Pendekar Sembilan Langit

Pendekar Sembilan Langit
Episode 123. Tapa Brata Yuga Samadhi


__ADS_3

*Zyuut* Haiwa tiba-tiba muncul di hadapan Gofan yang masih tertunduk kecewa dengan dirinya sendiri.


" Apa-apaan ini? Hanya karena sebaris kalimat itu, kamu menjadi seperti ini?! " Ucap Haiwa.


" Aku membiarkanmu berusaha mencari jawabannya... Tapi kamu justru terpuruk seperti ini? " Imbuh Haiwa sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.


Selama empat bulan ini, Haiwa selalu mengawasi Gofan dari jauh. Apa yang dilakukan Gofan dan bagaimana perkembangan latihannya, semua ada dalam pantauan Haiwa.


Ketika menyaksikan Gofan dalam keadaan terpuruk seperti sekarang, akhirnya Haiwa muncul dan memberikan wejangan kepada Gofan.


Gofan diam terpaku, dia benar-benar sudah mencapai kebuntuan. Empat bulan dia berusaha mati-matian tapi ranah budidayanya masih seperti sebuah cangkang besar yang kekurangan isi.


" Semua orang bisa jatuh, semua bisa terpuruk, semua pernah gagal. Tapi yang membedakan seorang pemenang dan seorang pecundang adalah keinginannya untuk terus berusaha... "


" Bukankah di Kitab 42 Sihir Dimensi itu juga diterangkan cara menyelaraskan pikiran dan tubuh?... "


" Dulu... Saat Vasudev mengalami kebuntuan, dia akan mengikuti cara itu untuk menenangkan dirinya " Imbuh Haiwa.


' Cara menyelaraskan pikiran dan tubuh? Apa ada hal seperti itu di Kitab 42 Sihir Dimensi? ' Gofan merasa yakin sudah membaca seluruh isi dari kitab pemberian Vasudev itu.


Untuk membuktikan kebenaran kata-kata Haiwa. Gofan mengeluarkan Kitab 42 Sihir Dimensi dari Cincin Dimensinya dan mulai membaca lagi setiap halaman di dalam kitab itu.


' Bukan ini... Bukan yang ini... Ini juga bukan... Yang mana? Mana cara yang dia maksud? ' Gofan membalik dengan cepat halaman demi halaman kitab untuk menemukan cara yang dimaksud Haiwa.


' Gofan. Tenanglah... Tarik napas dulu dan tenangkan dirimu... ' Longyun mengirimkan suara batinnya ke dalam pikiran Gofan.


Melihat Gofan yang terburu-buru membalik halaman kitab demi mencari cara yang dimaksud Haiwa, Longyun merasa Gofan sedang tidak fokus. Maka dari itu, Longyun menyarankan kepada Gofan untuk mengatur dulu napasnya yang terlihat memburu itu.


Gofan melakukan saran Longyun. Dia mengambil posisi bersila dan perlahan menarik napas panjang dan menghembuskannya. Beberapa kali Gofan melakukan hal seperti itu, hingga akhirnya dia merasa tenang.


' Terima kasih Longyun ' Balas Gofan melalui batinnya usai keadaannya menjadi lebih tenang.


Haiwa ikut duduk di sebelah Gofan, dia memperhatikan apa yang dilakukan Gofan, namun tidak mengomentari lebih lanjut.


Beberapa puluh hela napas kemudian, Gofan akhirnya menemukan barisan kalimat yang mirip dengan cara yang dimaksud Haiwa.


" Tapa Brata Yuga Samadhi? Inikah maksudmu Haiwa? " Tanya Gofan usai dia membaca sekilas halaman berjudul ' Tapa Brata Yuga Samadhi ' di halaman akhir kitab itu.

__ADS_1


Haiwa mengangguk, " Benar. Itu adalah ajaran dari Suddha. Dia menuliskan itu di akhir kitab. Kenapa kamu tidak memperhatikan itu? "


" Aku salah. Selama ini, karena aku sudah menguasai Ilmu 72 Perubahan Abadi, aku berpikir, aku hanya perlu mempelajari bagian yang berhubungan dengan pengendalian ruang dan waktu, jadi aku mengabaikan halaman lain " Sahut Gofan.


" Sekarang bacalah setiap halaman dengan teliti, sekali pun hanya membaca bagian yang tidak ada hubungannya dengan pengendalian ruang dan waktu, kelak mungkin akan berguna bagimu... "


" Aku pergi "


*Zyuut*


Haiwa menghilang dari pandangan Gofan. Dia pergi setelah memastikanbahwa Gofan telah menemukan apa yang perlu dia pelajari.


Beberapa hari berlalu, Gofan tidak melakukan latihan apa-apa, setiap pagi dia membaca ulang Kitab 42 Sihir Dimensi dan setiap malam dia akan tidur lebih awal setelah melakukan meditasi seperti yang tercantum dalam halaman Tapa Brata Yuga Samadhi.


Tapa Brata Yuga Samadhi adalah sebuah metode meditasi untuk mengolah pernapasan dan mengatur ketenangan pikiran. Semenjak mengetahui metode itu, setiap malamnya Gofan hanya bermeditasi dan tidak lagi mengolah budidayanya. Gofan benar-benar berusaha mencari ketenangan diri melalui Tapa Brata Yuga Samadhi.


