Pendekar Sembilan Langit

Pendekar Sembilan Langit
Episode 140. Ternyata Memang Dia


__ADS_3

Usai menjawab pertanyaan Gofan, Vasudev masuk ke dalam celah ruang dimensi.


“Guru... Apa hubungannya, merampok Ziyishi dengan pergi ke Neraka?” Cegah Gofan ketika dia melihat kepergian Gurunya dengan tatapan wajah bingung.


“Untuk pergi ke Neraka, bahkan seorang pendekar ranah Human God tidak mampu melakukannya secara langsung... Apa kamu pikir, kamu mampu?” Vasudev menoleh ke arah Gofan dari dalam celah ruang dimensi, “Kita akan mencuri kunci untuk membuka Gerbang Dewi Ruyi dari tangan Ziyishi... Ayo!” Imbuh Vasudev saat dia mengenakan sebuah caping bambu untuk menutupi wajahnya.


“Jadi karena itu..” Gumam Gofan sembari melangkah masuk ke dalam celah ruang dimensi, “Guru... Apakah Guru menggunakan itu untuk menyamar?” Tunjuk Gofan ke arah caping bambu yang baru saja dikenakan Vasudev.


“Hmm..” Vasudev mengangguk.


“Guru... Aku bisa menyihir guru menjadi orang yang lebih muda dan berbeda, apa guru mau aku bantu?” Tanya Gofan sembari merubah wujudnya menjadi seorang pemuda kurus dengan tubuh jangkung.


“Eh.. Sejak kapan kamu bisa melakukan yang seperti itu?” Wajah Vasudev menatap heran ke arah perubahan wujud yang dilakukan Gofan, ‘Bocah ini semakin lihai saja, hanya dengan berkedip saja, dia bisa merubah wujudnya seketika’ Batin Vasudev sembari tersenyum ke arah Gofan.


“Setelah pelatihan di dimensi ruang Haiwa, kemampuan sihirku meningkat setahap.. Bagaimana Guru? Apa Guru berkenan aku sihir?”


“Baik. Ubah wujudku menjadi pemuda tampan dan tinggi, dan.... aku ingin dia tidak lebih tua dari 20an tahun hahaha” Tawa kecil Vasudev mengakhiri permintaannya itu.


“Baik.. ” Gofan membentuk segel tangan dan mengarahkan Energi Sihirnya ke arah Vasudev.


*Blazh* Vasudev berubah menjadi seorang gadis muda yang cantik dengan usia tidak lebih dari 20an tahun.


“Ini!?... Apa yang kamu lakukan? Kenapa aku justru menjadi seorang gadis?” Tanya Vasudev ketika melihat dadanya yang tiba-tiba membusung.


“Hehehe....Maaf Guru, sepertinya tadi ada sedikit kesalahan... Sebentar Guru, biar aku perbaiki hehe...” Gofan tertawa pelan usai mengerjai Gurunya.


*Blazh* Vasudev berubah menjadi seorang pemuda tampan dengan usia tidak lebih dari 20an tahun.


“Hmm.. Bagus.. Bagus.. Lain kali jangan bercanda lagi. Ayo, kita harus mendapatkan semua kunci yang dimiliki Ziyishi.” Vasudev menyadari bahwa perbuatan Gofan sebelumnya hanya untuk mengerjainya.


Gofan menyeringai pelan sembari menggaruk kepalanya.


Beberapa hela napas kemudian, mereka tiba di belakang Paviliun Bunga Indah.

__ADS_1


***


[Paviliun Bunga Indah]


Alunan kecapi dan instrumen musik lainnya mengiringi tarian para gadis penghibur yang ada di rumah pelacuran nomor satu di Ibu Kota itu, ketika dua orang pemuda dengan penampilan layaknya anak bangsawan masuk ke dalamnya.


Satu pemuda kurus dan jangkung, dengan pakaian berwarna biru terang, tidak terlalu tampan dan berusia sekitar 20an tahun. Sementara pemuda lainnya, dengan warna pakaian yang dan usia yang sama, sedikit lebih pendek namun memiliki wajah yang bisa disandingkan dengan keturunan para Dewa, wajahnya memancarkan kharisma yang menarik.


Tentu saja, keduanya adalah Gofan dan Vasudev. Melihat betapa menariknya penampilan mereka, seorang pelayan dari Paviliun itu menghampiri mereka.


“Selamat datang Tuan Muda... Selamat datang di Paviliun kami. Mari... Silahkan ikuti saya, saya akan mengantarkan Anda berdua ke ruangan terbaik. Saya juga akan menyiapkan gadis-gadis tercantik di Paviliun ini untuk menghibur Tuan Muda berdua.. Hehe” Ucap pelayan itu dengan wajah penuh senyum.


“Sebentar... Kami datang kemari bukan untuk gadis-gadis kalian. Kami ingin bertemu dengan Nyonya Paviliun ini. Ada hal penting yang ingin kami bicarakan.” Sahut Vasudev kepada pelayan pria setengah baya itu.


“Mmm... Tapi jika boleh tahu, siapakah Tuan Muda berdua ini? Saya belum pernah melihat Tuan Muda berdua sebelumnya? Apakah Tuan Muda juga dari luar benua?” Tanya pelayan itu dengan alis mengernyit.


“Benar.. Kami dari luar benua ini.. Kami keluarga Zhao dari Benua Cang'An. Jadi, bisakah kami bertemu dengan Nyonyamu?” Sahut Vasudev menyamarkan identitasnya dan Gofan. Mereka telah sepakat untuk menyamar sebagai Zhao bersaudara dari Benua Cang'An.


