
Setelah berlalu ratusan hela napas, Gofan selesai membuat makanannya. Sup yang dibuat Gofan hari ini tampak berbeda daripada yang biasa dibuat olehnya, bahkan aromanya benar-benar lebih lezat bekali lipat.
"Hmm... Sepertinya kamu memang tidak berbohong, Aromanya lezat sekali, tapi kenapa sup ini terlihat berbeda ?"
Mouhuli beranjak bangun dari tempat duduknya dan melangkah mengikuti aroma sup masuk ke dalam dapur.
Mouhuli melihat warna sup berbeda daripada yang biasa dibuat Gofan, jika biasanya Gofan membuat sup berwarna sedikit kebiruan, kini berwarna hijau pekat.
"Apa ini bisa dimakan?, Warnanya seperti racun"
Imbuh Mouhuli yang kini berdiri di sebelah Gofan sambil melihat sup di dalam panci.
"Bisa...Tentu bisa dimakan, dan tentunya tidak beracun, warnanya begini karena aku menggabungkan dua jenis sup berbeda, sup pemulih jiwa dan sup nutrisi tenaga, sup ini baik untuk jiwa dan raga"
Jawab Gofan dengan nada bangga.
Resep sup pemulih jiwa adalah resep khusus untuk meningkatkan kekuatan mental dan memperkuat jiwa. Gofan sudah lama ingin membuat sup itu untuk menambah kekuatan mentalnya.
Mendengar penjelasan Gofan, Mouhuli langsung mengambil sebuah mangkuk dan menuangkan beberapa sendok sup ke dalam mangkuk itu dan menyantapnya dengan lahap.
Mouhuli tertawa lantang saat sup di mangkuknya telah habis dalam sekejap,
"Ini luar biasa!!, Kamu... Kamu benar-benar jenius memasak... Ini, aku beri kamu batu darah, ambil dan gunakanlah"
Gofan terdiam melihat tingkah Mouhuli yang tiba-tiba saja seperti orang biasa yang sedang kelaparan. Seorang pendekar setingkat Mouhuli, tidak makan selama enam bulan pun, dia masih bisa bertahan hidup, tindakannya itu membuat dia terlihat bukan seperti seorang pendekar, melainkan seperti orang biasa.
"Terima kasih Leluhur"
Gofan menerima beberapa butir batu darah dan langsung memasukkannya ke dalam kantong ruang tanpa menghitung jumlahnya terlebih dahulu.
Batu darah adalah salah satu dari tiga mata uang bagi para pendekar di Benua Penda, termasuk dalam salah satu dari tiga jenis batu berharga. Adapaun ketiga batu berharga itu, yaitu batu darah, batu sumsum, dan yang paling langka adalah batu hati.
Fungsi utama batu darah adalah sebagai suplemen bagi seorang pendekar, batu darah mengandung energi langit dan bumi yang berguna bagi peningkatan budidaya, dapat mengisi ulang kekosongan tenaga dalam dengan cepat. Namun bagi Gofan yang dapat menyerap energi langit dan bumi tiga kali lipat lebih cepat, batu darah tidaklah terlalu berguna.
Gofan dan Mouhuli duduk di kursi kecil yang ada di dalam dapur sambil menyantap makanan mereka. Gofan hanya menghabiskan satu mangkuk dan merasa sudah cukup kenyang, tetapi Mouhuli sudah menghabiskan tujuh mangkuk dan masih terus berlanjut.
Untung saja Gofan memasak dalam jumlah yang cukup banyak, dia membuat sup dengan sebuah panci yang berukuran cukup besar, cukup untuk 85 porsi mangkuk sup. Sesekali Mouhuli akan tertawa sendiri dan tersenyum lebar saat menyantap sup, yang membuat Gofan ikut tertawa pelan melihat tingkah Mouhuli itu.
Gofan meninggalkan Mouhuli untuk membasuh diri dan bersiap berlatih, sementara Mouhuli masih asyik menyantap sup buatan Gofan. Mouhuli tidak menyadari kepergian Gofan, dia seperti terhanyut dalam kegiatannya menyantap sup di dalam panci itu.
Beberapa saat setelah Gofan selesai menimba air danau untuk mengisi penuh gentong air di belakang gubuk, Mouhuli telah menyantap 67 porsi mangkuk sup dan itu masih belum membuatnya berhenti, dia masih belum kenyang.
-Leluhur ini... Apa perutnya terbuat dari karet?, Mungkin dia hanya akan berhenti makan, jika panci itu sudah kosong-
Gofan heran melihat kemampuan makan Mouhuli, dia belum pernah melihat seorang perempuan makan sup sebanyak itu dalam sekali jalan.
-Ada apa dengan Xionan?, Kenapa dia masih di dalam gubuk-
Pikir Gofan, khawatir karena tidak melihat Xionan keluar dari dalam gubuk setelah selesai merasuki tubuh Gofan.
*Krieeettt*
"Nannan...."
