
Gofan berlari kencang menjauh dari pasukan berpedang, berlari ke arah Barat Daya. Gofan pergi menuju ke sebuah gubuk kecil di sebuah gang sempit yang dulu pernah menjadi tempat tinggalnya, selama bekerja di Ibu Kota Kerajaan Penda.
'Mau dibawa kemana gadis itu? Apa sebenarnya yang dipikirkan Gofan'
Xionan tidak langsung menghampiri Gofan. Xionan mengikuti Gofan diam-diam dari jarak yang cukup jauh.
Mouhuli, Bailaohu, dan Bianselong berlari ke arah Tenggara. Mereka bertiga, memutuskan untuk bersembunyi di sebuah Kuil pemujaan Dewa Cahaya dan Dewa Gelap. Sedangkan Zuena berlari ke arah Timur membawa Xioming menuju ke sebuah perguruan bela diri.
Di saat Gofan telah berlari kabur puluhan langkah kaki, Gofan menarik semua Energi Mentalnya dan membebaskan semua orang, semua pendekar serta semua binatang dari kebekuan mereka.
Naas bagi beberapa pendekar berpedang dari Benua Meghalaya, setelah mereka terbebas dari pengaruh jurus Pancaran Mata Iblis milik Gofan, mereka justru saling menebas satu sama lain secara tidak sengaja.
*Crash*
" Arrgghh!! "
Teriakan pasukan berpedang saat mereka saling bunuh pun akhirnya terdengar mengiringi menghilangnya Gofan dan kelompoknya.
Hampir separuh lebih pasukan berpedang itu akhirnya tewas di tangan rekannya sendiri. Sementara beberapa yang lain, berhasil selamat namun menderita luka yang cukup parah.
Goyige terkejut melihat apa yang terjadi. Baru saja dia meyakini, bahwa Gofan dan kelompoknya akan dibantai oleh pasukan berpedangnya. Tetapi kini, justru pasukannya itu yang saling bunuh satu sama lain.
" Ke-kemana mereka? Kemana perginya orang-orang barbar itu?! "
Teriak Litaizhong, ketika menyadari si Bocah berambut putih dan lima rekannya itu sudah menghilang dari jalanan Ibu Kota.
" Sepertinya mereka sudah kabur, Pangeran Ketujuh " Sahut Goyige pelan.
Rohshan diam memandangi jasad para pendekar Kerajaannya. Dari kejadian itu, Rohshan menyadari bahwa mereka baru saja terkena hipnotis Energi Mental yang membuat mereka mematung, tidak bergerak.
Rohshan belum pernah merasakan kekuatan Energi Mental sekuat itu, bahkan dia tidak mampu menyelamatkan dirinya dari dampak pembekuan Energi Mental tersebut.
Rohshan salah memperkirakan kekuatan Mental yang dimiliki Gofan. Sebelumnya, dia mengira kekuatan Mental milik Gofan tidak cukup kuat untuk melawan kekuatan Mental miliknya, tetapi ternyata kekuatan Mental Gofan sangatlah kuat.
'Siapa bocah berambut putih itu? Apa dia dari Benua Filantropia?' Pikir Rohshan saat mencoba menebak identitas Gofan.
Benua Filantropia adalah satunya-satunya benua dengan mayoritas penduduk berambut putih, mulai dari bayi hingga manula, umumnya pasti memiliki rambut yang berwarna putih.
Kerajaan di Benua Filantropia dipimpin oleh seorang Ratu. Posisi perempuan lebih dominan di benua tersebut. Semua tampuk kekuasaan akan dipimpin dan dikelola oleh seorang perempuan. Oleh karena itu, Benua Filantropia sering dijuluki sebagai Negeri Wanita.
" Paman Rohshan. Apa yang sebenarnya terjadi? " Tanya Goyige kepada Rohshan.
" Kemungkinan kita baru saja terhipnotis oleh kekuatan Energi Mental yang sangat kuat Pangeran " Jawab Rohshan.
" Apa ini juga ulah dari Bocah berambut putih itu Paman? "
__ADS_1
" Iya Pangeran. Hamba yakin, dia bukan penduduk Benua ini, kemungkinan besar dia adalah penduduk Negeri Wanita " Ucap Rohshan.
