
Cahaya ungu melapisi tubuh Gofan dan Cahaya hijau melapisi tubuh Fanjia. Kecepatan dan kekuatan mereka meningkat berpuluh-puluh kali lipat.
*Bang!*
*Bang!* Benturan tinju dan tendangan terdengar membahana.
Puluhan serangan kemudian, keduanya mundur selangkah. Keduanya sama-sama memuntahkan seteguk darah.
Tidak mau menunda lagi, Gofan membentuk sebuah segel tangan. Jika jurus-jurus lama semua sudah diketahui Fanjia, bagaimana dengan yang baru?
“Seni Racun Darah: Tahap Pertama. 10 Dasar Racun Darah Kematian.”
*Zyuut* Darah yang baru saja dimuntahkan Gofan menggeliat melayang-layang di sekitarnya. Gumpalan darah itu membagi dirinya menjadi sepuluh bagian sama besar. Mereka berputar-putar melayang di atas telapak tangan kiri Gofan.
Kesepuluh gumpalan darah itu mengeluarkan suara desisan saat asap hijau tipis keluar dari permukaan kesepuluh bagian gumpalan darah.
“Seni Tiga Api Aneh: Tahap Pertama. Api Pembawa Derita.”
*Blazh* Kobaran bola Api berwarna kuning sebesar kepala manusia muncul melayang di atas telapak tangan kanan Gofan.
“Daripada satu, bagaimana jika dua jurus baru sekaligus.” Gumam Gofan saat dia melemparkan kedua tangannya ke arah Fanjia.
Bola Api Kuning dan sepuluh darah racun berputar-putar melesat ke arah Fanjia.
Senyum meremehkan muncul di wajah Fanjia, “Selama ini kamu sendiri belum memaksimalkan Mata Iblis, tahu darimana kedua jurus baru ini bisa mengalahkanku.”
“Ilmu Raja Siluman: Tingkat Jiwa Raja. Raja Mata Iblis.”
*Wung*
*Wung*
*Wung*
Dengungan suara aneh muncul di sekitar Fanjia. Gelombang Energi Mental berwarna hijau memancar keluar membentuk lingkaran cahaya hijau berulang-ulang. Dengungan itu semakin jelas saat lingkaran Energi Mental itu memadat di sekitar tubuh Fanjia.
*Duuaarrr!* Ledakan.
Gelombang lingkaran Energi Mental berbenturan dengan Bola api kuning dan sepuluh racun darah.
“Uhk....” Fanjia mundur lebih dari puluhan langkah. Dia memuntahkan beberapa gumpalan darah.
“Ini!? Mustahil... Itu kekuatan Mental penuh, kekuatan puncak dari Ilmu Raja Siluman.. Kenapa?.” Batin Fanjia tidak menerima kekalahannya. Matanya mulai memburam dan jatuh pingsan, serangan tadi adalah serangan puncak miliknya, dia mengerahkan seluruh Energi Mental.
Gofan terdorong mundur hingga membentur dinding Area tempat duduk penonton. Darah keluar dari sudut bibirnya yang tersenyum melihat tumbangnya Fanjia.
“Mungkin dia lupa, darah itu mengandung racun dari Teratai Racun Pelangi dan itu dapat menekan jauh Energi Mental.” Senyum memenuhi wajah Gofan saat dia perlahan mendekat ke arah Fanjia.
Gofan mengeluarkan sebuah tali emas dari Cincin Dimensi dan menggunakannya untum mengikat tubuh Fanjia. Setelah itu, pandangannya tajam menatap ke arah Ling Guo.
“Entah apa yang harus ku lakukan padanya? Sekarang dia sudah hidup.” Gofan tidak tega untuk membunuh Fanjia, “Apa sebenarnya tujuanmu melakukan ini?.” Tanya Gofan ke arah Ling Guo yang masih beradu kekuatan Mental dengan Mouhuli.
