Pendekar Sembilan Langit

Pendekar Sembilan Langit
Episode 237. Dimensi Terakhir Warisan Dewa Sastra


__ADS_3

Li Yuan tidak bisa begitu saja mempercayai perkataan Gofan, terlebih setelah melihat semua hal yang dilakukan oleh Gu Rong. Gu Rong hampir saja membuatnya mati membeku.


Pandangan mata Li Yuan mengarah ke sekitar. Dia menatap ke arah patung-patung es yang berdiri dengan berbagai pose. Sekilas dia juga menatap tajam ke arah Kadal Kecil yang menunjukkan wajah masam itu. "Tidak!. Aku tidak akan membawamu ke dimensi terpisah terakhir, sebelum kadal ini membebaskan Chen Feng dan yang lainnya!." tunjuk Li Yuan tegas ke arah Gu Rong.


Kakek Jo yang perlahan mendekati Gofan, terkekeh pelan, "Gadis kecil.. Kenapa mempersulit keadaan?, turuti saja perkataan Mo Fan, kamu tidak akan rugi... Percayalah..." ucapnya sebelum melirik ke arah Gofan dan berbisik, "Bocah, apa kamu berniat meninggalkan kami berdua di sini?" tanyanya dengan pelan.


Gofan tersenyum tipis, dia menjawab pelan, "Senior. Ini hanya sebentar. Tolong jaga mereka selagi aku pergi. Kami sedang diburu waktu." Gofan berjalan semakin mendekat.


Dia sedikit berjongkok dan meletakkan tangan ke arah Boneka Manusia, "Percaya atau tidak, jika kamu tidak segera pergi ke dimensi terpisah terakhir, maka kepemilikan Perpustakaan Dunia Langit akan jatuh ke tangan orang lain."


Kedua pupil Li Yuan mendadak membesar, mendengar kata-kata 'Perpustakaan Dunia Langit' jantungnya yang tadinya tenang tidak bisa tidak berpacu kencang, "Benarkah?" tatapnya penuh harap ke arah Gofan.


Gofan mengangguk dengan penuh keyakinan, "Benar."


Melihat keyakinan di kedua pandangan mata Gofan, Li Yuan merasa bahwa Gofan benar-benar berkata jujur. Selain itu, dia merasa Mo Fan yang ada dihadapannya terasa begitu akrab, seperti Mo Fan yang pernah dia kenal tetapi entah kenapa memiliki perawakan yang berbeda, yang ini wajahnya terlihat lebih dewasa, sementara yang satunya masih begitu belia.


"Mari kita pergi, aku menjamin bahwa kedua senior ini akan melindungi Chen Feng dan yang lain, bagaimana pun juga mereka itu adalah teman-temanku." Bujuk Gofan lagi.


Tanpa menjawab, Li Yuan segera membentuk segel tangan, sebuah cahaya muncul dari telunjuk tangannya, meski dia tidak menyukai Gu Rong, tetapi semua rekannya masih hidup di dalam lapisan es beku tersebut. Jadi, dia tidak berpikir dua kali sebelum akhirnya membentuk segel untuk mengaktifkan totem formasi yang ada di Boneka Manusia.


*Blazh* Cahaya itu terbang dengan cepat, seperti kilat tanpa suara yang masuk tepat ke arah dahi, di antara kedua alis Boneka Manusia.

__ADS_1


Gofan sedikit terkejut melihat itu, dia tahu untuk mengaktifkan Totem Formasi selain harus mempelajari banyak hal mengenai Totem dan Formasi, seorang ahli Totem Formasi setidaknya harus memiliki Lautan Kesadaran yang luas, itu berarti Li Yuan adalah seseorang dengan Energi Mental yang kuat.


Boneka manusia itu mulai mengeluarkan butiran-butiran cahaya terang dan perlahan-lahan terbakar, asap putih pekat muncul dari tubuh Boneka Manusia ,dan mengelilingi cahaya terang yang sebelumnya muncul, membentuk sebuah portal cahaya yang diselimuti asap.


Li Yuan melangkah masuk ke dalam portal cahaya itu.


"Ikuti aku." ucapnya.


Gofan mengikuti langkah Li Yuan, masuk ke dalam portal cahaya.


