Pendekar Sembilan Langit

Pendekar Sembilan Langit
Episode 109. Aku Harus Bagaimana?


__ADS_3

Akhirnya Burka dan kawan-kawannya menyampaikan pesan Goyige kepada Litaizhong.


Usai Litaizhong mendengar bahwa Goyige berencana pergi ke Paviliun Bunga Indah untuk mencari Pangeran Ketiga Meghalaya, Litaizhong mendadak menjadi senang bukan kepalang.


' Ini kesempatan untuk melihat keindahan di Paviliun itu.. Dengan alasan ini, Ayahanda pasti tidak akan melarangku pergi ke sana ' Batin Litaizhong.


Sebagai seorang pangeran, Litaizhong dikenal sangat suka berpesta. Hidup bergelimang harta membuatnya sadar bahwa dia tidak perlu khawatir akan kekurangan uang untuk mengadakan pesta setiap malamnya.


Litaizhong juga merupakan salah satu dari Empat Pejabat Besar Penda, salah satu dari empat pemuda begundal Kerajaan Penda. Bersama dengan Ximenhong dan dua pemuda lainnya, Litaizhong kerap mengadakan pesta di sekitaran Ibu Kota Penda. Salah satu tempat favoritnya untuk mengadakan pesta adalah Paviliun Bunga Indah.


Namun semenjak ada sebuah kejadian yang membuat malu keluarga Kerajaan. Raja Penda, Ayahanda Litaizhong yaitu Litaihwang melarang Litaizhong untuk bergaul dengan Ximenhong dan dua pemuda begundal lainnya. Litaihwang melarang putranya itu untuk menginjakkan kaki kembali di Paviliun Bunga Indah.


Litaizhong tidak bisa lagi menyelenggarakan pesta apa pun, dia juga tidak bisa menghadiri pesta undangan dari Ximenhong dan yang lain. Litaizhong hanya bisa merasakan suasana pesta, saat pesta rakyat dan pesta tahunan kerajaan diselenggarakan, itu pun masih dengan norma dan aturan kerajaan. Pesta yang membosankan baginya.


Mendapat kesempatan untuk pergi lagi ke Paviliun Bunga Indah, Litaizhong pun bergegas pergi menghadap Litaihwang untuk meminta izin pergi ke Paviliun Bunga Indah bersama dengan Goyige.


" Salam Ayahanda. Ananda memberi hormat " Salam Litaizhong kepada Ayahnya di ruang pribadi milik ayahnya. Kaki kirinya berlutut sementara kaki kanannya menekuk, sehingga terlihat seperti hampir berlutut.


" Berdirilah. Ada apa? " Sahut Litaihwang sembari membaca sebuah gulungan bambu.


" Begini Ayahanda... Pangeran Goyige berencana untuk mencari adiknya di Paviliun Bunga Indah. Menurut informasi, Pangeran Ketiga Meghalaya ada di sana " Ucap Litaizhong menyembunyikan senyum bahagianya.


Mendengar itu, Litaihwang berhenti membaca. Dia menggulung kembali gulungan bambu di tangannya. Litaihwang diam cukup lama, dia memandang putra ketujuhnya itu dengan seksama.


" Pergilah. Tapi dengan catatan, ajak Litaihyun bersamamu " Sahut Litaihwang setelah terlihat seperti memikirkan sesuatu.


Meski terkejut mendengar jawaban Ayahnya, Litaizhong mengangguk dan menuruti perintah Ayahnya. Usai berpamitan dengan Litaihwang, Litaizhong pergi mencari Litaihyun, Putra Mahkota Kerajaan Penda.


" Baik. Karena itu perintah Ayahanda, aku akan mengikutinya... Besok malam kita akan pergi bersama " Ucap Litaihyun usai Litaizhong menyampaikan pesan Ayahandanya.


Begitulah akhirnya, ketika Gofan yang masih berwujud seekor lalat menguping pembicaraan Tianfuzi dan sekutunya. Rombongan Goyige tiba di Paviliun Bunga Indah.


[Paviliun Bunga Indah]


" Salam hormat hamba Pangeran. Mari... silahkan masuk... mari hamba antar ke Ruangan Tamu Utama " Ucap seorang Gadis bergaun biru langit dengan senyum manis menggoda.


Gadis bergaun biru langit itu segera menyambut rombongan Goyige ketika rombongan itu tiba di Paviliun Bunga Indah.


Goyige dan lainnya mengkuti Gadis itu ke sebuah Ruangan di lantai tiga. Ruangan yang sama mewahnya dengan ruangan tempat Tianfuzi dan yang lainnya berada.

__ADS_1


" Dimana Nyonya Bunga Indah? Aku perlu membicarakan sesuatu dengannya " Ucap Litaizhong kepada Gadis yang mengantar mereka ke Ruangan Tamu Utama tersebut.


" Nyonya ada di ruangan lain Yang Mulia. Akan saya panggilkan sekarang " Gadis itu membungkuk memberi hormat dan keluar dari Ruangan tempat rombongan Goyige berada.


Setelah beberapa hela napas Gadis tersebut tiba di luar ruangan Ziyishi.


" Nyonya. Maaf Nyonya. Ada hal penting yang harus saya sampaikan " Ucap Gadis itu dari luar pintu ruangan Ziyishi.


Mendengar ucapan Gadis itu, semua yang berada di dalam ruangan berhenti berdiskusi.


