
Pusaran air itu mengangkat tubuh Gofan, hingga melayang naik, keluar dari dalam danau. Semua perban yang membalut tubuh Gofan terlepas, akibat angin yang berputar di dalam pusaran air tersebut.
Untung, sebelumnya Gofan telah mengalirkan tenaga dalam dan berkat Ilmu Tubuh Tulang Abadi miliknya, luka-luka di tubuhnya menjadi lebih cepat sembuh.
*Zyuut*
Beberapa hela napas kemudian, Gofan muncul di tepi danau.
Gofan mendapati sebuah kalung dengan bandul berbentuk kerang ada di dalam genggaman tangannya. Gofan memandangi kalung kerang itu, sebelum suara Longwang terdengar muncul di dalam pikirannya.
-Gofan, ini kami, kami ada di dalam kalung kerang, simpan dan bawalah kalung kerang ini bersamamu, bawa kami ke laut timur, dan jangan pernah ceritakan pertemuan kita dengan siapa pun, termasuk roh gadis yang selalu mendampingimu-
Longwang mengirimkan pesan suara langsung ke dalam pikiran Gofan. Setelah berkata demikian, suara Longwang menghilang begitu saja tanpa menunggu balasan dari Gofan.
Kalung berbandul kerang itu ternyata adalah Kerang Ajaib tempat kediaman Longwang. Sekarang Kerang Ajaib itu telah berubah bentuk menjadi sebuah kalung, sehingga dapat disimpan dan dibawa Gofan.
"Jadi ini maksudnya, simpan dan bawa. Kenapa mereka tidak menjelaskannya dari awal?, bikin bingung saja!"
Gumam Gofan, sembari memasang Kalung Kerang Ajaib itu di lehernya.
"Bingung!? tentu kami bingung, kamu sudah menghilang semalaman. Kamu membuat semua orang kebingungan mencarimu!"
Ucap Mouhuli ketika dia tiba-tiba muncul di sebelah Gofan.
Setelah Gofan keluar dari formasi pelindung Kerang Ajaib, Mouhuli langsung mengetahui keberadaan Gofan berkat kemampuan persepsi dan energi mentalnya. Ketika tiba di sebelah Gofan, Mouhuli mendengar apa yang digumamkan Gofan.
Mouhuli melihat perubahan warna pada rambut Gofan, tetapi dia tidak kaget melihat hal itu. Mouhuli sudah memprediksikan bahwa hal itu mungkin akan terjadi pada Gofan, setelah Gofan berhasil menyerap habis semua energi surga dari batu mental.
"Kalung apa itu!?"
Bailaohu muncul dan melihat Gofan sedang memasang sebuah kalung di lehernya.
Bailaohu juga tidak begitu mempedulikan perubahan warna pada rambut Gofan, dia lebih penasaran pada kalung yang kini tergantung di leher Gofan. Bailaohu sempat merasakan ada sesuatu dari kalung yang dikenakan Gofan, namun dia tidak bisa memastikan, apa hal yang dia rasakan itu.
Gofan terkejut sejenak, melihat dua siluman itu muncul begitu saja, sesaat setelah dia mendarat di tepi danau.
"Oh... Maaf, mohon maafkan aku Leluhur, semalam aku tidak sadarkan diri, aku pun tidak tahu apa yang terjadi"
"Tapi yang penting sekarang, aku sudah baik-baik saja"
Gofan menutup perkataannya itu dengan sebuah tawa pendek, sebelum menjawab pertanyaan Bailaohu.
"Ini, hanya sebuah kalung kerang, aku ingin menjadikan ini sebagai kenanganku saat berlatih di danau ini"
Ucap Gofan sembari memungut kembali bajunya yang dia tinggalkan di tepian danau.
-Ck, Baju ini jadi penuh kotoran seperti ini. Bagaimana aku bisa memakainya, kalau begini....-
Pikir Gofan saat Yubing, Nian, Julala, dan Xionan juga muncul di hadapannya.