** Blazh ** Keduanya menghilang dan muncul di Dimensi Terpisah Terakhir.


Tanpa sengaja Li Yuan bergerak selangkah mendekat ke ujung jurang, kakinya menginjak bagian tipis dari tepi jurang... *Kraak* retakan kecil muncul di tanah yang dipijaknya dan membuatnya terpeleset, hampir jatuh ke bawah jurang. Dengan sigap Gofan meraih kain tipis di pinggang Li Yuan. Kain tipis itu adalah sabuk yang mengikat gaun indahnya... hampir terlepas ikatan sabuk itu, tangan Gofan yang lain melingkar dan menangkap pinggulnya. Mereka berputar menjauh dari tepi jurang. Keduanya bertatapan dalam waktu yang singkat, namun momen tersebut terasa begitu lambat.


Li Yuan terdiam menatap Gofan, sedikit rona merah terlihat di kedua pipinya, entah apa yang dipikirkannya saat itu. Gofan tidak memperhatikan rona di pipi Li Yuan, dia berkata, "Apa kamu merasakannya?" tanyanya.


"Me...merasakan?"


Gofan mengangguk. Keduanya masih berpelukan.


Li Yuan memalingkan wajahnya, lalu mendorong Gofan menjauh... "Tidak! Aku tidak merasakan apapun" sahut Li Yuan masih memalingkan wajah.

__ADS_1


"Benarkah? Aku jelas-jelas bisa merasakannya... Jika kita berdua jatuh, kita mungkin akan benar-benar mati." ucap Gofan.


"Mati? tidak mungkin!" Li Yuan tersenyum kesal dengan ucapan Gofan, "Aku tidak akan pernah mera...merasakan apapun dengan pria se..sepertimu!" ucapnya dengan kedua tangan di pinggul, lalu berjalan melewati Gofan, semakin menjauh dari ujung tepi jurang.


Gofan terdiam. Dia tidak mengerti apa yang sedang diocehkan Li Yuan. Dia menggelengkan kepala sedikit lalu berbalik dan mengikuti langkah Li Yuan. "Nona Li, tidakkah kamu merasakan bahwa Energi asing menekan kekuatan kita?" bisik Gofan dari belakang punggung Li Yuan.


Li Yuan terdiam sesaat, kemudian dia mulai menyadari sesuatu, dia mulai merasakannya, bahwa saat ini kekuatannya benar-benar telah ditekan oleh semacam Energi asing yang tidak dia ketahui.


Melihat Li Yuan seperti telah merasakan perubahan yang terjadi, Gofan berkata, "Tidakkah kamu harus berterima kasih kepadaku? Kamu sekarang berhutang nyawa padaku. Kekuatan kita hilang dan kita tidak lebih dari seorang fana sekarang."


"Te..Terima kasih. Anggap ini hutang, dan aku pasti akan membalasmu saat keluar dari sini." Li Yuan mencoba melakukan beberapa segel tangan dan mengerahkan kekuatannya, namun itu sia-sia. Tepat seperti kata Gofan, mereka tidak memiliki sedikitpun Energi. Jika jatuh ke bawah jurang, maka pasti mereka akan mati.


Gofan tersenyum, " Bagus... Memiliki seorang Putri Suci yang berhutang padaku, aku pasti akan dibalas dengan harga yang tinggi, benar bukan?... Tapi kenapa kamu tidak bisa merasakan bahwa Energi kita ditekan, bukankah kamu seorang Putri Suci, Putri terpilih dengan kekuatan yang luar biasa.. bagaimana mungkin tidak merasakan perubahan ini?" Gofan menggeleng-gelengkan kepalanya pelan.


"Itu.. itu.. karena... sudah.., sekarang yang terpenting, dimana Perpustakaan Dunia Langit berada? lalu bagaimana dengan orang lain yang kamu katakan sebelumnya?.. bagaimana kita akan menghadapinya tanpa kekuatan?" sahut Li Yuan, mengalihkan pembicaraan.


"Hmm... bukankah ada Energi asing di sini yang menekan kekuatan kita? itu berarti kekuatan orang itu mungkin ditekan juga... lalu, mengenai dimana perpustakaan itu, bukankah sudah jelas..." Gofan menunjuk ke arah sebuah bukit dengan bangunan berbentuk menara di atasnya. Satu-satunya bangunan yang ada di Dimensi Terpisah tersebut. "... Apa Nona Li juga kehilangan pandangannya?" Ha ha ha.. tawa Gofan meledek.


"Omong kosong apa... meskipun Energi ini menekan kekuatanku, aku masih bisa melihat dengan jelas! Aku... aku hanya kurang memperhatikannya saja."


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2