Pendekar Sembilan Langit

Pendekar Sembilan Langit
Episode 48. Orang yang Diramalkan


__ADS_3

"Huhi, benarkah itu?, Ada ranah yang lebih tinggi dari ranah Human God tahap akhir ?"


Tanya Gofan kepada Bailaohu, setelah sempat diam sejenak mencerna kata-kata Bailaohu.


"Tentu benar. Aku yakin pasti ada ranah lain setelah ranah Human God tahap akhir. Penasihat Kaisar bukanlah siluman biasa, informasi darinya pastilah benar. Hanya saja, kami masih belum tahu cara untuk mencapai ranah itu"


Sahut Bailaohu dengan yakin, saat dia melanjutkan kembali menyantap sup jiwa raga.


-Ranah budidaya yang lebih tinggi dari Human God tahap akhir, Ranah apa itu ?-


Meskipun belum mendapatkan jawaban yang jelas, Gofan sudah merasa tercerahkan, sekarang dia hanya perlu mencari cara untuk terus meningkatkan budidayanya dan ketika dia berada di ranah Human God tahap akhir, dia pasti akan menemukan jawaban dari pertanyaannya saat ini, tahap di atas ranah Human God tahap akhir.


Mouhuli masih diam saja, sepertinya nafsu makannya hilang setelah mendengar kata-kata dari Bailaohu. Saat dia diam, Mouhuli sedang memikirkan banyak hal di dalam kepalanya.


"Terima kasih Leluhur, Terima kasih Huhi, aku undur diri lebih dahulu, aku harus menyelesaikan tugasku dan melanjutkan latihan. Permisi"


Gofan berterima kasih atas jawaban yang diberikan oleh kedua siluman itu. Gofan memakai cincin pemberian Bailaohu, lalu bangkit dari tempat duduknya dan pergi ke halaman di sebelah gubuk.


Bailaohu hanya mengangguk sambil terus menyantap sup jiwa raga, sementara Mouhuli masih diam terpaku saat Gofan beranjak pergi dari tempat mereka.


Waktu terus berjalan, ketika Gofan tengah sibuk memotong-motong kayu dari batang pohon menjadi potongan-potongan kayu untuk kayu bakar, Mouhuli bangkit dari tempat duduknya, dan melesat pergi meninggalkan Bailaohu.


"Hei, Senior tua, Tunggu aku...Sial, Sup ini masih banyak, Oh...iya...."


*Zyuut*


Bailaohu menyimpan sup jiwa raga beserta pancinya ke dalam cincin dimensi miliknya, kemudian dia melesat pergi menyusul Mouhuli.


"Dasar kucing rakus!, Bahkan sampai panci-pancinya dia bawa pergi Ckck"


Xionan berdecak heran melihat Bailaohu yang membawa pergi sup beserta pancinya.


*Sheessh*


"Eh... Kenapa seperti ada seseorang yang baru saja menembus melewati tubuhku? Apa di tempat ini ada roh lain, selain aku?"


Xionan bingung mendapati dirinya seperti habis ditembus, dilewati oleh seseorang.


Memang ada yang menembus melewati Xionan, itu adalah Bianselong yang masih berkamuflase. Baik Bianselong maupun Xionan sama-sama tidak bisa saling melihat keberadaan satu sama lain. Tetapi Bianselong telah mengetahui keberadaan Xionan setelah menyaksikan Gofan yang kerasukan.


Bianselong hanya berjalan biasa ketika menembus melewati tubuh Xionan, dia tidak merasakan apa-apa. Sementara Xionan merasakan ada yang menembus melewati tubuhnya, hanya saja dia tidak bisa melihat siapa yang baru saja menembus melewatinya.


Bianselong pergi ke halaman di sebelah gubuk untuk mengamati Gofan, dia terus mengikuti dan mengamati Gofan. Bianselong yang masih tidak bisa diketahui keberadaannya, diam-diam mengamati Gofan yang telah selesai memotong-motong batang pohon menjadi potongan-potongan kecil kayu untuk kayu bakar.

__ADS_1


Gofan merapikan potongan-potongan kecil kayu untuk kayu bakar itu, hingga tertata rapi di sebelah luar dinding dapur. Kemudian Gofan beranjak masuk ke dalam gubuk, dan bersiap untuk melanjutkan peningkatan budidayanya, dia bersiap untuk mengolah Kitab Surga Sembilan Langit.