" Benar. Aku juga berpikir demikian. Aku pernah satu kali berkunjung, ke Negeri Ratu Filantropia itu. Mayoritas penduduk di sana berambut putih dan memiliki Energi Mental yang tinggi " Kata Goyige membenarkan tebakan Rohshan.
Tentu saja Rohshan dan Goyige salah mengira. Gofan jelas-jelas adalah penduduk asli Benua Penda. Rambutnya yang memutih dan kekuatan Mentalnya yang tinggi, sama sekali tidak ada hubungannya dengan Negeri Wanita.
'Tapi apa yang dilakukan Bocah itu di Ibu Kota Penda? Penduduk Filantropia sangat jarang berkunjung ke Benua lain'
Pikir Litaizhong setelah mencuri dengar pembicaraan Goyige dan pengawal pribadinya itu.
" Pangeran Ketujuh. Aku mohon bantuannya untuk mengurus jenazah pasukanku dan untuk pengobatan mereka yang terluka " Pinta Goyige kepada Litaizhong.
Litaizhong baru saja memanggil seorang pendekar pengawal kerajaan untuk mencarikan Kereta kuda yang baru dan memanggil bala bantuan lain, saat Goyige datang meminta bantuannya.
" Tentu Pangeran. Aku juga akan melakukan pencarian untuk Bocah berambut putih dan kelompoknya itu. Aku yakin mereka masih ada di dalam Ibu Kota "
Puluhan hela napas, setelah Litaizhong menjawab permintaan Goyige, bala bantuan Pendekar Pengawal Kerajaan yang berjumlah ratusan pendekar tiba.
Sebagian Pendekar Pengawal Kerajaan itu mengatur pemakaman dan pengobatan pasukan berpedang Goyige. Sebagian lain mulai berpencar mencari keberadaan Gofan dan kelompoknya.
Saat Goyige dan Litaizhong sedang berbincang. Shadev dengan wajah sedikit tegang, datang dan membisikkan sesuatu ke telinga Rohshan dalam bahasa Meghalaya.
" Penatua. Meiling menghilang. Sepertinya Bocah berambut putih itu menculiknya! " Bisik Shadev.
" Cari dan temukan dia, sebelum berita ini sampai ke telinga Tianfuzi. Ingat ! Lakukan dengan cepat! Mengerti !? " Ucap Rohshan pelan kepada Shadev.
Shadev mengangguk dan memanggil tiga orang pendekar muda lainnya untuk berpencar mencari Meiling secara diam-diam. Mereka melesat pergi dengan kecepatan tinggi ke empat arah yang berbeda.
Tidak berselang lama setelah kepergian Shadev dan tiga pendekar muda lainnya. Litaizhong, Goyige, Rohshan dan rombongan, kembali melanjutkan perjalanan menuju Istana Kerajaan dengan Kereta kuda kerajaan yang baru.
Di sepanjang perjalanan menuju ke Istana, kedua pangeran itu hanya diam. Mereka masih marah dan kesal dengan apa yang dilakukan Gofan beserta kelompoknya kepada mereka.
Meski hari sudah memasuki malam, para Pendekar Pengawal Kerajaan masih sibuk mencari keberadaan Gofan dan kelompoknya.
" Cepat! Cari ke setiap tempat. Tanyai para penduduk. Kita harus menangkap hidup-hidup mereka semua. Terutama Bocah dengan rambut putih... Cepat !! " Seru seorang Pimpinan Pendekar Pengawal Kerajaan.
" Kalian. Sebarkan selebaran pencarian dan pasang pengumuman pencarian di setiap papan pengumuman di Ibu Kota ! "
Pimpinan Pendekar Pengawal Kerajaan itu berteriak lantang memberikan instruksi kepada anak buahnya.
" Baik Ketua " Sahut para pendekar pengawal lainnya.
Mereka segera mencari dan menelusuri ke setiap tempat, bahkan mereka mendatangi, satu demi satu rumah penduduk. Mereka juga memasang pengumuman pencarian di setiap sudut Ibu Kota, namun dalam pengumuman itu belum tercantum gambar wajah Gofan dan kelompoknya.
Hanya deskripsi singkat tentang wajah dan rambut putih Gofan yang paling menonjol dalam pengumuman pencarian itu.