“Eh!?... Aiya... Ternyata Tuan Muda juga dari keluarga Zhao... Nyonya saat ini sedang membicarakan sesuatu dengan Tuan Muda Zhao Feng yang juga dari Benua Cang'An. Apakah Tuan Muda juga berkerabat dengannya?”


“Paman... Apakah Tuan Muda Zhao Feng ini, memiliki tinggi seperti ini dan wajah yang membulat seperti ini, dan juga warna matanya agak sedikit kebiruan?” Tanya Gofan.


“Benar.. Benar.. ” Pelayan itu mengangguk.


“Jika benar demikian. Berarti dia adalah saudara kami. Kami memang berjanji untuk bertemu di sini, siapa yang sangka saudara kami telah lebih dahulu menemui Nyonya Bunga Indah.” Ucap Gofan ketika melihat tatapan ragu di mata Vasudev.


“Hehe.. Kalau begitu.. Mari.. Mari... Saya akan tunjukkan ruangannya.” Dengan cepat, Si Pelayan berjalan lurus menuju ke arah tangga, menuju ke lantai dua diikuti oleh Gofan dan Vasudev.


“Gofan. Kita tidak mengenal orang itu, bagaimana kalau nanti dia sampai mengatakan kita ini bukan kerabatnya?” Bisik Vasudev, matanya melirik ke kanan dan ke kiri karena khawatir.


“Tenang Guru. Aku yakin, dia itu Zhao Feng yang diceritakan Lengyue dari Benua Cang'An.” Bisik Gofan saat menjawab ucapan Vasudev.


Gofan dan Vasudev berjalan mengikuti langkah si Pelayan. Mereka menaiki anak tangga menuju ke lantai dua.

__ADS_1


“Aku tahu... Kamu mengenalinya, tapi... tapi dia kan tidak mengenalimu? Jika bukan karena Lengyue, kalian mungkin seharusnya belum saling mengenal...” Bisik Vasudev.


Gofan mengangguk, dia tersenyum ke arah Gurunya yang cemas. Memang seperti yang dikatakan Vasudev, jika bukan karena kilasan masa depan yang dikirimkan Lengyue, Gofan tidak akan mengenali Zhao Feng.


‘Sepertinya masa depan telah berubah.. Seharusnya aku bertemu dengannya di atas ring tarung Turnamen Pulau... Apa ini adalah hal yang baik untuk dilakukan?’ Batin Gofan ketika dia menepuk pundak Vasudev. Gofan meyakinkan Gurunya untuk tenang.


Meski masih ragu, Vasudev hanya diam. Jika ujung-ujungnya rencana Gofan justru membuat Ziyishi curiga, dan akhirnya mereka ketahuan. Vasudev berpikir bahwa dia hanya perlu bertarung sekuat tenaga mengalahkan Ziyishi dan anak buahnya demi kunci Gerbang Dewi Ruyi.


Beberapa hela napas kemudian, mereka bertiga akhirnya tiba di depan sebuah ruangan yang berada di lantai dua.


*Tok Tok Tok*


“Guru. Tolong hentikan waktu sekarang!” Bisik Gofan ketika Si Pelayan mengetuk pintu ruangan tersebut.


Tanpa banyak tanya, Vasudev langsung menghentikan waktu untuk beberapa puluh hela napas.


*Zplash* Energi Sihir Vasudev menyebar menyelimuti seluruh Ibu Kota Kerajaan Penda.


“Terima kasih Guru.. Ayo kita masuk, aku akan menjelaskan ini kepada Zhao Feng.” Ucap Gofan kepada Vasudev, ketika semua yang ada di sekitar mereka membeku dalam waktu.


“Muridku... Bukankah kamu sudah menguasai Sihir Ruang dan Waktu?, Kenapa masih perlu aku untuk melakukan pekerjaan semudah ini?.” Keluh Vasudev saat dia mengikuti Gofan memasuki ruangan tersebut.


“Aku belum sehebat Guru. Aku belum menguasai Rule, ditambah lagi, aku kehilangan kekuatan Mentalku, bagaimana mungkin menghentikan waktu seperti ini adalah pekerjaan yang mudah, benar bukan?” Sahut Gofan saat dia dan Vasudev yang baru saja berada di dalam ruangan tersebut.


Di hadapan mereka, terlihat Ziyishi sedang duduk bersama dengan seorang pemuda yang memiliki tubuh cukup tinggi dengan wajah yang membulat dan juga warna mata sedikit kebiruan. Usianya tidak lebih dari 17 sampai 18 tahun. Ziyishi dan Pemuda itu terdiam kaku dalam aliran waktu yang terhenti.


‘Ternyata memang dia...’ Batin Gofan setelah mengkonfirmasi, bahwa Zhao Feng yang dilihatnya sekarang adalah Zhao Feng yang seharusnya dia temui di masa depan.


“Haih.. Benar.. Benar.. Ini salahku.. Setelah ini aku akan mengajarimu Rule. Setelah ini, kamu tidak akan perlu lagi Energi Mental untuk memperkuat sihir waktumu.” Vasudev menyadari ucapan Gofan sebelumnya itu, untuk mengingatkannya mengajari Gofan tentang Rule.


“Terima kasih Guru. Murid akan berlatih dengan sungguh-sungguh.” Gofan mencakupkan kedua tangan sembari menghormat kepada Vasudev.


“Sudah... Sudah.. Sekarang bagaimana? Bagaimana kamu akan membuatnya mengenalimu?” Tunjuk Vasudev ke arah Pemuda yang dikenali Gofan sebagai Zhao Feng.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2