-Akh... Sial..., Kenapa semua perempuan ini justru muncul bersamaan, di saat aku seperti ini?!-
Gofan yang belum memakai pakaian atasan dan bertelanjang dada, kini dikelilingi oleh tiga siluman betina, dua gadis manusia, dan satu roh gadis. Kejadian itu membuat Gofan sedikit malu, dia satu-satunya laki-laki, selain Longwang yang tersembunyi di dalam bandul kerang.
"Gofan, benarkah kamu Gofan?"
Yubing heran melihat perubahan yang terjadi pada Gofan. Hanya dalam beberapa hari, Gofan sudah mengalami banyak perubahan. Warna rambut dan bentuk tubuhnya sudah berubah, sekarang Gofan terlihat lebih kekar dan lebih tinggi daripada sebelumnya.
"Apa yang terjadi padamu? Kenapa kamu menua secepat ini?"
Tanya Nian, ketika melihat seluruh rambut Gofan sudah berubah warna menjadi putih seperti beruban.
"Benar kakak Yubing, ini aku, Gofan"
"Menua? Maaf kakak Nian, apa maksudmu?"
-Apa yang terjadi? Kenapa Nian menyebutku menua?-
Gofan belum mengetahui perubahan warna yang terjadi pada rambutnya.
*Zyuut*
-Fanfan, lihatlah...rambutmu sudah beruban Hihihi-
Xionan melambaikan tangannya dan sebuah cermin yang hanya bisa dilihat oleh Gofan, muncul tepat di depan wajahnya.
-Apa!?, Kenapa ini? Kenapa rambutku memutih seperti ini?-
Gofan terkejut ketika melihat bayangan wajahnya di dalam cermin, seluruh rambutnya kini berwarna putih dan dia tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
"Tenang, itu hanya efek samping dari ilmu yang kamu latih, perubahan warna rambutmu, menandakan kamu sudah menyerap semua ilmu itu"
Ucap Mouhuli ketika melihat ekspresi kebingungan Gofan. Mouhuli tidak menyebut batu mental, dia berusaha merahasiakan hal itu.
-Aneh, apa siluman tua ini bisa melihat cermin buatanku? Efek samping air kencing itu seharusnya sudah habis-
Xionan melambaikan kembali tangannya dan cermin di hadapan Gofan seketika langsung menghilang.
Memang benar efek air kencing perjaka sudah lama hilang, Mouhuli tidak bisa lagi melihat Xionan. Mouhuli berkata seperti itu karena melihat kebingungan yang terlihat di wajah Gofan, dia menebak Gofan sudah menyadari perubahan yang terjadi pada warna rambutnya.
"Oh...Be-Benar, rambut ini beruban karena ilmu yang aku latih"
"Mm... Leluhur? Apa rambutku ini akan terus begini?"
Bisik Gofan kepada Mouhuli, setelah menjawab pertanyaan Nian yang membuat Gofan sadar akan perubahan warna rambutnya.
"Iya, itu akan bertahan selamanya"
__ADS_1
Bisik Mouhuli, seraya mengayunkan lengannya dan sebuah pakaian atasan muncul di tangannya.
-Selamanya!?, -
Gofan terdiam mendengar balasan yang dibisikkan Mouhuli.
"Ku lihat, baju itu sudah kotor, pakai ini saja, istirahatlah dulu, besok temui aku di luar portal"
"Dan ingat, jangan menghilang lagi, kau sudah menyusahkan semua orang"
*Zyuut*
Setelah memberikan pakaian atasan itu kepada Gofan, Mouhuli melesat pergi ke arah portal dan keluar dari ruang dimensi.
"Baik Leluhur, Terima kasih"
Gofan mengatupkan kedua tangannya dan mengucapkan terima kasih kepada Mouhuli yang kemudian melesat pergi.
"Hei... Nenek tua... Tunggu aku,"
-Siluman tua ini, suka sekali pergi mendadak begini-
*Zyuut*
Bailaohu pergi menyusul Mouhuli, dia tidak terlalu suka berada dekat-dekat dengan manusia.