Di atas dipan, Gofan mengambil posisi duduk bersila sambil memejamkan kedua matanya. Gofan melakukan sebuah gerakan segel tangan dan mulai menyerap energi langit dan bumi yang ada di sekitarnya.


Energi langit dan bumi yang diserap berubah menjadi untaian energi intisari yang meresap ke dalam tubuhnya, Gofan menyalurkan untaian energi intisari, helai demi helai ke dalam titik pusat jiwa, yang kini sudah berubah bentuk menjadi kubus oktagon.


Seperti biasa, energi mental Gofan juga ikut menyerap energi langit dan bumi lalu menyatu bersama dengan energi intisari masuk ke dalam kubus oktagon, dan berubah menjadi saripati energi.


Berpuluh hela napas kemudian, lapisan saripati energi di dalam kubus oktagon telah berubah warna menjadi ungu, itu berarti Gofan telah berhasil menggandakan 1000 lapisan saripati energinya.


-Dugaanku benar, cairan ini benar-benar berubah warna dari biru menjadi ungu, tapi, kenapa tidak terjadi ap....-


Belum selesai Gofan berpikir, tiba-tiba tubuhnya yang sedang duduk bersila, bergetar hebat, seberkas cahaya ungu terpancar dari seluruh tubuhnya.


Cahaya ungu itu adalah saripati energi yang berpendar memancar dari kubus oktagon, hingga menembus keluar dari tubuh Gofan. Saat cahaya ungu itu berpendar, Gofan kehilangan kesadaran, karena kesadarannya ditelan oleh pancaran cahaya ungu itu.


"Argghh...!!!"


Gofan berteriak, seperti orang kesakitan. Kedua mata Gofan yang sebelumnya tertutup, kini terbuka lebar, seluruh bola mata kanan Gofan memancarkan cahaya ungu, sementara seluruh bola mata kirinya memancarkan cahaya hijau.


Teriakan Gofan membuat Xionan yang masih berada di luar gubuk terkejut dan melesat masuk ke dalam gubuk. Saat Xionan muncul di dalam gubuk, dia menyaksikan cahaya ungu dan hijau di masing-masing mata Gofan, itu membuat Xionan khawatir.


"Apa ini? Kenapa dia seperti ini?"


Xionan kaget melihat apa yang sedang terjadi pada Gofan. Xionan belum pernah melihat kejadian semacam itu. Meski Xionan khawatir akan keadaan Gofan yang masih berteriak seperti orang kesakitan dengan kedua mata yang bercahaya, Xionan tidak berani melakukan apapun.


-Perpaduan sempurna manusia dan makhluk buas!?, Sepertinya dialah orang yang diramalkan oleh mendiang Raja... Haruskah aku memberitahukan hal ini kepada Ratu?-


Pikir Bianselong yang masih berkamuflase mengamati Gofan.


Saat melihat hal yang dialami Gofan, Bianselong mengingat kembali ramalan yang pernah diceritakan oleh mendiang suami Mouhuli, Raja Siluman Serigala. Raja itu pernah memberitahukan kepada Bianselong dan tiga anak buahnya yang lain, bahwa dia mendapat penglihatan tentang masa depan.


Dalam penglihatan itu, sang Raja Siluman Serigala melihat seorang Dewa yang setengah tubuhnya adalah makhluk buas, setengah Siluman. Dewa itu memiliki kekuatan surga sekaligus kekuatan iblis di dalam tubuhnya.


Raja itu bercerita bahwa setengah tubuh dari Dewa itu berbulu seperti kera tetapi memiliki ekor bersisik seperti ekor naga. Dewa setengah Siluman itu bertarung melawan sekumpulan pasukan langit demi menyelamatkan ras siluman dari pembinasaan total yang dilakukan oleh para Dewa.


-Aku harus memastikan lagi, Sebelum memberitakan hal ini kepada yang lain-


Pikir Bianselong sembari memperhatikan perkembangan keadaan Gofan.


Meski saat ini, Gofan adalah setengah siluman, Bianselong berencana untuk menunggu dan terus mengamati perkembangan Gofan, sebelum memastikan bahwa Gofan adalah orang yang diramalkan dalam pengelihatan mendiang sang Raja. Dia masih belum yakin, bahwa Gofan adalah orang yang diramalkan tersebut.