__ADS_1
***
" Paman Taofu. Apa yang terjadi Paman? Kenapa Pendekar Pengawal Kerajaan datang kemari? " Tanya seorang Pemuda kepada seorang pria tua bernama Taofu.
" Mereka mencari sekelompok penjahat Kerajaan... Ini selebarannya Tuan Muda Wuling " Sahut Taofu sembari memberikan selembar kertas pengumuman pencarian kepada si Pemuda yang ternyata adalah Wuling, pemuda dari Desa Seribu Satu Malam.
Wuling menerima selebaran itu dan membaca tulisan yang tertera di dalamnya, 'Dicari! Bocah berambut putih dan kelompoknya, masing-masing dari mereka memiliki ciri-ciri...'
Wuling terkejut membaca isi selebaran pencarian itu, dia terdiam seperti sedang memikirkan banyak kemungkinan.
" Ada apa Tuan Muda? " Tanya Taofu saat melihat perubahan ekspresi wajah Wuling.
" Sepertinya, Bocah yang dicari Kerajaan adalah pewaris baru yang kita cari Paman " Sahut Wuling.
Taofu sedikit terkejut mendengar perkataan Wuling. Pasti akan menjadi masalah jika pada akhirnya si Pewaris baru yang mereka cari harus ditahan dan dihukum Kerajaan.
" Bagaimana ini Tuan Muda? Kita tidak mungkin sanggup menentang Kerajaan demi hal ini " Ucap Taofu.
" Sebaiknya, kita bicarakan dulu dengan yang lain Paman... "
" Paman. Dimana Ketua Suezilu sekarang? " Tanya Wuling yang saat ini sedang berada di depan pintu masuk kediaman Taofu.
" Ketua Suezilu sedang bersama Kepala Desa di Aula utama " Sahut Taofu sembari menutup pintu kediamannya.
" Kalau begitu, aku akan mengabari mereka tentang hal ini terlebih dahulu. Paman tolong kumpulkan semua Kepala Pasukan "
Wuling kemudian bergegas pergi ke Aula utama kediaman Taofu setelah melihat Taofu mengangguk menuruti permintaannya.
Wuling dan Suezilu beserta anggota Partai Tongkat Sakti, baru saja tiba beberapa saat yang lalu di kediaman Taofu, di Kota Langit Cahaya.
Wuling dan Suezilu beserta anggota Partai Tongkat Sakti itu adalah kelompok perdekar bersenjatakan tongkat yang sebelumnya masuk melalui Gerbang Dimensi ke-11.
Kelompok Partai Tongkat Sakti itu datang ke Kota Langit Cahaya untuk menemukan si Pewaris Baru dari Tongkat Emas Naga Kembar. Keturunan tidak langsung dari Dewa Perang, Tianyuan yang baru. Mereka datang ke Kota Langit Cahaya dengan bermodalkan informasi dari Jangjiwu.
Setelah Jangjiwu dan dua orang lainnya diberi perbekalan oleh Gofan, mereka berhasil tiba dengan selamat di Desa Seribu Satu Malam. Di sanalah Kelompok Partai Tongkat Sakti bertemu dan mendapatkan informasi dari Jangjiwu.
Jangjiwu yang sebelumnya telah bertemu dengan Gofan, menceritakan bahwa dia telah ditolong oleh Gofan, seorang anak belasan tahun, berambut putih yang membawa tongkat emas bermotif Naga melingkar di kedua ujung tongkatnya.
Ketika kelompok Partai Tongkat Sakti tidak menemukan keberadaan Gofan di Hutan Tanpa Malam dan hanya menemukan sebuah Gerbang Dimensi, mereka memutuskan untuk memasuki Gerbang Dimensi itu, sehingga mereka akhirnya tiba di Kota Langit Cahaya.
Setibanya di Kota Langit Cahaya, mereka memutuskan untuk singgah dan menetap sementara di kediaman Taofu di Ibu Kota tersebut.
Taofu adalah mantan murid Partai Tongkat Sakti. Taofu juga adalah adik dari salah satu penatua di Partai tersebut. Setiap kali ada anggota Partai Tongkat Sakti yang singgah ke Kota Langit Cahaya, pasti akan bermalam dan tinggal sementara di kediamannya.
Bersambung...
__ADS_1