Pendekar Sembilan Langit

Pendekar Sembilan Langit
Episode 215. Nannan. Ada Apa Denganmu?


__ADS_3

Satu demi satu item Harta Ilahi terlelang begitu saja, sampai pada akhirnya, sebuah Kerang biru dengan cahaya kehijauan muncul sebagai item yang akan dilelang selanjutnya.


Saat itu, setengah bagian dari Menara Dewa Naga bergetar, Gofan tersentak, “Kerang Ajaib!?.” ucap Gofan.


Semua item lelang sebelumnya tidak membuat Gofan tertarik, kali ini, dia benar-benar memperhatikan item Harta Ilahi di tangan Xiao Ming.


“Oh... Rupanya Fan'er tahu tentang benda itu.” celetuk Xia Ling,“Tapi nama sebenarnya dari Kerang itu adalah Sisik Dewa Naga... Tapi sayang, itu hanya setengah bagian. Meskipun kamu membelinya, itu tidak akan terlalu berguna.”


Di panggung Lelang,


Tang Lang mulai menjelaskan mengenai Kerang Ajaib yang dibawa Xiao Ming, “Semuanya.. Anda benar... Ini adalah setengah bagian Sisik Dewa Naga. Seorang Senior menitipkannya kepada Menara kami untuk melelang benda ini karena ini hanya setengah bagian... Meskipun hanya setengah bagian, benda ini merupakan bagian langka dari Dewa Naga, jadi untuk harga awal, kami tawarkan senilai 500.000 Kristal Semesta.”


“Sisik Dewa Naga!? Setengah bagian dijual 500.000? Bukankah itu keterlaluan? Ini sama dengan perampokan.” beberapa pembudidaya mulai mengeluh.


“Kenapa sampah seperti itu dijual begitu mahal?.”


“Benar... Itu hanya setengah bagian. Dijual begitu mahal, siapa orang bodoh yang mau membelinya? puih....”


Banyaknya keluhan di sana sini, mulai membuat Tang Lang ragu bahwa dia akan berhasil menjual Sisik Dewa Naga tersebut.


Bahkan setelah lewat puluhan hela napas, belum juga ada pembudidaya yang mengajukan penawaran.


Xiao Ming melirik ke arah Tang Lang, saat Pria paruh baya itu mengangguk menandakan untuk mundur dan menyimpan kembali Sisik Dewa Naga. Xiao Ming berbalik dan akan pergi.


“550.000 Kristal Semesta!.”


Xiao Ming berhenti bergerak dan melihat ke arah ruangan khusus, seseorang di sana baru saja menawar untuk Sisik Dewa Naga. Tang Lang tersenyum, meskipun hanya ada seorang penawar, setidaknya item tersebut laku terjual.


“600.000 Kristal Semesta!.” Jiang Mulan untuk pertama kalinya mengangkat tangan dan melakukan penawaran.


“Adik Mulan. Kamu menyukai benda itu? Itu hanya setengah bagian, tidak ada gunanya.” ucap Jiang Hugo yang terkejut melihat Jiang Mulan melakukan penawaran untuk pertama kalinya.


Jiang Mulan hanya mengangguk, menanggapi pertanyaan Jiang Hugo.


Di ruangan khusus,


Xia Ling terkekeh pelan, “Fan'er bagaimama ini? Gadis pujaanmu menawar lebih tinggi, haruskah aku menaikkan tawaran lagi?.”


Gofan meminta bantuan Xia Ling untuk melakukan penawaran. Gofan mengangguk dan tangannya mengacungkan satu jari telunjuk.

__ADS_1


Xia Ling, Yun Lao, dan Yun Bei tersentak melihat angka yang ingin ditawar Gofan.


“1.000.000!!.” teriak Xia Ling meneruskan permintaan Gofan, meskipun dia merasa itu bukan harga yang layak.


“1.200.000!!.” tawar Jiang Mulan lagi.


Alis Gofan mengernyit, dia tidak menyangka Xionan akan menawar lagi dan lagi, “Nannan, ada apa denganmu? Itu hanya benda setengah bagian, kenapa kamu menyusahkanku?.” batin Gofan saat tangannya menunjukkan dua jari.


Jiang Mulan tersenyum tipis dan memandang ke arah ruangan khusus, tatapannya penuh rasa jijik, hampir sama seperti tatapannya pada Jiang Hugo.


“Beraninya memandangiku begitu lama, kamu pikir kamu siapa?.” batin Jiang Mulan.


Sedari awal Jiang Mulan telah menyadari bahwa seorang Pemuda di ruangan khusus terus menerus memandangnya selama pelelangan. Dia berpikir bahwa pandangan itu akan berhenti, tapi siapa sangka, pandangan itu tidak berhenti.


Bahkan terkadang Pemuda itu akan tersenyum dan cemberut sendiri saat pandangannya tidak lepas dari tubuh Jiang Mulan... dan Jiang Mulan tidak suka diperlakukan seperti itu!.


“Fan'er kamu yakin?.” tanya Xia Ling, sembari memandang dua jari Gofan.


“Mohon bantuannya Bibi Ling.” sahut Gofan.


“1.200.000... Adakah yang mau menawar lagi?.” teriak Tang Lang dari atas panggung, senyumnya merekah.


“4.000.000!!.” balas Jiang Mulan.


Semua pembudidaya di ruang lelang terperangah! Ini GILA!!! barang tidak berguna, yang hanya setengah bagian, ditawar delapan kali lipat dari harga awal.


Jantung Tang Lang melompat kegirangan, dia tidak menyangka, barang yang tidak berguna akan ditawar sedemikian tinggi.


“Aku ingin tahu... Apakah Nyonya di ruangan khusus berani menawar lagi?.” tanya Jiang Mulan. Dia tahu, yang menginginkan benda itu, jelas adalah pemuda yang menatapnya terus menerus.