Ling Guo tidak menyangka, darah Gofan memiliki racun seperti itu, darah itu musuh alami dari kekuatan Mentalnya, “Mungkinkah itu alasan kenapa aku merasakan ketakutan pada manusia ini?.”
Jika Ling Guo bisa mengingat masa lalunya, mungkin dia tidak akan berani melakukan apa pun kepada Fanjia.
Xionan turun dari atas Ring Tarung, menhampiri Gofan. Duan Tianlang, Kangkai, Suezilu, Wuling dan dua Penatua Perguruan Tunjung Putih juga menyusulnya.
Melihat begitu banyak pihak yang berada di sisi Gofan, mata Ling Guo panik. Serangannya kepada Mouhuli menjadi tidak terkendali, dia kehilangan fokus.
“Arrgghh!!.” Ling Guo terkena jurus Seribu Cakar Bayangan Mouhuli, lengan kirinya terluka dan terdorong mundur tiga langkah.
*Zyuut* Memanfaatkan jarak jatuhnya, Ling Guo membalik badan dan kabur melesat menuju ke arah luar Area Turnamen Pulau.
Terbentur! *Duaghh!*
Saat Ling Guo hendak melompat keluar, sebuah dinding penghalang yang terbuat dari cahaya menghalangi langkahnya, dia jatuh terguling-guling di area tempat duduk penonton.
Ketika mendarat di tanah, mata Ling Guo berkedip, dia tidak menyangka Formasi Tameng Harimau Naga di luar Area Turnamen Pulau sudah diaktifkan. Kepalanya berputar, melihat ke arah Litaihwang.
Litaihwang tersenyum, balik menatapnya. 'Hahahaha'... Tawanya lantang saat melihat raut kesal wajah Ling Guo. Litaihwang tiba-tiba melayang, tubuhnya terangkat ke udara sedikit demi sedikit. Semakin kencang tawanya, semakin tinggi dia melayang.
Litaihyun, Litaizhong, Goyige, Guxiong, Ximenbao, Ximenhong, Lixiayo, Tuogui, dan semua yang berada di sana, terkejut melihat keanehan yang terjadi pada Litaihwang.
“Yang Mulia. Baginda... Apa ini? Anda kenapa Yang Mulia?.” Tanya Ximenbao. Dia melihat sikap Litaihwang seperti kerasukan sesuatu.
“Ada apa ini?.”
__ADS_1
“Kenapa Yang Mulia seperti ini?.”
“Apa dia menggila?.”
Percakapan keheranan mulai terdengar. Bahkan mereka yang berada di atas Ring Tarung, yang hendak melakukan persidangan untuk Gumulryong menatap heran ke arah tubuh Litaihwang yang melayang semakin tinggi hingga menembus batas atas Formasi Tameng Harimau Naga.
“Dia menembusnya? Yang Mulia Raja menembus dinding pembatas itu begitu saja...”
“Bahkan Siluman Anjing itu saja tidak bisa menembusnya... Ada apa dengan Raja? Apa dia benar Raja Penda?.”
Sepintas cahaya melintas di kedua mata Lixiayo, mendengar banyak yang mulai meragukan bahwa Litaihwang adalah Raja Penda yang asli, secara diam-diam, Lixiayo membentuk segel tangan.
*Wuuss* Debu-debu putih berputar mirip tornado kecil di bawah kaki Lixiayo.
Jari telunjuk dan jari tengah tangan kanannya, secara rahasia mengirimkan tornado debu kecil itu ke arah kerumunan. Setiap kali tornado debu kecil melewati seseorang, sebuah bisikan akan terdengar dikepalanya, 'Dia Raja Palsu. Raja Palsu'. Penekanan kata 'Raja Palsu' terdengar jelas.
“Benar. Dia Raja Palsu, Raja Penda tidak mungkin sehebat ini.”
Kerumunan mengangguk, “Benar. Benar.”