" Siapa itu? Masuklah! " Sahut Ziyishi dari dalam ruangan.


*Krieet*


Gadis itu masuk dan memberi salam kepada Ziyishi dan lima orang lainnya.


" Ini saya Nyonya. Lanruo. Pangeran Litaizhong ingin bertemu dengan Nyonya " Ucap Gadis yang ternyata bernama Lanruo.


" Dimana mereka sekarang? " Tanya Ziyishi.


" Mereka menunggu di Ruangan Tamu Utama Nyonya " Sahut Lanruo.


" Lanruo. Cepat hidangkan semua makanan utama kita, juga panggilkan Lima Dewi Bunga untuk menemani rombongan Pangeran " Imbuh Ziyishi yang berdiri merapikan gaun dan rambutnya.


" Mereka akhirnya muncul sesuai yang kita harapkan... "


" Ayo! " Seru Ziyishi kepada yang lain, setelah Lanruo berpamitan pergi untuk menjalankan perintahnya.


" Tunggu sebentar. Aku dengar, bocah ini mempunyai sesuatu yang menarik untuk dibicarakan denganku, kalian duluan saja " Tianfuzi menunjuk ke arah Ximenhong.


" Sebaiknya kita segera ke sana Paman...Ini juga penting untukmu.. "


" Lagi pula yang ingin ku bicarakan adalah tentang Gadis Teratai Emas yang ada di Benua Meghalaya... Untuk lebih rincinya, kita bicarakan nanti bersama dengan Pangeran Pertama Meghalaya " Bisik Ximenhong saat mendengar ucapan Tianfuzi.


Tianfuzi terkejut, dia tersenyum kecil mendengar bisikan Ximenhong. Tianfuzi tidak menyangka ternyata masih ada gadis lain yang juga memiliki darah keturunan Dewi Ruyi.


Setelah Tianfuzi setuju, Mereka pun akhirnya pergi meninggalkan ruangan tersebut dan menuju ke Ruangan Tamu Utama.


Kini hanya ada Gofan yang masih berwujud seekor lalat di ruangan tersebut.

__ADS_1


' Sudah sepi.. Saatnya mencari keberadaan Yubing dan Nian ' Batin Gofan.


*Blazh* Gofan kembali ke wujud manusianya.


Baru saja kembali ke wujud aslinya, Gofan kembali berencana melakukan perubahan wujud. Gofan melakukan segel tangan dan merubah Saripati Energi di dalam kedua Kubus Oktagonnya menjadi Energi Sihir.


" 72 Sihir Perubahan Abadi... Berubah! "


*Blazh*


" Begini kan lebih baik " Senyum Gofan. Gofan merubah dirinya menjadi serupa dengan Kongchu. Gofan memutuskan untuk menyamar sebagai Kongchu.


Gofan kemudian membentuk segel tangan dan memperluas energi mentalnya. Energi Mental Gofan memancar keluar dari tubuhnya dan meluas menutupi hampir seluruh bangunan Paviliun Bunga Indah.


" Ketemu " Gumam Gofan.


Melalui Energi Mentalnya, Gofan berhasil menemukan keberadaan Yubing dan Nian. Tidak hanya itu, di ruangan tempat Yubing dan Nian disekap, Gofan juga melihat seorang pemuda yang terbujur kaku di atas sebuah dipan bambu.


Gofan yang menyamar sebagai Kongchu, keluar dari ruangan tersebut dan bergegas menuju ke sebuah ruangan di ujung lantai ketiga Paviliun tersebut, di ruangan itu lah Yubing dan Nian disekap.


" Tuan! " Seru seorang Gadis dari belakang Gofan ketika dia baru saja keluar ruangan tersebut.


Gofan menoleh ke belakang dan mendapati Lanruo sedang berdiri menatap ke arahnya.


" Oh.. Ka.. " Gofan tidak menyelesaikan ucapannya. Lanruo tiba-tiba menerjang ke arahnya dan memeluk tubuhnya dengan erat.


" Tuan. Kenapa baru datang sekarang? Apa Tuan tidak merindukan Lanruo? Lanruo sangat merindukan Tuan " Ucap Lanruo dengan nada manja sembari memeluk Gofan yang dikiranya sebagai Kongchu.


' Sial... Apa-apaan ini? Apa gadis ini tidak takut dibunuh Ziyishi? ' Batin Gofan sembari berusaha melepaskan pelukan Lanruo.


Meski sudah berhasil melepaskan pelukan Lanruo, tetapi yang dilakukan Lanruo berikutnya membuat Gofan terdiam kaku.


Lanruo menjinjit dan mencium bibir Gofan. Sebuah kecupan yang membuat jantung Gofan hampir melompat keluar dari tubuhnya.


" Tuan. Apa Tuan ingin kita pergi ke ruangan yang biasanya? " Ucap Lanruo usai mencium bibir Gofan. Ciuman yang hanya sebentar itu masih membuat Gofan terdiam kaku.


" Tuan... " Ucap Lanruo sekali lagi, sembari kedua tangannya memegang kedua tangan Gofan. Kini mereka terlihat seperti sedang bergandengan tangan.


" Tuan. Kalau Tuan ingin, Lanruo bersedia menemani Tuan " Imbuh Lanruo diakhiri dengan sebuah tawa manja.

__ADS_1


' Apa ini? Aku harus bagaimana? '


Bersambung...


__ADS_2