“Nona mohon berbaik hati, aku menginginkan benda itu, meski tidak berguna, aku hanya ingin menyimpannya. Bagaimanapun itu benda peninggalan Dewa Naga. Mohon mengalahlah... Aku Master dari Serikat Dewa Obat akan sangat berhutang untuk itu.” sahut Xia Ling.


Jiang Mulan tersenyum, sebelum berucap, “Baik. Memandang nama Serikat Dewa Obat, aku akan mengalah. Dengan ini, Anda berhutang satu permintaan padaku.”


“Tentu... Terima kasih....” kemudian Xia Ling mengalihkan tatapannya ke arah panggung, “4.000.001 Kristal Semesta.” tawarnya.


Tangan Gofan menunjukkan lima jari, tapi Xia Ling berpikir itu terlalu berlebihan. Jadi, dia hanya menambahkan satu Kristal Semesta sebagai tambahan penawaran.


Wajah Tang Lang sedikit masam, dia tidak menyangka tambahan penawaran hanya akan menjadi satu buah Kristal Semesta, “4.000.001! Adakah yang ingin menawar lagi?.” Tang Lang masih berharap, harga akan meningkat lagi.

__ADS_1


Tapi.... Selain Jiang Mulan dan Xia Ling, tidak ada yang tertarik. Akhirnya, Gofan mendapatkan Sisik Dewa Naga.


Bahkan setelah sekian banyak barang yang dilelang, Gofan hanya tertarik pada Sisik Dewa Naga. Tidak ada hal yang begitu mengusiknya hari ini, kecuali tingkah Xionan, yang entah kenapa justru membuatnya harus mengeluarkan banyak Kristal Semesta.


Pada akhirnya Gofan masih harus membayar jutaan Kristal semesta, tentunya setelah dipotong potongan harga sebesar 20% dari Token Menara ditambah 5% dari keanggotaannya di Serikat Dewa Obat.


“Lelang untuk hari ini telah berakhir. Besok akan dilanjutkan kembali pada waktu yang sama. Terima kasih.” tutup Tang Lang, saat hari telah mencapai tengah malam.


**


Di kamar sebuah penginapan...


Gofan duduk bersila membudidayakan Kitab Dewa Sembilan Langit.


Berkat bantuan Pusaran Penelan Surga dan semua sumber daya dari Lumpur Pemakaman Dewa, budidayanya telah mencapai tahap Langit Keempat dari Kitab Dewa tersebut. Itu mendorong Gofan mencapai ranah Star Pioneer, dengan dua Jiwa Bintang.


“Ini tidak masuk akal... Bahkan setelah aku menggunakan semua sumber daya di Lumpur Pemakaman Dewa, aku hanya bisa mencapai dua Jiwa Bintang... Belum lagi Mata Ilahi menjadi begitu susah untuk dikendalikan... Sejak cahaya biru ini muncul, kenapa Mata Ilahi begitu susah untuk digunakan?.” keluh Gofan. Dia sudah berkali-kali mencoba menggunakan Mata Ilahi, tapi setiap kali dia mencoba, itu sia-sia.


“Mungkin ini ada hubungannya dengan kondisi budidaya tubuh Tuan.” Haiwa melayang di sekitar Gofan.


“Maksudmu?.”


“Saat ini Tuan masih berada di tahap Tulang Emas-Tubuh Emas tingkat Tinggi, itu lebih lemah dari kekuatan Mental dalam kesadaran Tuan... Kesadaran Tuan telah diperkuat oleh Mata Ilahi dan kini itu menjadi tidak seimbang... Dengan kata lain, jika Tuan ingin menggunakan Mata Ilahi lagi, kekuatan fisik Tuan harus mencapai Tulang Biru-Tubuh Biru.” imbuh Haiwa sembari memeriksa kekuatan Mental di lautan kesadaran Gofan.


Kesadaran Gofan kini begitu luas, itu sekarang berbentuk mirip seperti hamparan lautan, karena itu disebut Lautan Kesadaran, bahkan langit biru tercipta di sana.


Di dalam lautan kesadaran itu, ada sebuah Benih Jiwa Bintang. Bentuknya mirip pohon dengan akar yang tertanam ke dalam Mata Ilahi. Ada dua cabang dari pohon tersebut, dan disetiap cabang ada Jiwa Bintang. Dua Jiwa Bintang milik Gofan, yang menandakan dia telah mencapai ranah Star Pioneer dengan dua Jiwa Bintang.


Gofan telah bertanya pada Haiwa, apakah hal semacam itu wajar? Apakah 'Kelahiran Bintang' akan membentuk benih Jiwa Bintang seperti milik Gofan?


Jawabannya tentu tidak, ini pertama kali bagi Haiwa untuk melihat benih Jiwa Bintang berbentuk pohon dan terhubung ke Mata Ilahi, belum lagi, mereka berada di Lautan Kesadaran, bukan di Titik Pusat Jiwa. Itu berbeda!!.


“Untuk mencapai tahap tubuh ini... Aku telah menghabiskan semua sumber daya dari Lumpur Pemakaman Dewa, itu bahkan lebih besar daripada Kerajaan Penda!.” Gofan menghela napas panjang, sembari menggeleng pelan.


Seberapa banyak sumber daya yang harus dia habiskan untuk mencapai tahap budidaya tubuh selanjutnya? Gofan tidak sanggup membayangkannya. Belum lagi, dia baru saja menghabiskan jutaan Kristal Semesta untuk menebus Kerang Ajaib.


“Nannan. Ada apa denganmu? Kamu membuatku merugi sedemikian banyak... Haih....” tatap Gofan pada kerang biru di telapak tangannya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2