Pada hari ke-159, Gofan akhirnya memutuskan untuk melakukan meditasi di sebuah air terjun yang berada di dalam dimensi Payung Tangisan Surga.


" Kata Haiwa, air terjun ini berasal langsung dari air mata Surga " Ucap Gofan ketika dia melangkah turun ke dalam air terjun tersebut.


Gofan merendam setengah bagian tubuhnya dan membiarkan setengahnya lagi terpapar oleh guyuran dari air terjun tersebut.


[Gubuk Xunialiang - Bukit Sembilan Batu]


" Bagaimana bisa seperti ini? Apakah ini karena keterlibatanmu? " Tanya Xunialiang kepada Vasudev.


Saat ini, kedua saudara seperguruan itu sedang duduk di ruang tamu kediaman Xunialiang.


" Aku tidak tahu, seharusnya sekarang, mereka akan semakin gencar mencari Gofan. Seharusnya aku juga dicari sebagai buronan, tapi kenapa justru semuanya seperti dihapuskan? " Sahut Vasudev yang juga tidak mengetahui tentang hal yang tengah terjadi.


Sebuah kabar baru saja mereka dengar. Kabar dari Kota Langit Cahaya. Kabar yang mengatakan bahwa pencarian buronan Iblis Putih sudah dihapuskan, tidak ada lagi berita yang terdengar mengenai pencarian berhadiah untuk menangkap Gofan.


" Anehnya, berita tentang pelelangan kedua gadis itu juga mendadak seperti dilupakan. Apa yang sebenarnya terjadi? " Tanya Xunialiang sekali lagi.


Setelah Vasudev dan Gofan berhasil menyelamatkan Yubing dan Nian, ternyata berita tentang pelelangan kedua gadis pendekar yang semula dijadwalkan akan dilaksanakan oleh Paviliun Bunga Indah mendadak tidak terdengar lagi gaungnya. Seakan berita pelelangan itu tidak pernah terjadi.


Vasudev menggeleng pelan, dia jelas tidak tahu apa yang tengah terjadi, " Apa mungkin Mahaguru telah membantuku dan Gofan? "

__ADS_1


" Jika benar demikian, kenapa beliau tidak menanyakan perihal ini terlebih dahulu kepadamu? " Ucap Xunialiang.


" Benar. Mahaguru Suddha pasti tidak akan sembarangan menghapuskan garis waktu. Pasti ada seseorang yang sengaja menutupi semua berita ini... "


" Aku rasa, aku harus memeriksanya sendiri " Vasudev bangkit dari tempat duduknya, hendak beranjak pergi.


" Tunggu. Jika kamu pergi dan ternyata semua ini jebakan, bagaimana?... "


" Sebaiknya kamu tunggu saja di sini, biar aku yang pergi ke Kerajaan. Lagi pula Cangmok sedang ada di Istana Raja " Ucap Xunialiang mencegah kepergian Vasudev.


" Cangmok? Putali barumu itu? "


" Iya. Cangmok juga salah satu dari orang kepercayaan Raja, jadi biar aku saja yang pergi dan mencari informasi darinya. Kamu tunggulah di sini " Sahut Xunialiang.


Vasudev mengangguk dan membuka celah ruang dimensi. Dia membiarkan Xunialiang masuk ke dalam celah itu dan kemudian menutupnya kembali.


Vasudev kemudian pergi meninggalkan ruang tamu ke arah kamar tempat Goxianlong berada. Goxianlong sudah sehat kembali, dia sudah tersadar dari tidur panjangnya berkat pengobatan dari Xunialiang.


[Perguruan Tunjung Putih]


" Mahaguru. Semua persiapan sudah selesai. Tuan Muda Wuling sudah berhasil mendapatkan Mantel Bulu Kera dari Gunung Huangsun " Ucap seorang murid perguruan kepada Duan Tianlang.


" Bagus. Bagus. Cepat panggil dia kemari, aku ingin melihat mantel bulu itu " Sahut Duan Tianlang dengan senyum merekah di bibirnya.


Murid itu menjawab dan pergi untuk melaksanakan perintah Duan Tianlang.


" Tuan Tianlang. Untuk apa semua prosesi mewah dan besar yang tengah kalian siapkan ini? " Tanya Mouhuli.


Mouhuli, Duan Tianlang, dan Bianselong sedang berada di Aula Utama Perguruan Tunjung Putih.


" Ini untuk upacara pengangkatan Gofan sebagai pewaris baru dari Tongkat Emas Naga Kembar " Sahut Duan Tianlang.


" Apa perlu sampai melakukan persiapan sebanyak dan selama ini? " Tanya Mouhuli sekali lagi.


" Ini sebuah tradisi dan keharusan. Tanpa ini, tidak akan ada yang mengakui Gofan sebagai pemilik baru dari Perguruan ini "


*Deg*

__ADS_1


Mouhuli dan Bianselong terkejut mendengar apa yang diucapkan Duan Tianlang. Mereka tidak mengira, menjadi pemilik tongkat itu berarti menjadi pemilik Perguruan Tunjung Putih.


Bersambung...


__ADS_2