Pendekar Sembilan Langit

Pendekar Sembilan Langit
Episode 54. Menghancurkan Segel Kutukan bg. 1


__ADS_3

Malam itu, semua orang dikejutkan oleh peningkatan budidaya Gofan.


Semua mengucapkan selamat kepada Gofan untuk pencapaiannya itu, Gofan masih sadar dan membalas dengan ucapan terima kasih, kali ini Gofan tidak pingsan seperti yang sebelum-sebelumnya.


Pagi pun tiba. Gofan, Xionan, dan Julala bersiap pergi ke dunia luar, untuk menemui Mouhuli dan Bailaohu.


Sementara Yubing memutuskan untuk tetap di ruang dimensi, untuk mengobati dirinya dan mengobati Nian dengan obat yang diberikan Gofan semalam.


***


" Wah... Kamu sudah meningkat lagi? terakhir kali ku lihat, kamu hanya pendekar Body Binding tahap pertengahan " Ucap Bailaohu terkagum-kagum.


" Senior, ilmu apa yang kamu ajarkan padanya? Sepertinya kamu sedang membesarkan seorang monster " Imbuh Bailaohu bertanya pada Mouhuli.


Meski sudah hidup ratusan tahun, Bailaohu belum pernah melihat siapa pun dengan perkembangan budidaya secepat Gofan.


" Terima kasih Huhi. Ini bukan apa-apa, ini masih kalah jauh dari dirimu " Sahut Gofan.


Ketika Gofan baru saja keluar dari portal ruang dimensi, Maouhuli dan Bailaohu langsung memperhatikan perubahan yang terlihat dari Gofan, mereka menyadari bahwa Gofan telah mengalami peningkatan budidaya.


Mouhuli hanya sedikit terkejut, tetapi dia tidak berkomentar tentang peningkatan budidaya Gofan.


Adapun yang membuat Mouhuli penasaran adalah peningkatan dalam Ilmu Raja Siluman milik Gofan, 'Tingkat keempat Ilmu Raja Siluman!?, Apa ini karena Inti Giok Bambu?, Jangan-jangan perubahan rambutnya itu juga karena batu giok itu?'


' Gofan. Apa rambutmu memutih karena Inti Giok Bambu?' Mouhuli mengirimkan suara pikiran menanyakan perihal peningkatan Ilmu Raja Siluman dan perubahan warna rambut Gofan.


Sebelumnya, Mouhuli lupa dengan Inti Giok Bambu yang dimiliki Gofan dan tidak memeriksa peningkatan Ilmu Raja Siluman yang dilatih Gofan, sehingga Mouhuli menebak bahwa perubahan warna rambutnya adalah karena energi surga dari batu mental.


Namun setelah melihat peningkatan Ilmu Raja Siluman Gofan, dia menjadi berpikir ulang mengenai hal tersebut.


'Aku tidak tahu Leluhur, tapi aku rasa ini memang karena Inti Giok Bambu, sebab Energi Surga dari Batu Mental hanya merubah bentuk pusat titik jiwaku saja' Sahut Gofan.


Gofan menebak bahwa perubahan pada Kubus Oktagon yang kini bertingkat dua adalah akibat dari batu mental dan rambutnya yang memutih adalah karena Inti Giok Bambu.


Tebakan Gofan memang benar, itulah yang terjadi, dan yang tahu persis semua hal itu adalah Xionan. Xionan menyaksikan sendiri perubahan warna pada rambut Gofan setelah Gofan selesai menyerap semua energi mental dari Inti Giok Bambu.


Mouhuli mengangguk pelan setelah mendengar jawaban Gofan yang disampaikan melalui pikiran.


" Aku hanya mengajarinya ilmu dari kitab suci, dia hanya jenius, semua ini bukan apa-apa... " Sahut Mouhuli kepada Bailaohu.


Mouhuli sengaja menutupi mengenai kitab surga yang dipelajari Gofan, dengan mengatakan bahwa ilmu yang dipelajari Gofan adalah ilmu dari sebuah kitab suci.


