
*Krincing Krincing*
“Lepas... Lepaskan dia...” Ucap Xionan pelan, tubuhnya masih lemas, tidak bertenaga.
Melihat bagaimana Gofan berusaha melepaskan dirinya, Xionan menjadi merasa bersalah. Karena dirinya, kini Gofan juga akan menerima hukuman di Neraka.
“Aneh. Seharusnya, dia tidak akan bisa bereaksi seperti ini. Apa sihirku di tubuhnya telah berkurang?.” Gumam Roh Pria yang disebut sebagai Petugas Dewa 12530.
Sebelumnya, Surahatma ini sudah menyihir Xionan agar menjadi diam dan menurut. Namun melihat aksi Gofan, kini Xionan mulai menunjukkan reaksi perlawanan.
Petugas Dewa 12530 melakukan sebuah segel tangan dan menyentuhkan ujung telunjuk tangan kanannya ke kening Xionan. Sekali lagi, dia membuat Xionan menjadi diam dan penurut.
Kemudian Surahatma itu, melemparkan sebuah rantai tangan ke arah Gofan.
“Kenakan rantai itu.. Dan kami akan melepaskan lilitannya.” Ucap Petugas Dewa 12530 setelah melempar rantai ke arah Gofan.
Gofan memandang rantai yang tepat berada di depan kakinya, “Aku masih belum kalah-!.” Sahut Gofan dengan lantang.
*Blazh*
Gofan mengerahkan semua kekuatan fisiknya untuk melepaskan likitan Cambuk Alam Kematian. Tetapi semakin kuat dia melawan, semakin erat lilitan itu.
“Arrgggghh!!.” Teriak Gofan menahan sakit di sekujur tubuhnya.
Jika tidak memiliki Tubuh Gajah Naga Sejati, mungkin saja, rohnya sudah hancur oleh lilitan Cambuk tersebut.
Gofan mengepalkan erat kedua tangannya, dia memfokuskan semua kekuatan pada kedua tangannya yang mengepal.
“Hyaaa!!.. .” Teriaknya.
“Tinju Sembilan Kutukan Langit”
Dengan pengalaman dari mengambil Bunga Api Ribuan Roh, Gofan menjadi sedikit mengerti cara mengaktifkan Formasi Sembilan Kutukan Langit yang berada di kedua tangannya.
Saat itu, saat dia menahan panas dari Bunga Api Ribuan Roh, Gofan mengerahkan tenaga dalamnya ke telapak tangan yang menggenggam Bunga tersebut, tidak disangka, tindakan itu justru mengaktifkan Formasi Sembilan Kutukan Langit.
*Duarrr*
*Duarrr*
*Duarrr*
Beberapa ledakan kecil beruntun terjadi, saat Cambuk Alam Kematian yang melilit Gofan hancue terpotong-potong menjadi beberapa bagian.
Kini Gofan berdiri dengan kedua tangannya mengepalkan tinju ke arah Petugas Dewi 12668.
“Mustahil!?.” Ucap kaget Petugas Dewi 12668, melihat Cambuk kesayangannya hancur menjadi beberapa bagian.
__ADS_1
“Formasi Dewa!?.” Petugas Dewa 12530 langsung mengenali gambar Formasi yang menyala di kedua kepalan tinju tangan Gofan.
Kedua Surahatma itu, tidak pernah menyangka Formasi Dewa bisa diterapkan pada tubuh seseorang. Bahkan Formasi itu bisa digunakan sebagai serangan sekaligus pertahanan tubuh tersebut.
Gofan sendiri tidak menyangka, bahwa berkat Gading Putih Tian Baixiang, dia kini memiliki kemampuan lain untuk menolong dirinya. Gofan menggunakan Formasi Sembilan Kutukan Langit sebagai sebuah jurus baru yang secara kebetulan dia pikirkan.
Jurus Tinju Sembilan Kutukan Langit, itulah yang terbersit dan terucap dalam kata-kata Gofan, saat dia berhasil menghancurkan Cambuk Alam Kematian.
**
“Kita harus cepat pergi, sebelum Penjaga Neraka sampai di sini.” Ucap Petugas Dewa 29102 setelah Gofan mengalahkan kedua Surahatma yang membawa Xionan.
Keduanya, Petugas Dewa 12530 dan Petugas Dewi 12668, tergeletak tidak sadarkan diri di lantai lorong tersebut. Wajah kedua Dewa Kematian itu sudah babak belur, hingga sulit untuk dikenali.
Setelah menyadarkan Xionan dan melepaskan rantai pengikatnya. Mereka bertiga pun kembali ke Lembah Kematian
***
[Tanah Halimun-Lembah Kematian]
Ketiganya tiba di hadapan Tuobha. Gofan kembali memasuki raganya.
Tuobha tertawa, “Bagus sekali... Hei anak kecil.. Bagus sekali, ternyata aku tidak salah pilih orang. Aku tahu, kamu pasti akan berhasil mengambilnya.. Berikan.. Berikan bunga itu padaku.” Pinta Tuobha tidak sabaran.
