
[Di Dalam Dimensi Payung Tangisan Surga]
" Ini dia rumah untuk kamu tinggali... " Tunjuk Haiwa ke arah sebuah rumah berlantai dua yang lumayan mewah.
Tepat di atas pintu masuk rumah berlantai dua itu, terpasang sebuah papan besar. Tertulis kata ' Kediaman Vhala Dimensional ' yang diwarnai dengan tinta emas.
" Di dalamnya sudah ada berbagai persediaan makanan untuk sepuluh tahun, ada sumur di samping sana untuk mandi dan bersih-bersih, pakaian dan kamar tidurmu ada di kamar di lantai dua... semua itu adalah milik Gurumu, dia menyuruhku membawamu kemari. Ini adalah rumah yang dia bangun untuk berlatih di dalam dimensiku ini " Imbuh Haiwa menjelaskan beberapa hal kepada Gofan.
Usai mengutarakan beberapa hal lain mengenai tempat-tempat yang bisa digunakan Gofan untuk berlatih di dalam dimensi Payung Tangisan Surga, Haiwa pergi dan meninggalkan Gofan.
Gofan sedari awal hanya mengikuti Haiwa dan mendengarkan dengan cermat setiap penjelasan yang diberikan oleh Haiwa. Usai mengucapkan terima kasihnya, Gofan mengantar Haiwa pergi.
Malam hari pun tiba. Cahaya lilin redup terang terkena hembusan angin menemani Gofan membaca isi dari Kitab 42 Sihir Dimensi. Gofan membolak-balik Kitab itu tanpa bicara sedikit pun.
' Ternyata mengendalikan ruang dan waktu tidak semudah yang terlihat. Ini jauh lebih rumit dari yang ku perkirakan ' Batin Gofan ketika dia membaca Kitab sihir tersebut.
Dari apa yang dibaca Gofan, dia menyadari bahwa untuk menciptakan sihir waktu yang setara dengan sihir waktu milik Vasudev, dia harus terlebih dahulu menguasai Rule.
Tetapi Vasudev belum mengajari Rule kepadanya. Vasudev belum memberinya petunjuk tentang cara menguasai Rule. Itu membuat Gofan sedikit kecewa. Sebenarnya yang sangat ingin dipelajari Gofan adalah Rule. Gofan sangat terkesan dengan jurus tersebut.
Kedua Gurunya sudah menguasai Rule, namun tidak satu pun di antara mereka yang memberinya arahan dan petunjuk cara menguasai Rule.
' Jika, aku bertemu dengan kedua Guru.. Aku harus meminta petunjuk tentang Rule kepada mereka ' Batin Gofan sembari lanjut membaca Kitab 42 Sihir Dimensi.
' Untuk menggunakan sihir ruang, aku harus mampu menempatkan gambar tujuan lokasi perpindahan secara tepat dalam pikiranku sebelum mengarahkan energi sihir ke dalam perpindahan dimensi... '
' Untuk mengendalikan waktu, aku harus mempercepat langkah pergerakanku di dalam lorong dimensi. Jadi, ini seperti aku berlari lebih cepat dari waktu yang seharusnya...'
Gofan melakukan beberapa gerakan segel tangan sembari mengikuti petunjuk dari Kitab 42 Sihir Dimensi. Sembari melatih kitab pemberian Vasudev itu, Gofan tidak lupa meningkatkan budidaya Energi Sihir dari Ilmu 72 Perubahan Abadi.
Gofan melakukan latihan seperti yang dia lakukan di dalam Ruang Dimensi Mouhuli. Gofan mengulangi latihan fisik dan sihir dimensi di siang hari, kemudian melatih budidaya Kitab Surga Sembilan Langit di malam hari.
Hari demi hari berlalu di dalam Payung Tangisan Surga.
Sudah sebulan Gofan berada di dalam dimensi itu, tetapi hanya sekali saja dia bertemu Haiwa. Selepas itu, Gofan menjalani latihan seorang diri.
Terkadang Julala akan muncul untuk sekedar menyapa dan kembali lagi ke dalam Pagoda Jindun. Itu mengobati sedikit rasa kesepian Gofan saat berlatih seorang diri. Julala sengaja tidak terus berada di samping Gofan, dia takut tindakannya hanya akan mengalihkan perhatian Gofan dan mengganggu latihannya.
Meski waktu telah sebulan berlalu, namun Gofan masih belum menunjukkan perkembangan. Gofan masih belum bisa melakukan pengendalian ruang dan waktu, meskipun Ilmu 72 Perubahan Abadi miliknya sudah naik ke tingkatan kedua.