Akan berbahaya jika banyak yang mengetahui bahwa salah satu dari tiga kitab surga yang ada di alam kecil, ada di tangan Gofan.


Kitab surga itu, telah membuat keluarga Gofan dibantai dan dibunuh, tentunya selain karena keberadaan batu bertuah dan pemusnahan semua keturunan dari Dewa Naga.


Keturunan trah Len adalah keturunan darah campuran, keturunan dari Dewa Naga dan seorang manusia, oleh karena itu keturunan trah Len dimusnahkan oleh trah darah murni, setelah mendapat kesempatan dengan memanfaatkan rencana jahat pemberontakan trah Xing.


" Gofan, gunakan mata iblismu dan carilah bambu yang berbeda di antara semua bambu yang terdapat di sekitar gua ini, jika ada yang terlihat berbeda, maka itulah tongkat sialan itu... "


" Kamu. Cobalah hancurkan bambu itu, mungkin itu akan menghancurkan segel kutukan ini " Kata Mouhuli memberi instruksi kepada Gofan untuk menghancurkan segel kutukan dari Tongkat Emas Naga Kembar.


" Baik Leluhur. Aku permisi "


*Zyuut*


Gofan melesat keluar menggunakan Jurus Langkah Kilat miliknya.


Sejenak kemudian, Gofan sudah berada di luar gua ditemani Xionan yang tidak terlihat dan Julala yang merayap melata mengikuti langkah kaki Gofan.


*Senior. Berjuanglah!, Kami harap kamu akan berhasil* Ucap Uroro dan Urori dalam bahasa Makhluk buas.


Uroro dan Urori yang masih berjaga di depan gua sudah tahu bahwa hari ini, Gofan akan menghancurkan segel kutukan dan membebaskan mereka dari kurungan Hutan Bambu Kemarau.


Gofan mengangguk menjawab dukungan kedua beruang itu, lalu mengaktifkan mata iblisnya, dan memindai batang-batang bambu yang ada di sekitaran gua Mouhuli.

__ADS_1


Puluhan napas berlalu, Gofan akhirnya menemukan sebatang bambu yang terlihat berbeda di antara ratusan batang-batang bambu yang berada di sisi depan gua. Keberadaan batang bambu itu, kira-kira beberapa ratus langkah dari tempat Gofan berada.


'Ketemu!! ' Batin Gofan.


*Zyuut* Gofan langsung melesat ke arah batang bambu tersebut berada, diikuti oleh Xionan dan Julala.


" Kamu menemukannya? " Tanya Julala sembari merayap melata di sebelah kanan Gofan.


Gofan menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Julala, Gofan terus melangkah ke arah batang bambu tersebut, dia menebang beberapa batang bambu yang menghalangi jalannya.


" Sampai juga.... " Akhirnya Gofan tiba di hadapan batang bambu yang terlihat berbeda, jika dilihat menggunakan mata iblis.


Sementara di mata Julala dan Xionan, batang bambu yang kini ada di hadapan Gofan itu, terlihat sama seperti batang-batang bambu lainnya, tidak ada perbedaan.


" Inikah tongkat senjata Dewa itu? " Tanya Julala.


Gofan tidak menjawab, dia hanya diam terpaku memandangi batang bambu yang ada di hadapannya, dia seperti sedang sibuk memikirkan sesuatu, sehingga dia tidak mendengar apa yang ditanyakan oleh Julala.


***


Di dalam gua, Mouhuli duduk di atas bongkahan batu yang permukaannya sudah dia ratakan.


" Jika saja aku bisa keluar dari sini, aku pasti akan membantu anak itu... "


" Kenapa kamu tidak mengikuti muridku? Apa kamu tidak penasaran, dengan apa yang akan terjadi? " Tanya Mouhuli kepada Bailaohu.


Mouhuli sebenarnya sedikit risih dengan keberadaan Bailaohu yang terus saja mengekori dirinya.


Bailaohu menggeleng-gelengkan kepala, lalu menjawab, " Aku tidak ingin mengacaukan usaha muridmu itu "


" Tongkat itu benar-benar kuat. Apa kamu yakin, muridmu akan bisa menghancurkan segel itu? " Tanya Bailaohu.