-Apa dia kelelahan setelah merasukiku sebelumnya?-
Ketika membuka pintu kamar gubuk dan masuk ke dalamnya, Gofan mendapati Xionan tertidur lelap dengan posisi duduk melayang di atas meja.
-Nona hantu... Lain kali tidurlah di tempat yang semestinya-
__ADS_1
Gofan melapisi tubuhnya dengan energi mental, dia kemudian memapah roh Xionan, menidurkannya di atas dipan.
Seharusnya Gofan tidak akan bisa memapah Xionan, jika bukan karena energi mentalnya, dia tidak akan bisa menyentuh tubuh maya Xionan.
Gofan duduk di sebelah Xionan yang tidur melayang di atas dipan,
-Kamu meninggal di usia 28 tahun, tapi wajahmu masih seperti gadis 18 tahun, tidak terlalu jelek...-
Meski sekarang Gofan bertubuh 12 tahun, usia jiwanya tetaplah 21 tahun. Dia baru mengetahui bahwa Xionan berusia lebih tua darinya, sebab selama ini Gofan mengira Xionan adalah hantu gadis berusia 18 tahun.
Gofan mengetahui usia Xionan karena saat dia dirasuki, sekelebat ingatan masa lalu Xionan menyelinap muncul di pikiran Gofan, hal itu terjadi ketika Xionan marah saat dia memberitahukan keberadaannya kepada Mouhuli.
Hari sudah hampir sore, jadi Gofan tidak berlama-lama di dalam gubuk. Usai dia memindahkan Xionan ke dipan, dia pergi memindahkan sebongkah batu besar ke tepian danau di bawah bukit, kemudian Gofan berlatih latihan fisik ala ayahnya, Gofan melakukan 100 kali push-up, 100 kali sit-up, dan lari mengelilingi bukit sebanyak seratus putaran.
Usai lari mengelilingi bukit, Gofan berlatih jurus seribu cakar bayangan dan menebang beberapa pohon dengan serangan jurusnya itu.
Ketika Gofan hendak menggunakan energi mentalnya untuk memotong batang pohon menjadi kayu bakar, sebuah gempa kecil terjadi,
-Gempa !?,-
Tubuh Gofan terhuyung-huyung saat sedang mengarahkan kekuatan mata iblisnya ke arah batang pohon yang sudah tumbang.
*Pyang*
Mangkuk sup di tangan Mouhuli jatuh dan pecah akibat getaran gempa tersebut, dia terkejut.
-*Apa ini?, Gempa !?, Mustahil*-
"Keluar...!! Siapa yang berani membuat onar di tempatku?!, Keluar...!!"
Mouhuli melesat keluar dari dalam dapur, dia benar-benar sangat marah. Mangkuk sup ke-70 yang sedang dia nikmati harus jatuh karena guncangan gempa itu.
Mouhuli tahu, bahwa ruang dimensi miliknya terpisah dari dunia luar sehingga mustahil akan terjadi gempa atau bencana alam lainnya. Ruang dimensi itu adalah ruang dimensi yang diatur sendiri oleh Mouhuli, jadi jika sampai terjadi gempa, haruslah atas izin dan kehendak darinya.
"Leluhur, ada apa? Ini hanya gempa, Kenapa kamu berteriak seperti itu ?"
Dengan menggunakan jurus langkah kilat, Gofan melesat menghampiri Mouhuli setelah mendengar teriakan kerasnya itu.
"Mustahil! Ruang dimensi ini ada dalam kendaliku. Ini bukan gempa, Ini pasti perbuatan seseorang"
Sahut Mouhuli kepada Gofan yang kini berdiri di samping kirinya.
"Keluar kamu!! Siapa yang berani mengacau di wilayahku?, Keluar....!!!"
Mouhuli benar-benar marah, kebahagiaannya saat sedang menyantap sup seketika hancur akibat gempa buatan yang tiba-tiba terjadi itu.
Tidak ada balasan yang menjawab teriakan Mouhuli, hanya sebuah gempa susulan yang terjadi, kali ini bahkan lebih keras daripada gempa sebelumnya.
"Kurang ajar, berani bermain-main denganku?, Rasakan ini...!"
Tangan Mouhuli membentuk segel jurus, dan cahaya hijau berpendar di sekitar tubuhnya. Kemudian cahaya itu memadat dan membentuk sebuah cincin lingkaran yang mengelilingi tubuh Mouhuli.
*Blazhh*
Cincin lingkaran itu berpendar dan meledak, kemudian cahaya ledakannya merambat menelusuri seluruh bagian ruang dimensi milik Mouhuli.
-...Ukh...., Energi mental yang kuat sekali, untung saja, aku juga punya energi mental-
Gofan terkena dampak dari ledakan energi mental yang dikerahkan Mouhuli. Gofan melindungi dirinya dengan melapisi seluruh tubuhnya dengan kekuatan mata iblisnya.