" Tingkatan pertama dari Ilmu 72 Perubahan Abadi adalah merubah wujud fisik... Tingkatan kedua, memperbanyak kemampuan merubah wujud fisik dan juga membuat benda... " Ucap Gofan ketika dia berhasil membuat sebuah batangan emas dari kekosongan.
Gofan menyadari, batangan emas yang baru saja dibuatnya itu akan menghilang jika Energi Sihir yang dia gunakan untuk membuat batangan emas itu telah habis.
" Ternyata, dengan seuntai Energi Sihirku hanya bisa bertahan selama 20an hela napas, selebihnya, sihir benda ini akan lenyap " Gofan menghitung perbandingan waktu dan Energi Sihir yang dia perlukan untuk menggunakan sihir benda tersebut.
' Gofan. Kamu mendengarku? ' Longwang mengirimkan suara batinnya ke dalam pikiran Gofan.
Gofan yang saat itu, tengah duduk bersila mengatur pernapasan untuk memulihkan Energi Sihirnya, sedikit terkejut mendengar Longwang tiba-tiba bicara padanya.
' Iya Paman. Aku mendengarmu. Ada apa Paman? ' Sahut Gofan melalui pikirannya.
Jika mengingat kembali, Gofan sempat kesal dengan kesalahpahaman Longwang hingga membuat Haiwa dari Tongkat Emas Naga Kembar terpaksa tertidur.
__ADS_1
Tetapi kini, Gofan sudah memaafkan Longwang. Karena, selama sebulan berada di dalam Payung Tangisan Surga, Gofan telah mengalirkan banyak Energi Surga ke dalam Tongkat Emas Naga Kembar untuk membangunkan Haiwa.
Berkat Energi Surga itu, Haiwa dari Tongkat Emas Naga Kembar telah menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Tidak lama lagi, tongkat sakti itu akan kembali menemani pertarungan Gofan.
' Aku tahu... Kamu pasti menyadari, bahwa ranah budidayamu sekarang ini ibarat cangkang besar yang kekurangan isi, benar bukan? ' Kata Longwang dari dalam Kalung Kerang Ajaib.
' Benar Paman... Meski ranah budidayaku sudah di ranah Grand Master tahap akhir tapi kemampuanku yang sesungguhnya hanya di ranah Great Master tahap akhir. Apa Paman tahu cara mengatasi ini? ' Tanya Gofan.
Selama sebulan ini, setiap malam, melalui budidaya energi Kitab Surga Sembilan Langit, Gofan berusaha mengisi kekosongan di tiga tingkatan ranah budidayanya itu, tapi tidak juga berhasil. Budidaya Gofan tersendat di ranah Great Master tahap akhir.
' Perkembangan tenaga dalam dan Energi-energimu tidak berjalan seiring dengan perkembangan fisik dan jiwamu, itulah masalahnya...'
' Sudah sejauh mana kamu mempelajari Kitab Tubuh Tulang Abadi? '
Gofan diam sesaat sebelum lanjut menjawab pertanyaan Longwang, ' Saat ini aku sudah menyelesaikan 600 helai otot di tubuhku. Semua otot ini sudah mencapai titik terkuatnya '
' Jadi, selanjutnya adalah penguatan daging dan tulang, benar bukan? ' Tanya Longwang.
' Benar Paman. Kitab Tubuh Tulang Abadi, baru selesai diterapkan jika aku telah menyempurnakan semua otot, daging, dan tulang tubuh sampai ke titik terkuatnya ' Sahut Gofan.
Karena ranah budidaya yang tersendat, akhirnya Gofan menggunakan semua energi intisari untuk mengolah otot di tubuhnya. Masing-masing dari ketiga otot, telah berhasil diperkuat Gofan. 200 helai otot rangka, 200 helai otot polos, dan 200 helai otot jantung, semuanya sudah mencapai titik terkuatnya.
Seperti yang dikatakan Longwang, selanjutnya adalah memperkuat daging tubuh dan terakhir memperkuat tulang. Gofan memang berencana untuk melanjutkan ke tingkat penguatan daging, namun Gofan tidak memiliki banyak sumber daya Harta Alam untuk membantunya memperkuat daging tubuhnya.
Harta Alam yang dimaksud, bisa berupa pil, buah, atau pun bagian berharga dari makhluk buas. Harta Alam juga merupakan salah satu pertemuan beruntung. Sangat jarang bisa ditemukan Harta Alam yang bisa langsung memperkuat seluruh daging. Jika pun ada itu mungkin tidak akan memperkuat sampai ke titik terkuatnya.
