paruh baya.


"Kalau pria yang bersama Senior Bailaohu itu aku tidak tahu, tapi Ratu memanggilnya dengan nama Bianselong"


Sahut Julala. Seperti yang dikatakan Julala, pria paruh baya itu memang Bianselong. Akibat benturan batu reruntuhan gua, untuk sementara waktu, dia tidak bisa berkamuflase. Bianselong tidak lagi berkamuflase, sehingga dia terlihat oleh Gofan dan yang lain.


"Beruang ini namanya Urore, dia adik angkat Urori. Urore ini tidak memiliki orang tua"


Imbuh Julala menjawab pertanyaan Gofan.


Urore hanya diam tidak mengerti percakapan Julala dan Gofan. Urore lebih mengkhawatirkan Urori daripada pembicaraan Julala dan Gofan.


"Adik angkat? Tidak memiliki orang tua?Maksudmu, orang tuanya sudah meninggal?"

__ADS_1


Tanya Gofan yang penasaran tentang asal-usul Urore.


Seharusnya setelah proses Pembalik Segel berakhir, semua keberadaan Hutan Bambu Kemarau dan yang berkaitan dengan hutan itu akan kembali ke wujud aslinya. Tetapi Urore justru masih tetap berwujud seekor Beruang Bambu dan tidak mengalami proses tranformasi.


"Bukan. Urore ini memang tidak punya orang tua. Dia lahir dari sebuah batang bambu kembung yang ditemukan oleh Urori"


"Urori hendak memakan batang bambu itu, tapi ketika dia memotong batang bambu yang mengembung itu, Urori justru menemukan Urore yang masih bayi di dalam batang bambu. Urori kemudian merawatnya sebagai adik angkat dan memberinya nama Urore"


Ucap Julala menceritakan semua yang dia tahu tentang Urore.


-Gofan. Sepertinya ini takdir. Ini pasti kehendak Surga-


Longyun mengirimkan pesan suara menanggapi cerita Julala kepada Gofan.


Longyun dan ayahnya memperhatikan semua yang terjadi di luar melalui sebuah layar air yang terdapat di dalam Kerang Ajaib.


Gofan mengangguk, kini dia sudah sedikit mengerti asal-usul dari Urore. Hanya saja Gofan tidak menyangka bahwa segel kutukan akan menghasilkan sebuah kehidupan baru di Alam Kecil ini.


-Jika saja Haiwa sedang tidak tertidur, dia pasti bisa menjelaskan mengenai asal-usul Urore-


Gofan masih menyayangkan keputusan Haiwa untuk pergi beristirahat.


*Zyuut*


"Kamu di sini rupanya... Kenapa tidak menyapaku? Aku sampai tidak tahu kamu datang"


Bailaohu yang tiba-tiba muncul di sebelah Gofan.


"Woi... Senior. Muridmu sudah kembali! Berhentilah berpura-pura lemah, cepat habisi mereka!"


Teriak Bailaohu kepada Mouhuli yang masih bertarung.


Bailaohu sedari tadi sedang larut dalam percakapan dengan Bianselong, sehingga dia tidak menyadari kedatangan Gofan.


Hanya ketika dia mengetahui Julala dan Urore sudah tidak ada di dekatnya, Bailaohu akhirnya menyadari Gofan sudah kembali.


"Maaf Huhi. Aku baru saja tiba, aku belum sempat menyapa siapa-siapa selain Xiashe dan Beruang Bambu ini"


Sahut Gofan.


Bailaohu mengangguk, dia tidak bertanya tentang Xiaobai. Bailaohu hanya heran melihat Gofan yang selalu saja dikelilingi banyak Makhluk buas.


Gofan mengernyitkan alisnya setelah mendengar teriakan Bailaohu kepada Mouhuli. Gofan tidak menyangka, Bailaohu akan semudah itu berkata untuk menghabisi nyawa manusia. Hal itu membuat Gofan menyadari bahwa Siluman dan Manusia memang memiliki jurang permusuhan yang dalam.


*Duagh*


"...Ukh..."


Dua pria yang sedang menyerang Mohuli terpukul mundur oleh serangan pelan Mouhuli, namun mereka tidak terluka sama sekali. Kedua pria itu adalah Zuena dan Xioming.


Mouhuli dari tadi hanya menghindar dan menangkis terjangan serangan tapak Zuena dan pukulan ringan dari Xioming. Hanya setelah mengetahui kedatangan Gofan, dia memukul pelan kedua pria tersebut.


"Berhentilah keras kepala! Kalian baru saja usai bertransformasi dan kalian juga tidak memiliki senjata. Hanya bertarung tangan kosong... Kalian pikir bisa mengalahkanku?"


Ucap Mouhuli yang melayang tinggi ke udara.


"Kamu juga Xionan! Berhentilah menyerangku dengan serangan jiwamu...! Aku tidak ada niat membunuh mereka. Suruh mereka berhenti menyerangku!"


Imbuh Mouhuli saat dia terbang melayang sejauh 12 kaki di atas permukaan tanah.


-Xionan? Dia menyebut adikku... Dimana? Dimana Nannan?-


Xioming yang baru saja terpukul mundur, menoleh ke kiri dan ke kanan berusaha mencari keberadaan Xionan.


Xioming tadinya adalah Uroro, saat proses Pembalik Segel berlangsung dia kembali ke wujud manusianya. Pria lain yang juga baru saja berubah kembali menjadi manusia adalah Zuena. Urori adalah perwujudan kutukan dari Zuena, setelah segel kutukan hilang, dia kembali ke wujud manusianya.


Ketika gua Mouhuli runtuh, Uroro dan Urori terkejut dan berusaha membantu Mouhuli keluar dari dalam reruntuhan, namun sebelum sempat menolong Mouhuli, mereka terhempas ke timur oleh terjangan badai, tidak jauh dari reruntuhan gua hingga tidak sadarkan diri. Saat kedua beruang itu tersadar kembali, mereka sudah menjadi manusia.


Xioming dan Zuena yang sudah kembali menjadi manusia, sama sekali tidak mengingat tentang kutukan yang mereka alami. Dalam ingatan mereka, mereka masih berada di 700an tahun sebelumnya saat mesih bertarung melawan Mouhuli.


Jadi, ketika mereka melihat Mouhuli keluar dari reruntuhan. Zuena dan Xioming langsung menerjang maju menyerang Mouhuli, meskipun dengan tangan kosong.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2