Litaihwang duduk bersila di atas dinding pembatas bagian atas saat semua orang terkurung di dalam Formasi Tameng Harimau Naga.
“Apa yang dia lakukan. Raja Palsu keluarkan kami.”
“Keluarkan kami-!.”
Para pendekar yang berada di dalam kurungan Formasi mulai gelisah, mereka menuntut agar Litaihwang dan pihak kerajaan Penda membuka Formasi. Tapi tidak ada yang berhasil. Saat kesal, beberapa dari mereka mencoba menerobos keluar, tapi percuma. Mereka tidak bisa menembus dinding pembatas.
Qimouzha datang untuk membalas dendam, tapi kini permasalahan dendamnya terpaksa ditunda karena dia justru dikurung di dalam Formasi Tameng Hariamu Naga, tatapannya tajam ke arah atas, ke tempat Litaihwang duduk bersila.
Setelah meletakkan jejak Mentalnya di tubuh Gumulryong, Qimouzha mengumpulkan tenaga dalamnya di atas kedua telapak tangan. Gumpalan asap berbentuk tengkorak muncul di kedua tangan itu. Qimouzha menyatukan kedua tengkorak asap dan melemparkannya ke atas, dia berusaha memecahkan dinding pembatas Formasi.
“Bagaimana aku bisa menemukan keluargaku jika kamu mengurungku di sini... Hancurlah-!.” Teriaknya.
Ledakan! *Bang!*
*Grudug* Formasi bergetar, bergetar hingga mengguncang Area Turnamen.
Setelah kepulan asap ledakan menghilang di udara, tidak terjadi apa-apa, Formasi tetap utuh dan Litaihwang tersenyum saat matanya melihat ke arah bawah.
“Senior Qimo! Apa yang kamu lakukan? Apa kamu ingin mencelakai Baginda?.” Ximenbao, terkejut melihat serangan cepat Qimouzha.
“Panglima.. Kamu letakkan dimana otakmu? Semua orang menyadari bahwa dia 'Palsu'....” Sahut Qimouzha menekankan kata palsu, “Kenapa kamu begitu bodoh melayani Raja Palsu itu?.”
“Ka-Kamu..” Tangan Ximenbao mengepal erat, tapi dia tidak bisa membalas. Tindakan Litaihwang ini memang tidak seperti Litaihwang yang biasanya.
Sudah lama, Ximenbao merasa ada yang aneh dengan Litaihwang ini. Semenjak Litaihwang sembuh dari penyakit anehnya, Ximenbao merasa ada yang aneh dengan Litaihwang. Tapi sebagai seorang teman lama, dia menepis keraguannya. Hingga hari ini terjadi.
Ximenhong menatap ke arah Ayahnya, “Ayah. Sebaiknya ayah diam dulu, kita amati dulu situasinya... Keadaan sekarang jelas sedang tidak baik.” Bisiknya, menenangkan Ximenbao.
Setelah hitungan pembakaran beberapa batang dupa, Para Pendekar mulai mempercayai dan yakin bahwa Raja yang mengurung mereka adalah Raja Palsu.
Skenario Lixiayo pun mulai dijalankan, saat semua orang kelelahan mencoba keluar dari Formasi, Litaihyun maju dan mencoba mengambil perhatian.
“Saudara-saudaraku. Para Pendekar yang terhormat, aku, Litaihyun, sebagai Putra Mahkota Penda mewakili kerajaan untuk meminta maaf. Sepertinya ada seseorang yang telah menyamar dan mencoba menghancurkan nama baik Baginda. Baginda ini jelas-jelas palsu” Ucap Gennai Dadoros dengan wajah Litaihyun.
“... Orang jahat ini sepertinya telah membuat skema tertentu hingga mengurhng kita semua di dalam sini. Ini pasti berniat buruk. Jika kita diam saja... Kita sama saja dengan menunggu mati, menunggu untuk disembelih.” Imbuhnya.