Belasan hela napas kemudian, Gofan akhirnya berhenti berteriak kesakitan, setelah cahaya ungu dan cahaya hijau di masing-masing matanya berhenti bercahaya. Kini kedua mata Gofan kembali tertutup dan darah hitam mengalir keluar dari kedua sudut matanya.

__ADS_1


Darah hitam yang lengket juga keluar melalui pori-pori di seluruh permukaan kulit tubuh Gofan, bau yang tidak sedap pun tercium keluar, menyengat hidung Bianselong. Sementara, Xionan tidak mencium bau itu, dia hanya sibuk memperhatikan darah hitam lengket yang masih keluar dari pori-pori kulit tubuh Gofan.


"Aku kira kenapa... Ternyata dia naik tingkat lagi, Syukurlah... Tapi, ini bahkan belum sebulan, Dia sudah naik tingkat dua kali. Salah! Ini bahkan belum tiga hari di dunia luar!!"


Xionan akhirnya merasa lega dan tidak khawatir lagi setelah melihat kotoran tubuh Gofan keluar dari tubuhnya, yang menandakan Gofan telah berhasil mencapai ranah Body Binding tahap pertengahan.


Xionan agak kaget dengan kecepatan budidaya Gofan, jika itu dia, maka untuk naik tingkat dari ranah Body Binding tahap awal ke tahap pertengahan akan memakan waktu paling cepat tiga bulan.


-Ini hanya perasaanku saja, atau memang Ilmu Raja Silumannya juga ikut meningkat?-


Bianselong pun juga terkejut, sebagai Siluman Bunglon, dia belum pernah melihat satu pun siluman yang mampu meningkatkan tingkatan budidayanya hanya dalam waktu kurang dari satu bulan.


Di mata Bianselong, Gofan adalah kaumnya, yaitu seorang siluman, meskipun pada kenyataannya Gofan hanya setengah siluman. Sehingga ketika Gofan mengalami peningkatan budidaya secepat itu, dia membandingkannya dengan peningkatan budidaya kaumnya.


Bianselong menduga tidak hanya budidaya Gofan yang meningkat tetapi energi mentalnya juga menguat. Bianselong menduga Gofan juga mengalami peningkatan dalam Ilmu Raja Siluman.


Sekarang Gofan masih duduk bersila dengan tubuh yang berbau busuk, dia tertidur sambil bersila.


Mengetahui Gofan sedang tertidur, Xionan duduk melayang di sebelah Gofan, dia memperhatikan tubuh Gofan yang kini terlihat sedikit lebih tinggi,


"Apa dia bertambah tinggi? Aku rasa dulu dia lebih pendek dari ini?"


Xionan tertawa kecil, sebelum melanjutkan kata-katanya,


"Akh.. Mana mungkin... Peningkatan budidaya tidak akan mungkin meningkatkan tinggi seseorang. Tapi bagus juga. Aku lebih suka jika dia lebih tinggi dariku Hihihi"


Saat Xionan sibuk memperhatikan Gofan, Bianselong pergi keluar dari gubuk, karena tidak tahan lagi dengan bau dari kotoran tubuh Gofan.


*Zyuuut*


*Kriieet*


"Eh... Kenapa jendela ini terbuka dengan sendirinya?, Jangan-jangan memang benar ada roh lain di tempat ini, selain aku!"


Wajah Xionan menunjukkan ekspresi seperti orang ketakutan, dia takut jika selama ini, memang ada roh lain yang bergentayangan di sekitarnya.


Bianselong baru saja menjelma ke wujud makhuk buasnya yaitu menjadi seekor bunglon dan melompat keluar melewati jendela kamar gubuk Gofan, lalu pergi ke arah tempat Mouhuli dan Bailaohu berada. Itulah yang membuat jendela gubuk itu tiba-tiba terlihat seperti terbuka dengan sendirinya.


Xionan yang masih agak ketakutan, mengibaskan lengannya dan membuat jendela itu tertutup kembali.


-Semoga saja itu hanya angin, tapi... Bagaimana jika itu memang benar roh lain?....-


Karena ketakutan, Xionan mendekatkan dirinya hingga tubuh mayangnya menyentuh tubuh Gofan yang masih tidur bersila.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, Xionan tertidur dengan kepala yang melayang bersandar di bahu kiri Gofan.


Bersambung...


__ADS_2