“Maaf Paman. Sepertinya, aku tidak bisa memberikan Bunga ini kepadamu.” Sahut Gofan.
“Kamu mau mengingkari kata-katamu? Aku sudah membukakan Gerbang Neraka untukmu dan kamu juga sudah membebaskan Gadis ini. Berikan.. Berikan bunga itu padaku.” Ucap Tuobha marah.
“Paman. Aku lihat, kamu masih bisa bertahan hidup meski tanpa bunga ini. Tapi lihatlah temanku ini, sebentar lagi dia mungkin akan lenyap untuk selamanya.” Ucap Gofan sembari menunjuk ke arah tubuh Xionan yang makin lama makin transparan.
“Fanfan.. Biarkan saja, jangan berdebat dengannya. Dia adalah Kaisar Siluman terdahulu, Tuobha, Siluman Tengkorak Putih.” Bisik Xionan pelan saat energi kehidupan di dalam dirinya kian meredup.
Ketika tiba di Lembah Kematian dan melihat Tuobha, Xionan langsung mengenalinya. Meski belum pernah bertemu langsung dengan Tuobha. Xionan sering melihat gambar wajah dan penampilan Tuobha di beberapa kitab kuno, semacam Kitab Kompilasi Bela diri yang dimiliki Gofan saat ini.
Mendengar itu, alis Gofan mengernyit, ternyata hantu Tuobha di hadapannya adalah mantan Kaisar Siluman.
“Maaf Paman. Kalau aku tidak melakukan ini, takutnya, aku akan kehilangan temanku ini untuk selamanya.” Gofan menggeleng.
Meski sudah mengetahui identitas Tuobha, Gofan tidak merubah keputusannya. Jika dia tidak menyelamatkan Xionan sekarang, kemungkinan besar, Xionan akan lenyap.
“Tidak bisa dipercaya... Ternyata kamu benar-benar bocah yang tidak tahu terima kasih!....”
“Aku tidak peduli! Serahkan bunga itu atau kalian berdua mati ditempat ini.” Ucap Tuobha saat dia mengangkat kedua tangannya ke atas.
*Jedar*
*Jedar*
__ADS_1
Langit tiba-tiba mendung, petir dan kilat bergemuruh. Hari yang sudah malam, semakin menggelap. Sinar rembulan tidak lagi terlihat, hanya kilatan cahaya petir dan kilat yang menerangi langit malam itu.
“Aku tidak ingin melakukan ini. Tapi, kamu membuatku terpaksa membunuh kalian di tanah ini.” Tatap Tuobha dengan mata yang memerah ke arah Gofan dan Xionan.
“Kebangkitan Raja Roh”
Satu demi satu hantu yang bergentayangan di sekitar Lembah Kematian, masuk dan menyatu ke dalam roh Tuobha. Semakin banyak hantu yang masuk, semakin besar tubuh Tuobha.
*Duuaaarrr*
Ledakan besar terjadi, Tuobha telah berubah menjadi sebesar lima kali ukuran tubuh manusia biasa. Seluruh tubuh Tuobha berwarna hitam pekat, matanya bercahaya merah, dan lidah merahnya menjulur panjang hingga menyentuh dada.
*Grooaaahh* Teriak Tuobha saat dia meraih tubuh Petugas Dewa 29102 dan melahap rohnya hidup-hidup.
*Blazh*
Kali ini, setelah melahap roh seorang Dewa Kematian, muncul dua buah tanduk di kepala Tuobha.
*Grooaaahh*
Tuobha melayangkan pukulan ke arah Gofan dan Xionan.
“Fanfan.. Sudah ku bilang, jangan berdebat dengannya. Berikan saja bunga itu.” Ucap Xionan oelan, saat Gofan memapahnya menghindari pukulan Tuobha.
“Tenang saja. Aku akan membereskannya.” Sahut Gofan sembari menjauh beberapa puluh langkah.
**
“Tunggulah di sini. Aku akan segera kembali.” Ucap Gofan setelah memapah Xionan ke tempat yang aman.
“Jejak Kaki Menyapu Angin.”
*Zyuut* Gofan berbalik dan segera melesat kembali ke arah Tuobah yang berlari menyusulnya.
“Kenapa Paman? Kamu menjadi lambat setelah membesar seperti ini... Ayo.. Tangkap aku kalau bisa-!.”
*Grooaaahh*
Saat melihat perubahan yang terjadi pada tubuh Tuobha, Gofan menyimpulkan bahwa, meski kekuatan Tuobha bertambah berkali-kali lipat, tapi kecerdasan dan kecepatannya justru berkurang drastis.
*Tep* Gofan berhenti dan memasang kuda-kuda.
“Maafkan aku juga Paman... Aku terpaksa melakukan ini, karena kamu yang memaksaku.” Ucap Gofan saat dia mengalirkan semua energi miliknya ke arah kedua kepalan tangannya.
“Tinju Sembilan Kutukan Langit”
Gofan maju dan menerjang ke arah Tuobha.
__ADS_1
Bersambung...