' Untuk memperkuat daging tubuhmu, kamu bisa menemukan caranya di dalam Tablet Dewa Naga... Dengan mempelajari tablet itu juga, mungkin darah keturunan Dewa Naga milikmu bisa kembali lagi ' Tutur Longwang.
' Bagaimana dengan Ilmu Raja Siluman milikmu? ' Imbuh Longwang bertanya.
' Setelah kamu memiliki darah trah Naga lagi, maka kamu bisa menyerap energi di dalam Mutiara Roh Naga. Dengan begitu jiwamu akan menguat begitu juga dengan hambatan di tingkat Jiwa Dasar, pasti akan teratasi ' Ucap Longwang meyakinkan.
Gofan mengangguk-angguk mendengarkan perkataan Longwang. Kemudian dia melihat ke dalam Cincin Dimensinya untuk mengeluarkan Tablet Dewa Naga.
Saat kesadara Gofan masuk dan melihat benda-benda yang berada di dalam Cincin Dimensinya, dia menemukan Lentera Jiwa tertindih di bawah Tablet Dewa Naga.
' Lentera ini?... Jika saja aku menguasai Energi Sihir sebelum menginjakkan kaki di Kota Langit Cahaya, mungkin Xionan tidak akan dibawa ke Neraka ' Batin Gofan.
Gofan sedikit menyesali ketidakmampuannya menyelamatkan Xionan tepat pada waktunya. Di saat Gofan telah memiliki Energi Sihir, dia justru kehilangan Xionan.
Gofan mengeluarkan Tablet Dewa Naga yang masih berbentuk perisai tanah dari dalam Cincin Dimensi.
' Paman. Aku memerlukan darah trah Naga untuk menyempurnakan bentuk tablet ini ke bentuk aslinya ' Ucap Gofan melalui pikiran kepada Longwang.
Dari kilasan masa depan yang dikirimkan Lengyue padanya. Gofan melihat dengan jelas bahwa di masa depan, tepatnya beberapa hari sebelum kematiannya. Zhao Feng memberitahu Gofan cara mengembalikan bentuk Tablet Dewa Naga.
Di dalam Kalung Kerang Ajaib, Longwang mengiris ibu jarinya hingga berdarah dan menembakkan keluar darah dari ibu jarinya itu keluar dari Kalung Kerang Ajaib, hingga jatuh tepat di tengah lempengan perisai tanah.
' Terima kasih Paman ' Ucap Gofan sembari membentuk segel tangan.
Gofan mengubah Saripati Energinya menjadi Energi Tanah dan menyalurkannya ke dalam perisai tanah. Perisai itu melunak dan kemudian berubah bentuk menjadi sebuah tablet batu. Berkat darah trah Naga dari Longwang, tablet batu itu berubah warna menjadi kuning keemasan. Tablet Dewa Naga kini telah berhasil didapatkan Gofan.
' Gofan. Kamu bisa membaca tulisan itu? ' Tanya Longwang ketika dia melihat ukiran tulisan di dalam Tablet Dewa Naga.
__ADS_1
Gofan mengangguk. Lagi-lagi berkat kilasan penglihatan masa depan dari Lengyue, Gofan menjadi tahu bagaimana cara membaca tulisan yang tertera di dalam tablet batu itu.
' Aku tahu. Ini adalah tulisan yang dipakai oleh para Dewa di Langit. Seseorang dari masa depan mengajarkanku cara membaca dan menulis dengan huruf-huruf ini ' Sahut Gofan.
Tentu saja yang dimaksud Gofan sebagai seseorang dari masa depan adalah Zhao Feng. Seorang pendekar muda dari Benua Cang'An, yang dikatakan Lengyue dapat membantu Gofan menyembunyikan kebocoran Hawa Surga dari dalam tubuhnya.
' Orang itu pasti bukan orang biasa. Aku yang sudah hidup lama saja tidak tahu tentang huruf dan tulisan ini, bagaimana bisa orang dari masa depan itu tahu? ' Ucap Longwang usai mendengar jawaban Gofan.
" Jika tubuhmu tidak sekuat Jiwamu, untuk apa melatih keabadian? Jika Jiwamu tidak sekuat tubuhmu bagaimana bisa melatih keabadian?... "
" Pikiran dan tubuh tidak sejalan, Jiwa dan tubuh tidak sehaluan, kosongkan itu dan pahami makna sebenarnya dari keberadaan. Kesimbangan sebelum Keabadian... "
" Berisi adalah Kosong dan Kosong adalah Berisi " Ucap Gofan sembari membaca tulisan yang tertera di dalam Tablet Dewa Naga.