Banyak di antara kerumunan yang mengangguk setuju “Benar... Kita harus keluar dan menangkap penyamar itu-!.” Teriakan yang sama terdengar berulang-ulang.
Lixiayo mengangguk pelan ketika matanya dan mata Gennai Dadoros saling bertatapan, “Bagus.” Reaksi yang terjadi, sesuai dengan yang mereka harapkan.
Ximenbao masih terpaku, dia tidak mengerti dan tidak bisa mempercayai, bahwa Litaihwang yang berada di atas adalah palsu. Lalu dimana Litaihwang yang asli?
Selain Ximenbao, Gofan dan kelompoknya juga mempertanyakan hal yang sama, dimana Litaihwang yang asli, benarkah dia sudah mati?
Gofan dan kelompoknya jelas menyadari skenario Lixiayo, meski begitu, mereka tidak berniat ikut campur masalah itu. Gofan dan kelompoknya lebih memikirkan cara untuk segera keluar dari Formasi itu.
Ling Guo telah berhasil ditaklukkan dan dikurung oleh Gofan di dalam penjara Pagoda Jindun bersama dengan Fanjia yang masih tidak sadarkan diri. Dia akan mengurus mereka nanti.
**
Dua hari berlalu... Kebanyakan dari mereka telah kelelahan mencoba menembus dinding pembatas, tapi tetap saja gagal. Tidak ada lagi yang memikirkan tentang Turnamen. Beberapa kelompok bahkan berdebat karena mengira ini adalah jebakan, Turnamen Pulau kali ini hanyalah sebuah tipuan.
Selama dua hari ini, beberapa Pendekar di ranah Human God menyatukan kekuatan dan berusaha menghancurkan keempat tiang Formasi, tapi tetap juga gagal. Dua hari ini mereka semua telah berusaha semaksimal mungkin.
Gofan tidak bersikeras, dia menyadari semua itu sia-sia, tanpa menemukan kelemahan Formasi, akan sulit untuk menghancurkannya. Selain membudidayakan Seni Racun Darah, selama dua hari ini Gofan menyempatkan diri menghampiri kelompok Perguruan Lembah Bunga Kamboja. Dia menanyai Yuniang tentang kekasih Pamannya, Lenchan, yang dulu pergi saat mengandung anak Pamannya.
__ADS_1
“Nona itu sudah meninggal. Beberapa tahun yang lalu, dia menghembuskan napas terakhirnya...” Yuniang menggeleng pelan, “Putrinya bernama Mengxi.. Tapi setahuku Ayahnya bukan Tabib Ajaib.”
Jawaban Yuniang itu membuat Gofan menghela napas cukup panjang. Julala yang juga mendengar itu, sangat menyayangkan berita yang didengarnya. Sayang sekali, Lenchan tidak memiliki penerus, itu yang dipikirkan Julala.
Tiga hari kemudian berlalu... Gofan menjadi akrab dengan Zhao Feng. Gofan telah menjelaskan mengenai ramalan Lengyue, hal itu membuat Zhao Feng memiliki pandangan aneh kepada Gumulryong.
Zhao Feng juga mengajari Gofan cara mengendalikan Aura Surga, sehingga dia bisa memanfaatkan secara penuh Energi Surga di dalam tubuhnya, tanpa mengalami kebocoran Energi.
Empat hari akhirnya terlewati... Gofan dan kelompoknya telah jelas mengetahui tentang permasalah Lengyue.
Hari itu, akhirnya Ximenbao mengakui, bahwa dia mendapat perintah dari Raja Palsu untuk mencoba menangkap Lengyue. Dia mengatakan, saat ini Lengyue berada di tangan Siluman Mimpi, Yuwenhuai. Hampir saja Ximenbao dihajar oleh Qimouzha, beruntung Vasudev menengahi keduanya. Dengan demikian Zawugi dan Mukene dibebaskan dari tuduhan.