Dulu, Bailaohu pernah diutus oleh Kaisar Siluman untuk menghancurkan segel kutukan Mouhuli, tapi usahanya gagal. Saat itu Bailaohu bahkan lebih kuat dari Gofan, tetapi dia tetap saja gagal.


" Aku pun tidak yakin, tapi apa salahnya mencoba " Sahut Mouhuli yang sebenarnya tidak terlalu berharap Gofan akan berhasil.


Sebelum menerima surat dari Kaisar Siluman, Mouhuli sangat berharap bahwa Gofan akan bisa membebaskannya, namun setelah melihat isi surat dari Kaisar Siluman itu, Mouhuli menjadi ragu.


Jika Gofan berhasil dan pergi ke Kerajaan Siluman, itu justru akan membahayakan Gofan. Itulah yang membuat Mouhuli kini tidak terlalu berharap akan terbebas dari kutukan Tongkat Emas Naga Kembar.


" Apa semua ini karena ramalan yang beredar di Kerajaan Siluman?, makanya kau memintanya untuk menghancurkan segel kutukan? " Bailaohu ikut duduk di sebelah Mouhuli.


" Itu hanya salah satunya. Apapun itu, kita tunggu saja, hasil yang akan berbicara " Mouhuli melipat kakinya dan memandang ke arah lubang gua.


***


" Senior. Bagaimana keadaanmu? Kamu sudah meminum serbuk obat itu sebanyak tiga kali kan? Apa kamu sudah sembuh? " Tanya Nian.


Hari di luar ruang dimensi bahkan belum berlalu satu hari, tetapi kehidupan Nian dan Yubing di dalam ruang dimensi sudah mencapai hari yang ketiga.


Yubing sedang duduk bersila, mengalirkan tenaga dalamnya untuk memeriksa lima racun yang ada di dalam tubuhnya.


Beberapa saat kemudian, Yubing membuka mata dan tersenyum ke arah Nian, " Aku sembuh, serbuk obat dari Gofan benar-benar menghilangkan semua racun itu "


" Maafkan aku Nian, tapi...kamu harus bersiap untuk memanggil Gofan dengan sebutan 'Kakak', dia memang benar-benar murid Tabib Ajaib " Yubing tertawa pelan saat mengucapkan kata itu, tangan kanannya menutup bibirnya ketika tertawa.


'Sial!! ' Batin Nian.


Nian mendadak pucat setelah mendengar kata-kata Yubing. Ternyata Gofan benar, sesuai dengan apa yang dikatakan Gofan, dalam tiga hari, Yubing akan sembuh total.


Nian diam dan tidak menghiraukan Yubing yang masih menertawakan dirinya. Nian menyesal telah meremehkan Gofan dan kemampuan pengobatannya, padahal sakit luka dalam yang diderita Nian, telah sembuh berkat obat yang diberikan oleh Gofan.


***


' Hei... Fanfan, kenapa kamu melamun? Ular itu bertanya padamu... Benarkah bambu ini adalah tongkat emas itu? '

__ADS_1


Xionan membuyarkan lamunan Gofan yang tengah sibuk memikirkan cara yang tepat mengalahkan Tongkat Emas Naga Kembar dan menghancurkan segel kutukannya.


" Oh... Iya... Batang bambu ini adalah Tongkat Emas Naga Kembar " Gofan menunjuk tepat ke arah depan, lima langkah dari dirinya.


" Kenapa kamu diam?, Kamu tidak akan menghancurkannya? " Julala tidak mengerti dengan tindakan Gofan yang masih saja diam dan terus memandangi batang bambu itu.


" Aku tidak tahu harus menghancurkan segel kutukan ini dengan cara apa... " Gofan menggeleng-geleng, lalu duduk bersila, lima langkah di depan batang bambu tersebut.


" Benar juga, banyak yang sudah mencoba menghancurkannya dengan serangan tenaga dalam, tapi semuanya gagal " Gumam Julala setelah mendengar perkataan Gofan.