Yubing dan Nian membuat Bailaohu merasa muak. Bailaohu sebenarnya ingin membunuh mereka, hanya saja karena mereka adalah teman-teman Gofan, Bailaohu memilih untuk pergi daripada berdiam diri di sana dan pada akhirnya hanya akan menimbulkan masalah untuk Gofan.
"Gofan, ambillah, kamu bawa saja dulu ini, nanti setelah kita bertemu dengan anak Tabib Len, baru kita berikan itu padanya"
Julala memuntahkan sebuah kantong ruang yang sudah berisi semua pertemuan beruntung warisan dari Lenchan.
"Baik, aku akan menyim....eh... Kamu? Xiashe, kamu bisa bahasa manusia?"
Gofan sudah mengenakan pakaian atasan alias baju, yang tadi diberikan oleh Mouhuli, dia memungut kantong ruang dari Xiashe dan menyimpannya ke dalam kantong ruang miliknya.
"Iya, selama tiga tahun di sini, aku belajar bahasa ini dari Ratu"
Julala merayap melata mendekat ke arah Gofan.
"Kamu tidak pernah bertanya dan berbicara kepadaku menggunakan bahasa kami, jadi, untuk apa aku harus berbahasa manusia denganmu"
Imbuh Julala.
Gofan hanya mengangkat bahunya menanggapi perkataan Julala.
Ketika melihat Yubing masih menatapnya dengan keheranan, Gofan mengingat tentang Serbuk Penyambung Nyawa yang sudah berhasil dia buat. Gofan mengeluarkan botol obat dari kantong ruang dan memberikannya kepada Yubing,
"Kakak Yubing, ini adalah Serbuk Penyambung Nyawa, ini adalah obat penawar untuk lima racun yang ada di tubuhmu"
Nian menolak obat yang akan diberikan Gofan ke Yubing, dia berpikir, bocah 12 tahun seperti Gofan, tahu apa tentang obat-obatan. Nian khawatir, serbuk obat yang diberikan Gofan justru akan membahayakan Yubing.
"Begitukah? Kamu terlalu meremehkan keponakan dan murid satu-satunya sang Tabib Ajaib"
Julala sedikit kesal akan sikap yang ditunjukkan Nian, dia mengibaskan ekornya karena kesal.
"Mm.. Benarkah? Tabib Ajaib yang menghilang sebelum perang tiga perguruan?"
"Gofan, benarkah yang dikatakannya?"
Yubing tidak percaya dengan apa yang dikatakan Julala, dia ingin mendengar jawaban dari Gofan.
"Tabib Ajaib...apaan...jika benar bocah ini bisa menyembuhkan senior, aku bersumpah akan memanggilnya 'kakak Gofan'...cih"
Nian mengernyitkan alis dan tertawa kecil setelah mengucap sumpah yang dia anggap hanya sebagai lelucon.
Gofan mengangguk pelan menjawab pertanyaan Yubing, dia melangkah mendekati Yubing dan menyerahkan botol obat itu,
"Kakak Yubing... Terimalah,"
"Minumlah sekali setiap sebelum tidur. Mungkin kesembuhan tidak akan terjadi setelah sekali minum, tapi aku yakin setelah tiga kali minum, itu akan mengeluarkan semua racun"
-Jika saja aku sudah bisa membuat pil, sekali minum saja, Yubing pasti langsung sembuh-
Imbuh Gofan dan melangkah pergi ke gubuknya, di puncak bukit.
Yubing menerima botol obat itu, dia bukannya ragu akan khasiat obat yang diberikan Gofan, dia hanya tidak menyangka bahwa Gofan adalah keponakan dan murid dari Tabib Ajaib, yang sempat ingin Yubing mintai tolong.
"Senior, waktumu hanya tinggal lima hari lagi, kamu yakin akan mempercayakan kesembuhanmu pada bocah itu?"
Nian melihat Yubing menerima botol obat dari Gofan dan mendengar bahwa Yubing harus meminum obat itu selama beberapa kali, Nian ragu obat itu akan menyembuhkan Yubing sebelum batas lima hari tercapai.