Sementara itu, meski telah disiksa setengah mati, Gumulryong tidak memberikan jawaban mengenai keberadaan Lengjing dan Qingyue. Banyak yang berspekulasi, apakah kedua suami istri itu telah dilenyapkan tanpa jasad.
Hanya satu yang jelas, yaitu hubungan antara Serigala Mata Biru dan Gumulryong. Gumulryong ternyata memiliki kemampuan untuk mengendalikan Makhluk buas itu. Mouhuli mengerutkan kening saat mengetahuinya, perasaannya menjadi tidak karuan.
Di sisi lain, Bailaohu, Bailian, dan Hexuan terperangah, tidak menyangka seorang pendekar dengan ranah rendah bisa menaklukan trah Serigala Mata Biru. Ini menjadi berita baru bagi mereka.
Lima hari setelahnya.... Qimouzha mengamuk saat melihat Yuwenhuai muncul bersama Lengyue. Mereka duduk di sebelah Raja Palsu, Litaihwang.
Qimouzha berulang kali menyerang dinding pembatas secara membabi buta dan meneriaki nama Lengyue. Tapi cucunya, seakan terhipnotis, sama sekali tidak menanggapi dirinya.
Hari selanjutnya...
*Dong*
*Dong*
*Dong*
Pada hari keenam, dentang sebuah Lonceng terdengar membelah langit. Suaranya membuat sakit telinga. Para pendekar dengan ranah Budidaya rendah langsung tumbang tidak sadarkan diri.
Suasana langit berubah, langit yang cerah mendadak mendung, bergemuruh. Awan di atas tempat Litaihwang duduk bersila berubah menjadi hitam.
Seperti rentetan kilat yang berlalu dalam sekejap, *Wuuss!* Suara mendesing mengiringi kemunculan sosok bercahaya yang duduk di atas sebuah Lonceng besar. Sosok bercahaya itu menyibak awan hitam, dan dalam sekejap mata, dia tiba beberapa kaki di atas Litaihwang.
*Dong*
*Dong*
*Dong* Semakin dekat ke bawah, semakin keras tekanan suara Lonceng tersebut.
Beberapa pendekar di ranah menengah seperti Gofan dan Shiyuxin memuntahkan seteguk darah.
Setelah Enam hari dalam perjuangan sia-sia, kini muncul sosok bercahaya menaiki Lonceng. Sosok bercahaya itu tertawa lantang, tawanya membawa tekanan tenaga dalam yang besar. Semua Pendekar di ranah Human God, mendadak merasakan getir di hati mereka. Mereka ketakutan.
“Gofan. Hati-hati. Orang yang muncul ini bukan Pendekar biasa.” Ucap Mouhuli memperingatkan.
Jelas dia merasakan ranah budidaya sosok bercahaya itu setara Gofan, tapi tekanan tenaga dalamnya melebihi batas yang bisa dikerahkan seorang ranah Human God.
Gofan mengangguk, dia bergumam pelan, “Siapa dia?.”
Bersambung...
###
Urutan Ranah Budidaya.
Masing-masing ranah melalui tiga tahap, yaitu tahap awal, tahap pertengahan, dan tahap akhir.
Ranah Budidaya Alam Kecil (Benua Penda dan Benua Lainnya)--> Body Binding--> Holy Body--> Big Master--> Great Master--> Grand Master--> Saint Master--> Holy Saint--> Human God.
Ranah Budidaya Alam Besar (Alam Langit Pertama)--> Saint God--> ????--> ????.
*Budidaya di Alam Besar, sejauh ini hanya diceritakan sampai di ranah Saint God.
*Saat ini, Gofan berada di ranah Grand Master tahap akhir.
WARNING!
Jika menyukai Novel ini, silahkan dukung Penulis asli untuk terus berkarya dengan Like, Vote, Favorite dan Comment.
Saat seorang Penulis mendapat tanggapan baik atas karyanya, maka dia akan fokus untuk menulis.
__ADS_1
___________________+++____________________