Julala sering mendengar bahwa dulu sudah banyak siluman yang datang dan berusaha mengalahkan tongkat emas itu, tetapi semuanya gagal.


' Tenaga dalam? '


" Benar... Kamu hebat Xiashe!.. Hahaha... Benar sekali, jika tenaga dalam gagal, bukankah harus mencoba dengan energi lain? " Tawa Gofan.


Gofan berhenti tertawa dan memejamkan matanya setelah membentuk sebuah segel tangan.


" Mm.... Apa maksudmu? " Julala tidak mengerti apa yang dikatakan Gofan, tetapi dia senang mendengar pujian dari Gofan.


Gofan menemukan sebuah cara setelah mendengarkan kata-kata Julala, yaitu menggunakan energi mentalnya untuk mencoba menghancurkan segel kutukan.


Jika selama ini, semua pendekar yang mencoba menghancurkan segel kutukan menggunakan tenaga dalam dan gagal, itu berarti, kutukan hanya bisa dikalahkan dengan menggunakan cara lain, selain menyerang dengan tenaga dalam.


Oleh karena semua yang ada di dalam Hutan Bambu Kemarau selalu berkaitan dengan energi mental, Gofan berpikir untuk menyerang dengan menggunakan energi mentalnya.


Tangan Gofan membentuk segel, dia mengalirkan seluruh energi mentalnya ke kedalaman kesadarannya, ke dalam jiwanya. Seluruh jiwa Gofan kini diselimuti cahaya hijau dari energi mental.


Jiwa Gofan melayang keluar dari tubuhnya. Saat jiwa Gofan keluar dari tubuh, seluruh organ tubuhnya lumpuh seketika, seperti orang yang memasuki kondisi koma.


" Jurus Raga Sukma?! " Ucap Xionan.


Xionan kaget melihat jiwa Gofan keluar dari tubuhnya. Xionan tidak menyangka bahwa Gofan sudah seahli itu dalam menggunakan energi mental, hingga bisa memisahkan jiwa dari raganya.


Jurus Raga Sukma adalah jurus yang dipelajari Gofan berdasarkan ingatan dari Beruang Bambu. Setelah berada di tingkat keempat dari Ilmu Raja Siluman, Gofan bisa melakukan jurus itu, yaitu memisahkan jiwa dari raganya.


*Zyuut*


Jiwa Gofan masuk ke dalam batang bambu yang berada lima langkah di hadapannya.


Ketika sampai di dalam batang bambu itu, Jiwa Gofan tiba di sebuah dimensi yang keseluruhannya hanya terdiri dari hamparan awan.


Hamparan awan itu terlihat seperti tidak memiliki akhir, sejauh mata memandang selalu terlihat ada awan yang menghampar.


" Oh... Rupanya ada tamu. Selamat datang di rumahku. Sudah lama sekali, tidak ada yang berkunjung kemari... "


" Kamu adalah orang... akh salah... Maksudku, kamu adalah jiwa ketiga yang datang mengunjungi kediamanku " Seorang pria berpakaian serba putih muncul dari kekosongan dan menyambut kedatangan Gofan.


Pria ini memiliki rambut yang panjang terurai, ada gambar naga melingkar bertinta emas di dada pakaian pria itu. Wajahnya bercahaya, sehingga Gofan tidak bisa melihat dengan jelas wajah pria yang terlihat seperti berusia sekitar 30an tahun itu.


" Jiwamu ternyata mengandung hawa siluman ya? Kamu siluman atau manusia? "


" Mm... Itu tubuhmu bukan?, yang bersila di depan? Kenapa tubuh dan jiwamu berbeda? "


" Menarik... Sangat menarik. Duduklah dulu..." Ucap Pria berpakaian putih itu.


*Zyuut*


Pria berpakaian putih itu melanjutkan kembali kata-katanya, dia mengibaskan tangan dan sebuah meja dengan dua buah kursi muncul di atas hamparan awan.


Pria itu duduk, dan mempersilahkan Gofan untuk duduk di kursi yang satunya lagi.


" Mari kita bertaruh " Imbuh pria itu ketika Gofan berjalan mendekat ke arahnya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2