"Sudahlah, kita harus percayakan ini kepada Gofan"
Yubing sudah memutuskan untuk percaya, jadi dia tidak akan ragu untuk memakai obat pemberian Gofan itu. Nian mendengus pelan mendengar tanggapan Yubing.
"Gofan, tunggu... Terimalah ini, ini adalah pertemuan beruntung yang aku temukan"
Yubing menyusul Gofan dan menyerahkan sebuah kantong ruang yang berisi Kipas Lipat Besi dan beberapa koin emas.
-Fanfan, tolong terima, benda di dalam kantong itu sangat berharga bagiku, dan tolong minta juga lentera jiwa yang dia miliki-
Xionan melihat ekspresi Gofan hendak menolak pemberian Yubing, jadi dia segera menyela dan mengutarakan keinginannya.
"Terima kasih kakak Yubing, aku pasti akan membalasmu, jika kelak aku memiliki sesuatu yang kau inginkan, katakan saja"
"Kakak Yubing, bolehkan aku meminta satu hal lagi?"
__ADS_1
Gofan mengabulkan permintaan Xionan, dia menerima pemberian Yubing. Jika bukan karena Xionan, Gofan pasti akan menolak menerima hal itu.
"Tidak perlu, obat ini sudah lebih dari cukup... Hal apa yang ingin kamu minta?,"
Yubing berjalan beriringan di sebelah Gofan, sementara Nian mengikuti di belakang mereka dengan wajah sedikit kesal, dia masih belum mengerti kenapa seniornya itu justru mempercayai Gofan, bocah yang masih berusia 12 tahun itu.
"Lentera Jiwa"
Sahut Gofan singkat.
"Itu... Tahu darimana kamu, Senior memiliki Lentera Jiwa?"
Nian sedari tadi menguping pembicaraan Yubing dan Gofan. Dia menyela, ketika Gofan mengatakan, ingin meminta Lentera Jiwa. Nian heran, Gofan mengetahui tentang lentera jiwa yang kini dimiliki Yubing.
"Itu..."
"Aku, aku yang memintanya, ku mohon padamu, berikan Lentera Jiwa kepada Gofan"
Xionan mengeraskan suaranya, hingga terdengar di telinga semua orang yang ada di sana. Dia menyela perkataan Gofan yang kebingungan, hendak menjawab apa.
"Tentu Senior,... Aku sudah memberikannya, Lentera Jiwa sudah ada di dalam kantong ruang yang baru saja aku berikan kepada Gofan"
Mendengar suara tanpa sumber itu lagi, Yubing langsung menjawab sementara Nian tiba-tiba menjadi terdiam.
"Gofan, aku dan Nian akan permisi dahulu, kami akan pergi ke kota terdekat dan mencarikan beberapa obat luka dalam untuk Nian"
Imbuh Yubing setelah menjawab perkataan Xionan.
-Kenapa aku tidak kepikiran hal itu? Harusnya aku memeriksa dahulu isi kantong ruang ini-
Gofan tersenyum-senyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya, lalu menyimpan kantong ruang pemberian Yubing ke dalam kantong ruang miliknya.
"Kakak Yubing, tinggal saja di ruang dimensi ini, lima hari di dunia luar adalah 50 hari di ruang dimensi ini, kau akan mempunyai banyak waktu untuk memastikan kesembuhanmu"
Setelah mengatakan itu, Gofan melanjutkan langkahnya menaiki bukit menuju ke arah gubuk.
-Jadi, ini sebabnya dia sudah berubah begitu banyak, walau kami hanya berpisah tiga hari saja-
"Baiklah, aku akan tinggal di sini sampai sembuh, maaf jika merepotkanmu. Apakah kamu punya obat untuk Nian?"
Yubing akhirnya memutuskan untuk tinggal di ruang dimensi.
Gofan mengangguk menjawab pertanyaan Yubing, dengan sedikit tersenyum tipis, mereka kini berjalan naik menuju ke gubuk Gofan.
***
Ketika hari telah berganti malam, Gofan yang telah tiba di gubuknya, mempersilahkan Yubing dan Nian untuk beristirahat di dalam gubuk, sementara Gofan, pergi ke halaman di sebelah gubuk, untuk melatih Kitab Surga Sembilan Langit.