' Apa ini? Kosong itu berisi dan berisi itu kosong? Apa maksudnya? ' Gofan memeras otaknya agar dapat memahami makna tulisan di tablet tersebut.
Longwang dan Longyun yang mendengar ucapan Gofan saat membaca tulisan Dewa itu, juga kebingungan menebak maksud dan arti dari tulisan tersebut.
Selain baris tulisan yang membuat bingung itu, juga terdapat beberapa gambaran gerakan tubuh dan segel tangan di dalam Tablet Dewa Naga tersebut. Di atas gambar-gambar itu, tertera tulisan ' Tubuh Naga Sejati ', yang mengartikan bahwa gambar-gambar gerakan tubuh dan segel tangan itu merupakan sebuah teknik pengolahan tubuh.
" Gerakan pertama seperti ini, lalu begini, dan dilanjutkan dengan begini... "
" Seperti namanya, ini memang cara untuk memperkuat tubuh.. Tapi hanya setengah yang tertera di dalam tablet ini. Setengah lagi pasti ada di tablet yang satunya lagi " Ucap Gofan sembari mengikuti gerakan tubuh dan segel tangan di dalam tablet tersebut.
' Gofan.. Percuma saja kamu mengulang-ulang gerakan dan segel tangan itu. Jika kamu belum mengerti arti tulisan itu, sepertinya kamu tidak akan dapat mengolah Tubuh Naga Sejati ' Ucap Longwang usai melihat semua gerakan yang dilakukan Gofan.
Berdasarkan apa yang dilihat Longwang. Setiap gerakan dan segel tangan yang ditiru Gofan dari gambar-gambar di tablet itu, tidak satu pun di antaranya yang menghasilkan energi. Gofan hanya bergerak tanpa menghasilkan apa-apa.
' Benar juga... Semua gerakan tadi sia-sia saja, aku tidak merasakan ada yang berubah pada tubuhku.. Tapi apa artinya Berisi itu kosong dan kosong itu berisi? ' Batin Gofan menanggapi pernyataan Longwang.
Gofan terus mengulang kata-kata ' Kosong adalah Berisi Dan Berisi adalah Kosong ' di dalam pikirannya.
Hari kembali berlalu. Ketika malam tiba, Gofan melanjutkan budidaya energinya, tapi kata-kata ' Kosong adalah Berisi Dan Berisi adalah Kosong ' tetap membayangi pikirannya.
Satu bulan lagi telah terlewati...
Dua bulan kemudian berlalu...
Tiga bulan telah berganti dari semenjak Gofan mempelajari isi dari Tablet Dewa Naga, tetapi kata-kata ' Kosong adalah Berisi Dan Berisi adalah Kosong ' masih belum terpecahkan.
" Bagaimana ini? Tidak mengetahui arti kata-kata itu, berarti aku tidak bisa mendapatkan darah trah Naga kembali dan juga tidak bisa mengolah tubuh dan jiwaku lebih lanjut " Keluh Gofan.
Setelah empat bulan berada di dalam Payung Tangisan Surga, semua peningkatan budidaya Gofan justru tersendat. Tidak hanya dia masih belum bisa mengendalikan ruang dan waktu, dia juga masih belum bisa menyeimbangkan antara tubuh, jiwa, dan energi-energi yang dimilikinya.
Jika dihitung berdasarkan hari, maka hari ini adalah hari ke-127 Gofan berada di dalam Payung Tangisan Surga. Hari ini Gofan benar-benar telah terpuruk ke titik terendahnya.
" Hyaaaaa!!!! " Teriak Gofan, kesal, ketika dia gagal lagi mengendalikan ruang dan waktu.
Gofan jenuh dan lelah mencoba mengulang semua latihan tersebut. Tidak ada satu pun yang berhasil. Kata-kata ' Kosong adalah Berisi Dan Berisi adalah Kosong ' itu benar-benar membuat Gofan kebingungan. Semakin Gofan memikirkannya, semakin Gofan bertambah bingung.
Semakin banyak Gofan berlatih, semakin mundur kemajuan yang dia peroleh.
" Kenapa?! Kenapa!? Kenapa!? " Gofan yang kelelahan terjatuh dan memukul permukaan tanah dengan keras sembari terus mengulang kata ' Kenapa '. Gofan benar-benar kecewa dengan dirinya.
__ADS_1
' Empat bulan dan tidak ada hasil apapun... sia-sia... ' Batin Gofan.
Bersambung...