__ADS_1
Jurus yang dikerahkan Mouhuli bukanlah sebuah jurus khusus, itu hanya bentuk penggunaan dari energi mental untuk melakukan penelusuran. Menelusuri secara menyeluruh setiap bagian ruang dimensi untuk mencari jejak keberadaan orang yang membuat gempa tersebut.
"Argh...!"
Sesosok gadis muda bergaun merah kuning mendadak muncul dari udara kosong beberapa puluh langkah di hadapan mereka. Gadis muda itu muncul sambil berteriak kesakitan, dia terkena serangan energi mental Mouhuli.
Mouhuli tertawa melihat gadis bergaun merah kuning itu muncul dengan kesakitan,
"Kucing kecil. Beraninya kamu masuk ke wilayahku dan berbuat onar, Ada perlu apa kamu kemari ?"
"Ukh... Padahal sudah 700 tahun kamu di sini, Bagaimana bisa kamu masih sehebat ini?"
Sahut Gadis muda itu, dia menyeka darah yang ada di sudut kanan bibirnya.
"Kamu lupa?, Aku ini Mouhuli, Ratu Siluman Serigala, Hahaha"
Mendengar kata-kata gadis muda itu, Mouhuli menjadi sangat senang, tangan kirinya berkacak pinggang, sementara tangan kanannya menutup bibirnya saat dia tertawa lebar.
-Fanfan, ada apa ini? Kenapa ada siluman lain lagi di sini?-
Xionan melayang di sebelah Gofan, dia baru saja keluar dari dalam gubuk dan langsung menghampiri Gofan. Xionan terbangun karena terkena serangan energi mental Mouhuli.
-Gadis ini siluman juga?... Aku tidak tahu, dia tiba-tiba saja muncul dan membuat gempa-
Sahut Gofan tanpa menatap Xionan, mereka berbicara melalui pikiran mereka.
-Iya... Dia itu juga siluman... Gempa!? Apa tadi ada gempa ?-
Saking lelapnya tidur, Xionan tidak menyadari terjadinya gempa. Gofan mengangguk menjawab pertanyaan Xionan itu.
"Bailaohu, Kucing kecil...! Kamu pasti ada tujuan datang ke sini, bukan? Katakan apa maumu ?"
Imbuh Mouhuli setelah dia puas tertawa sambil berkacak pinggang, Mouhuli sangat bangga dengan gelar yang dia miliki yaitu Ratu Siluman Serigala.
"Kamu masih saja sama Senior... Selalu saja memanggilku Kucing kecil"
"Sekarang ini, budidayaku tidak kalah jauh darimu dan aku ini adalah keturunan trah Siluman Harimau Putih... Mengapa kamu masih saja memanggilku Kucing kecil ?"
Gadis siluman yang membuat gempa itu bernama Bailaohu, dia adalah junior Mouhuli, meski begitu dia tidak kalah kuat dari Mouhuli.
Dari semenjak pertama mereka bertemu, Mouhuli selalu memanggil Bailaohu dengan sebutan kucing kecil, itu membuat Bailaohu kesal. Tetapi karena Bailaohu selalu kalah bertarung dengan Mouhuli, dia tidak bisa berbuat apa-apa dan membiarkan Mouhuli memanggilnya demikian.
"Begitukah? Kamu ingin bertarung lagi? mari kita lihat, Apa Kucing kecil ini sudah menjadi Kucing besar, Ayo... Mari bertarung !"
Tantang Mouhuli, tangan kiri Mouhuli masih berkacak pinggang, sementara tangan kanan Mouhuli melambai memanggil-manggil Bailaohu menantangnya bertarung.
"Lupakan...! Hari ini aku datang sebagai utusan kerajaan, Kaisar Siluman menyuruhku mengirim surat balasan ini untukmu"
*Zyuut*
Sebuah surat terbang melesat ke arah Mouhuli.
Karena kesal dengan sebutan yang diberikan Mouhuli itu, Bailaohu melempar surat dari Kaisar Siluman dengan menggunakan tenaga dalam.
Bailaohu adalah putri dari Raja Siluman Harimau Putih, jadi paling tidak, dia seharusnya dipanggil dengan sebutan tuan putri, semua siluman di Kerajaan Siluman memanggilnya tuan putri, kecuali Mouhuli. Oleh karena itu setiap kali bertemu, Bailaohu akan menantang Mouhuli bertarung.
-Utusan Kerajaan Siluman!?-
Xionan dan Gofan terkejut mendengar kata-kata Bailaohu.
__ADS_1
Kerajaan Siluman sudah lama menghilang, bahkan selama 600 tahun belakangan, kebanyakan pendekar di Benua Penda telah menganggap kerajaan siluman telah lama musnah dari dunia bela diri, karena itu mereka menangkap dan membantai siluman tanpa rasa takut. Tidak peduli itu siluman baik atau siluman jahat, semuanya diburu demi mutiara siluman.
Bersambung...