Gofan mengambil posisi duduk bersila dan melakukan gerakan segel tangan untuk mulai menyerap energi langit dan bumi.
Waktu terus berlalu, ketika Gofan berusaha menyerap energi langit dan bumi yang ada di sekitarnya,.... 20 hela napas,.... 30 hela napas,.... 40 hela napas, tidak ada satu pun energi langit dan bumi yang bisa diserap olehnya.
-Ada apa ini!?, Kenapa tidak ada energi langit dan bumi yang bisa ku serap?, Apa karena perubahan pada kubus ini-
Gofan melihat adanya perubahan pada Kubus Oktagon, kini kubus di titik pusat jiwa Gofan itu, telah berubah menjadi kubus bertingkat dua.
Tingkat pertama penuh dengan Saripati Energi berwarna Ungu, sementara tingkat kedua, di atasnya masih kosong belum terisi Saripati Energi.
-Apa itu energi Batu Mental yang berhasil ku serap?-
Di dalam Kubus Oktagon tingkat kedua terdapat satu lagi Kristal Surgawi, itu terletak di pusat Kubus Oktagon tingkat kedua.
Seperti yang diduga Gofan, Kristal Surgawi kedua itu adalah energi surga dari batu mental yang sebelumnya berbentuk cahaya hujau muda, kini mengeras dan berubah menjadi sebuah kristal emas yang menjadi inti di dalam Kubus Oktagon tingkat kedua.
-Tingkat kedua?, Apa aku sudah mencapai ilmu dasar kedua dari Kitab Surga Sembilan Langit?-
Berpikir tentang hal itu, Gofan merubah segel tangannya, kali ini dia bukan lagi menerapkan Ilmu Dasar Pertama dari Kitab Surga Sembilan Langit, melainkan menerapkan Ilmu Dasar Kedua dari kitab surga itu.
-Benar.... Hahaha... Aku sudah di tingkat kedua dari sebelas tahap budidaya Kitab Surga Sembilan Langit-
Gofan sangat senang mendapati dirinya telah mencapai tahap kedua, dia sudah bisa kembali menyerap energi langit dan bumi, kecepatan penyerapannya meningkat dua kali lipat daripada sebelumnya.
Kitab Surga Sembilan Langit, terdiri dari sebelas tahap budidaya energi. Tahap pertama dan kedua disebut dengan Ilmu Dasar Pertama dan Ilmu Dasar Kedua. Tahap ketiga hingga ke-11, disebut dengan Tahap Alam Langit Pertama, Tahap Alam Langit Kedua, Tahap Alam Langit Ketiga, Tahap Alam Langit Keempat, Tahap Alam Langit Kelima, dan seterusnya hingga Tahap Alam Langit Kesembilan.
"Arrgghh....!"
*Blazhh*
Setelah ratusan hela napas, Saripati Energi berwarna biru sudah memenuhi Kubus Oktagon tingkat kedua, dengan demikian, Gofan telah memiliki 3000 lapisan Saripati Energi, 2000 lapisan di tingkat pertama dan 1000 lapisan di tingkat kedua Kubus Oktagon.
"Apa yang terjadi, Gofan!?"
*Zyuut*
Yubing dan Nian mendengar teriakan Gofan, mereka keluar dari dalam gubuk.
"Ranah Holy Body tahap akhir!?"
Yubing dan Nian terkejut ketika melihat tubuh Gofan dipenuhi darah hitam yang lengket, mereka merasakan bahwa budidaya bela diri Gofan telah mencapai tingkat kedua dari tingkatan budidaya bela diri, yaitu ranah Holy Body.
-Naik empat tingkat sekaligus!?,-
Xionan bahkan lebih terkejut, hanya dalam kurun waktu kurang dari semalam setelah menghilang, Gofan menembus empat tingkat sekaligus, langsung mencapai ranah Holy Body tahap akhir.
Xionan tidak pernah melihat siapa pun yang mungkin memiliki perkembangan lebih cepat dibandingkan Gofan.
Bersambung...
__ADS_1